
Suara mesin mobil membuat Sasy dan Raquel tersadar dan mata mereka sama-sama melihat ke arah jendela.
" Siapa itu?" tanya Raquel.
" Paling Azizi, yang sudah pulang," sahut Sasy.
" Sama Vandy?" tanya Raquel. Sasy menggedikkan bahunya.
Raquel pun langsung berdiri seakan penasaran dengan siapa yang mengantar Azizi dan Iqbal benar atau tidak. Azizi dan Iqbal di antar pulang oleh Vandy. Raquel pun langsung mengintip di jendela.
Memang benar, Azizi di antar pulang Vandy. Di mana Vandy menggendong Iqbal yang sudah tertidur di bahunya dan Azizi berjalan di sebelahnya.
" Sudah Vandy, berikan Iqbal kepadaku. Aku akan membawanya kekamar," ucap Azizi berdiri di depan Vandy dengan membuka ke-2 tangannya agar Vandy menyerahkan Iqbal kepadanya.
" Kamu tunjukkan saja di mana kamarnya, aku akan membawanya masuk," ucap Vandy yang tampaknya ingin mengantarkan Iqbal kekamarnya dan mungkin akan pergi jika melihat Iqbal sudah rebahan.
" Tidak perlu, biar aku saja," sahut Azizi yang tidak ingin merepotkan Vandy.
" Tunjukkan saja Azizi," ucap Vandy menegaskan. Azizi pun akhirnya mengalah dan melangkahkan kakinya memasuki rumah dan mau tidak mau dia harus mengantarkan Vandy kekamarnya yang pasti tempat Iqbal yang juga beristirahat.
Azizi menunjuk jalan dengan melangkah di depan menaiki anak tangga dan Vandy mengikuti dan masih tetap menggendong Iqbal. Sementara Sasy dan Raquel mengintip pasangan itu.
" Jelas kan mereka memang memiliki hubungan," ucap Raquel.
" Terserah kamu deh Raquel, kalau penasaran kenapa tidak tanyakan saja langsung kesana," ucap Sasy kesal.
" Ya kan kamu kan serumah dengannya. Kamu pasti tau banyak. Tetapi pura-pura tidak tau," sahut Raquel.
" Iya kan aja, deh biar kamu puas," sahut Sasy langsung kembali kemeja makan.
" Ishhh, pelit amat kasih tau hubungan Vandy dan Azizi. Padahalkan kabar bahagia. Paa salahnya coba bagi-bagi kabar bahagia," ucap Raquel dengan penasarannya yang tinggi.
Vandy dan Azizi sudah memasuki kamar dan dengan perlahan dan sangat hati-hati. Agar Iqbal tidak bangun. Vandy membaringkan Iqbal dengan perlahan dan Azizi membantu dengan merebahkan menarik selimut sampai ke dada Iqbal dan Merapi-rapikan pakaian Iqbal dan juga mengusap-usap rambut Iqbal.
" Makasih, ya," ucap Azizi.
__ADS_1
" Hmmm, sama-sama, dia pasti sangat lelah, makanya tidak sadar jika sudah sampai," ucap Vandy.
" Iya kamu benar," sahut Azizi mengambil remote AC dan langsung mengecilkan suhu AC. Agar putranya tidak kedinginan.
Tidak sengaja Vandy menjatuhkan bantal dan langsung berjongkok mengambil bantal tersebut dan ketika dia ingin mengambilnya. Laci yang di samping tempat tidur terbuka dan melihat bingkai foto kecil.
Tangan Vandy yang gatal untuk tidak mengambil bingkai foto itu akhirnya mengambilnya yang ternyata foto SMA. Di mana ada Azizi, ada Sasy, Cherry, Nadya, duduk dan ada Vandy, Aldo, Toby, Verro, dan Varell.
Itu foto semasa SMA mereka. Tetapi yang membuat Vandy gagal fokus adalah dengan foto Vandy yang di silang dan bahkan wajahnya di coret. Yang mungkin menunjukkan kemarahan Azizi sehingga dia terlihat berbeda dari foto-foto yang lain.
Tiba-tiba sebuah tangan langsung menarik foto itu dari tangan Vandy yang tak lain adalah Azizi.
" Seharusnya kamu tidak menyentuhnya," ucap Azizi kembali memasukkan foto itu ke dalam laci dan menutup laci.
