DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
83 Takut kehilangan mu


__ADS_3

" Cherry jangan pernah memikirkan hal-hal yang jauh. Kamu harus tau Cherry aku hanya memilikimu di dunia ini. Jadi jangan pernah pergi dari ku. Aku tidak tau bagaimana hidupku nanti tanpamu. Aku sangat membutuhkanmu di dunia ini," ucap Verro mengungkap isi hatinya yang benar-benar tidak ingin kehilangan Cherry.


" Kenapa aku tidak lahir seperti orang lain. Di saat aku ingin terus bersama Verro. Tetapi aku sangat takut. Jika tiba-tiba akan pergi. Lalu bagaimana dengan Verro nantinya. Tuhan aku mohon berikan aku lebih waktu untuk terus bersama-sama orang yang aku sayangi," batin Cherry yang juga takut jika harus pergi dan tidak kembali lagi.


Verro melepas pelukannya. Memegang ke-2 pipi Cherry. Yang sudah berlinang dengan air mata.


" Berjanjilah akan tetap bersamaku," ucap Verro.


Cherry mengangguk cepat dengan senyum di wajahnya menahan kesedihan.


" Aku mencintaimu. Aku tidak ingin kehilangan mu," ucap Verro.


" Iya aku tau, aku akan tetap akan terus bersamamu dan yang lainnya. Aku tidak akan pergi kemana-mana. Aku pasti sembuh pasti akan sembuh," ucap Cherry dengan semangat. Membuat air mata Verro akhirnya menetes. Cherry langsung mengusap lembut air mata itu.


" Kamu jangan menangis. Aku tidak ingin melihatmu menangis. Aku tidak apa-apa," sahut Cherry. Verro mengangguk.


Verro mencium kening Cherry lalu kembali memeluknya dengan erat. Pelukan yang tidak ingin berpisah dengan sahabat yang sudah menjadi pacarnya itu.


" Maaf Verro sudah membuatmu seperti ini," ucap Cherry merasa bersalah. Karena menimbulkan suasana mewek.


Ternyata di sisi lain Raquel yang ada di dekat pintu itu melihat Cherry dan Verro berpelukan. Dia juga sempat mendengar pembicaraan Cherry.


Sekerasnya hatinya. Tidak terasa air matanya jatuh mendengar ucapan Cherry akan ketakutan dirinya dalam kematian karena penyakit yang di derita Cherry.


" Huhhhhhhh," Raquel menarik napasnya panjang.


" Seperti menonton drama Korea sangat melow," gumamnya sembari mengipas- ngipas matanya agar air matanya tidak jatuh lagi.


" Cherry Verro hanya bikin mewek,"


Raquel yang tidak ingin mewek memilih untuk pergi dari pasangan yang membuatnya mewek. Raquel memilih kekamarnya menaiki anak tangga.


Saat menaiki anak tangga Raquel berpapasan dengan Aldo yang akan turun kebawah. Langkah ke-2 nya sama-sama berhenti sebentar.


Tetapi Aldo maupun Raquel kembali melanjutkan langkah itu pergi menuju tempat masing-masing.


Keduanya yang saling berpapasan saling cuek bahkan seperti orang yang tidak mengenal. Ya memang biasanya juga seperti itu.


" Masih tidak mau mengakui kesalahannya," batin Raquel sambil menaiki anak tangga.


" Bahkan dia tidak mengatakan yang sebenarnya penyebab tidak mendapat bendera," batin Aldo sambil menuruni anak tangga yang masih mengharapkan Raquel juga mengakui kesalahannya nya.


***********


Hari ke 20 Study tour.


Tidak terasa sudah menghabiskan hari sebanyak 20 hari dalam kegiatan Study tour. Mereka sudah meninggalkan orang tua, sekolah mereka dan orang-orang terdekat mereka.


Untuk melaksanakan kegiatan wajib yang di memang dia adakan setiap tahun oleh SMA Haigh Internasional yang mana pasti untuk setiap kelas 2 dengan semester akhir.


Mereka juga banyak melakukan kegiatan-kegiatan yang di berikan 3 guru pembimbing yang terus mengawasi mereka.


Dari kegiatan kemping, berbaur dengan masyarakat setempat dan banyak lainnya. Mereka juga di ajarkan cara mandiri dengan baik.


