DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 216 Membicarakan isi hati.


__ADS_3

Toby seakan tidak peduli jika tempat mereka adalah tempat umum dan berciuman dengan penuh perasaan di tempat itu. Ke-2 tangan Toby yang memegang pipi Sasy dan lebih memajukan wajah Sasy sehingga ciuman itu semakin dalam.


Mereka mengungkapkan perasaan mereka, melalui ciuman itu. Dulu Toby menyukai Sasy dan selalu mengejar-ngejar Sasy dan ternyata perasaan itu tidak pernah berubah dan sekarang masih sama saja. Perasaannya bahkan sangat dalam.


Dan Sasy ternyata baru menyadari perasaannya yang sebenarnya untuk siapa. Dan merasa belum terlambat untuk mengungkap perasaan itu sebelum Toby pergi.


Air mata Sasy, bahkan tidak hentinya menetes, di tengah ciuman panasnya dengan Toby yang bisa di katakannya membuatnya benar-benar terhanyut dan merasa banyak kelegaan.


Lama berciuman di tempat umum itu. Membuat Toby melepas ciuman itu, Sasy juga membuka perlahan matanya dan melihat ke arah Toby yang menatapnya sangat dalam.


Napas Sasy naik turun dengan air matanya yang masih membasahi pipinya. Toby mengusap lembut air mata itu tanpa melepas pandangannya.


" Jangan pergi, aku mohon jangan pergi sekarang. Bicaralah kepadaku," ucap Sasy dengan suara seraknya yang sekarang ingin menahan Toby.


" Toby, aku menyukaimu, aku tidak tau kapan, tetapi aku menyukaimu, aku mencintaimu, aku mohon tetap bersamaku," lanjut Sasy yang menyatakan perasaannya pada Toby.


Toby tersenyum mendengarnya dengan matanya bergenang mendengar pengakuan cinta Sasy yang membuatnya sangat terharu. Toby mencium lembut kening Sasy membuat Sasy memejamkan matanya.


" Toby, apa kamu benar-benar sudah melupakan ku. Apa perasaan kamu yang dulu kepadaku Benar-benar hilang. Apa aku memang tidak ada tempat lagi di hatimu?" tanya Sasy seakan merasa sia-sia mengungkap cinta pada Toby. Karena Toby sama sekali tidak mempedulikannya. Toby malah diam tanpa bicara sepatah katapun.


" Tidak Sasy, tidak ada hatiku untuk orang lain. Hati ku hanya untukmu. Tidak ada tempat untuk orang lain. Dan aku tidak pernah tidak menyukaimu. Meski kehidupan dan yang lainnya Berbah tetapi," ucap Toby menjeda omongannya meraih tangan Sasy dan meletakkan telapak tangan Sasy di dadanya.


" Perasaanku kepadamu tidak pernah berubah, aku tetap menyukaimu dan sangat mencintaimu," ucap Toby dengan tulus. Membuat air mata Sasy kembali menetes.


Sasy pun langsung memeluk Toby dengan erat dengan menangis sengugukan.

__ADS_1


" Aku minta maaf Toby hikss, aku sudah mengabaikan perasaanmu. Aku minta maaf Toby, aku benar-benar menyia-nyiakan waktu untuk bersamamu hikss Aku tidak pernah memahami semuanya, hikss.Maafkan atas kebodohanku Toby," ucap Sasy dengan penyesalannya yang telah mengabaikan perasaan sahabatnya itu.


Tanpa iya sadari hanya Toby yang selalu ada bersamanya dan pasti hanya Toby yang tahan dengan melakukannya yang sangat buruk. Toby benar-benar mengerti dan memahaminya dan sekarang semuanya seakan terlambat. Karena percuma yang mungkin dia tidak akan bisa bersama dengan Toby.


" Jangan meminta maaf, kamu tidak bersalah. Jangan meminta maaf. Karena semuanya hanya masa lalu. Jadi jangan meminta maaf," ucap Toby dengan memeluk erat Toby. Toby melepas pelukan itu dan langsung melihat. Dia kembali mengusap air mata Sasy.


" Aku jarang melihatmu menangis dan ternyata kamu sangat cantik saat menangis," ucap Toby mengeluarkan gombalannya yang semakin membuat Sasy mewek dan memukul manja Toby. Toby tersenyum dan kembali merainya kedalam pelukannya.