" Aku tidak sengaja melihatnya," jawab Vandy yang sudah di hadapan Azizi.
" Jangan melihat apa yang tidak perlu kamu lihat," sahut Aziz tampak ketus.
" Aku minta maaf, jika apa yang aku lakukan membuatmu marah," ucap Vandy.
" Azizi, apa kau sungguh membenciku?" tanya Vandy.
Dia sebenarnya sudah tau jawabannya jika memang pasti Azizi sangat membencinya. Dari foto itu bahkan kebencian Azizi sudah jelas sangat besar. Tetapi dia masih ingin mendengarnya.
" Pulanglah, ini sudah malam. Aku tidak enak dengan Sasy," sahut Azizi tidak menjawab. Vandy terlihat membuang napasnya perlahan.
" Baiklah! aku akan pulang," sahut Vandy yang menghampiri ranjang dan mencium kening Iqbal.
" Selamat malam, semoga kamu mimpi indah," ucap Vandy dengan lembut dan kembali beralih ke hadapan Azizi.
" Aku pulang dulu. Terima kasih untuk hari ini. Untuk kebersamaan ku dengan Iqbal dan pasti terima kasih karena kamu sudah mau datang ke rumah dan memenuhi undangan mama yang pasti membuat mereka bahagia," ucap Vandy.
" Sama-sama, aku melakukannya. Hanya demi Iqbal," sahut Azizi.
" Baiklah, kalau begitu aku pulang dulu," ucap Vandy yang kembali pamitan. Azizi hanya menjawab dengan anggukan dan Vandy pun langsung keluar dari kamar itu.
__ADS_1
**********
Vandy menuruni anak tangga dan ternyata Raquel dan Sasy sudah bertukar posisi yang sekarang makan di ruang tamu. Makanan mereka tidak habis-habis, karena banyak kendala yang mengganggu. Tidak ada yang mengganggu mereka saja yang heboh. Apalagi Raquel.
" Ehem," Raquel berdehem membuat Vandy yang tadi ingin melanjutkan langkah menuju harus berhenti di ruang tamu.
" Raquel, kamu ada di sini juga?" tanya Vandy yang memang tidak menyadari. Mungkin karena sibuk bersama Azizi dan juga Iqbal.
" Dari tadi kali, kamu nya aja yang tidak sadar," sahut Raquel.
" Hmmm, begitu rupanya," sahut Vandy santai.
" Kamu sama Azizi, dekat banget, sama anaknya juga. Apa kalian ada hubungan special?" tanya Raquel to the point yang lidahnya gatal jika tidak menanyakan hal itu.
" Raquel, memang sangat kepo," batin Sasy geleng-geleng yang tetap mengunyah makanannya.
" Kayak ada rahasia-rahasian segala," sahut Raquel.
" Jika ada sesuatu aku pasti akan memberi tahu. Aku tidak merahasiakan apapun," sahut Vandy.
" Ya mau ada juga tidak ada salahnya. Aku hanya kagum sama kamu Vandy. Jika memang kamu dan Azizi ada hubungan 2 jempol untuk kamu yang sudah menerima dia apa adanya. Bahkan menerima anaknya, yang pasti untuk orang lain tidak bisa melakukan hal itu," sahut Raquel dengan wajah kagumnya.
Vandy terdiam Mungkin orang yang tidak tau apa-apa akan sama seperti Raquel yang kagum kepadanya dan menganggapnya keren. Tetapi mungkin jika tau apa yang sebenarnya yang pasti orang-orang akan membencinya dan jijik melihat kelakuannya.
" Hmmm, Sudahlah, Raquel, di bilangin dari awal. Nggak usah ikut campur urusan orang lain. Kan Vandy juga akan kasih tau nanti," sahut Sasy yang mencoba untuk membuat suasana baik.
" Hmmmm, ya sudah kalau begitu, aku pamit dulu," sahut Vandy yang tidak mau berbicara banyak.
" Hmmm, okelah, sana pulang, kamu juga pulang setelah ini Raquel, aku mau tidur," ucap Sasy yang mengusir Raquel.
" Issshhh, pakai di usir-usir segala lagi," sahut Raquel kesal.
" Kalau nggak di usir tidak akan pulang,"
" Baiklah, kalau begitu aku pulang dulu," sahut Vandy. Sasy dan Raquel mengangguk dan Vandy langsung pulang.
__ADS_1
Bersambung