DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 380 akhirnya mengakui.


__ADS_3

" Apa aku tidak salah dengar jika sungguh kak Arif dan Selina pacaran," batin Vandy yang benar-benar masih tidak percaya dengan apa yang di dengarnya dari kakaknya itu.


" Lalu apa Selina. Selina kita tidak mungkin hubungan kita seperti ini terus. Kamu adalah pacarku dan sudah sewajarnya aku memperkenalkan mu kepada orang tuaku. Kita pacaran bukan sebulan 2 bulan. Tetapi 4 tahun yang mana seharusnya keluarga tau jika kamu pacarku," ucap Arif menegaskan.


" Tetapi aku tidak siap sayang," ucap Selina dengan suara yang pelan.


" Kapan siapnya. Tidak mungkin kan Selina hubungan kita seperti ini terus?" tanya Arif memastikan.


" Sayang kamu itu punya adik. Vandy teman sekelas ku dulu dan teman-teman Vandy adalah Cherry, Saay, Raquel, dan Azizi. Dan kamu tau sendiri dulu aku bagaimana dengan mereka dan sekarang dunia sudah membuat ku jera yang akhirnya aku seperti ini terus dan mereka sudah menjadi orang-orang sukses. Aku tidak mempermasalahkan masalah usia. Yang aku permasalahkan adalah diriku sendiri. Di mana aku yang merasa tidak pantas untuk kamu dan terlebih lagi adikmu dan juga yang lainnya pasti tidak akan setuju denganku," ucap Selina menjelaskan keraguannya selama ini hanya dirinya yang tidak percaya diri.


" Selina yang pacaran sama kamu itu aku bukan orang lain. Jika kamu menerima ku apa adanya. Itu artinya aku juga menerimamu apa adanya. Dan orang lain itu tidak menjadi urusan kita," sahut Arif menegaskan.


" Sangat bohong. Jika orang lain tidak menjadi urusan kita. Kamu jangan lupa jika kamu orang terpandang terpelajar punya pendidikan dan juga seorang Dokter. Sementara aku hanya gadis biasa, lulusan SMA, yang keluarganya mengalami gulung tikar, keluarganya berantakan yang akhirnya aku bertahan hidup dengan tinggal di rumah kecil dan untuk makan harus bekerja di mini market. Itu bagaikan langit dan bumi," ucap Selina yang langsung minder dengan Arif.


Arif mendekatinya dengan menghadap pada Selina, memegang ke-2 tangan Selina dengan erat.


" Selina apa yang kamu bicarakan. Kenapa tiba-tiba menjadi membahas masalah yang tidak penting. Apa aku pernah mengungkit ke arah sana. Jika aku memikirkan hal itu. Mungkin hubungan kita tidak akan bertahan sampai sekarang," ucap Arif.


" Aku hanya sadar diri dengan keadaanku dan itu alasanku tidak ingin yang lain tau hubungan kita. Aku belum siap mental untuk menghadapi cemoohan atau gunjingan yang lainnya," ucap Selina menunduk dengan air matanya yang menetes di tangan Arif.


Arif merasa bersalah dengan melihat kondis Selina yang menjadi sedih. Atif memegang dagu Selina agar wajah itu terangkat dan melihat ke arahnya. Arif mengusap lembut air mata di pipi itu.


" Lalu apa kita akan seperti ini terus?" tanya Arif.


" Kasih aku waktu sedikit saja," sahut Selina. Arif menganggukkan matanya.


" Aku menunggumu sampai kamu benar-benar siap. Aku mencintaimu Selina dan aku tidak ingin memaksamu sedikitpun. Aku hanya ingin hubungan kita normal-normal saja," ucap Arif menegaskan pada Selina.


" Aku tau itu. Maaf aku sudah membuatmu marah, aku hanya belum siap. Aku janji aku akan siap secepatnya dengan kita yang memberitahukan hubungan kita," sahut Selina


" Tidak ada yang perlu di maafkan, aku mengerti apa yang kamu pikirkan," sahut Arif yang mencium kening Selina dengan lembut.


" Aku mencintaimu," ucap Arif.


" Aku juga mencintaimu," sahut Selian tersenyum.


