DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 29 Perasaan yang aneh.


__ADS_3

Mitha seakan menuduh Nadya yang mengadukan mereka ke pada pihak sekolah sampai mereka ber-3 di skors.


" Apa kalian tidak bisa tidak menghalangi jalan," sahut Varell tiba-tiba datang bersama Vandy dan Verro. Varell menatap sinis Raquel dan ke -2 temannya yang menghalangi jalanan.


" Lo sudah di skors juga, bukannya jera," sahut Vandy.


" Jadi sekarang lo punya deking, ngerasa paling hebat ya lo," ucap Raquel sinis pada Nadya yang masih menunduk.


" Minggir lo semua, gue mau lewat," sahut Verro kesal berdiri terus di depan pintu gara-gara jalan yang di halangi.


" Norak lo semua," desis Raquel langsung masuk kesal.


" Awas lo," sahut Selina mengikuti Raquel.


" Ishhhh," Mitha juga ikut-ikutan.


Nadya pun melangkahkan kakinya memasuki kelas dengan terus menunduk. Baru di ikuti Vandy, Varell, dan Verro yang juga memasuki kelas dan duduk di tempat masing-masing.


Cherry yang sampai kekelas dengan penuh semangat langsung memasuki kelas dengan penuh keceriaan.


Saat berada di depan pintu Cherry langsung melihat ke arah Verro yang duduk di kursinya dengan melihat ponselnya. Cherry langsung berjalan dengan cepat.


" Cherry," sapa Sasy melambaikan tangannya. Tetapi Cherry melanjutkan langkahnya menghampiri Verro tanpa mempedulikan Sasy pasti hal itu membuat Sasy heran.


" Ada apa?" tanya Verro heran melihat Cherry berdiri di sampingnya dengan wajah yang penuh senyum.


" Terima kasih!" ucap Cherry dengan ceria memegang lengan Verro yang di letakkan di atas meja.


" Cherry, duduk," sahut Vandy yang pengertian langsung berdiri memberikan tempat duduknya pada Cherry. Agar Cherry bisa lebih leluasa berbicara dengan Verro.


" Makasih, kau memang yang terbaik," ucap Cherry pada Vandy dan langsung duduk menghadap Verro.


" Verro aku benar-benar berterima kasih padamu," sahut Cherry mengulangi kalimatnya.


" Maksudmu?" tanya Verro.


" Berkat dirimu aku bisa ikut Study tour, aku lupa mengucapkan terimakasih dari kemarin," sahut Cherry yang memang baru mengingat hal itu.


" Jadi Verro yang meminta izin pada papamu," sahut Sasy yang baru mengetahui hal itu dan dengan cepat menghampiri ke meja Verro.


" Serius," sambung Toby tidak percaya yang juga menyusul Sasy mengerumuni meja tersebut.


Vandy dan Verell saling melihat. Jujur mereka tidak percaya mendengar hal itu.


" Iya," jawab Cherry, " Terima kasih Verro," ucapnya sekali lagi.


" Awas saja kalau kau bikin ulah, aku akan memulangkan mu tanpa memberi kesempatan," ucap Verro dengan tegas sedikit dengan nada mengancam.


" Sip," Cherry memberi hormat pada Verro, " aku tidak akan menyusahkanmu, aku menjaga diriku," sahut Cherry dengan yakin yang benar-benar penuh semangat.


" Benar Verro tenang saja aku akan menjaga Cherry," Sambung Sasy.


" Kau pikir kau sudah merasa paling benar," ucap Verro sinis. Mengingat karena Sasy Cherry selau mendapat masalah.


" Issshhh, galak amat," desis Sasy kesal.

__ADS_1


" Awas saja jika kau mencari masalah, kau akan selesai dengan ku," ancam Verro, Sasy mendelik takut.


" Iya," sahut Sasy tidak ikhlas.


" Syukurin makanya jangan suka bikin ulah," sambar Toby yang terus mengambil kesempatan.


" Ikut-ikutan, aja lo," sahut Sasy kesal.


" Sana balik," usir Verro pada Cherry yang masih duduk di hadapannya dengan wajahnya yang senyum cengengesan.


" Oke," sahut Cherry dengan semangatnya kembali duduk ketempat duduknya.


Saat duduk Cherry tidak sengaja melihat ke arah Fiona yang melihat ke arah Verro. Dari wajah Fiona tampak tidak menyukai tentang kedekatannya tadi.


" Apa dia marah... Ahhhhh, bodo amat, kalau dia menyukai Verro kenapa tidak mengatakannya, jadi siapa yang tau, kenapa juga aku harus memikirkannya. Yang penting aku bisa ikut Study tour," batin Cherry tersenyum bahagia.


**********


Hari ini Cherry tidak mengikuti jam pelajaran karena kondisi badannya yang kurang sehat. Cherry tidak beristirahat di UKS. Tetapi beristirahat di ruangan V3. Mungkin lebih nyaman.


Cherry tertidur miring di Sofa dengan ke-2 tangannya beralaskan telapak tangannya yang di satukan dan di letakkan di bawah pipinya.


Setelah bel istirahat tidak berapa lama Verro memasuki ruangan itu dan melihat Cherry yang tertidur pulas dan begitu nyaman.


Verro membuka jas seragam sekolahnya dan menutupkan ke rok Cherry yang memang paha mulusnya terekspos.


Meski hanya ada Cherry di ruangan itu. Verro seakan tidak ingin ada yang melihat paha Cherry yang terekspos. Verro duduk di samping Cherry melihat bagaimana nyeyaknya tidur Cherry.


