
Hari pernikahan
Tiba di puncak hari pernikahan Selina dan Dokter Arif. Hari pernikahan Selina dan Dokter Arif di adakan di pinggir pantai yang memang pernikahan simple keinginan Selina. Tadi pagi Selina dan Dokter Arif sudah melaksanakan ijab kabul dengan lancar dan mereka sudah sah sebagai suami istri dan sekarang tinggal acara resepsi yang bernuansa kan outher.
Tempat itu indah dengan susunan bangku-bangku dengan yang berbaris rapi dengan di tengah ada jalan untuk menuju altar pernikahan. Tema pernikahannya nuansa putih dengan semua serba putih dari dekor bunga-bunga yang putih sampai para tamu memakai pakaian putih baik Pria dan juga wanita.
Sementara untuk pengantinnya sendiri memakai pakaian berbaju warna pink. Di mana Selina tampak anggun dengan menggunakan dress pink panjang yang mengikuti lekuk tubuhnya yang ramping dengan bagian kepala Selina yang di beri bunga seperti mahkota.
Untuk Arif sendiri sama. Dia juga menggunakan pakaian pink kemeja dengan jas yang berwarna pink juga. Pasangan itu begitu cantik dan tampan yang sedari tadi tangan Selina di gandeng Arif. Jangan tanya wajah mereka. Pasangan pengantin baru itu begitu bahagia dengan pernikahan mereka.
Teman-teman Selina yang pasti hadir di sana juga ikut bahagia dan memberikan doa yang terbaik untuk Arif dan Selina.
" Aku masih tidak percaya, kak Arif akan menikah dengan Selina," ucap Vandy pada istrinya yang di samping Iqbal yang ada di tengah di antara Vandy dan juga Azizi.
" Sama sayang, aku juga tidak percaya jika mereka akhirnya menikah dan Selina sudah menjadi kakak ipar kamu," ucap Azizi.
" Sangat canggung Azizi harus memanggil Selina dengan Kakak, itu sangat aneh," ucap Vandy.
" Ya kamu harus biasa dong," sahut Azizi.
" Ya berarti kamu juga. Mana mungkin kamu memanggilnya dengan nama lagi," sahut Vandy.
" Ya aku, pasti bisa lah," sahut Azizi dengan yakin.
" Mama sama papa kenapa berantam sih," sahut Iqbal yang bergantian melihat ke-2 orang tuanya.
" Nggak ada berantem sayang, papa kamu aja yang keras kepala," ucap Azizi.
" Kenapa aku yang di salahin Azizi. Kamu yang keras kepala," sahut Vandy membela diri.
" Tuh kan berantam lagi," sahut Iqbal kesal.
" Iya, iya, sayang tidak berantam kok," sahut Azizi yang langsung memeluk Iqbal.
" Iya nggak ada yang berantam kok," sahut Vandy yang juga ikut-ikutan memeluk Iqbal dan sama-sama mencium Iqbal yang semakin menggemaskan itu.
Sama dengan Raquel dan Aldo yang duduk santai dengan tangan saling menggenggam.
" Teman kamu akhirnya nikah juga," ucap Aldo.
" Memang dia nggak teman kamu apa," sahut Raquel.
" Ya, aku mana pernah berteman dengannya. Kan kamu yang dekat dengannya. Dulu juga waktu kita saling suka dia nggak setuju. Jadi mana pernah sempat berteman dengannya," sahut Aldo.
" Isss, kamu ini ya, udah nggak usah di bahas masa lalu. Kalau dia teman aku. Berarti teman kamu juga kan aku istri kamu," sahut Raquel.
" Iya sayang aku hanya bercanda," sahut Aldo. " Oh, iya Mitha tidak datang?" tanya Aldo.
__ADS_1
" Tuh di sana!" tunjuk Raquel pada Mitha yang nempel-nempel dengan berondongnya.
" Siapa lagi yang di bawanya?" tanya Varell.
" Aku pernah dengar cerita Vandy si rumah sakit. Katanya sih itu suaminya," jawab Raquel.
" Yang kemarin kemana?" tanya Aldo.
" Katanya sih sudah meninggal," jawab Raquel.
" Cepat banget dia cari yang baru," ucap Aldo.
" Ya mau gimana lagi," sahut Raquel yang melihati Mitha dan suaminya.
" Sana ajak dia sekalian kalian foto ber-3 sama Selina," ucap Aldo.
" Nanti apa nggak bisa. Kamu ini kayak mengejek aku dari tadi," ucap Raquel kesal. Siapa yang ngejek," sahut Aldo mengelak.
Tiba-tiba saja suami Mitha melihat kearah Raquel dan Aldo yang terus melihatnya dan suami Mitha melambaikan tangan pada Raquel dengan tersenyum manis. Aldo yang melihat hal itu melotot pada suami Mitha.
" Wah, berani-beraninya dia senyum kayak gitu sama kamu," ucap Aldo kesal.
" Syukurin makanya jangan suka godain orang," sahut Raquel yang membalas senyum suami Mitha.
