DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 133 Terkejut


__ADS_3

Setelah lama menunggu akhirnya Verro langsung keluar dari ruangan ICU. Begitu Verro keluar Azizi langsung menghampiri.


" Bagaimana dengan putra ku?" tanya Azizi yang terus mencemaskan putranya.


" Dia baik-baik saja. Dia juga sudah sadar, suster akan memindahkannya keruang perawatan," jawab Verro. Azizi langsung bernapas lega.


" Syukurlah kalau begitu," sahut Azizi benar-benar lega. Jika putranya tidak apa-apa.


" Oh, iya apa dia sering pingsan?" tanya Verro.


" Beberapa kali memang iya ,dia sangat mudah lelah. Makanya dia sering pingsan," jawab Azizi.


" Ya sudah kalau begitu. Suster sedang mengambil darahnya dan akan di bawa ke lap. Kami tim Dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut," ucap Verro.


" Apa ada sesuatu?" tanya Azizi cemas.


" Kamu jangan berpikiran yang buruk dulu. Semuanya akan baik-baik saja. Itu hanya pemeriksaan darah biasa," ucap Verro.


" Semoga tidak terjadi apa-apa," sahut Azizi berharap banyak.


" Verro bagaimana pasiennya?" Tanya Sasy yang tiba-tiba datang bersama Raquel.


" Baik-baik aja," jawab Verro.


Mata Sasy langsung mengarah pada wanita yang bicara dengan Verro. Sasy dan Raquel sama-sama kaget dengan wanita itu. Begitu juga dengan Azizi.


" Azizi," pekik Sasy sampai matanya melotot.


" Sasy," sahut Azizi yang pasti mengenali.


" Ya ampun kamu apa kabar," Sasy langsung memeluk Azizi dengan erat.


" Kamu kemana aja selama ini, aku sudah lama sekali tidak menemuimu. Sudah 7 tahun kita tidak bertemu. Kamu jahat sekali mengingkari janji," ucap Sasy yang terus memeluk.


" Iya maaf, aku juga kangen sama kamu. Maaf tidak memberi kabar," sahut Azizi yang juga sangat merindukan Sasy. Sasy dan Azizi pun saling melepas pelukan.


" Kamu tinggal di Indonesia kan?" tanya Sasy.


" Selama ini. Tetapi 6 bulan belakangan aku ada di sini," jawab Sasy.


" Kamu nggak usah kemana-mana lagi," ucap Sasy menekankan.


" Iya," sahut Azizi.


" Hay, Azizi," sapa Raquel.

__ADS_1


" Hay," sahut Azizi yang juga memeluk Raquel.


" Bagaimana kabarmu?" tanya Raquel.


" Aku baik-baik saja, seperti yang kamu lihat," jawab Azizi yang sudah melepas pelukannya.


" Oh iya siapa yang sakit?" tanya Sasy.


" Anak aku. Tadi dia pingsan?" jawab Azizi.


" Kamu sudah menikah?" tanya Raquel langsung. Azizi diam sebentar. Tetapi langsung mengangguk.


" Ya ampun kamu keren banget," sahut Sasy yang merasa iri. Temannya sudah menikah duluan. Azizi hanya tersenyum saja.


" Kalian ber-3 yang lebih keren. Sekarang sudah menjadi Dokter," ucap Azizi melihat satu-satu teman 1 kelasnya itu.


" Biasa aja tau," sahut Sasy.


" Kalian tiga bisa barengan jadi Dokter. Apa jangan-jangan Cherry juga sudah jadi Dokter," sahut Azizi membuat wajah yang tadinya ceria berubah menjadi sedih. Sasy dan Raquel saling melihat dan melihat kearah Verro yang langsung sedih.


" Oh, iya di mana dia, aku juga merindukannya?" tanya Azizi.


" Si sudah pergi?" jawab Verro dengan bibir bergetar.


" Si sudah di surga," jawab Verro. Mendengarnya Azizi langsung kaget. Bahkan matanya bergenang saat mengetahui wanita baik itu sudah tidak ada lagi.


" Cherry sudah meninggal 7 tahun lalu, selang 1 bulan kamu meninggalkan sekolah," ucap Verro lagi yang menjelaskan dengan menahan kesedihannya.


Azizi benar-benar shock sampai air matanya jatuh. Kenapa dia tidak di beri kesempatan untuk bertemu dengan sahabatnya itu.


" Kita pengen kabari lo. Tetapi kontak dan seluruh no lo hilang. Jadi kita tidak bisa berbuat apa-apa," sahut Sasy yang memang saat masa terakhirnya Cherry mereka selalu berusaha memberi kabar Azizi. Tetapi Azizi memang memutus semua komunikasi sehingga tidak bisa di hubungi.


