DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 211 pemindahan makam


__ADS_3

Verro dan Cherry dengan pakaian senada berwarna putih dan Cherry memakai pasmina yang menutup sebagian rambutnya datang kepemakaman. Dan bukan hanya mereka yang ada di pemakaman.


Di sana juga ramai temannya-temannya dan ada beberapa bapak-bapak dan juga ada ustadz yang ternyata memang khusus datang kepemakaman di mana Laskarta di makamkan.


Verro dan Cherry memang memutuskan untuk memperbaiki makam itu. Makam yang selama ini di ketahui adalah Cherry. Dan aman di perbaiki menjadi malam sesuangguhnya yang pasti Laskarta.


Pembongkaran sudah di laksanakan sejak kemarin dan tulang-tulang Laskarta juga sudah di angkat dan sudah di otopsi dan memang 100% adalah Laskarta.


Dan sekarang akan pengembalian makam itu yang di pindahkan di tempat mamanya Cherry. Yang memang dulu Cherry tidak di makamkan di sana. Karena tidak ada amanah. Dan sekarang mereka akan di makamkan secara bersamaan 1 liang lahat.


Itu adalah permintaan Laskarta, melalui surat yang di tuliskannnya dan amanah besar itu akan laksanakan Verro dan istrinya.


Cherry dan Verro keluar dari mobil dengan Verro yabg terus merangkul sang istri memberikan istrinya kekuatan di setiap waktu.


Cherry pasti sudah menerima kenyataan. Tetapi pasti butuh waktu untuk ikhlas dan Verro sebagai suami tugasnya mendampingi sang istri.


Di pemakaman sudah ada, Sasy, Toby, Varell, Vandy, Nadya, Azizi, Raquel,Aldo dan juga Nani ibu Nadya yang juga ingin menghadiri acara pemindahan makam itu.


Teman-teman mereka memang meluangkan waktu untuk menghadiri pemindahan itu dan pasti untuk memberikan energi kekuatan untuk Cherry.


Sasy yang melihat Cherry sudah datang bersama suaminya. Sasy langsung menghampiri Cherry dan langsung memeluknya.


Pelukan dari sahabatnya yang jelas sudah di ingatnya. Yang memberikannya kekuatan agar dia tidak larut-larut dalam kesedihan. Verro suaminya juga mengusap-usap bahu Cherry yang masih di pelukan Sasy.


Sasy melepas pelukan itu dari Cherry mengusap air mata Cherry yang pasti tidak akan pernah berhenti.


" Are you oke?" tanya Sasy yang mengerti bagaimana perasaan sahabatnya. Cherry mengangguk seakan menutupi jika dia tidak baik-baik saja. Sasy tersenyum tipis dan langsung mengajak Cherry mendekati makam.


Sampai di dekat makam, semua temannya bergiliran memberikan pelukan kepadanya. Yang membuat Cherry benar-benar tidak merasa sendirian. Pasti tidak hanya Cherry mereka juga memeluk sebentar Verro dengan kekuatan yang mereka berikan.


Mereka sudah mengelilingi makam dan menyaksikan sendiri bagaimana penyatuan tulang-tulang itu dan penguburannya dan bahkan Verro sendiri ikut masuk kedalam liang lahat membantu orang-orang yang menguburkan kembali. Mama dan papa mertuanya itu.

__ADS_1


Cherry benar-benar yatim piatu yang tidak memiliki siapa-siapa lagi. Tetapi Verro memang akan menggantikan sosok itu. Bukan hanya sebagai suami tetapi juga sebagai orang tua yang lebih memprioritaskan Cherry.


Air mata Cherry tidak berhenti menetes saat lobang itu sudah tertimbun dengan tanah. Verro mengingat kehancuran harinya saat 7 tahun lalu mengantarkan Cherry istrinya dan dia tau istrinya pasti merasakan apa yang di rasakannya dulu.


" Ayo Cherry," ucap Verro menyuruh sang istri untuk menabur bunga di pusaran makam itu. Cherry mengangguk dan berjongkok di samping pemakaman itu dan juga Verro berjongkok di sampingnya.


Cherry mulai menabur bunga. Dengan tangisannya yang terisak-isak.


" Pa, ma, Cherry sayang sama kalian, maafin Cherry. Cherry tidak sempat memberikan papa dan mama kebahagian. Cherry sekarang ikhlas kok. Cherry tidak apa-apa di sini. Cherry akan sama Verro di sini. Cherry bahagia kok, Cherry akan bahagia terus," ucap Cherry yang menangis sengugukan.


" Mama sama papa tenang saja. Aku akan menjaga Cherry. Aku tidak akan pernah meninggalkannya. Tidak akan sama sekali," ucap Verro yang berjanji pada mertuanya. Dengan matanya menatap dalam-dalam Cherry.


Itu memang akan menjadi kewajibannya untuk menggantikan sosok penting dalam hidup istrinya.


" Kami juga akan selalu ada bersama Cherry," sahut Sasy yang juga berjanji akan tetap ada bersama sahabatnya itu.


