
Cherry yang keluar dari ruangan Toby yang ingin mencari sarapan tiba-tiba melewati salah satu kamar perawatan yang mana itu adalah kamarnya Fiona. Tidak tau kenapa langkah Cherry berhenti di depan kamar itu.
Cherry melihat dari jendela yang mana Fiona terbaring di atas ranjang dengan tubuhnya yang banyak menempel selang alat medis. Kondisi Fiona dan Toby sama-sama kritis dan begitu sangat memprihatinkan.
Tidak ada yang terucap dari mulut Cherry dan hanya terus melihat dengan tatapan sendu pada Fiona. Jika di katakan Cherry kasihan pasti iya. Jika tidak mana mungkin Cherry tetap membiayai semua pengobatan Fiona.
Di tengah-tengah dia yang terus melihat ke arah Fiona. Tiba-tiba sebuah tangan hinggap di pundaknya membuat Cherry sedikit kaget dan langsung melihat ke belakang dan melihat melihat seoarang wanita paruh baya yang berdiri di belakanganya. Cherry juga tidak tau siapa wanita itu yang menatapnya dengan sendu.
" Apa kamu Cherry?" tanya wanita itu yang ternyata mengenali Cherry. Cherry menganggukkan kepalanya. Namun penuh kebingungan siapa wanita yang yang mengenalnya itu.
" Maaf, ibu siapa ya?" tanya Cherry dengan suara lembutnya.
" Saya adalah ibunya Fiona," jawab Wanita itu. Cherry sempat sedikit kaget yang mendengar jika wanita itu adalah ibunya Fiona yang pasti Cherry tidak pernah mengetahui hal itu dan ini pertama kali untuk Cherry bertemu dengan keluarga Verro.
" Terima kasih Cherry kamu sudah membantu Fiona. Terima kasih untuk semua biaya yang sudah kamu keluarkan untuk anak saya. Terima kasih untuk kebaikan kamu," ucap wanita itu yang tampak tulus bicara dengan matanya yang berkaca-kaca.
" Saya hanya melakukan apa yang ingin saya lakukan. Ibu tidak perlu berterima kasih," sahut Cherry.
" Cherry kamu benar-benar wanita yang sangat baik. Kamu wanita yang begitu tulus. Kamu wanita yang begitu lembut dan hati kamu sungguh begitu tulus," ucap wanita itu yang memegang tangan Cherry. Cherry bisa merasakan tangan itu begitu dingin sekali.
" Maafkan anak ibu Cherry. Maafkan Fiona. Kata-katanya yang sangat kejam sudah menyakiti kamu. Kata-katanya yang kasar sudah menyakiti kamu. Perbuatannya yang begitu hina sudah membuat kamu terluka. Kamu hampir kehilangan nyawa karena Fiona yang begitu jahat kepada kamu. Dengan jahatnya putri saya memanfaatkan kebaikan kamu dan tujuannya untuk mengambil suamimu," ucap wanita itu dengan meneteskan air mata.
" Ibu mengetahuinya?" tanya Cherry yang seolah tidak percaya jika wanita itu mengetahui apa yang di lakukan Fiona kepadanya.
" Sebelum kondisi Fiona sekarat. Fiona menceritakan perbuatan hinanya kepada ibu. Cherry dia tidak berani menemui kamu untuk meminta maaf atas kesalahannya dari dulu kepada kamu. Dia benar-benar menyesal Cherry. Dia mengakui kesalahannya yang sangat hina itu. Dia memohon maaf Cherry," ucap wanita itu yang menyampaikan permintamaafan Fiona.
" Tolong Cherry maafkan Fiona. Biarkan Fiona pergi setelah mendapat maaf dari kamu. Mohon ampuni kesalahan Fiona. Dia gelap mata dengan cintanya. Ampuni Fiona Cherry. Ampuni dia," wanita itu sampai bersujud memohon pada Cherry. Apa yang di lihat Cherry membuatnya kaget dan langsung berjongkok untuk mengajak wanita itu berdiri.
" Apa yang ibu lakukan. Ibu tidak perlu seperti ini, ayo berdiri Bu, jangan seperti ini," sahut Cherry yang memaksa ibu itu untuk berdiri..