" Aku hanya bercanda, kamu jangan menangis lagi. Pesawatnya juga sudah terbang. Aku sudah tidak mungkin berangkat. Jadi mari kita bicara," ucap Toby tersenyum. Sasy mendengarnya merasa lega yang pasti dia masih punya kesempatan untuk bicara dengan Toby. Agar hubungannya bisa jelas. Sebelum Toby benar-benar pergi.


**********


Penerbangan yang gagal dengan kehadiran Sasy membuat langkah Toby dan keputusannya untuk menyelesaikan semuanya sebelum pergi.


Apa kata menyelesaikan yang berarti Toby akan tetap pergi. Tidak tau hanya Toby yang bisa menentukan keputusan itu dan sekarang dia sedang bersama Sasy duduk di taman di pinggir kota.


" Jadi kamu akan tetap pergi?" tanya Sasy memastikan.


" Sasy, aku pergi bukan berarti hubungan kita tidak ada kejelasan," sahut Toby. Sasy mengangkat kepalanya dan melihat kearah Toby.


" Apa itu artinya kita akan LDR?" tanya Sasy dengan wajahnya yang bertanya-tanya. Toby tersenyum mendengarnya dan mengusap-usap lengan Sasy.


" Hubungan jarak jauh. Apa itu akan berpengaruh. Karena meski jauh, perasaan kita akan selalu dekat," ucap Toby.


" Apa itu artinya. Kamu tidak akan memberiku kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Apa kamu benar-benar akan membiarkanmu seperti ini terus," ucap Sasy yang sudah mulai gelisah.

__ADS_1


" Sasy. Kamu tidak perlu melakukan apa-apa. Dengan aku tau perasaanmu kepadaku. Sudah membuatku lega. Aku sudah sangat bahagia dan aku bisa menjalankan hari-hari ku tanpa beban dan pasti kamu selalu menemaniku. Karena seperti yang aku katakan.


Kamu ada di sini," ucap Verro dengan menunjuk dadanya


" Tapi sama saja. Aku tidak akan puas. Jika kamu langsung pergi begitu saja," sahut Sasy yang sangat berat di tinggalkan oleh Toby.


" Tidak, aku tidak pergi hari ini ataupun besok. Keberangkatan ku yang sesungguhnya itu 3 hari lagi. Mungkin kita bisa menggunakan kesempatan itu. Untuk saling mengerti lagi tentang perasaan kita ber-2," ucap Toby dengan keputusannya. Sasy tersenyum mendengarnya dan langsung memeluk Toby.


" Aku akan berusaha membuatmu, benar-benar mengubah keputusan mu. Kamu bukan hanya tinggal 3 hari di sini. Tetapi akan tinggal selamanya di sini," ucap Sasy dengan rencananya yang. Toby mendengarnya mendengus tersenyum dan mengusap-usap rambut Sasy dengan lembut.


" Aku jadi takut mendengarnya," sahut Toby dengan nada bercandaan. Sasy melepas pelukannya dan melihat Toby.


" Jika kamu sudah bersamaku. Maka aku tidak akan memberi kesempatan untuk melepasmu. Aku tidak mau jauh-jauh dari mu," ucap Sasy. Toby tersenyum miring mendengarnya.


" Kamu ternyata lebih obsesi. Kamu memang berubah, menjadi lebih dewasa dan pastinya sangat cantik," ucap Toby kembali menguarkan rayuan mautnya.


" Apa kecantikan ku akan bisa menahan mu?" tanya Sasy yang masih usaha untuk Toby tetap bersamanya.


" Sepertinya akan, itu tergantung kamu," sahut Toby.


" Kalau begitu. Aku benar-benar akan berusaha. Aku akan berusaha sekuat tenagaku. Agar kamu benar-benar tidak akan pergi, aku tidak mau jauh-jauh dari kamu," ucap Sasy dengan yakinnya. Toby tersenyum mendengarnya.


" Aku akan melihat apa-apa yang kamu lakukan, sehingga aku harus mengurungkan niatku," ucap Toby.


" Kamu jangan menantangku, kamu bisa melihatnya nanti," sahut Sasy.

__ADS_1


" Iya aku akan menunggunya. Jadi jangan menangis lagi. Nanti orang-orang berpikir aku melakukan yang tidak-tidak padamu," ucap Toby. Sasy kembali masuk dalam pelukan Toby dan memeluknya erat tanpa ingin melepasnya.


Bersambung


__ADS_2