DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 351 Malam kebahagian.


__ADS_3

Raquel dan Aldo saling menatap tangan Raquel yang mengalung di leher Aldo dan ke-2 tangan Aldo berada di pinggang Raquel. Aldo mencium lembut kening Raquel dengan Raquel memejamkan matanya.


Tidak hanya mencium kening Raquel. Aldo juga mencium lembut pipi Raquel, mencium bibir Raquel sebentar.


" Aku mencintaimu," ucap Aldo yang.


Raquel menganggukkan matanya. Tanpa dia menjawab kata-kata Aldo dia juga sudah mencintai Aldo. Aldo memiringkan kepalanya untuk meraih bibir Raquel.


Ciuman yang sudah lama tidak mereka lakukan dan mereka lakukan untuk awal dari malam pertama yang tertunda. Ciuman lembut yang romantis yang saling membalas dengan lembut, dengan perlahan yang penuh dengan cinta.


Tanpa melepas ciuman itu. Aldo mengangkat tubuh Raquel ala bridal style ke atas ranjang membaringkan tubuh Raquel dengan perlahan dengan ciuman yang tidak lepas sama sekali.


Tangan Aldo perlahan menarik ikatan tali kimono Raquel untuk melepas pakaian itu. Kalau Aldo sudah tidak perlu lagi di lepas dia sudah tidak memakai baju lagi.


Ciuman Aldo sudah sampai pada leher Raquel yang memberikan tanda kepemilikan di sana. Lama mencumbui tubuh istrinya saatnya Aldo melakukan penyatuan menjadikan Raquel sebagai miliknya.


Air mata yang keluar dari pelupuk mata Raquel telah menandakan jika Aldo orang yang pertama kali menyentuhnya. Tidak tega melihat sang istri yang menagis kesakitan membuat Aldo mengehentikan permainan itu dan menatap nanar Raquel.


" Aku tidak apa-apa," sahut Raquel dengan suaranya yang serak. Dia tidak ingin membuat Aldo kecewa. Apa lah arti sakit di malam pertama untuknya di bandingkan kebahagian suaminya. Aldo mencium bibir Raquel dengan lembut. Agar Raquel tenang dan tidak memikirkan apa-apa.


" Aku mencintaimu Raquel," bisik Aldo di tengah ciumannya pada Raquel. Raquel hanya menganggukkan matanya dan dengan tenang saat Aldo melanjutkan kembali permainnanya.


Raquel baru membenarkan kata-kata orang yang mana sakit di malam pertama itu akan berubah menjadi kenikmatan yang paling terindah.


Malam pertama itu terlewatkan dan tidak tau sampai berapa jam. Aldo yang sudah mencapai puncaknya menyemburkan ribuan benih kedalam rahim Raquel. Setelah penyatuan itu selesai Aldo mencium kening Raquel dengan lembut.


" Terima kasih untuk malam ini," ucap Aldo yang merasa begitu bahagia dan harus berterima kasih pada istrinya. Raquel menganggu dengan tersenyum penuh kebahagian.


Aldo menjatuhkan tubuhnya di samping Raquel dan langsung membawa Raquel kedalam pelukannya. Mencium beberapa kali kening Raquel.


**********


Ibu Nadya yang tinggal di rumah Cherry menyiapkan sarapan pagi yang mana sudah di nikmati mereka bersama-sama. Cherry sudah melarang untuk ibu Nadya yang tidak melakukan apa-apa. Tetapi tetap ibu Nadya yang memang tidak bisa diam haru melakukan pekerjaan rumah tangga.


" Bu, makasih ya sudah buatin sarapan. Tapi seharusnya ini tidak perlu," sahut Cherry yang malah merasa tidak enak.


" Benar bu, ibu itu tamu di sini. Jadi seharusnya tidak perlu melakukan itu ini," sahut Verro menambahi.

__ADS_1


" Ya ampun kalian ini. Ibu hanya membuat nasi goreng sudah sangat heboh. Ini tidak apa-apa kali," sahut Ibu Nadya.


" tetap saja Bu. Ibu tidak harus repot-repot," sahut Cherry.


" Nggak apa-apa kok Cherry ibu sudah biasa melakukan itu," sahut Nadya.


