DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 103 Membaca surat.


__ADS_3

Cherry berada di kamarnya duduk di meja belajarnya. Cherry yang memakai pakaian tidur membaca lembaran surat. Surat yang di tulis Siska sebelum dia operasi.


..." Cherry terimakasih sudah pernah menerima aku sebagai sahabat kamu. Aku sangat bahagia kita pernah bisa berteman, bisa saling tukar cerita. Aku sangat bahagia. Maafkan aku jika dulu aku pasti membuat kamu pusing karena aku yang terus menyuruh kamu untuk mencari pacar....


...Tapi aku tidak percaya. Jika pada akhirnya kamu mempunyai pacar. Yaitu Verro kutup es. Verro yang sering kita ceritain tidak menyangka akan menjadi pacar kamu. Aku bisa melihat dia sangat mencintai kamu dan aku yakin dia akan terus bersamamu....


...*Cherry aku tidak sempat cerita. Bagaimana hubungan ku dengan pacarku. Kamu pasti bertanya-tanya atau justru ingin menanyakan itu kemarin. Tetapi kamu lupa....


...Sebenarnya aku sudah lama putus denganya. Jadi aku tidak sempat cerita sama kamu. Aku juga tidak ingin mencari pacar lagi. Karena aku sibuk operasi sana-sini*....


...Kamu jauh lebih beruntung dari pada aku. Verro selalu bersama kamu. Aku melihat dia benar-benar tulus kepada kamu. Kalian juga sudah bersahabat sejak kecil jadi wajar dia sangat menyayangimu....


...Aku tidak akan tenang jika pergi tidak memberimu hadiah. Dokter bilang dalam organ tubuhku. Jantungku normal tanpa ada masalah. Aku ingin memberimu hadiah itu....


...*Aku ingin melihatmu terus bersama Verro. Kamu sangat mencintainya dan dia juga. Jadi jangan tinggalkan dia. Tetaplah bersamanya menghabiskan waktu sampai kalian tua nanti....


...Operasi lah Cherry agar kamu bisa sama-sama dengan Verro dengan waktu yang lebih banyak. Semoga jantungnya cocok untuk kamu*....


...Cherry cantik. Aku nulis ini sebelum operasi. Aku tau kita tidak akan bertemu lagi. Karena aku semakin lemah. Jadi aku harus menulis supaya aku lega menyampaikan semuanya....


...Aku berharap jika kamu punya waktu senggang datanglah kemakam ku. Kunjungi aku. dan aku ingin kamu membawaku mawar putih. Aku pasti merindukanmu....


...Terima kasih untuk semuanya. Kamu teman yang baik. I love you Cherry....


...Selamat jalan...


...Siska....


Sepanjang membaca surat dari Siska air mata Cherry terus mengalir sampai tetesan jatuh di lembaran surat itu.


" Hiks, hiks hiks. Selamat jalan semoga kamu tenang di surga, aku pasti selalu datang mengunjungi kamu," lirih Cherry dengan suara seraknya.

__ADS_1


Dia sedikit ikhlas menerima kepergian Siska. Cherry melipat surat itu memasukkan kedalam buku diary nya.


Krekkkk. Suara pintu terbuka. Ternyata papanya yang datang. Cherry menyeka air matanya yang lembut. Laskarta menghampiri putrinya yang sedang sedih.


" Kamu sedang apa sayang?" tanya Laskarta berdiri di samping Cherry mengusap pucuk kepala Cherry.


" Cherry habis membaca surat dari teman Siska pa," jawab Cherry tersenyum.


" Dia pasti sudah tenang di atas sana. Dia sudah tidak sakit lagi," ucap Laskarta tersenyum yang mengetahui yang mana yang di maksud putrinya.


" Iya papa benar dia sudah tenang. Mungkin Cherry juga akan menyusulnya," ucap Cherry yang terus punya firasat buruk.


" Sayang kamu tidak boleh bilang seperti itu. Nyawa ada di tangan sang pencipta. Bukan di tangan kita," ucap Laskarta. Cherry memeluk pinggang papanya dengan erat.


" Verro sudah minta Cherry untuk operasi dan Cherry mau pa," sahut Cherry. Laskarta tersenyum menahan tangisnya.