" Maaf kan aku," ucap Azizi merasa bersalah. Sasy dan Raquel langsung memeluk Azizi yang menangis.


" Sudah tidak apa-apa. Cherry sudah bahagia di atas sana," ucap Raquel.


" Kalian mau tidak temani aku kemakamnya?" tanya Azizi yang benar-benar ingin mengunjungi Cherry.


" Iya pasti," sahut Sasy. Mereka pun memeluk Azizi yang pasti juga merasa kehilangan. Pertanyaan Azizi harus membuat Verro sedih dan Verro memilih untuk pergi dari ke-3 wanita yang masih berpelukan itu.


*********


Pemakaman


Setelah mendengar sahabatnya yang sudah tiada. Azizi yang di temani Sasy langsung berkunjung ke makam Cherry. Raquel tidak ikut karena ada pasien yang harus di tanganinya. Tidak lupa Azizi membawa boucket mawar pink kesukaan Cherry.

__ADS_1


Azizi dan Sasy sudah berjongkok di samping makam itu. Makam yang selalu indah seperti masih baru. Azizi dengan air matanya mengusap mesan itu.


" Maaf ya Cherry aku tidak bisa mengantarkan kamu ketempat peristirahatan kamu. Maaf kan aku," ucap Azizi yang merasa menyesal karena menyia-nyiakan waktu bersama Cherry.


" Seharusnya aku ada bersama kamu. Seharusnya kita lebih banyak menghabiskan waktu bersama. Kamu orang baik Cherry. Kamu wanita yang sangat cerdas. Tuhan memang sangat menyayangi kamu sampai dia harus memanggil kamu terlebih dahulu," ucap Azizi.


" Kamu benar Azizi. Tuhan sangat menyayangi Cherry. Sang pencipta tidak ingin dia sakit. Makanya dia mengambilnya dari kita dan menempatkannya di surga," sahut Sasy mengusap-usap pundak Azizi.


" Kamu lihat dia. Dia begitu bahagia. Sangat bahagia. Dia sudah tenang di alam sana, dia sangat bahagia," ucap Sasy.


" Iya aku tau dia memang pasti bahagia," ucap Azizi.


" Ya sudah kita balik yuk," ajak Sasy.


" Iya jawab Azizi,"


" Cherry aku pulang dulu ya. Makasih sudah pernah menjadi sahabatku selama ini. Aku sangat menyayangimu dan pasti aku sangat merindukanmu," ucap Azizi tersenyum.


" Selamat siang Cherry," ucap Azizi.


" Aku juga pulang ya Cherry cantik, daaaa," sahut Sasy tersenyum yang juga berpamitan. Lalu mereka meninggalkan rumah sahabatnya itu.


*********


Setelah dari pemakaman ternyata Azizi dan Sasy masih mengintil di salah satu bangku yang ada di taman dengan minuman kaleng yang mereka pegang masing-masing.


" Kami mengira operasi itu akan berhasil. Tetapi kami salah. 5 hari di Jerman akhirnya Cherry pulang tanpa bernapas.


" Lalu apa bagaimana dengan papanya, apa Om Laskarta baik-baik saja?" tanya Azizi.


" Kami juga tidak tau. Waktu pemakaman Cherry om Laskarta tidak ada. Hanya orang kepercayaannya yang membawa jenazah Cherry dari Jerman. Orang kepercayaannya mengatakan Om Laskarta tidak sanggul untuk ikut mengantarkan Cherry ke tempat peristirahatan terakhirnya," ucap Sasy menjelaskan.


" Kami mendapatkan surat dan semua amanah itu dari orang kepercayaannya. Om Laskarta," dan sampai sekarang kami tidak tau kabarnya. Karena rumah om Laskarta yang ada di Jakarta memang benar-benar kosong," lanjut Sasy menjelaskan dengan detail.


" Lalu bagaimana Verro, apa dia dia masih terluka?" tanya Azizi.


" Seperti yang kamu lihat tadi. Dia selalu sedih jika mengungkit Cherry. Dia hanya berpura-pura tegar. Padahal hatinya sangat kesepian. Dia sangat mencintai Cherry sampai dia tidak bisa membuka hati untuk orang lain," jawab Sasy.


" Kasian Verro jika sampai seperti itu," sahut Azizi yang benar-benar simpatik dengan Verro.


" Ahhhhh, sudahlah. Kita tidak boleh sedih-sedih lagi. Cherry pasti marah. Kita sebaiknya kerumah sakit. Tadi Verro kirim wa. Katanya hasil lap anak kamu sudah keluar," ucap Sasy.


" Iya, yasudah, ayo kembali," ucap Azizi.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2