Nona-nona manja yang ada di kegiatan itu sudah mulai mandiri. Seperti hari ini Raquel dan Sasy sedang menyapu halaman. Hari ini Raquel dan Sasy kebagian menyapu halaman.


Mereka memang harus membersihkan Villa dengan tangan mereka sendiri. Dengan jadwal yang sudah ditentukan setiap harinya.


Setiap hari akan ada yang bertugas dari pagi sampai sore dengan 1 tim 4 orang. Baik laki-laki maupun perempuan. Semua di gabung menjadi satu untuk kegiatan pembersihan Villa.


Di pagi yang cerah Raquel terus mengusap keringatnya yang bercucuran di dahinya, meski sudah mendapat giliran membersihkan halaman yang ke-3 kalinya.


Tetapi Raquel tetap merasa lelah dan pasti pekerjaannya sangat lama sehingga tidak selesai-selesai juga.


" Capek banget," keluh Raquel yang terduduk karena lelah.

__ADS_1


Sasy yang serius menyapu melihat ke arah Raquel. Yang dengan enaknya duduk.


" Eh, Raquel," teriak Sasy dengan suara bisingnya.


" Enak aja lo main duduk-duduk aja, cepatan matahari semakin tinggi yang ada makin panas," protes Sasy melihat ke arah matahari.


" Capek, bentar lagi," sahut Raquel dengan entengnya.


" Mana bisa kayak gitu, kapan selesainya," sahut Sasy yang sudah tidak sabaran ingin cepat-cepat selesai.


" Bawel banget sih lo, sudah lo juga istirahat entar lo pingsan lagi," ucap Raquel menyarankan.


" Emang kayak lo lemah," sahut Sasy ketus melanjutkan pekerjaannya.


" Ya sudah kalau tidak mau," ucap Raquel tetap istirahat dengan meluruskan kakinya. Melihat teriknya matahari yang benar kata Sasy semakin lama semakin tinggi.


Raquel bahkan melindungi wajah dengan 5 jarinya dari trik matahari yang memancar ke arahnya.


**********


Sementara di sisi lain. Cherry sedang membuka paketan di teras belakang. Paketan yang di kirim sang papa. Memang para orang tua di perbolehkan mengirim paketan kepada anak-anaknya.


Cherry membuka kerdus tersebut dengan pisau yang pasti di bantu Verro. Mereka duduk bersilah di depan kerdus besar itu. Cherry terlihat semangat dalam membuka paket dari sang papa.


" Sabar Cherry, pelan-pelan," ucap Verro yang melihat Cherry tidak sabaran.


Sampai akhirnya kardus itu terbuka. Saat terbuka lebar mata Cherry langsung berbinar melihat isinya.


Cherry langsung mengeluarkan isinya yang membuatnya bahagia. Apa lagi kalau bukan susu stauberry yang menjadi favoritnya.


" Kebetulan sudah habis," ucap Cherry yang benar-benar tidak sabaran untuk melahapnya.


Verro hanya geleng-geleng melihat Cherry. Verro membantu Cherry mengeluarkan isi kerdus itu yang pasti yang ping banyak susu stauberry.


" pelan-pelan minumnya," ucap Verro memberi saran.


" Nih, untuk kamu," ucap Cherry memberi Verro 1


" Kamu tidak mau?" tanya Cherry yang melihat Verro tidak mengambilnya.


Verro mendekatkan kepalanya kearah Cherry. Membuat Cherry reflek memundurkan wajahnya.


" Bagaimana kalau aku mau dari cara yang lain," ucap Verro melihat bibir Cherry dengan seriangi nakal di wajahnya.


Cherry melotot dan reflek menutup mulutnya dengan punggung tangannya lalu geleng-geleng.


Seakan tau apa yang di maksud Verro. Dia tidak mau itu terjadi. Sangat tidak lucu orang-orang yang berlewatan akan melihat adegan seperti itu. Verro melihatnya menyunggingkan senyumannya.


" Apa tidak boleh?" tanya Verro menggoda Cherry.


Cherry langsung menggeleng cepat. Membuat Verro semakin mendekatkan wajahnya. Dia benar-benar sengaja menggoda Cherry.


Sebum hal itu terjadi dengan cepat. Cherry mendorong dada Verro kuat sampai Verro bergeser.


" Awas kalau kamu melakukannya," ancam Cherry mengepal tangannya. Verro mendengus melihat wajah Cherry yang tampak serius.