" Ibu sebagai orang tua telah gagal dalam mengajari anak. Ibu sudah gagal dalam melaksanakan tugas ibu sebagai orang tua. Ibu membiarkan putri ibu menzolimi kamu. Maaf kan Cherry. Maafkan dia, ibu akan melakukan apapun yang kamu inginkan, asal kamu memaafkannya. Ibu tidak ingin melihatnya tersiksa maafkan dia Cherry maafkan," sahut wanita itu yang terus menangis memohon maaf pada Cherry.
Tiba-tiba di saat yang sama. Sasy, Raquel, Aldo, Vandy, Varell, Nadya, Vandy, Azizi dan Verro datang dan kaget melihat seorang wanita yang bersujud pada Cherry yang mereka juga tidak tau siapa wanita itu.
" Cherry, ada apa ini?" tanya Verro yang juga berjongkok untuk menjauhkan wanita itu dari ibu itu yang mana Verro berpikiran dia hanya akan menyakiti istrinya dan dia juga tidak tau apa yang di inginkan ibu yang tidak di kenalnya itu.
" Tolong jangan sentuh istri saya," tegas Verro berusaha melepaskan tangan wanita itu dari Cherry. Teman-teman Cherry juga panik dengan apa yang di lakukan wanita itu.
" Sayang dia ibunya Fiona," sahut Cherry. Verro dan lainnya kaget mendengarnya, mereka bahkan saling melihat dengan penuh kebingungan.
" Apa yang ibu inginkan tolong jangan seperti ini pada teman kami," sahut Sasy.
" Saya hanya seorang ibu yang gagal dalam membesarkan seorang putri. Sekarang putri saya ada di dalam sana. Dia telah mengakui kesalahannya dan mengganggap apa yang terjadi adalah karma untuknya. Putri saya sudah mengakui semua itu. Saya sebagai ibunya meminta maaf kepada kalian semua termasuk Cherry dan Verro. Saya memohon ampun atas apa yang di lakukannya kepada kalian. Dia sudah mengakui semuanya kepada saya," jelas wanita itu sambil menangis.
__ADS_1
Orang-orang yang ada di sana jelas begitu simpatik dengan apa yang di katakan wanita yang rela bersujud untuk memohon ampunan atas kesalahan Fiona.
" Cherry, Verro ampuni putri saya. Ampuni dia," ucap wanita itu dengan menyatukan ke-2 tangannya di hadapan Cherry dan Verro dan memohon ampunan dengan tulus.
" Bu saya sudah memaafkan Fiona. Saya sudah memaafkannya," sahut Cherry yang memegang tangan yang memohon itu.
" Ibu tidak perlu bersujud untuk memohon kepada saya. Saya sudah memaafkannya. Saya ikhlas menerima semua yang di lakukannya itu menjadi pelajaran yang berharga dalam hidup saya. Saya ikhlas Bu. Saya ikhlas. Saya tidak memiliki dendam apapun kepadanya tidak sama sekali Bu tidak memilikinya Bu. Saya melupakan semua yang di lakukan Fiona. Semua sudah bersih dari hidup saya," ucap Cherry dengan tulus yang memberi ampunan pada Fiona.
" Benar Bu. Tidak ada satu di antara kami yang memiliki dendam kepadanya. Saya juga sudah memaafkan semuanya. Saya memaafkan Fiona tanpa dendam apapun," sahut Verro menambahi.
" Mungkin Fiona memang sangat jahat. Tetapi dia juga manusia biasa dan kami juga sama manusia biasa yang sama-sama pernah melakukan kesalahan. Jadi kami juga telah memaafkannya dengan tulus," sahut Sasy menambahi.
" Jika Allah saja maha pemberi maaf. Kami juga tidak pantas untuk tidak memberi maaf kepadanya. Kami memaafkannya," sahut Nadya.
" Banyak kesalahan yang di lakukannya. Baik kepada saya dan juga yang lainnya. Mungkin memang iya menaruh kebencian kepadanya. Tetapi kita manusia yang penuh kekurangan dan untuk memperbaiki diri yaitu dengan saling memberi maaf," sahut Azizi menambahi.
