
Cherry tampak bersiap-siap di dalam kamarnya dengan menggunakan dress panjang yang sampai menyapu lantai. Dia terlihat cantik dengan dress berwarna pastel itu tanpa lengan dengan tumpukan beberapa model di bagian dadanya.
Rambutnya di sanggul cantik dengan indah sehingga memperlihatkan bagian leher jenjangnya yang begitu indah. Cherry memasangkan anting panjang di telinganya yang menambah kecantikannya.
" Sayang sudah selesai!" tegur Verro yang memasuki kamar yang sudah terlihat rapi juga dengan stelan jas hitam yang tampak tampan berbicara lembut pada istrinya.
" Hmmm," jawab dengan deheman yang terus memakai antingnya yang tidak selesai-selesai.
" Sayang tolong pakaikan," ucap Cherry memberikan suaminya kalung yang tidak pernah ketinggalan.
Kalung apa lagi jika bukan yang di berikan Verro padanya. Verro tersenyum dan mengambil kalung itu dari tangan Cherry dan Verro berdiri di belakang sang istri dan langsung memakaikannya.
" Kamu sangat cantik!" puji Verro.
" Hmmm, aku tau. Aku memang sangat cantik. Makanya kamu tidak bisa berpaling dariku," sahut Cherry dengan bangganya. Verro tersenyum geleng-geleng dengan Cherry yang kalau di puji semakin meninggi. Cherry juga tersenyum melihat sang Verro dari depan cermin.
Selesai memakaikan kalung itu pada istrinya. Verro membalikkan tubuh Cherry ke hadapannya dan meletakkan ke-2 tangannya di pinggang Felly. Lalu mencium lembut kening Cherry.
" Vandy menikah. Aku jadi ingat kita 7 tahun lalu yang menikah," ucap Verro.
" Hmmm, aku mengingatnya. Itu adalah hari yang paling bahagia untukku dia mana kamu menikahiku," sahut Felly dengan senyum cerianya.
" Hmmm, aku juga bahagia hari itu," sahut Verro. Verro mengusap perut ramping Cherry.
" Jika anak kita sudah besar nanti. Aku akan menceritakan tentang kehidupanku kepadanya dan dia akan tau betapa aku sangat mencintai mamanya," ucap Verro.
" Iya aku juga akan menceritakan pada anak kita. Bahwa papanya adalah Pria yang paling hebat selama ini. Karena papanya yang mencintai mamanya dengan tulus dan tidak pernah meninggalkan mamanya dan menyakiti mamanya," ucap Cherry tersenyum penuh kebahagian
" Ya sudah, kita akan sama-sama membagi cerita untuk anak kita," ucap Verro. Cherry mengangguk.
" Ya sudah, ayo kita berangkat, acaranya akan di mulai," ucap Cherry.
" Hmmm, ayok," sahut Verro yang langsung menggandeng tangan istrinya untuk berangkat ke acara pernikahan temannya itu.
*************
Di gedung pernikahan yang akan di selenggarakan acara pernikahan Vandy dan Azizi sudah mulai di penuhi para tamu undangan. Pernikahan Vandy dan Azizi juga sekalian untuk acara reunian dari SMA Internasional Haigh School.
Karena Vandy memang mengundang semua teman-teman sekolahnya dan juga teman-teman seprofesinya dan pasti banyak lagi yang di undang Vandy untuk menghadiri acara pernikahannya.
Mobil Sasy dan Toby berhenti di depan gedung yang di sulap menjadi istana itu. Sasy tampil cantik dengan menggunakan dress merah marun selututnya dengan lengan yang bersilang di dadanya dan rambutnya yang di berikan gelombang bagian bawahnya yang membuatnya tampak sangat cantik dan begitu menawan.
Toby di sampingnya yang duduk di kursi pengemudi juga tampak tampan dengan stelan jas putih.
" Ayo turun!" ajak Toby sembari membuka seat beltnya. Namun tangan Sasy menghentikan Toby membuat Toby bingung.
" Ada apa?" tanya Toby heran dengan Sasy yang menghentikannya.
__ADS_1
" Kamu belum mengatakan sesuatu padaku," ucap Sasy membuat Toby heran.
" Maksudnya tanya Toby?"
" Ya kamu belum menilai penampilanku. Sejak menjemputku kamu tidak mengatakan apa-apa. Aku curiga jangan-jangan. Aku jelek lagi makanya kamu tidak memberi pujian sedikit, atau mengkomentari apa lah tentang aku hari ini," ucap Sasy mengharapkan di puji membuat Toby mendengus tersenyum.
" Apa itu perlu?" tanya Toby menghadap Sasy. Sasy menganggukkan kepalanya. Yang memang mengharapkan pujian dari pacarnya.
Toby memegang tangan Sasy lalu mencium punggung tangan tangan itu lembut.
" Aku tidak perlu mengatakan apa-apa dengan penampilanmu. Karena bagiku. Kamu selalu cantik sejak dulu. Bukan hanya hari ini tapi sebelum-sebelumnya kamu benar-benar sangat cantik," ucap Toby yang membuat Sasy tersenyum malu-malu.
" Kamu bisa aja," sahut Sasy.
