
" Lalu dia menjawab apa?" tanya Siska penasaran.
" Dia semakin marah kepadaku," jawab Cherry apa adanya.
" Hhhhhh, dasar," sahut Siska kesal, " Tapi itu bagus," ucap Siska membuat Cherry melihatnya.
" Bagus kenapa?" tanya Cherry heran.
" Berarti kamu ada kemajuan. Terus saja melawan. Dia kan bukan siapa-siapa kamu. Jadi jangan biarkan di menindasmu terus. Jika dia memarahimu lagi. Ya kamu wajib melawan. Jangan biarkan dia semena-mena," ucap Siska dengan semangat memberi arahan pada Cherry.
Cherry hanya mengangguk-anggukan saja dengan apa yang di katakan Siska.
" Sudah jangan sedih lagi, kau tidak pantas sedih hanya karena dia," ucap Siska memberi semangat.
" Aku tidak sedih. Aku hanya merasa jika aku begitu menyedihkan," sahut Cherry dengan lesu.
" Sudahlah lupakan dia. Oh iya bagaimana dengan targetmu, apa kamu sudah menemukan tipe ideal kamu?" tanya Siska kembali kepada topik utama mereka.
Siska begitu penasaran dengan perkembangan Cherry. Dengan tidak bersemangat Cherry menggeleng kan kepalanya.
" Payah, masa tidak ada. Bukannya cowok-cowok di sekolahmu sangat tampan-tampan ya," ucap Siska sepengetahuannya
" Aku harus teliti mencarinya," sahut Cherry.
" Ya memang harus teliti," sahut Siska setuju.
" Oh iya Siska tadi di sekolah tiba-tiba saja jantungku berdetak kencang," ucap Cherry mengingat ke jadian di sekolah.
" Ya wajarlah kamu kan punya kelainan jantung. Meski sibuk mencari target. Tapi kamu tidak boleh kecapean," sahut Siska memberi saran kepada Cherry.
" Bukan itu. Aku tidak kecapean, tiba-tiba saja debaran jantungku tidak beraturan. Saat dia mengusap kepalaku," ucap Cherry mengingat perlakuan Aldo yang membuatnya termenung. Sampai-sampai Verro mengamuk kepadanya.
" Dia siapa?" tanya Siska penasaran.
" Teman 1 sekolahku," jawab Cherry
" Cowok?" tanya Siska. Yang di anggukkan oleh Cherry.
" Kalau wanita dan pria bertemu. Namun jantung mereka tiba-tiba tidak normal. Itu ada sesuatu. Mungkin saja kamu merasakan hal yang berbeda kepadanya," ucap Siska bercerita berdasarkan pengalamannya.
" Maksudnya?" tanya Cherry tidak mengerti.
" Mungkin kamu sangat grogi saat bersamanya. Dan rasa grogi timbul karena kamu memiliki perasaan yang lain kepadanya, mungkin saja kamu menyukainya," ucap Siska membuat Cherry kaget.
" Suka," sahut Cherry pelan.
" Iya," jawab Cherry.
" Apa seperti itu," sahut Cherry.
" Laki-laki dan wanita bertemu dan jantung tiba-tiba tidak stabil. Itu pasti ada cinta," jelas Siska.
__ADS_1
" Benarkah, masa iya," ucap Cherry. Siska mengangguk.
" Tapi aku tidak merasakan apa-apa, aku merasa biasa saja," sahut Cherry kembali meneguk minumannya.
" Sudahlah yang terpenting bagaimana caranya kamu bisa memiliki pacar dan kita bisa sama-sama berkencan," ucap Siska selalu dengan topiknya.
Cherry hanya mengangguk-angguk saja. Namun apa yang di katakan Siska mengenai cinta membuatnya menjadi kepikiran.
**********
Mobil Verro berhenti di depan mini market. Verro mampir membeli minuman karena merasa tenggorokannya kering.
Verro membuka pendingin minuman dan mengambil sebotol aqua. Saat ingin menutupnya Verro melihat minuman susu stauberry yang menjadi kesukaan Cherry.
Verro mengingat tentang apa yang di lakukannya di sekolah tadi. Bagaiman Cherry menangis saat dia membuang minuman itu.
Tidak ingin ambil pusing. Verro menutup pintu pendingin minuman dan membayar apa yang di ambilnya. Setelah itu Verro kembali kemobilnya.
************
Jam 9 malam Cherry pulang kerumahnya. Cherry keluar dari mobil dan langsung memasuki rumahnya. Cherry berpapasan dengan pelayannya.
" Papa belum pulang?" tanya Cherry pada pelayan yang membersihkan ruang tamu.
" Belum Non," jawab Pelayan tersebut.
" Oh, pasti papa lembur lagi," sahut Cherry dengan lesu. Lalu kembali melangkahkan kakinya.