" Benar Bu kami sudah memaafkannya. Kami ikhlas menerima setiap kesalahannya," sahut Raquel menambahi.
" Bukan hanya Fiona yang melakukan kesalahan kepada kami. Tetap kami juga dan benar hanya dengan saling memaafkan untuk melupakan semuanya," sahut Vandy.
" Dan tidak satupun di hati kami mengingat kesalahannya," sahut Aldo.
" Itu artinya Cherry, Verro atau semuanya sudah memberi maaf kepadanya. Jadi ibu tidak perlu memohon seperti ini. Maaf itu sudah di berikan sebelum Fiona meminta maaf," sahut Varell.
" Terima kasih untuk kalian, terima kasih dengan kebesaran hati kalian semuanya. Terima kasih," sahut wanita itu yang langsung bersujud syukur. Cherry yang melihat hal itu langsung memeluk wanita itu untuk memberikan wanita itu ketenangan.
" Aku tau Fiona kesalahanmu sangat besar. Tapi aku sungguh sudah melupakannya dan memberimu maaf. Aku memaafkan mu Fiona tanpa mengingat sedikit pun kesalahanmu. Jika sakit itu menyiksamu maka pergilah dengan tenang. Karena kami semua telah tidak memiliki dendam apapun kepadamu kami sudah memberimu maaf Fiona," batin Cherry dengan tulus dan benar-benar sudah membersihkan hatinya dari setiap kesalahan Fiona.
Fiona yang berada di dalam sana yang masih kritis meneteskan air mata yang mungkin Fiona juga merasa lega karena dia telah di maafkan dan itu yang di inginkannya sebelum dia pergi.
" Ya Allah terima kasih kau telah memberikan orang-orang baik ini. Terima kasih sudah memberikan maaf pada putriku. Aku ikhlas ya Allah melepaskan putriku. Aku ikhlas ya Allah dan aku akan menjalankan amanahnya untuk mendonorkan satu organ tubuhnya yang masih berguna. Aku akan menandatangani surat persetujuan itu ya Allah," batin ibu Fiona yang terus menangis di pelukan Cherry.
Fiona juga sebelumnya mengatakan kepada ibunya bahwa dia ingin mendonorkan jantungnya dan menceritakan semua kesalahannya dan harapannya ingin mendapatkan maaf walau itu tidak mudah.
Ibu Fiona belum menandatangani surat persetujuan dari Dokter Arif. Karena merasa putrinya pasti tidak akan bisa tenang dan sekarang dia sudah bisa melepas kepergian putrinya itu.
**********
Tit-tit-tit-tit-tit-tit.
Suara mesin jantung terdengar dari ruangan operasi untuk Fiona. Arif dan beberapa Dokter dan suster yang jelas tidak ada Verro, Sasy, Raquel atau Vandy. Karena memang Arif menjagakan hal itu.
Setelah mendapat persetujuan untuk operasi Fiona dan pasti pengambilan jantung dan pasti Fiona akan selesai menjalani hidupnya setelah ini. Dokter Arif dan rekan-rekannya pun langsung menjalankan tugas sebagai seorang Dokter.
__ADS_1
Arif dan rekan-rekannya berada di ruang operasi itu menangani Fiona dengan pembedahan dan lain sebagainya dengan beberapa kali suster melap keringat Arif.
Ini yang paling terberat untuk Arif di dalam hidupnya sebagai Dokter ahli jantung yang menangani 2 pasien yang akan pergi untuk menyelamatkan nyawa seseorang. Pasti ini adalah pertama kali di lakukannya.
Keluarga Fiona yang menunggu di depan ruangan operasi pasti tegang yang masih berharap banyak. Namun untuk ibu Fiona yang sudah tau apa yang akan terjadi hanya pasrah dan ikhlas. Dia tau apa yang terbaik untuk putrinya.
Sama dengan Fiona yang juga di tangani. Kondisi Toby juga kritis yang langsung di tangani Verro, Sasy dan juga Raquel dan beberapa suster lainnya.
" Apa donornya sudah ada?" tanya Sasy yang panik yang tidak henti-hentinya mengeluarkan air mata.