Arif memiringkan kepalanya yang sepertinya tujuannya ingin meraih bibir ranum kekasihnya itu. Selina yang tau Arif melakukan hal itu langsung memejamkan matanya yang pasti tidak akan menolak ciuman itu dari pacarnya yang paling di cintainya itu.


" Ehemmm," Vandy yang sudah duduk dan melihat 2 insan itu hampir berciuman di depannya. Langsung berdehem sebelum hal itu terjadi di depannya.


Selina dan Arif Sama-sama membuka mata mereka dan sama-sama melihat ke arah suara itu. Vandy dan Selina melotot sampai bola mata itu ingin keluar saat mengetahui Vandy ada di sana duduk dengan santai yang melihat penuh curiga pada kakaknya itu dan juga berpindah pada Selina.


" Vandy!" pekik Arif dan Selina sama-sama serentak dan langsung saling menjauh yang mendadak panik.


" Vandy kok bisa ada di sini. Mampus. tidak mungkinkan dia mendengar semuanya," batin Selina yang panik.


" Vandy ke- kenapa ka-kamu ada di sini?" tanya Arif gugup.


" Hmmm aku hanya ingin mengambil buah-buahan ini," jawab Vandy dengan santai.


" Kok bisa masuk mobil kakak sembarangan?" tanya Arif yang kelihatan marah.


" Bukannya tadi aku meminjamnya dan kuncinya juga masih samaku. Kakak dan Selina tidak akan bisa masuk. Kalau bukan aku yang masuk duluan," ucap Vandy dengan selow. Arif memejamkan matanya. Dan Selina menghadap depan yang tidak berani melihat Vandy lagi.


" Kenapa aku bodoh sekali. Kenapa sih tidak mengingat kalau mobil ku di pakai Vandy," batin Arif yang juga mendadak panik. plus malu dengan Vandy.


Berantakan semuanya benar-benar sangat berantakan," batin Selina.


" Hmmmm, ya sudah kalau begitu aku keluar dulu," ucap Vandy yang pamitan yang ingin membuka pintu mobil.


" Tunggu dulu!" cegah Arif.


" Iya ada apa kak?" tanya Vandy dengan santai.


" Kamu mendengar semuanya?" tanya Arif yang memastikan.

__ADS_1


" Iya aku mendengar dan juga melihatnya. Makanya sedikit kaget," sahut Vandy dengan jujur. Arif pun melihat kearah Selina yang diam tanpa bicara apa-apa


" Hmmm, ya sudah kalau begitu aku pergi dulu. Aku harus mengantar makanan ini aku minta maaf sudah mengganggu kakak dan juga Selina dan sekedar memberi saran mungkin ini sudah waktunya untuk go publik," ucap Vandy yang langsung keluar dari mobil. Sebelum dia di sogok untuk menjaga rahasia itu.


" Vandy!" panggil Arif. Namun Vandy tidak mendengarkannya dan langsung pergi.


" Hmmmm, bagaimana ini?" tanya Selina yang kepanikan sekarang.


" Aku juga tidak tau Selina. Aku tidak percaya. Jika Vandy bisa-bisanya ada di mobil. Ini salahku seharunya aku mengingat jika tadi Vandy meminjam mobilku," ucap Arif dengan penuh kebingungan yang juga menyalahkan dirinya sendiri


" Artinya Vandy akan memberitahu yang lainnya tentang hubungan kita," ucap Selina.


" Kamu tenang ya. Kamu jangan panik. Hubungan kita bukan petaka. Tidak ada yang salah. Jika pada akhirnya Vandy harus mengatakan hal itu pada yang lainnya. Mungkin itu sudah jalannya," ucap Arif yang jauh lebih tenang.


" Tapikan aku belum siap," sahut Selina ya g tetap kekeh belum siap.


" Aku tau itu. Tapi kita tidak punya pilihan lain," sahut Arif.


" Ahhhhh, aku tidak percaya. Jika Vandy akan tau secepat itu. Aku tidak membayangkan bagaimana reaksi yang lainnya. Jika mendengar hal itu," ucap Selina yang tidak bisa tenang.


" Sayang, tenanglah," sahut Arif mengusap-usap pundak Selina.


" Ya sudahlah. Nanti saja di pikirkan. Kamu mau makan lagi tidak?" tanya Selina.