" Aku seris. Kamu benar-benar sangat cantik," ucap Toby mengusap pipi Sasy dengan lembut dan mendekatkan wajahnya pada Sasy yang sepertinya ingin mencium Sasy.
tok-tok-tok-tok.
Belum sempat hal itu terjadi kaca mobil di bagian Sasy di ketuk yang menampilkan Raquel yang membungkuk seakan melihat mengintai keadaan di dalam.
" Woy, turun. Ngapain lo ber-2 lama-lama di dalam mobil nggak usah macam-macam deh kalian ber-2," ucap Raquel terus mengetuk-ngetuk membuat Sasy berdesis melihat temannya yang perusuh itu.
Karena sudah di ganggu. Toby pun akhirnya mengundurkan niatnya dan menjauh dari pacarnya itu dengan membuang napas kekecewaan.
" Memang dasar bikin ulah," geram Sasy tampak kesal. Toby hanya senyum-senyum saja dengan geleng-geleng.
" Ngapain sih ngetok-ngetok segala," ucap Sasy kesal.
" Yeeeee, ngapain kalian berdua, ayo jujur pasti aneh-aneh kan," sahut Raquel menatap curiga dengan menunjuk Sasy dan Toby.
" Ishhhh, kepo banget sih lo," sahut Sasy kesal dengan menurunkan tunjukan Raquel.
" Sudah-sudah, kalian berdua ya. Nggak ada hari tanpa ribut. Ini acara pernikahan nggak usah bikin ulah," sahut Toby gelang-gelang.
Tiba-tiba mobil Cherry dan Verro juga akhirnya sampai dan pasangan suami istri itu langsung turun dari mobil secara bersamaan.
" Cherry," sapa Sasy dengan ceria. Cherry juga tersenyum dan meraih ke-2 tangan Sasy yang mengulur sedari tadi.
" Bumil cantik banget," puji Sasy gemes melihat temannya yang semakin hari semakin cantik.
" Kamu juga cantik," sahut Cherry yang juga memuji temannya itu.
" Kayaknya debaynya ini perempuan deh. Soalnya mamanya semakin cantik," sahut Raquel menerka-nerka.
" Kamu bisa aja. Apapun jenis kelaminnya yang penting bayinya sehat," sahut Cherry dengan semangatnya
" Amin," sahut mereka dengan serentak.
__ADS_1
Sesaat itu juga terlihat Nadya yang menggunakan dress pink di bawah lututnya yang juga tidak kalah cantik untuk menghadiri pernikahan temannya. Nadya yang melihat teman-temannya langsung menghampiri.
" Hay semuanya," sapa Nadya.
" Hay," sahut semuanya serentak.
" Kamu sama siapa Nadya?" tanya Cherry.
" Aku sendirian. Kan rumahnya tidak jauh dari sini," jawab Nadya.
" Hmmm, begitu rupanya. Seharusnya bilang aku tadi. Biar kita bisa pergi bareng," sahut Raquel.
" Nggak usah. Dekat aja kok," sahut Nadya. " Oh iya Cherry bagaimana kandungan kamu?" tanya Nadya.
" Hmmm, baik-baik aja," jawab Cherry apa adanya.
" Syukurlah kalau begitu," sahut Nadya.
Di tengah perbincangan mereka yang berada di depan pintu masuk utama. Tiba-tiba Celina juga hadir di sana dan Selina hanya melangkah saja tanpa menyapa.
" Eh Selina," sahut Sasy yang membuat langkah Selina terhenti.
" Ada apa?" tanya Selina ketus.
" Sombong banget sih lo main lewat-lewat aja. Lo nggak liat kita ada di sini. Basa-basi dikit kek. Di sapa, ngomong say hay kek, tanya kek apa kabar. Lo nggak pintar ya bergaul, main nyelenong aja," oceh Sasy menceramahi.
" Sasy, sudah, nggak sudah mulai deh," sahut Toby yang mencegah sebelum terjadinya keributan.
" Sorry, gue nggak lihat lo," sahut Selina kesal membuat Sasy dongkol.
" Ishhhh, teman lo tuh Raquel. Makin parah penglihatannya," sahut Sasy melempar pada Raquel.
" Apaan sih, kenapa bawa-bawa gue," sahut Raquel heran.
" Hmmm, kalian ini ribut terus. Tidak ada hentinya. Aneh ya. Usia semakin tua bukannya semakin berubah malah semakin kayak anak kecil," sahut Verro mengeluarkan ceramahnya.
" Teman kalian nih," sahut Selina dan Sasy langsung sewot.
" Sudahlah," sahut Cherry mencegah, " Selina kamu apa kabar?" tanya Cherry dengan lembut.
" Aku baik-baik aja Cherry. Kamu sendiri bagaimana kabar kamu?" tanya Selina.
" Sama aku juga baik-baik saja," sahut Cherry tersenyum. " Oh iya Selina aku belum mengucapkan banyak berterima kasih untuk kamu. Karena kamu sudah banyak membantuku," ucap Cherry.
" Sudahlah, aku Tidak melakukan apa-apa kok," sahut Selina tersenyum.
Bersambung
__ADS_1