" 30 menit lagi," sahut Verro yang sudah mendapatkan kabar dari Dokter Arif.
" Kita lakukan yang terbaik untuk menyelamatkannya dan siapkan operasinya secepatnya!" perintah Verro. Sasy dan Raquel sama-sama mengangguk dan terlihat panik yang begitu tergesa-gesa.
Sementara di luar ruangan Toby, Cherry, Azizi, Varell dan ada Selina juga menunggu dengan tegang di depan pintu ruangan itu.
Keluarga Toby dari Luar Negri pun sudah tiba semuanya dan pasti suasana semakin mencegangkan. Ruangan Toby tidak jauh dari ruangaan operasi Fiona dan Cherry atau yang lainnya juga bisa melihat ke tegangan keluarga Fiona di ruangan operasi tersebut.
" Ya Allah aku mohon berikan kesembuhan untuk Toby. Jangan biarkan dia menahan semua ini. Aku mohon ya Allah sembuhkan dia," batin Cherry yang begitu paniknya yang sangat takut kehilangan Toby.
" Semoga saja, operasi Raquel juga berhasil dan Toby juga baik-baik saja," batin Nadya.
" Aku berada di tahap ini menunggu anakku dalam berperang untuk mempertahankan nyawa. Ya Allah engkau tau apa yang terbaik berikan yang terbaik untuk sahabat kami Toby dan teman kami juga Fiona sedang operasi berikan ya Allah mereka kesembuhan," batin Azizi yang berdoa untuk Toby dan juga Fiona.
Suasana yang semakin menegangkan dengan kepanikan dan penuh ketakutan. Tiba-tiba lampu operasi Fiona hijau yang itu artinya operasinya selesai. Cherry dan yang lainnya melihat ke arah ruangan itu yang pasti juga penasaran.
Dokter Arif keluar dari ruangan itu dan mengeluarkan kata-kata yang tidak dapat di dengar. Namun ketika suara itu mulut itu berhenti berbicara. Suara isak tangis yang kuat terdengar pecah yang seolah isak tangis itu sudah memberikan arti. Jika Fiona sudah pergi untuk selama-lamanya.
Air mata Cherry menetes yang mengetahui kabar duka itu. Azizi langsung merangkulnya memeluknya, dia juga sedih dengan kehilangan salah satu teman sekolahnya yang dulu jika di ingat Azizi yang mendekatkan diri untuk berteman dengan Fiona yang begitu cuek dan hanya diam terus. Dia sudah melupakan apa yang di lakukan Fiona kepadanya.
Varell juga memeluk istrinya Nadya. Nadya juga pasti begitu sedih. Walau Fiona jahat. Tetapi dulu saat di sekolah tidak dapat di pungkiri jika Fiona beberapa kali membelanya dari bulian hanya cinta yang menggelapkan mata Fiona sehingga membuatnya seperti itu.
Selina yang melihat kekasihnya yang terlihat sedih. Langsung menghampirinya dan langsung memeluknya di sekitar orang-orang yang menagis dalam duka itu.
" Kamu sudah melakukan yang terbaik. kamu Dokter yang hebat kamu adalah Dokter yang paling hebat," ucap Selina yang memberikan semangat pada kekasihnya itu.
" Selamat jalan untuk kamu Fiona. Kami sudah memaafkanmu. Semoga kamu di tempatkan di surga yang indah," batin Cherry.
*************
Operasi di lanjutkan untuk Toby yang akhirnya melakukan transplantasi jantung yang pasti sebelumnya sudah di pastikan cocok. Dan Dokter Arif ikut dalam operasi besar ini. Verro, Sasy, Raquel juga ikut yang berjuang untuk menyelamatkan nyawa sahabat mereka.
Panik, takut itu pasti ada. Namun kembali lagi mereka hanya berusaha karena semuanya ada di tangan tuhan. Cherry, Varell, Vandy, Nadya, dan Azizi memilih untuk sholat di mushollah rumah sakit memilih untuk berdoa pada sang pencipta untuk keselamatan teman mereka yang sekarang sedang berjuang di meja operasi. Air mata pasti mengiri doa-doa yang tulus itu.
__ADS_1
Bersambung