" Ya pasti aku mau makan. Kamu sudah capek-capek membawanya tidak di makan ya kan aneh," sahut Arif dengan santai.


" Ya sudah, nih," sahut Selina yang akhirnya menyuapi Arif. Dia ingin melupakan dulu masalah Vandy yang penting Arif makan dulu.


**********


Vandy dan Azizi berada di dalam mobil. Setelah makan siang bersama dengan Toby. Vandy pun mengantarkan Azizi pulang terlebih dahulu. Vandy menyetir yang tampak berpikir-pikir sesuatu yang membuat Azizi melihat ke arah suaminya itu.


" Kamu memikirkan sesuatu?" tanya Azizi yang menduga-duga.


" Hmmm, ya ada sesuatu yang melekat di pikiranku," sahut Vandy.


" Toby juga pasti. Tetapi ada sesuatu yang lain lagi," jawab Vandy melihat sebentar ke arah istrinya.


" Masalah apa?" tanya Azizi heran yang penuh penasaran.


" Ini lebih pada masalah kak Arif," jawab Vandy. Vandy memang kepikiran dengan apa yang terjadi. Apa yang di lihatnya tadi.


" Masalah apa sayang?" tanya Azizi yang penasaran, " Ada apa dengan kak Arif?" tanyanya lagi.


" Aku tidak yakin sih Azizi mengatakan hal ini," ucap Vandy yang ragu menceritakannya dengan Azizi.


" Begitu. Apa itu bersifat rahasia. Atau itu urusan laki-laki?" tanya Azizi.


" Tidak begitu rahasia juga dan tidak untuk Pria juga," jawab Vandy.


" Hmmm, baiklah. Jadi bagaimana ini. Kamu ingin memberitahu aku atau tidak?" tanya Azizi yang memastikan. Namun dia tidak ingin memaksa suaminya juga.


" Kamu tau Selina tidak?" tanya Vandy tiba-tiba yang membuat Azizi bertambah heran.


" Selina teman 1 sekolah kita?" tanya Azizi memastikan. Vandy mengangguk.


" Ya taulah apa hubungannya dengan masalah kak Arif?" tanya Azizi yang mengambil botol air putih dan langsung meminumnya.


" Kamu percaya tidak kalau kak Arif Selina itu pacaran," ucap Vandy langsung.


Uhuk-uhuk-uhuk-uhuk, uhuk-uhuk. Azizi langsung tersedak minumannya mendengar pernyataan suaminya itu.


" Sayang pelan-pelan," ucap Vandy yang panik dan langsung mengambil tisu.


" Kamu bicara apa tadi. Selina dan kak Arif pacaran," sahut Azizi yang begitu terkejut dengan mengusap-usap mulutnya dengan tisu.

__ADS_1


" Iya Azizi mereka itu pacaran dan sudah 4 tahun," jelas Arif yang langsung to the point yang tidak bisa menyembunyikan apapun dari istrinya.


" Kamu serius?" tanya Azizi yang semakin tidak percaya. Vandy mengangguk.


" Selama 4 tahun," Vandy mengangguk lagi.


" Dan kamu tidak tau itu?" tanya Azizi. Vandy mengangguk lagi.


" Lalu bagaimana kamu tau?" tanya Azizi.


" Saat aku mengambil buah di mobil kak Arif ternyata kak Arif tidak sadar. Kalau aku ada di sana dan aku mendengarkan percakapan mereka yang mana mereka sedang bertengkar dan berbaikan lalu hampir ciuman," jelas Vandy dengan sedetail-detailnya yang menceritakan pada istrinya.


" Lalu kenapa kak Arif tidak pernah memberitahu dan kenapa juga sampai tidak tercium yang sudah selama 4 tahun," ucap Azizi yang masih tidak percaya akan hal itu.


" Kayaknya masalahnya ada pada Selina deh. Soalnya aku mendengar pengakuan Selina tentang masalah itu. Dia yang tidak ingin hubungan itu di ketahui banyak orang dan itu juga kayaknya Selina tidak percaya diri gitu," sahut Vandy menebak-nebak.


" Aneh sekali. Tapi kok bisa ya hubungan mereka Samapi tidak tercium seperti itu," ucap Azizi yang masih tidak percaya.


