
Mobil Verro berhenti di depan sebuah rumah yang tak lain adalah rumah Laskarta yang berarti rumah Cherry. Kepala Cherry berkeliling melihat di sekitarnya sangat familiar baginya rumah itu.
" Apa ini rumah ku?" tanya Cherry yang sepertinya mengingat. Verro yang mendengarnya menganggukkan kepalanya dengan tersenyum. Jelas dia tidak menyangka. Jika Felly mengingat rumah itu.
" Kamu mengingatnya?" tanya Verro. Cherry mengangguk angguk.
" Hmmm, aku merasa tidak asing dan aku pernah melihat rumah di dalam ingatanku," jawab Cherry.
" Kamu benar, ini memang rumah kamu. Dan aku sering datang kemari," sahut Verro.
" Kamu ingin melihatnya?" tanya Verro. Cherry mengangguk.
" Kalau begitu. Ayo turun. Kita akan melihatnya sama-sama," ucap Verro. Cherry mengangguk-angguk.
Verro dan Cherry pun akhirnya turun dari mobil itu. Verro juga sudah lama tidak Kerumah itu dan bahkan jika Kerumah itu dia hanya akan teringat masa-masanya dengan Cherry. Makanya Verro tidak terlalu sering mengunjungi rumah itu.
Dan sekarang Cherry sudah kembali lagi dalam hidupnya dan dia pun berani berkunjung Kerumah itu. Sekalian pelan-pelan untuk membuka kembali ingatan Cherry.
" Mas Verro," tegur seorang wanita yang membuat langkah Verro dan Cherry berhenti dan membalikkan tubuh mereka yang ternyata adalah mamanya Nadya. Bu Nani yang yang langsung menghampiri Cherry dan Verro.
" Bu Nani," sapa Verro tersenyum. Sementara Cherry masih heran dan wanita paruh baya itu pun melihat Cherry. Pasti kaget. Tetapi tidak jantungan. Karena sebelumnya Nadya sudah menceritakan kepadanya mengenai Cherry yang ternyata masih hidup.
" Ternyata benar kata Nadya, kamu masih hidup," ucap Bu Nani dengan menutup wajahnya dengan ke-2 tangannya. Cherry melihat ke arah Verro. Pasti Cherry bertanya-tanya. Siapa wanita yang ada di hadapannya itu.
" Ini mamanya Nadya, orang yang membersihkan dan merawat rumah ini selama tahun belakangan ini," ucap Verro menjelaskan sebelum Cherry bertanya.
" Aku mengenalnya?" tanya Cherry. Verro mengangguk.
" Kamu pernah beberapa kali bertemu," jawab Verro.
" Maaf Bu, saya belum bisa mengingat siapa ibu," ucap Cherry merasa bersalah. Karena tidak ada yang muncul dalam ingatannya, ketika melihat wanita yang terlihat baik itu.
" Tidak apa-apa nak, itu wajar. Kita juga dulu hanya bertemu sekali atau 2 kali saja. Jadi wajar saja, kamu tidak mengingat ibu," sahut Nani yang tidak masalah dengan Cherry yang tidak mengingatnya. Karena melihat Cherry hidup saja. Sudah kebahagian terbesar untuknya.
" Tapi saya pasti akan mengingatnya. Saya berharap ibu bisa membantu saya," sahut Cherry yang memang terus akan berusaha.
" Pasti nak, pasti akan membantu kamu," sahut Nani.
__ADS_1
" Ibu," sahut Nadya yang tiba-tiba datang dan Nadya langsung menghampiri ibunya, Verro dan juga Cherry.
" Hay, Cherry, Verro," sapa Nadya.
" Hay," sahut Cherry tersenyum manis.
" Ibu, sudah selesai, biar kita pulang sama-sama," ucap Nadya yang ternyata menjemput ibunya. Karena memang sudah sore hari.
" Iya, ibu sudah selesai," jawab Bu Nani.
" Kalau begitu, ayo kita pulang," ajak Nadya. Nani mengangguk.
" Nak, Verro, nan, Cherry, ibu pamit dulu ya," ucap Ibu Nani berpamitan.
" Iya Bu, makasih ya untuk pembersihan rumah ini," sahut Verro.
" Sama, kalian baik-baik di dalam. Semoga saja. Cherry cepat pulih," ucap Ibu Nani penuh harapan.
" Amin," sahut Verro.
" Ya, sudah aku juga balik dulu," ucap Nadya yang juga ikut pamit.
" Daa Cherry," ucap Nadya melambaikan tangannya.
" Daa," sahut Cherry yang membalasnya. Nadya dan ibunya pun pergi.
