DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 23 Menuduh Varell


__ADS_3

Kericuhan terus terjadi karena menurut para murid guru meraka pilih kasih dengan membiarkan Sasy memilih kelompok sendiri. apalagi Verro, Varell dan Vandy masuk kedalam geng tersebut.


Sementara Cherry hanya diam saja. Verro, Varell dan vandy juga tidak diam seakan setuju saja apa yang di katakan Sasy. Toh memang mereka sudah terbiasa bekerja sama.


Aldo melihat kebelakang. Yang pasti melihat ke arah Cherry. Mungkin Aldo berharap Cherry masuk kedalam kelompoknya.


Tetapi Cherry malah melihat ke arah Fiona yang melihat ke arah Verro. Mungkin juga Fiona berharap Verro masuk kelompoknya.


" Apa dia ingin satu kelompok dengan Verro," batin Cherry yang terus melihat ke arah Fiona yang masih melihat terus ke arah Verro.


Tetapi Verro melihat ke arah Aldo yang terus melihat Cherry. Seperti biasa. Verro terlihat kesal. Saat tatapan Aldo yang berbeda kepada Cherry. Entah mengapa Verro akan panas ketika melihat Aldo yang terus curi-curi pandang pada Cherry.


" Sudah-sudah jangan ribut," bentak Pak Arif memukul meja. Membuat yang curi-curi pandang kembali fokus melihat ke depan.


" Lanjut lagi untuk kelompok ke -5," Pak Arif kembali memilih-milih kelompok.


Setelah selesai memilih-memilih kelompok. Para murid sudah mulai menyatukan meja dan bangku mereka agar mereka duduk berhadapan.


Para kelompok mulai bergabung dan mulai serius dengan tugas yang di berikan pak Arif. Termasuk dalam kelompok Cherry dan teman-temannya.


Sasy sangat bahagia bisa 1 kelompok dengan Varell. Lihatlah bagaimana dia sedari tadi senyam senyum melihat Varell yang duduk di depannya dengan menopang ke-2 pipinya dengan telapak tangannya.


Seakan tidak ingin menghilangkan kesempatan menatap pria yang tampan di hadapannya. Sebenarnya lebih tampanan Verro. Hanya saja Verro milik temannya. Jadi dia tidak ingin makan teman. Hatinya di serahkan ya untuk Varell.


" Apa matamu ingin kucengkel," ujar Varell dengan sinis menujuk 2 jarinya ke arah mata Sasy.


Varell benar-benar risih dengan Sasy yang terus melihatnya.


" Apa dengan melihatmu ketampananmu akan berkurang," jawab Sasy.


Vandy yang di samping Varell hanya tersenyum melihat Varell yang sangat marah ketika di goda oleh Sasy.


" Aku menyesal 1 kelompok denganmu," sahut Varrel kesal.


" Kau jahat sekali Varell," rengek Sasy.


" Sekali lagi kau melihati ku, seperti itu, aku akan benar-benar mencongkel matamu," ucap Verell menagncam.


" Congkel saja matanya, biar buta sekalian," sahut Toby yang langsung mendapat geplakan dari Sasy.


" Ikutan aja," sahut Sasy kesal.


Sementara Cherry sedari tadi melihat ke arah kelompok Aldo.


" Kau ingin satu kelompok dengannya," ucap Verro yang yang melihat Cherry curi-curi pandang dengan Aldo.


" Tidak," sahut Cherry gugup. Mendengar ucapan Verro. Suasana menjadi canggung. Ya perdebatan kecil Verro dan Cherry membuat hening seketika dan bahkan Varrel melihat ke arah ke kelompok Aldo. Bukan peduli dengan Aldo dia hanya melihat Nadya sebentar.


" Jika kau ingin kesana pergilah, jangan masuk kelompok ini," sahut Verro sinis yang semakin kesal.


" Ishhhh, apaan sih," sahut Cherry melihat fokus ke arah buku.


" Sudah-sudah jangan pada cerita terus, ayo kita mulai," sahut Vandy mengambil jalan tengah.


" Siapa juga yang melihati, Aldo justru aku melihat Fiona apa dia tidak sadar jika Fiona terus melihatnya," batin Cherry kesal dengan Verro yang terus menuduhnya.


" Perhatiannya sebentar," sahut Pak Arif dari meja guru membuat murid-murid melihat ke arahnya.

__ADS_1


Untuk Raquel, Selina, dan Mitha. Di panggil ke ruang BP, " ucap pak Arif. Raquel and the geng saling melihat heran.


" Kenapa kita di panggil?" tanya Mitha heran.


" Tidak tau," sahut Selina menggedikkan ke-2 bahunya.


" Ada apa ini," tanya Raquel was-was.


" Sana cepat!" perintah Pak Arif.


Raquel pun berdiri lalu ke luar di susul Selina dan Mitha. Meski ke-3 nya penuh pertanyaan bingung kenapa mereka di panggil.


" Tumben mereka di panggil ke ruang BP ," sahut Sasy heran yang tidak biasanya.


" Benar," sahut Toby juga penasaran.


" Sudah, Biar saja lah," sahut Cherry yang tidak mau ikut campur.


Mereka mengerjakan tugas kelompok mereka dengan serius. Di tengah keseriusan Kelompok 4. Tiba-tiba Raquel dan gengnya menghampiri meja kelompok itu.


