
" Itu Verro benderanya?" tunjuk Cherry pada bendera yang tertancap di pohon. Verro mengarahkan senternya dan melihat memang itu benderanya.
" Kamu benar," sahut Verro langsung mendekati Bendera itu. Verro berjongkok menurunkan Cherry. Agar dia bisa mengambil benderanya.
" Tunggu sebentar!" ucap Verro, Cherry mengangguk. Verro berjinjit agar tangannya sampai pada bendera tersebut. Verro
" Yeeeeeeeeeee," sorak Cherry kegirangan. Verro melihatnya hanya tersenyum. Verro menghampiri Cherry dan memberikan bendera.
" Apa kita yang pertama mendapatnya?" tanya Cherry meraih bendera itu dengan rasa bahagia.
" Entahlah aku juga tidak tau," sahut Verro yang langsung duduk karena merasa lelah. Cherry pun ikut duduk di sampingnya.
" Kita belum kembali?" tanya Cherry.
" Sebentar lagi, kita istirahat dulu. Yang penting kita sudah mendapatkannya, jadi jangan khawatir kita akan mendapatkan nilai, sesuai harapanmu," ucap Verro.
Cherry mengangguk Verro menarik pelan tangannya agar Cherry duduk di sampingnya.
" Kau senang mendapatkannya," tanya Verro.
" iya aku sangat senang. Terima kasih Verro kau sudah melakukan banyak hal untuk ku aku sangat bahagia.
" Kau sudah meminta izin pada papaku agar aku mengikuti Study tour. mungkin jika bukan karena mu aku tidak akan pernah mengikuti moment penting dalam hidupku," ucap Cherry melihat ke arah Verro.
Verro tersenyum mendengar ucapan manis Cherry. Verro dan Cherry saling menatap dengan tatapan yang penuh arti. Dengan debaran perasaan masing-masing.
ting-ting-ting. Alarm Cherry berbunyi membuat ke-2 nya sama-sama membuyarkan tatapan.
" Berfungsi," ucap Cherry melihat Alarm yang sudah beberapa hari tidak di dengarnya.
" Aku kira sudah tidak berfungsi," lanjutnya lagi.
" Apa waktunya kau minum obat?" tanya Verro.
" iya," Cherry mengangguk dan mengeluarkan obat dari saku sweaternya dia memang membawa butiran pil itu karena tau jadwalnya meminum obat sebentar lagi.
" Aku menepati janjiku, aku meminumnya," ucap Cherry yang langsung menelan 5 butir pil itu dan langsung meneguk air putih.
" Kenapa melihatku seperti itu, kau tidak pernah minum pil sebanyak itu?" tanya Cherry dengan tersenyum.
" tidak!" jawab Verro terus melihatnya.
__ADS_1
" Sekali-kali kau harus mencobanya, agar kau tau rasanya," sahut Cherry dengan bibirnya yang mengoceh.
" Iya aku akan mencobanya, pasti akan mencobanya," sahut Verro.
" Benarkah! kalau begitu nanti sampai tenda aku akan memberikan padamu agar kau tau rasanya," sahut Cherry tersenyum dengan semangat.
" Tidak perlu, aku punya cara sendiri untuk mencobanya," sahut Verro dengan wajahnya yang serius terus melihat bibir Cherry yang berbicara.
" Bagaimana Cara..em...."
Belum sempat Cherry melanjutkan kalimatnya. mulutnya sudah di tutup dengan bibir Verro. Dengan memegang dagu Cherry. Verro mencium bibir itu. Cherry terbelalak kaget saat bibir Verro yang sudah menempel di bibirnya.
" Apa dia menciumku," batin Cherry tidak percaya jika Verro menciumnya. Verro melepas ciuman singkat itu. Menatap mata Cherry yang terlihat schok.
Belum sempat Cherry bernapas. Verro kembali meraih bibir Cherry dengan memegang pipi Cherry mendekatkan wajah Cherry lebih dekat padanya. Agar dia bisa mencium semakin dalam.
Cherry yang merasakan ciuman pertama itu memejamkan matanya dengan memegang erat jaket Verro. Seakan mendapat izin Verro semakin memperdalam lagi ciumannya. Menyapu seluruh isi mulut Cherry.
Ini yang pertama untuk Cherry. Ciuman pertamanya yang pada akhirnya Verro yang yang memberinya. Cherry yang benar-benar baru merasakan untuk pertama kali hanya mengikuti permainan dari Verro yang sangat lembut.
Debaran jantung ke-2nya saling berdetak tidak beraturan dengan perasaan yang memang sudah ada sejak dulu. Tetapi baru bisa diungkapkan sekarang dan mungkin ciuman itu sudah menjelaskan semuanya.
Bunyi alarm Cherry sudah menandakan bahwa jantungnya tidak aman dan memang akan berdebar jika perasaannya dengan Verro yang semakin besar.
