DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 249 Kenyataan terpahit.


__ADS_3

Raquel terus merasa galau beberapa hari ini bahkan dia tidak melakukan pekerjaan untuk menolong pasien karena takut pasien kenapa-kenapa gara-gara dirinya yang tidak fokus.


Dan sekarang semenjak kejadian 2 hari yang lalu di dalam mol. Bahkan Aldo tidak bicara dan tidak menjelaskan apa-apa. Walau Raquel memang tidak mengharapkan hal itu. Karena hatinya sudah terlalu sakit dengan beberapa fakta yang di terimanya dan pasti fakta kebohongan Aldo yang sangat menyakitkan itu untuknya.


Raquel duduk di kantin rumah sakit dengan 1 tangannya mengaduk-aduk minuman dengan sedotan dan dengan 1 tangannya lagi yang menopang pipinya. Jangan tanya wajahnya. Pasti wajahnya begitu sendu, murung dan seperti tidak bersemangat untuk melakukan apa-apa lagi yang pasti semuanya hanya karena percintaan yang sangat rumit itu.


Ternyata tidak jauh dari tempat Raquel. Sasy dan Vandy berdiri melihat Raquel yang sangat galau dengan siku tangan Sasy diletakkan di bahu Aldo agar berdirinya sangat enak.


" Kasian Raquel. Bisa-bisanya dia mengalami hal ini. Pacaran 7 tahun tidak ada artinya jika orang ketiga sudah masuk," ucap Sasy dengan bibirnya mengkerut kesamping.


" Memang benar Aldo selingkuh?" tanya Vandy yang hanya mendengar desas-desus nya saja dan belum percaya jika belum ada buktinya.


" Ya benarlah. Masa iya aku bohong. Sangat jelas Aldo selingkuh. Buktinya Toby bilang hubungan kerja Aldo dan Tari itu sudah selesai dan Aldo bohong pada Raquel dan mereka bahkan beberapa kali bertemu ditempat yang cocok untuk orang memiliki hubungan special dan bukan rekan kerja," sahut Sasy yang pasti memihak Raquel dan langsung menyalahkan Aldo.


" Ya siapa tau aja kan hanya salah paham saja. Siapa tau Aldo punya alasan lain," sahut Vandy.


" Issshhhh alsan apaan. Semuanya sudah jelas dan kamu bisa liat sendiri. Bagaimana romantisnya pasangan itu saat di Mall. Masa iya kamu juga mau belain Aldo lagi," geram Sasy.


" Siapa yang mau belain Aldo. Aku mah netral nggak memihak Aldo dan tidak memihak Raquel," sahut Vandy.


" Iya deh terserah," sahut Sasy masa bodo dan sudah melipat tangannya di dadanya, " Lagian kamu ngapain sih Vandy masih kerja. Pernikahan kamu dan Azizi itu tinggal 4 hari lagi. Bukannya di rumah mempersiapkan pernikahan malah bekerja," ucap Sasy sewot.


" Mama yang ngurusi semuanya. Kalau aku ngambil cuti dekat hari pernikahan yang adanya setelah nikah aku tidak bisa cuti lagi. Jadi aku akan cuti saat sudah selesai menikah," tegas Vandy.


" Terserah deh, yang mau nikah juga siapa," sahut Sasy masa bodo.


" Kamunya aja yang sewot," sahut Vandy dan mereka malah saling sewot-sewotan dan sesaat itu juga tiba-tiba Aldo datang yang langsung menghampiri Raquel.

__ADS_1


" Ngapain Aldo?" tanya Sasy yang melihat Aldo. Vandy mengangkat bahunya.


" Raquel!" tegur Aldo saat sudah berada di samping Raquel dan Raquel yang mendengar suara Aldo tersadar dari lamunannya dan kaget begitu melihat Aldo, Raquel pun langsung berdiri.


" Ngapain kamu di sini?" tanya Raquel yang tampak kesal dan wajahnya penuh kemarahan ketika melihat Aldo.


" Aku ingin bicara denganmu," ucap Aldo.


" Bicara apa. Tidak ada yang perlu di bicarakan semuanya sudah jelas dan tidak ada gunanya kamu bicara lagi," sahut Raquel yang tampaknya tidak akan memberi kesempatan apa-apa.