" Kenapa tidak boleh?" tanya Verro.


" Tidak boleh," sambar Cherry yang langsung mengeluarkan isi kerdus tersebut dengan cepat.


" Kasih aku alasan Cherry," sahut Verro yang sengaja terus menerus menggoda Cherry.


" Verro," geram Cherry merapatkan giginya. Verro yang melihat macan mulai mengamuk mengangkat ke-2 tangannya meminta ampun.


" Oke aku hanya bercanda," sahut Verro dengan senyum-senyum.

__ADS_1


" Kamu selalu mengerjaiku, mempermainkanku seenaknya," desis Cherry kesal dengan Verro. Verro mendekati Cherry kembali duduk di sampingnya.


" Sini biar aku yang kerjakan," ucap Verro membantu mengeluarkan isi kerdus tersebut.


" Kamu jangan seperti itu lagi, jangan terus mengerjaiku, apa lagi mengoda-godaku di depan anak-anak, aku malu," ucap Cherry mengingatkan.


" Kita kan pacaran, mereka juga tau," sahut Verro.


" Tetapi mereka suka menceritai kita di belakang, mereka bilang kita terlalu bucin," sahut Cherry.


" Benarkah! biarkan saja. Itu kenyataan," sahut Verro.


" Ishhhhh," desis Cherry masih kesal dengan Verro.


" Sudahlah kenapa harus memikirkan orang lain. Ayo minum lagi minuman mu. Agar wajahmu yang cemberut itu bisa tersenyum lagi," sahut Verro.


Cherry dengan semangat mengangguk lalu langsung meneguknya.


" Astaga!" ucap Cherry tiba-tiba menepuk jidatnya.


" Ada apa?" tanya Verro melihat wajah Cherry panik.


" Ini sudah jam 10 dan aku lupa menjemur pakaian ku," sahut Cherry mengingatnya. Verro mendengarnya geleng-geleng.


" Ya sudah sana jemur dulu biar cepat kering!" ujar Verro.


" Terus ini bagaimana?" tanya Cherry melihat paketannya yang masih berantakan.


" Aku akan membongkarnya dan menyusunya. Lalu aku akan membawanya kekamarmu nanti," ucap Verro.


" Benar tidak apa-apa?" tanya Cherry. Verro mengangguk.


" Sudah sana buruan jemur," suruh Verro lagi.


" Oke," sahut Cherry langsung berdiri. Tetapi sebelum pergi Cherry menghentikan langkahnya melihat Verro yang fokus mengeluarkan isi paketannya. Cherry berjongkok kembali


cup.


Dengan cepat Cherry mencium pipi Verro. Verro sampai kaget dengan serangan tiba-tiba itu. Setelah itu Cherry langsung lari.


" Terima kasih sudah membantuku," teriak Cherry yang berlari terus.


Verro mendapatkan ciuman dipipinya mendengus tersenyum melihat kepergian Cherry.


" Tadi jual mahal, sekarang malah menyerang tiba-tiba. Sekarang malah kabur, Cherry- Cherry," Verro geleng-geleng melihat tingkah Cherry yang semakin hari semakin menggemaskan.


Semenjak memperjelas hubungan mereka. Cherry memang sangat manja dengan Verro. Dan Verro memang menyukai hal itu.


Verro kembali mengeluarkan isi-isi paket. Tiba-tiba ada 1 hak yang mencuri perhatian Verro amplop putih.


" Apa ini?" tanya dalam hati. Verro langsung mengambilnya. Sangat penasaran dengan isinya Verro membuka amplop putih itu dan melihat 1 lembaran kertas yang di lipat.


" Surat apa ini," gumam Verro yang semakin penasaran dengan lipatan kertas itu.


Tidak menunggu lama akhirnya Verro membuka lembaran itu dengan perlahan.


" Laporan rumah sakit," gumamnya melihat bagian atasnya. Yang pasti atas nama Cherry.


Bersambung...


Jangan lupa mampir ke sini ya. Ditunggu like Coment, Vote nya. Terima kasih.


Hay para readers yang baru bergabung. Bantu support ya novel aku yang baru.


Tinggalkan jejak. Komentar, like, dan jangan lupa vote sebanyak-banyaknya. Agar aku semakin semangat melanjutkan ceritanya.

__ADS_1


__ADS_2