DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 355 Pernikahan.


__ADS_3

Varell, Verro, Vandy dan Aldo berada di dalam mobil. Di mana Verro yang menyetir dan Varell di sampingnya. Aldo dan Vandy berada di belakang.


" Varell kamu akan tetap melangkah untuk menikahi Nadya?" tanya Vandy.


" Iya apapun itu aku akan tetap menikahi Nadya," sahut Varell dengan yakin.


" Tante Helena bagaimana?" tanya Aldo.


" Mama terus mengancamku. Karena mama tau itu kelemahan ku, dan mama juga bukan orang bodoh. Dia tidak akan melakukan tindakan yang bodoh itu itu," sahut Varell.


" Varell kamu juga tidak akan punya apa-apa lagi. Apa kamu siap dengan semuanya?" tanya Verro.


" Hmmm, aku tidak punya apa-apa. Tetapi aku punya kalian. Jadi tidak ada yang harus aku khawatirkan semuanya akan baik-baik saja. Jika kalian ada," ucap Varell menegaskan yang melihat satu persatu temannya.


" Ya kalau sudah ada kita memang tidak ada yang perlu di khawatirkan. Karena memang kita akan selalu ada," sahut Vandy.


" Thanks, untuk bantuan kalian. Aku pasti akan membalasnya," sahut Varell yang tersenyum tipis.


" Santai aja kali," sahut Aldo.


" Ya sudah sekarang kita kerumahku yang lain menunggu di sana," sahut Verro.


" Oke," sahut semuanya serentak. Mobil Verro pun langsung menuju rumah Verro di mana yang lain pasti sedang mencemaskan mereka yang ada di sana. Karena pasangan mereka memang mengetahui kalau Verro dan yang lainnya pergi untuk menemui Helena.


*********


Tidak lama akhirnya mobil Verro sampai di rumahnya. Verro, Vandy Varell dan yang lainnya keluar dari mobil dan mereka langsung memasuki rumah yang langsung menuju ruang tamu.


Yang ternyata sudah ada Cherry, Nadya, Azizi, Raquel dan Sasy juga ada di sana. Begitu melihat Verro dan yang lainnya datang mereka semua langsung berdiri.


" Verro, bagaimana?" tanya Cherry yang langsung menghampiri suaminya dengan wajah Cherry yang panik.


" Tidak apa-apa, semuanya baik-baik saja," sahut Verro.


" Kamu tidak apa-apa kan Varell, apa Tante Helena melakukan sesuatu?" tanya Nadya yang juga tidak kalah mengkhawatirkan Varell.


" Tidak Nadya, aku tidak apa-apa. Mama tidak melakukan apa-apa, hanya mengancam saja," sahut Varell.


" Mengancam apa yang Tante Helena ancam," sahut Raquel yang menjadi khawatir.


" Tidak apa-apa sayang, Varell bilang itu hal yang biasa," sahut Aldo yang mencoba menenangkan kekasihnya.


" Syukurlah kalau memang tidak apa-apa," sahut Raquel yang merasa lega.

__ADS_1


" Lalu bagaimana selanjutnya apa yang tante Helena menerima pernikahan kalian?" sahut Azizi.


" Mana mungkin Azizi," sahut Vandy.


" Lalu hasil apa yang kalian bawa," sahut Sasy.


" Hmmm, Tante Helena tetap pada pendiriannya yang tidak memberikan restu pada Varell dan Nadya dan Varell juga tetap pada pendiriannya yang akan tetap menikahi Nadya tanpa restu Tante Helena," sahut Verro menjelaskan dengan detail.


" Apa kamu yakin Varell, kita akan melanjutkan semua ini," sahut Nadya yang tiba-tiba merasa ragu.


" Aku yakin Nadya. Pernikahan kita akan tetap jalan ada dan tidak adanya mama. Aku sudah memikirkan semua ini dan aku juga sudah berjanji pada ibu kamu dan tidak ada alasan untuk menghentikan semua ini," sahut Varell menegaskan dengan yakin kepada Nadya.


" Nadya, kalau memang Varell sudah yakin kamu jangan ragu lagi. Kamu harus menghargai perjuangan Varell," sahut Sasy yang memberi saran.


" Ya sudah aku tidak bisa berbuat apa-apa. Jika memang Tante Helena tetap tidak merestui kita. Mau bagaimana lagi. Aku hanya berharap ada keajaiban nanti agar kita berdua mendapatkan restu dari Tante Helena. Walau kita sudah menikah nanti," sahut Nadya.


" Benar Nadya, aku juga berharap seperti itu. Sekarang kita jangan memikirkan apa-apa lagi. Kita akan menikah lusa dan kita sebaiknya fokus pada pernikahan kita," sahut Varell menegaskan. Nadya mengangguk tersenyum dan Varell langsung memeluknya.


" Kamu jangan khawatir, semuanya pasti akan baik-baik saja. Kita akan membuktikan jika ikatan cinta itu sangat kuat," ucap Varell. Nadya hanya mengangguk.


Cherry tersenyum mendengarnya dan Verro juga merangkul istirnya itu, Aldo, juga seperti itu dengan Raquel dan Azizi juga seperti itu dengan suaminya. Ya Sasy lagi-lagi harus di buat iri dengan teman-temannya yang sudah memliki pasangan dan dia hanya menjadi kambing congek.


" Ya sudah bagaimana kalau kita makan," sahut Cherry.