" Aku juga tidak tau. Kita tunggu saja klarifikasi dari kak Arif. Karena hubungan selama 4 tahun di sembunyikan. Sangat tidak baik sembunyi-sembunyi seperti itu," ucap Vandy.


" Ya sudah deh semoga kak Arif mau memberikan keterangan masalah hubungan mereka. Sialnya kasihan juga Selinanya yang hubungannya juga tanpa di ketahui orang lain," ucap Azizi.


" Iya sayang kita berdoa saja. Semoga ada yang lebih baik dari semuanya," sahut Vandy yang langsung setuju.


" Ya ampun tidak disangka-sangka. Kak Arif yang begitu juteknya bisa pacaran sama Selina," batin Azizi yang tidak habis pikir dengan masalah itu.


" Jadi Selina, wanita yang bisa meluluhkan hati kak Arif. Dan kak Arif ternyata begitu kalau bicara sama cewek. Bucin juga ya," batin Vandy tersenyum geli.


" Sayang kamu kenapa kok ketawa-ketawa?" tanya Azizi heran.


" Tidak apa-apa sayang. Hanya lucu saja melihat kak Arif," jawab Vandy. Azizi mengkerutkan dahinya heran dengan suaminya apa yang lucu.


Memang seumur-umur hidup Vandy tidak pernah kakaknya itu membawa wanita datang kerumahnya. Bahkan setaunya kakaknya itu juga tidak pernah pacaran sama sekali. Jadi jelas dengan Selina membuat Vandy merasa begitu geli dengan kebucinan kakaknya.


***********


Dokter Arif menemui Fiona di kamar perawatan Fiona. Dia memang menepati janjinya untuk menemui Fiona. Karena sebelumnya ada yang ingin di katakan Fiona kepadanya. Saat Dokter Arif sudah berada di kamarnya. Fiona pun mencoba untuk duduk dan Dokter Arif langsung dengan cepat membantunya.


" Pelan-pelan Fiona!" lirih Dokter Arif.


" Makasih Dokter," sahut Fiona. Arif mengangguk.


" Oh iya Fiona apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Arif heran.


" Hmmm, begini Dokter, saya ingin bertanya kepada Dokter tentang masalah organ tubuh saya," ucap Fiona dengan tiba-tiba yang membuat Arif kebingungan.


" Maksudnya?" tanya Arif heran.


" Dokter saya kan terkomplikasi dengan berbagai penyakit," ucap Fiona. Dokter mengangguk.


" Iya benar. Lalu apa yang ingin kamu tanyakan?" tanya Dokter Arif bingung.


" Apakah jantung saya normal?" tanya Fiona dengan tiba-tiba. Arif semakin tidak mengerti dengan pertanyaan Fiona yang tiba-tiba membahas masalah jantungnya.


" Dokter?" tegur Fiona.


" Hmmm, selama ini kondisi kamu memang sangat buruk dan selama ini belum ada berpengaruh pada jantung kamu. Tetapi kita belum tau. Jika perlu memang ada sebaiknya untuk di periksa," ucap Dokter Arif.


" Lalu jika jantung saya baik-baik saja. Apakah jantung orang yang terkena penyakit bisa di donorkan?" tanya Fiona yang ingin jelasnya. Arif sampai melihat Fiona dengan serius dan merasa ada sesuatu.


" Saya hanya ingin bertanya Dokter," sahut Fiona.


" Apa kamu mau memeriksa kondisi kesehatan jantung kamu?" tanya Dokter Arif. Fiona mengangguk dengan cepat yang terlihat begitu semangatnya.


" Baiklah, besok kita akan coba cek lap. Semoga jantung kamu normal," sahut Dokter Arif. Fiona tersenyum mengangguk mendengarnya.

__ADS_1


" Aneh sekali Fiona. Kenapa tiba-tiba dia ingin periksa jantung dan malah bertanya masalah donor. Apa dia memikirkan sesuatu," batin Arif yang kepikiran dengan Fiona. Dan bahkan wajah Fiona senyum-senyum yang terlihat sangat bahagia. Namun Arif malah penuh dengan kebingungan.


Bersambung


__ADS_2