" Raquel dengarkan aku duku," ucap Aldo yang masih berusaha dan memegang tangan Raquel dan Raquel langsung menarik tangannya dari Aldo.


" Kamu pergi dari sini. Ini rumah sakit. Aku tidak ingin membuat kegaduhan di sini," usir Raquel yang benar-benar muak dengan Aldo.


" Raquel kasih aku kesempatan untuk bicara," sahut Aldo.


" Kamu pergi atau aku yang pergi," ucap Raquel yang memberikan pilihan.


" Raquel!" panggil Aldo yang langsung mengejar Raquel.


" Ya mereka mau kemana?" tanya Sasy dengan matanya yang melihat terus kemana Raquel perginya.


" Aku mana tau," jawab Vandy yang jelas bukan urusannya.


" Ya sudah ayo kejar," sahut Sasy yang langsung menarik tangan Vandy dan Vandy pun pasrah karena sudah di tarik padahal dia tidak mau ikut-ikutan masalah urusan orang.


**********

__ADS_1


Mobil Verro berhenti di depan rumah sakit bersama istrinya Cherry yang hari ini akan menemani sang suami untuk bekerja. Sekalian dia juga akan memeriksakan kandungannya.


" Ayo sayang!" ajak Verro membuka sabuk pengamannya dan juga Cherry yang melakukan hal yang sama dengan membuka sabuk pengamannya lalu mereka sama-sama keluar dari dalam mobil. Walau Verro ingin membukan pintu mobil untuk istrinya agar romantis tetapi istrinya tampak tidak peka dan malah melakukannya sendiri.


Saat keluar dari mobil dan Verro langsung meraih tangan Cherry dan bergandengan masuk kedalam rumah sakit. Tetapi baru beberapa langkah mereka melihat Aldo yang mengejar Raquel dan memanggil-manggil nama Raquel membuat Verro dan Cherry saling melihat.


" Raquel tunggu dulu," ucap Aldo yang berhasil menahan tangan Raquel.


" Lepaskan!" berontak Raquel tetapi Aldo tetap memegangnya. Belum juga Aldo bicara apa-apa lagi tiba-tiba keluar Tari dari dalam mobil Aldo yang tepat di depan Aldo


Dan Raquel dan hal itu membuat Raquel kaget ketika melihat wanita itu keluar dari mobil Aldo. Verro dan Cherry juga kaget dengan apa yang mereka lihat tepat di depan mata mereka.


" Tari," lirih Cherry yang benar-benar terkejut dan langsung melangkah mendekati Raquel, Aldo dan Tari yang sudah berdekatan. Raquel yang melihat Tari langsung melihat ke arah Aldo dengan tatapan mengerikan dan melepaskan menarik tangannya dari Aldo.


Plakkk langsung menampar Aldo dan membuat orang-orang kembali terkejut dan Sasy dan Vandy juga terkejut melihat hal itu.


Sementara Aldo hanya diam menerima tamparan itu.


" Ini yang mau kamu jelaskan. Apa kamu mau memperjelas jika kamu dan dia berselingkuh!" teriak Raquel menunjuk Tari dengan penuh kemarahan dan kebencian melihat Aldo dan juga Tari.


" Kamu salah paham," sahut Aldo.


" Oke, kalau gitu aku tanya sama kamu, kenapa dia ada di mobilmu. Aku tanya sama kamu kenapa kamu bilang kamu masih ada pengadilan dengan dia tetapi nyatanya kasus yang selalu membuat kamu seperti orang sibuk itu selesai. Kamu bisa menjawabnya," ucap Raquel dengan marah-marah.


" Aku minta maaf jika sudah membohongi kamu. Aku tidak bermaksud untuk melakukan itu," sahut Aldo mengakui kesalahannya dan pasti kebenaran itu membuat hati Raquel semakin sakit.


" Jadi semua itu benar jika kamu hanya beralasan dengan kasus yang nyatanya kamu dan dia sering bertemu," teriak Sasy yang dengan matanya bergenang berusaha menahan air mata agar tidak terlihat lemah di depan Aldo.

__ADS_1


" Aku akan menjelaskannya. Dan dengar kan aku," sahut Aldo dengan lembut.


Bersambung.


__ADS_2