" Non Cherry," panggil pelayan.
Pelayan berjalan ke ruang tamu dan mengambil bingkisan yang diletakkan di atas meja. Lalu memberikan kepada Cherry.
" Ini non," ucap pelayan memberikan Cherry bingkisan tersebut.
" Siapa yang memberinya?" tanya Cherry bingung.
" Tadi mas Verro kemari mengantarnya," ucap pelayan.
Cherry memperhatikan parsel mini itu yang berisi susu stauberry kesukaannya yang di susun indah dan unik.
" Verro kemari?" tanya Cherry memastikan.
" Iya non, tetapi hanya mengantarkan ini saja. Mas Verro buru-buru jadi tidak sempat menunggu non pulang," jelas pelayan.
Cherry tersenyum melihat parsel mini itu. Membuang satu di ganti banyak.
" Lalu Verro menanyakan ku?" tanya Cherry.
" Iya non, bibi bilang sedang kerumah sakit," jawab pelayan.
" Oh yasudah," sahut Cherry terus melihat parsel mini tersebut dengan senyumnya yang mengembang.
__ADS_1
Ketika di supermarket Verro yang sempat melihat minuman favorite Cherry tidak berniat membelinya melihat kekesalannya pada Cherry. Tetapi saat di mobil seakan dia merasa bersalah.
Verro kembali keluar mobil, memasuki mini market dan mengambil hampir 20 susu stauberry dan bahkan menyuruh pelayan supermarket membuatnya menjadi parsel yang unik.
Dan ternyata apa yang di lakukan Verro membuat Cherry tersenyum. Meski kesal seharian dengan Verro tapi dia tersenyum hanya dengan susu stauberry itu.
Cherry langsung kekamarnya meletakkan parsel mini susu stauberry yang di berikan Verro di atas meja riasnya.
Jelas melihatnya saja Cherry sudah tidak tahan. Tangannya langsung gatal ingin mengambilnya.
Namun tiba-tiba tangannya berhenti mengambilnya. Mengurungkan niatnya untuk mengambil susu stauberry tersebut.
" Sayang sekali jika harus di minum," ucap Cherry tidak tega membongkar parsel itu. Karena merasa sangat cantik.
Cherry pun membatalkan niatnya dan tidak jadi meminum susu stauberry tersebut. Padahal itu sangat membuatnya tergiur.
***********
Pagi hari Seperti biasanya Cherry kembali sekolah. Hari ini Cherry bersemangat. Bertemu Siska merupakan hal yang paling asyik untuknya.
Sedari di rumah Cherry terus memikirkan perkataan Siska mengenai dirinya yang memang harus mempunyai pacar.
Sebelum kelainan jantung yang di deritanya merenggut nyawanya dan tidak pernah bahagia selama di dunia.
Bahkan perkataan konyol Siska masuk ke dalam pikiran Cherry. Mengenai jika dirinya selama hidup tidak pernah berkencan. Dia akan malu jika bertemu orang-orang di surga sana.
Memang sangat konyol tetapi Cherry menganggap masuk akal dan mungkin itu salah satu cara Siska untuk membahagiakan dirinya sendiri. Mengingat Siska juga mempunya penyakit kanker hati.
Mobil mewah Cherry berhenti di depan SMA High Internasional. Seperti biasa pak Yatno akan membukakan pintu mobil untuk Cherry.
Dengan senyumnya yang sumringah Cherry menginjakkan telapak kaki nya di halaman sekolah itu.
" Thank you," ucapnya dengan bibir di majukan agar terlihat imut padahal memang imut.
" Huuuuuuu, SMA ku tercinta," Cherry
membuang napasnya kedepan. Berdiri tegak menatap tingginya gedung sekolahnya. Dengan ke-2 tangannya memegang tali ransel tasnya yang berada di punggungnya.
" Ini sudah waktunya," gumamnya mengibaskan rambutnya dan memulai melangkahkan kakinya dengan langkah cantik yang biasa di perlihatkannya.
Cherry mulai tebar pesona. Sedikit lebay kali ini. Cherry berjalan seakan di buat-buat.
Bahkan tangannya tidak berhenti melambai kan pada Pria yang berpapasan dengannya.
" Benar kata Siska. Cherry kamu itu sangat cantik. Lihatlah, Pria-pria itu mengagumi dan bahkan rela berlari untuk mendekatimu,"
gumam Cherry di dalam hatinya terus tebar pesona.
Kecentilan dengan senyum sumringah di wajahnya.
💝💝💝Bersambung
__ADS_1
Hay para readers yang baru bergabung. Bantu support ya novel aku yang baru.
Tinggalkan jejak. Komentar, like, dan jangan lupa vote sebanyak-banyaknya. Agar aku semakin semangat melanjutkan ceritanya