" Mereka berdua ini memang kalau kata anak sekarang lebay," sahut Ibu Nadya dengan bercandaan.


Mereka menjadi tertawa kecil dengan guyonan dari ibu Nadya.


" Oh, iya Nadya nanti kamu ikut aku ya," ucap Cherry.


" Mau kemana?" tanya Nadya heran.


" Mencari baju pengantin, sebentar lagi kan pernikahan kamu," ucap Cherry.


" Nggak usah Cherry, aku pakai baju biasa aja nanti," sahut Nadya yang tidak mau merepotkan Cherry.


" Ya ampun Nadya ada-ada saja memakai baju biasa. Kamu itu akan menikah. Pernikahan sekali seumur hidup. Jadi masa iya pakai baju biasa," sahut Cherry.


" Nadya, kamu jangan khawatir kan aku yang mengajak kamu yang itu artinya baju pengantinnya itu urusanku," ucap Cherry dengan tersenyum.


" Benar Nadya, jadi kamu jangan khawatirkan Maslaah biaya, biar kami yang mengurus semuanya," sahut Verro menambahi.


" Jangan, kalian sudah banyak membantuku," sahut Nadya menolak.


" Tidak apa-apa Nadya, hanya baju pengantin saja," sahut Cherry.


" Tetap saja itu berlebihan, kalau misalnya ada aku memakai yang bekas saja. Itu saja sudah cukup," sahut Nadya.


" Tidak Nadya. Kamu dengar ya, kamu dan Varell bukan cuma sahabat kami. Tapi sudah keluarga kami sendiri. Lagian hanya kamu yang teman suka nolak ini itu. Verro juga dulu waktu kesulitan dan tidak punya apa-apa dengan tidak malunya dia merepotkan Varell dan Vandy mereka saling berbagi dan terkadang uang jajan Varell untuk Verro. Jadi itu gunanya teman saling membantu dan kamu tidak seharusnya menolak," jelas Cherry yang memberi Nadya pengertian.


" Tapi Cherry aku merasa tidak enak," sahut Nadya.


" Sudah-sudah jangan ada penolakan. Intinya seperti ini masalah pernikahan kamu dan juga Varell biar kami yang mengurus. Kalian berdua hanya mempersiapkan diri saja," sahut Verro menegaskan.


" Tapi...." sahut Nadya.

__ADS_1


" Tidak ada tapi-tapian," sahut Verro memotong pembicaraan Nadya.


Nadya dan ibunya saling melihat. Ibu Nadya menganggukan matanya lada Nadya seakan setuju.


" Aku akan membalas semua yang kalian berikan kepadaku," ucap Nadya.


" Iya deh, terserah kamu," sahut Cherry.


" Kita makan lagi," sahut Verro yang lainnya mengangguk dan melanjutkan sarapan mereka.


***********


Mobil Toby sampai di depan rumah sakit di mana Toby sedang mengantar Sasy kerumah sakit.


" Oh, iya Sasy, aku nanti malam rute Singapore Hongkong ya, kayaknya 3 berturut-turut," ucap Toby meminta izin.


" Oh begitu," sahut Sasy datar dengan membuka sabuk pengamannya.


" Kamu tidak apa-apa kan?" tanya Toby.


" Memang aku kenapa. Memang kalau aku bilang, Toby jangan pergi kamu tidak akan pergi apa, sama aja kan," sahut Sasy tampak ketus bicara.


" Maksud kamu apa?" tanya Toby heran.


" Tidak ada, sudahlah aku masuk dulu," ucap Sasy yang membuka pintu mobil yang malas bicara dengan Toby. Namun Toby langsung menahannya.


" Ada apa Sasy?" tanya Toby yang merasa Sasy ada yang tidak beres.


" Aku sudah mengatakan tidak ada. Apa kamu tadi tidak dengar," ucap Sasy yang terlihat sangat dingin bicara.


" Sasy wajah kamu menjelaskan jika kamu ada apa-apa," ucap Toby.


" Itu hanya perasaan kamu saja. Karena pada dasarnya aku tidak apa-apa," sahut Sasy.


" Aku masuk dulu, kamu bukannya akan terbang. Jadi pergilah," ucap Sasy yang langsung keluar dari mobil begitu saja.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2