" Iya, kebetulan kami semua sudah menyiapkan makanan tadi," sahut Azizi.


Di meja makan, mereka menikmati berbagai makanan yang sudah di siapkan. Mereka makan sambil mengobrol-ngobrol. Dan pasti ada adegan romantis-romantisan yang terjadi di sana.


Sasy yang sendirian tanpa pasangan hanya minat Cherry dan Verro yang mana Verro menyuapi Cherry, matanya juga berpindah pada Azizi dan Vandy, di mana Azizi yang benar-benar melayani Vandy seperti bayi gede untuk Raquel dan Aldo ke-2nya saling suap-suapan dengan manja-manjaan dan untuk Nadya dan Varell juga sama-sama romantis. Hanya saja mereka masih malu-malu. Sementara Sasy hanya sendiri yang tidak tau Toby berada di mana.


" Sasy, Toby masih ada penerbangan?" tanya Cherry tiba-tiba yang melihat ke arah Sasy. Sasy yang melamun tersentak kaget.


" Hmmm, iya, dia masih ada penerbangan," jawab Sasy. Padahal Sasy sampai detik ini belum di kabari sama sekali.


" Kapan baliknya?" tanya Vandy.


" Aku belum tau, Toby belum memberi tahu apa-apa," sahut Sasy datar.


" Tapi nanti dia taukan aku menikah kapan?" sahut Varell bertanya.


" Iya bukannya sebelumnya dia sudah tau dan kalau tidak ada perubahan dia pasti tau jadwalnya dan pasti sudah mengatur jadwal cuti," sahut Sasy.


" Syukurlah kalau begitu, jadi dia bisa datang di hari pernikahan kami," sahut Varell.

__ADS_1


" Memang jika semua kalian hadir, aku akan merasa sangat lengkap," sahut Nadya.


" Pasti Nadya, kamu jangan khawatir kita semua akan menjadi dayang-dayang di pernikahan kamu dan juga Varell," sahut Raquel tersenyum lebar.


" Benar sekali," sahut Cherry. Nadya tersenyum lebar dengan saling melihat dengan Varell yang juga tersenyum kepadanya.


" Mereka semua memang terlihat begitu. Hmmmm, Toby kamu kenapa semakin sulit membagi waktu denganku," batin Sasy yang kepikiran dengan Toby. Sasy harus kembali melihat teman-temannya yang begitu romantis dengan pasangan masing-masing.


**********


Hari pernikahan.


Akhirnya apa yang di tunggu-tunggu telah tiba. Tibalah pernikahan Nadya dan juga Varell. Mereka nekat menikah walau tanpa restu sama sekali. Pernikahan itu di adakan di rumah Cherry yang dulu yang tak lain di rumah Laskarta.


Karena memang rumah itu kosong Cherry memberikan untuk Varell dan Nadya menempati untuk sementara. Karena Varell sudah di usir dan tidak punya tempat tinggal.


Pernikahan itu di adakan dengan sederhana yang memang hanya ada teman-teman Nadya yang pasti Cherry dan lainnya. Hanya ada ibu wanita, wali Nadya, saksi dan pastinya penghulu.


Penghulu dan Varell sudah duduk saling berhadapan dengan meja pendek di tengah mereka. Di sekitar Varell dan penghulu ada juga 2 saksi. Pria tua yang menjadi wali Nadya yang mungkin kerabat Nadya dan ada ibu Nadya, ada, Vandy, Aldo, Vandy, dan Verro dan ada Iqbal yang pasti ikut.


Mereka menunggu Nadya yang masih bersiap-siap di kamar pengantin. Di mana memang Nadya bersama dengan Cherry, Raquel, Azizi, dan Sasy.


" Ya pun Nadya, kamu itu cantik banget," puji Cherry yang takjub dengan Nadya yang menggunakan kebaya yang membuatnya begitu Anggun.


" Benar, kamu itu sangat cantik," sahut Azizi menambahi.


" Kalau kata orang-orang, aura pengantin kamu keluar," sambung Raquel lagi. Nadya tersenyum malu-malu mendengarnya.


" Makasih ya, kalian semua terlalu berlebihan memujiku," sahut Nadya dengan wajahnya yang memerah yang minat teman-temannya di depan cermin.


Lain semuanya yang memuji Nadya. Sasy malah terlihat berbeda. Di mana Sasy gelisah dengan memegang ponselnya.


" Toby di mana sih, masa iya dia tidak datang, aku sudah memberinya pesan berkali-kali. Tapi tidak di pedulikan sama sekali, kenapa sih Toby semakin lama semakin tidak bisa melihat situasi," batin Sasy yang gelisah dengan Toby yang tak kunjung terlihat. Pikirannya terus tertuju pada Toby yang membuatnya gelisah.


" Sasy ada apa?" tanya Cherry.


" Hmmm, tidak apa-apa," sahut Sasy tersenyum yang menutupi kegelisahannya.


" Yakin tidak apa-apa?" tanya Cherry.


" Iya Cherry," sahut Sasy.


" Hmmm, ya sudah ayo kita turun yang lain pasti sudah nungguin," sahut Raquel.

__ADS_1


" Iya ayo," sahut Azizi. Nadya mengangguk dan akhirnya mereka pun keluar dari kamar dengan menuntun Nadya. Sasy hanya berusaha tenang dengan kekasihnya yang tak kunjung datang.


Bersambung


__ADS_2