" Kami tidak akan meninggalkan dia. Jadi Tante sama Om tenang saja. Karena Cherry adalah segalanya untuk kami. Kami sangat mencintainya," lanjut Sasy dengan tersenyum tipis melihat ke arah Cherry yang juga melihatnya dengan senyuman tipis.


" Benar Om, Tante, kamj tidak akan membiarkan Cherry sendirian dan mengawasi Verro. Jika sampai menyakitinya," sahut Toby yang berjongkok di samping Sasy. Cherry jelas merasa terharu dengan ketulusan teman-temannya yang tidak pernah berubah.


" Tuan Laskarta sangat baik, pasti dia sudah bahagia di surga sana," batin Nani yang tersenyum. Dia pernah mendapatkan kemuliaan dari Laskarta. Jadi jelas dia juga sangat kehilangan. Tetapi dia tau tuhan lebih menyayangi orang baik itu. Makanya di panggil terlebih dahulu.


" Terima kasih pak Laskarta, sudah memberikan mama saya kesempatan untuk bisa bersama saya. Terima kasih untuk kebaikan bapak," batin Nadya yang juga merasa kehilangan.


Acara pemakaman itu pun selesai, setelah menabur bunga, mengganti mesan, dan melakukan doa, mereka pun akhirnya berdiri yang pasti ingin pulang. Karena hari yang memang sudah sore.


Saat semuanya berbalik badan ingin pulang. Tiba-tiba ada Karina yang berada di kursi roda yang di dorong oleh Tari. Cherry yang melihatnya kaget.


Dia memang ingin menemui Karina untuk menanyakan semuanya. Tetapi belum sempat dia melakukan hal itu. Semua kenyataan sudah datang. Verro sudah menceritakan kejadian yang sebenarnya.


Verro yang berdiri di sampingnya memeluk pundak sang istri sembari mengusap-usapnya dengan lembut.

__ADS_1


" Mama," ucap Cherry dengan suara seraknya.


" Cherry," ucap Karina dengan wajahnya yang penuh penyesalan.


Cherry menengok ke arah suaminya. Verro menganggukkan matanya.


" Ayo Cherry, bicaralah pada Bu Karina," ucap Verro yang memberikan waktu pada istrinha. Untuk berbicara. Cherry mengangguk-angguk dan dengan perlahan melangkahkan kakinya mendekati Karina.


Cherry pun berjongkok di depan Karina dan Karina langsung memeluknya dan menangis sejadi-jadinya di pelukan Cherry. Pasti dia sangat menyesali semua kejadian yang terjadi. Makanya dia menangis sampai seperti itu.


" Maafkan mama Cherry. Maafkan mama yang sudah membuat kamu seperti ini, maafkan mama, mama benar-benar menyesal melakukannya," ucap Karina dengan tangisannya yang sengugukan penuh penyesalan yang sudah mengubah kehidupan Cherry.


" Mama benar-benar sangat jahat. Mama sudah berdosa pada kamu maafkan mama Cherry, maaf," ucap Karina yang tidak henti-hentinya meminta maaf.


" Cherry sudah melupakan semuanya ma. Semuanya sudah terlanjur. Jadi tidak ada yang perlu di maafkan. Papa juga sudah tenang di sana," ucap Cherry yabg ternyata dengan berbesar hati membuka pintu maaf untuk Karina.


Karina dan Cherry saling melepas pelukan. Cherry mengusap air mata Karina.


" Apapun itu, mama adalah orang baik. Cherry merasakan semua kasih sayang mama pada Cherry. Cherry bahagia dengan semuanya. Jadi Cherry akan melupakan apa yang mama lakukan. Karena Cherry tau. Mama tidak pernah menginginkan hal ini. Bukan mama yang menginginkan semua ini. Tapi Bayu. Jadi ini bukan kesalahan mama," ucap Cherry dengan tulus.


Dia memang ingin membuka lembaran baru dan melupakan semuanya yang terjadi padanya.


" Terima kasih Cherry. Kamu memang anak baik. Mama benar-benar merasa bersalah pada kamu. Kamu benar-benar sangat luar biasa baiknya. Terima kasih Cherry," ucap Karina mengusap-usap pipi Cherry.


" Apa Cherry masih boleh memanggil mama," ucap Cherry dengan linangan air matanya. Karina mendengarnya langsung mewek dan langsung kembali memeluk Cherry.


Yang lainnya tersenyum melihat pemandangan yang indah itu.


" Pasti boleh. Karena aku tidak pernah menganggap kamu sebagai orang lain. Aku memang menanggap mu sebagai anak," ucap Karina yang memeluk dengan erat.


" Akhirnya semua masalah selesai. Aku tidak percaya orang-orang ini yang selama ini adalah orang yang mencintai Clara, yang menunggunya dan sekarang mereka tetap berada di sisi Clara," batin Tari yang tersenyum melihat kebahagian itu.

__ADS_1


" Hmmm, Cherry benar-benar beruntung dalam hidupnya. Dia mempunyai banyak orang-orang yang menyayanginya," batin Azizi yang meneteskan air matanya melihat kebahagian yang jauh darinya.


Bersambung


__ADS_2