" Apa itu berarti Verro menyukaiku," batin Cherry masih sibuk dengan perasaannya yang bimbang.
Setelah merasa cukup Verro akhirnya melepas ciuman itu perlahan, membuka matanya dan menatap wajah Cherry yang memerah. Melihat mata indah itu terbuka perlahan dengan napas Cherry yang naik turun secara halus.
Mata Cherry melihat Verro yang tersenyum kepadanya. Jari Verro mengusap pipinya yang sudah merah merona.
" Tetaplah di sisiku," ucap Verro dengan suara seraknya.
" Apa tadi kau menciumku?" tanya Cherry dengan polos yang masih tidak percaya jika Verro memang menciumnya. Verro mengangguk tersenyum.
" Apa itu berarti kau menyukaiku?" tanya Cherry yang memang ingin memastikan perasaannya.
" Bukannya kau sudah tau itu. Bukannya kau mendengar saat aku mengatakannya di depan Fiona," ucap Verro mengingatkan Cherry.
" Aku pikir itu hanya gertakan untuk Fiona," sahut Cherry yang memang tidak menanggapi hal itu serius. Verro tersenyum memegang pipi Cherry dengan ke-2 tangannya.
" Cherry aku mengakui perasaan ku kepadamu. Sudah lama aku memendam perasaanku. Jika aku menyukaimu bukan sebagai sahabat tetapi lebih dari sahabat. Aku jatuh cinta kepadamu. Kepada Cherry yang sangat manja yang selalu membuatku marah, membuatku khawatir. Aku sudah jatuh cinta kepadanya. Aku sangat menyayangimu," jelas Verro mengungkap seluruh isi hatinya kepada Cherry.
__ADS_1
Cherry yang mendengarnya tersenyum lebar. Dengan kata-kata Verro yang menyampaikan isi hatinya.
" Bagaimana denganmu?" tanya Verro. Cherry bingung apa kah harus mengatakan atau tidak perasaannya yang juga aneh.
" Kenapa diam? Apa kau tidak memiliki perasaan yang lain kepadaku?" tanya Verro yang takut jika perasaannya bertepuk sebelah tangan.
" Tidak bukan itu Verro, aku tidak tau bagaiman menyampaikannya. Kau juga tau. Jika aku sangat menyayangimu sama seperti mu. Dan masalah perasaanku. Aku tidak tau apa itu. Yang aku tau jantungku akan berdebar tidak menentu saat kau menatapku,"
" Aku juga tidak tau kenapa aku selalu menurut kata-kata mu. Bukan karena aku takut padamu. Tetapi karena aku merasa aku telah dimiliki dan
" Aku juga tidak tau kenapa aku sangat kesal melihatmu dekat dengan Fiona. Aku sangat marah tidak jelas. Saat Fiona menatapmu diam-diam,"
" Aku kesal saat kau menolongnya saat kami jatuh bersamaan dan aku sangat marah saat dia menciummu. Aku seakan ketakutan saat dia mengatakan menyukaimu," jelas Cherry mengungkap isi hatinya yang terpendam selama ini.
Verro yang mendengarnya tersenyum dan menyimak semua perkataan Cherry.
" Aku tidak tau apa artinya itu. Aku selalu memikirkan hal itu. Apa itu juga berarti jika aku jatuh cinta padamu dan aku tidak mau kehilanganmu," tanya Cherry menatap Verro dalam.
" Iya itu Cinta, aku dan kamu sudah saling jatuh cinta. Cinta yang sudah tumbuh lama. Tetapi karena gengsi dan ego cinta itu tidak bisa diungkapkan," jelas Verro dengan bijak.
" Berarti aku juga jatuh cinta padamu?" tanya Cherry sekali lagi memastikan.
" Iya," jawab Verro terus mengusap pipi itu.
" Apa itu artinya kita akan pacaran?" tanya Cherry dengan polosnya. Verro mendengarnya tertawa kecil.
" Kenapa tertawa apa ada yang salah dengan kata-kata ku?" tanya Cherry. Verro menggelengkan kepalanya.
" Tidak ada yang salah. Kamu benar kita pacaran," sahut Verro mendengarkan.
" Ciuman pertama dari pacar pertamaku," ucap Cherry pelan tanpa malu mengatakan itu di depan Verro.
Verro hanya tertawa melihat Cherry yang menggemaskan. Tidak tau kapan Cherry bisa berubah menjadi wanita polos yang sangat lucu.
💝💝Bersambung
Jangan lupa mampir ke sini ya. Ditunggu like Coment, Vote nya. Terima kasih.
Hay para readers yang baru bergabung. Bantu support ya novel aku yang baru.
__ADS_1
Tinggalkan jejak. Komentar, like, dan jangan lupa vote sebanyak-banyaknya. Agar aku semakin semangat melanjutkan ceritanya.