Tangan Verro menyentuh rambut Cherry Menyinggirkan dari wajahn Cherry agar wajah itu terlihat. Cherry tertidur seperti bayi yang begitu menggemaskan.


" Sejak kapan kau di situ?" tanya Cherry suara serak khas bangun tidur.


" Hmmmm, barusan," jawab Verro gugup.


Cherry menguap panjang dengan menutup mulutnya. Hal itu membuat Verro mengkerutkan dahinya.


" Kau tidak bisa jangan seperti itu," protes Verro.


" Ada apa, apa menguap suatu kesalahan," sahut Cherry bingung. Menurutnya setiap apa yang di lakukannya pasti salah di depan Verro.


Cherry pun bangun dan duduk melihat jam tangannya sudah jam 12.


" Aku tidur selama itu?" tanyanya mengingat dari jam pelajaran pertama di sudah tidur.


" Kau memang tidur selalu seperti kebo, jika tidak di bangunkan akan tidur terus," sahut Verro.


" Kau mengingatnya," celetuk Cherry tersenyum dan merapikan rambutnya.


Mendengar ucapan Cherry membuat Verro yang di sampingnya menjadi salah tingkah. Bisa-bisanya dia kelepasan bicara.


" Aku hanya melihatnya," jawab Verro mencari alasan.


" Ohhhhh," sahut Cherry biasa saja. Cherry melihat ada kotak makanan di atas meja.


" Ini punya siapa?" tanya Cherry.

__ADS_1


" Punya ku?" jawab Verro.


" Untukku boleh, perutku lapar, aku malas ke kantin," ucap Cherry dengan wajah ingin di kasihani. Kebiasaan yang memang tidak pernah hilang habis tidur pasti perut menuntut.


" Boleh ya," ucap Cherry yang benar-benar ingin makan.


" Ambillah la!" jawab Verro membuat ukiran senyum di wajah Cherry.


Cherry langsung mengambilnya dan membuka kotak makanan itu. Berisi mie ayam, Cherry langsung menyendokkan dengan sumpit dan langsung memakannya.


Verro berdiri menuju despenser. Verro langsung mengambil gelas dan menuang air putih, meletakkan di meja di depan Cherry dan duduk kembali di samping Cherry.


Mereka duduk saling berdekatan sampai bahu mereka bersentuhan.


" Kau mau?" tanya Cherry menghadap Verro sambil menyodorkan dengan sumpit. Verro menggeleng. Saat mengarahkan wajahnya. Jelas wajah mereka saling berdekatan.


" Kenapa, bukannya kau membelinya?" tanya Cherry yang terus makan sambil melihat Verro. Verro melihat bibir Cherry berantakan saat makan.


Reflex Verro memegang bibir Cherry, mengusap ujung bibir Cherry dengan jempolnya yang terdapat makanan.


Sontak hal itu membuat Cherry kaget. Verro juga tidak tau apa yang barusan di lakukan tetapi jempolnya masih tetap berada di bibir Cherry. Mata ke-2nya saling memandang. wajah ke-2 nya begitu dekat sampai tidak ada jarak.


Mata Verro berputar seakan mengamati wajah Cherry. Cherry sudah di kenalnya sangat lama. Tetapi entah mengapa dia melihat Cherry benar-benar bukan anak kecil lagi yang selama ini bersamanya Cherry menjadi wanita yang dewasa dan sangat cantik.


Cherry menelan salavinanya saat melihat kedekatannya dengan Verro. Bahkan mulutnya seketika berhenti mengunyah.


Tring-tring-tring-tring


gawat debaran jantung Cherry tidak normal. Saat mata Verro terus menatapnya.


" Kau tidak apa-apa?" tanya Verro ketika mendengar alarm jantung Cherry. Cherry menggeleng.


" Aku mau minum," ucap Cherry berusaha tenang dan mengalihkan kegugupannya. Dengan perlahan Cherry meletakkan kotak makanannya dan mengambil gelas di atas meja.


Yang ternyata Verro juga melakukan itu Al hasil tangan mereka saling menimpa di gelas tersebut.


Tanpa melepas pandangan Verro menuntun gelas itu sampai ke mulut Cherry. Cherry hanya terus menelan salavinanya dengan perlakuan Verro yang tidak biasanya.


Jujur debaran jantung Cherry semakin berdetak kencang. Mungkin Verro bisa mendengarkannya. Karena tidak fokus minum. Cherry akhirnya tersedak.


Uhuk-uhuk dan Cherry terbatuk dan sialnya minuman yang masuk ke mulutnya si semburkan ke wajah Verro. Cherry tidak bisa mengkondisikan dirinya jadi maklumlah itu lah yang terjadi.


" Cherry," Verro menekan suaranya geram dengan Cherry yang menyemburnya. Dan wajah itu basah.


" Sorry, aku tidak sengaja," sahut Cherry merasa bersalah. Dengan cepat mengambil tisu dan cepat-cepat melap wajah Verro yang basah.


" Sudah tidak usah," sahut Verro kesal memegang ke-2 pergelangan tangan Cherry yang berada di depan wajahnya.


Sontak kekesalan Verro kembali berubah ketika melihat wajah Cherry semakin dekat dengannya.


Cherry melihat ke arah Verro dan kembali membuat ke-2 nya saling beradu pandang dengan wajah tanpa jarang.


💝💝Bersambung


Hay para readers yang baru bergabung. Bantu support ya novel aku yang baru.

__ADS_1


Tinggalkan jejak. Komentar, like, dan jangan lupa vote sebanyak-banyaknya. Agar aku semakin semangat melanjutkan ceritanya


__ADS_2