" Nadya anak yang pintar, aku tidak percaya. Jika Raquel yang dulu suka membullynya sekarang berteman dekat dengannya," ucap Cherry yang tersenyum melihat punggung Nadya yang berjalan semakin jauh. Mendengar perkataan Cherry membuat Verro tersenyum.
" Kamu mengingatnya?" tanya Verro tidak percaya. Jika Cherry mengingat hal itu.
" Hmmm, wajah nya juga tidak pernah berubah, sangat adem jika di lihat," sahut Cherry. Verro langsung memeluk bahunya dengan erat.
" Ingatan kamu akan secepatnya pulih. Kamu dan mereka akan kembali seperti dulu lagi," ucap Verro. Cherry mengangkat kepalanya untuk melihat Verro.
" Kamu benar, ingatan ku akan pulih, aku tidak sabar untuk mengingat kenangan kita dulu," sahut Cherry.
" Ayo masuk, kamu akan mengingat semuanya dengan cepat," ucap Verro. Cherry menganggu dan mereka pun memasuki rumah itu.
__ADS_1
************
Tidak tau berapa jam Verro dan Cherry berada di rumah itu yang jelas sudah malam hari.p Tidak ada yang terjadi. Kepala Cherry tidak sakit saat pelan-pelan ingatan melintas di pikirannya. Karena memang Verro tau cara membuat Cherry mengingat semuanya tanpa melukai Cherry.
Verro terus mengajaknya berkeliling rumah mewah itu dan menjelaskan beberapa. Banyak kenangan yang pastinya ada di rumah itu. Bahkan kenangan mereka sewaktu masa kecil.
Untuk foto Laskarta sendiri di simpan Verro. Sebelumnya dia memang menyuruh Ibu Nani untuk menyimpannya. Karena ketika Cherry bertanya. Verro belum sanggup memberitahunya. Dan takut Cherry kenapa-kenapa.
Verro masih menyembunyikan hal itu dan kemungkinan akan memberitahu Cherry secara pelan-pelan. Agar Cherry tidak terluka.
Lelah menelusuri rumah dan setiap sudut ruangan itu. Sekarang Cherry berada di kamarnya, ruangan terakhir yang di lihatnya. Dia berjongkok melihat bunga-bunga pemberian Verro yang sudah layu dan bahkan hanya tinggal pita dan pembungkusnya.
Wajahnya tersenyum lebar. Ketika melihat tulisan-tulisan yang sangat indah dan menyentuh hatinya. Tiba-tiba Cherry mengedus. Hidungnya mencium sesuatu yang tidak asing baginya.
Cherry berdiri dan membalikkan tubuhnya dan kaget melihat Verro yang membawa boucket mawar pink kesukaannya.
" Untukku?" tanya Cherry tidak percaya. Verro mengangguk-angguk dan memberikan bunga itu pada Cherry. Dengan senang hati Cherry mengambilnya dan menghirup aromanya yang sangat harum.
" Kau menyukainya?" tanya Verro. Cherry mengangguk-angguk.
" Bukannya, aku memang sangat menyukai ini," sahut Cherry. Verro tersenyum dan mendekatkan dirinya pada Cherry mengusap rambut di pipi Cherry.
" Kamu benar, kamu memang sangat menyukai itu," sahut Verro membenarkan.
" Verro, aku tidak percaya. Jika kamu masih mencintaiku," ucap Cherry menatap Verro dalam-dalam. Verro memegang ke-2 pipi Cherry dan mencium keningnya.
" Aku memang sangat mencintaimu dan itu tidak akan pernah berakhir," sahut Verro dengan tulus menatap Cherry.
Verro mengambil bunga itu dari tangan Cherry dan meletakkannya di atas nakas. Lalu Verro mendekatkan wajahnya pada Cherry, mengusap-usap lembut pipi Cherry dan mencium pipi Cherry dengan lembut.
" Aku sangat mencintaimu," ucap Verro dengan lembut. Melihat pandangan mata Verro yang sangat satu. Membuat debaran jantung Cherry tidak beraturan.
Verro meraih tangan Cherry dan meletakkan telapak tangan Cherry di dadanya.
" Kamu merasakannya?" tanya Verro.
Cherry menganggukkan kepalanya dengan tersenyum. Verro pun tersenyum dan mendekatkan wajahnya lagi pada Cherry. Memiringkan kepalanya. Cherry memejamkan matanya sebelum bibir Verro sampai pada bibirnya dan Verro langsung mencium Cherry dengan dalam. Dengan penuh kerinduan.
__ADS_1
Bersambung......