" Kamu juga," sahut Aldo panik yang langsung menutup wajah istrinya itu.
" Kamu, duluan," sahut Raquel melepas tangan Aldo dari wajahnya. Cherry dan Verro yang do samping mereka heran melihat pasangan suami istri itu.
" Udah sayang nggak usah di lihatin, biarin aja Namanya juga puber," sahut Verro dengan membawa wajah kepala istrinya untuk bersandar di bahunya agar Cherry tidak melihat Aldo dan juga Raquel.
" Sayang mending kamu melihat Selina dan Dokter Arif dari pada mereka. Lihat Dokter idoal kamu akhirnya menikah juga," ucap Verro.
" Kamu benar akhirnya Dokter Arif menikah juga," sahut Cherry.
" Kamu senang?" tanya Verro. Cherry mengangguk.
" Yakin senang, bukannya sedih melihat Dokter kamu menikah?" ucap Verro.
" Ya senanglah, kenapa juga harus sedih. Kamu aneh," sahut Cherry.
" Ya aku juga senang dengan begitu istriku tidak berharap banyak lagi pada Dokter Arif.
" Maksudnya?" tanya Cherry heran.
" Kamu tau tidak sayang, satu-satunya laki-laki yang aku cemburui di dunia ini hanya Dokter Arif. Di mana istriku begitu mengidolakannya," ucap Verro jujur.
" Kamu cemburu dengan Dokter Arif?" tanya Cherry yang tidak percaya.
__ADS_1
" Ya iyalah, kamu kalau ketemu Dokter Arif senangnya minta ampun kayak bukan bersuami. Jadi jelas aku cemburu," ucap Verro. Cherry yang mendengarnya tersenyum lebar.
" Kamu ini aneh. Masa cemburu sama Dokter Arif. Yang aku idolakan itu cuma kamu. Kamu dan anak kita adalah yang paling di idolakan," ucap Cherry.
" Serius?" tanya Verro. Cherry menganggukkan kepalanya.
" Kalau begitu terima kasih istriku tercinta," ucap Verro.
" Sama-sama sayang," sahut Cherry, Verro pun mencium kening Cherry.
Sasy dan Toby juga terlihat begitu bahagia melihat pasangan pengantin baru itu.
" Kamu mau tema pernikahan kita nanti seperti ini?" tanya Toby. Sasy langsung menggelengkan kepalanya.
" Lalu mau seperti apa?" tanya Toby.
" Aku tidak mau seperti apa-apa. Aku mau yang sederhana aja," jawab Sasy.
" Yakin?" tanya Toby.
" Iya dong sayang yang penting nikahnya sama kamu," ucap Sasy.
" Ya harus sama aku lah. Mau sama siapa lagi," sahut Toby. Toby aku ingin menikah dengan kamu apa adanya dan aku juga tidak butuh pernikahan yang seperti apa-apa. Bagiku aku hanya membutuhkan pernikahan yang simple dan yang penting sakral," ucap Sasy.
" Kenapa sekarang calon istriku ini sangat berbeda," ucap Toby.
" Bedanya di mana, perasaan aku biasa saja," sahut Sasy.
" Kamu jauh lebih dewasa sekarang dan pasti kamu sangat berbeda," ucap Toby
" Kamu bisa aja. Lihat itu," sahut Sasy menunjuk Selina dan Arif.
Di mana pasangan itu saling berhadapan dengan wajah yang saling berdekatan.
" Terima kasih Selina sudah menjadi istriku. Aku mencintaimu Selina," ucap Arif dengan mengusap-usap lembut pipi istrinya.
" Sama-sama. Aku berterima kasih dengan kamu yang sudah menemaniku selama ini yang sudah menjagaku aku sungguh bahagia," ucap Selina.
" Cium!" teriak Mitha yang bikin heboh dan hak itu di dukung yang lainnya yang bersorak untuk di cium. Arif memiringkan kepalanya dan langsung meraih bibir ranum istrinya tersebut. Langsung menciumnya dengan lembut dan Selina memejamkan matanya dengan menerima ciuman suaminya itu.
Nadya dan Varell yang ada di sana tersenyum. Namun Varell menutup mata istrinya.
" Ibu anak kita di karang untuk melihat hal itu. Nanti anak kita ikut-ikutan," ucap Varell.
" Ada-ada aja," sahut Nadya tersenyum dan membiarkan suaminya menutup matanya.
" Terima kasih ya Allah. Akhirnya kau berikan anak-anak ku istri yang cantik-cantik dan baik. Aku merasa berhasil sebagai seorang ibu yang bisa mengajarkan anakku untuk mencintai wanita tanpa melihat siapa mereka. Aku sangat bangga dengan ke-2 putra ku ini," batin Lina yang terharu melihat kebahagian Arif bersama Selina.
__ADS_1
Dia juga melihat kebahagian Vandy bersama Azizi dan Iqbal. Ya Selina memang orang yang paling bahagia dengan pernikahan itu.
Bersambung