" Kamu lebih sayang sama Verro di bandingkan papa. Sampai-sampai dia meminta kamu operasi kamu mau. Tetapi papa kamu tidak mau," ucap Laskarta dengan nada bercanda. Cherry mengangkat kepala nya dan melihat sang papa.


" Papa tau. Papa juga sayang sama kamu. Cinta papa dari kamu masih di kandungan mama kamu. Sampai detik ini tidak pernah berubah. Cinta itu terus ada," ucap Laskarta.


" Pa, boleh Cherry minta beberapa hal sebelum Cherry operasi," ucap Cherry.


Laskarta berjongkok di depan sang putri. Laskarta memegang pipi putrinya yang lembab dengan air mata.


" Katakan sayang ada apa?" tanya Laskarta.


" Cherry punya teman. Mamanya sedang mengalami sakit kanker. Mereka kekurangan biaya. Papa bisa bantu teman Cherry untuk biaya pengobatan dan lain sebagainya. Sebelum sakit mamanya semakin parah dan semakin sulit untuk di obati," ucap Cherry mengingat Nadya dia ingin menolong mama dari temannya.


" Iya sayang. Kamu tinggal bilang sama papa siapa mama teman kamu. Papa akan pasti akan bantu," sahut Laskarta tersenyum.


Dia memang tidak akan keberatan membantu orang-orang yang kekurangan biaya untuk pengobatan. Karena dia sudah biasa melakukan itu.

__ADS_1


" Pa Cherry akan operasi. Tapi Cherry mau bulan depan. Walau Cherry tidak tau apa masih sempat atau tidak. Cherry hanya ingin menghabiskan waktu bersama teman-teman Cherry dan juga Verro," ucap Cherry meminta keinginan yang keduanya. Laskarta mengangguk tersenyum.


" Iya papa tidak keberatan," sahut Laskarta.


Sebenarnya Laskarta sangat keberatan. Karena itu hanya akan menyiksa putrinya. Tetapi dia juga ingin memberi kebahagian kepada Cherry di masa terakhirnya.


" Yang terakhir. Jika Cherry sudah tidak ada. papa tidak boleh sedih. Cherry akan nangis kalau papa sedih. Papa harus jaga kesehatan. Papa nggak boleh murung. Papa harus seperti biasa. Karena Cherry cuma pergi menemui mama. Cherry akan di hati papa. Jadi Cherry pasti tau kalau papa bohongi Cherry jadi jangan sedih," ucap Cherry membuat Laskarta meneteskan air matanya.


" Papa bisakan lakuin itu untuk Cherry. Agar Cherry bisa pergi dengan tenang," ucap Cherry lagi. Laskarta mengangguk tersenyum dengan air mata membasahi pipinya.


" Iya papa tidak akan sedih, papa tidak akan nangis," sahut Laskarta.


" Papa janji ya jangan bohongi Cherry," ucap Cherry mengajukan jari kelingkingnya. Laskarta meraihnya.


" Papa janji," sahut Laskarta langsung memeluk Cherry dengan erat.


" Cherry sayang sama papa, sangat sayang. Maafin Cherry sudah sering buat papa kepikiran, mama in Cherry selalu merepotkan papa," ucap Cherry dengan air matanya yang juga menetes.


" Kamu tidak perlu minta maaf, kamu tidak salah. Semua yang papa lakukan adalah kewajiban papa. Kamu anak papa satu-satunya. Jadi itu sudah kewajiban papa," ucap Laskarta. Cherry melepas pelukannya dari sang papa.


" Pa, besok papa sibuk?" tanya Cherry menyeka air matanya.


" Tidak sayang," sahut papanya.


" Kalau papa tidak sibuk, papa boleh jemput Cherry kesekolah dan kita jalan-jalan berdua, pergi main, ke Mall, makan dan lainnya," ucap Cherry dengan senyumnya.


" Iya sayang, papa akan jemput kamu besok. Pokoknya besok kita akan jalan-jalan ber-2," sahut Laskarta yang juga ingin menghabiskan waktu berduaan dengan putrinya.


" Makasih pa," sahut Cherry tersenyum lebar dan kembali memeluk papanya.


" Papa yang makasih karena sudah di berikan anak sebaik kamu," sahut Laskarta mempererat pelukannya kepada putrinya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2