" He, Varell," tegur ketus Raquel pada Varell membuat semua orang bingung. Varell mendongakkan kepalanya ke atas melihat ke arah Raquel yang berdiri di sampingnya.


" Lo manggil gue," sahut Varell.


" Apa maksud lo ngadu ke guru tentang ke jadikan kemarin?" tanya Raquel sinis.


Varell bingung dengan pertanyaan Raquel. Sama halnya dengan yang lainnya. Saling melihat dan bingung dengan apa yang di katakan Raquel.


Kejadian apa. 2 kata itu pasti ada dalam pikiran yang lain.


" Maksud lo apaan?" tanya Varell bingung yang benar-benar tidak tau.


" Jangan asal nuduh lo, gue memang nolongi Nadya dari buly Lo bertiga. Tetapi gue nggak ada pake acara ngadu-ngadu. Kayak nggak punya kerjaan aja gue," sahut Varell.


" Lo nolongin Nadya," sahut Vandy tidak percaya.


" Tumben," gumam Verro ikut heran.


" Mereka bully Nadya lagi," batin Cherry.


" Kalau bukan lo siapa yang ngadu, cuma lo yang ada di situ. Pake acara vidion segala lagi. Lo vidion kita. Baru sok pahlawan nolongi cewek kampungan kayak gitu," sahut Mitha geram.


" Eh.. Lo ber-3 dengar ya gue nggak ada urusan sama lo bertiga. Dan gue nggak ada pake acara lapor sana sini. Mending lo bert-3 pergi dari sini," usir Varell mulai kesal.


" Jangan alasan lo, gara-gara lo kita di skor dari sekolah. Pengecut tau nggak sih lo," kecam Raquel emosi.


" Woy maksud apaan," mendengar kata pengecut Varell langsung berdiri tidak terima.


" Varell sudah," cegah Vandy menurunkan lengan Varell.


" Heyy, Raquel, lo itu apa-apaan sih, lagi pula kalau Varell bilang tidak ada ya sudah. Berarti tidak ada. Jangan maksa," sahut Sasy membela Varell.


" Nggak usah ikut campur lo," sahut Raquel sinis.


" Tau ikutan aja," sambung Selina.


" Eh, lo ber-3 ya, udah di skor juga masih bertingkah," sahut Sasy ikut kesal.

__ADS_1


" Apa maksud lo," Selina mendekati Sasy yang kesal.


" Apaan lo," Sasy langsung berdiri.


" Sa----," Cherry ingin berdiri mencegah Sasy yang ribut dengan Selina. Tetapi dia mengurungkan niatnya ketika Verro menatapnya. Dari pada di omeli mending biarkan saja lah.


Sementara Toby mengambil kesempatan mengambil gambar wajah-wajah penuh emosi.


" Eh lo nggak usah ikut campur," sahut Mitha.


" Kelompok 4 ada apa dengan kalian," teriak pak Arif yang melihat ke gaduhan.


" Nih, pak, geng abal-abal nyari masalah mulu," teriak Sasy.


" Raquel, Mitha, Selina kembali ketempat duduk kalian," tegas Pak Arif.


" Lo nggak dengar, sana lo ber-3 pergi. Gue nggak ada urusan sama orang kayak kalian," usir Verro dengan tegas.


" Sialan lo," desis Raquel dengan kemarahan langsung pergi.


" Urusan kita belum selesai," tegas Mitha menatap tajam Sasy.


" Nggak takut," sahut Sasy menantang.


" Awas lo," sambung Selina mengepal tangannya sebelum pergi.


" Huhhh pake ngancam lagi," Sambar Toby.


" Shussstt, diam!" Desis Cherry.


Sasy dan Varell kembali duduk.


" Memang si Nadya kenapa?" tanya Vandy penasaran.


" Eh lihat deh," sahut Sasy menunjukkan ponselnya. Memutarkan Vidio yang tersebar di group sekolah yang mana Raquel, Mitha dan Selina membully Nadya.


Kepala mereka berdekatan saling bersentuhan melihat ponsel yang di pegang Sasy. Mereka melihat dengan serius bagaimana pembulian itu terjadi.


" Ya ampun tega banget," ucap Cherry merasa kasihan dengan Nadya.


" Tapi siapa yang vidion ya," sahut Varell bingung. Semua orang melihat ke arahnya.


" Gue nggak vidion," sahut Varell yang mendapat tatapan seakan bertanya.


" Tapi salut sih, sama orang yang vidioin. Menurut gue dia berani," ucap Vandy.


" Sudahlah itu bukan urusan kita," sahut Verro malas ikut campur. Sementara Varell masih penasaran siapa orang yang memvidio saat Nadya di bully.


Ternyata 1 kelas juga melihat Vidio itu. Tugas kelompok fokus pada hp masing-masing. Termasuk di kelompok Aldo yang juga ada Nadya.


" Kapan mereka melakukannya?" tanya Aldo.


" Kemarin?" jawab Nadya menunduk.


" Keterlaluan," ucap Aldo yang tidak habis pikir bully Raquel sangat parah.


💝💝💝Bersambung

__ADS_1


Hay para readers yang baru bergabung. Bantu support ya novel aku yang baru.


Tinggalkan jejak. Komentar, like, dan jangan lupa vote sebanyak-banyaknya. Agar aku semakin semangat melanjutkan ceritanya


__ADS_2