
Nadya, Sasy, dan Cherry sudah sampai di belakang sekolah. Mereka melihat kerumunan murid-murid. Yang sekitar 10 meter dari mereka.
" Ada apa ya?" tanya Cherry panik dan langsung menghampiri kerumunan.
" Huhhhhhhh," sorak murid-murid melempari bulatan kertas dengan emosi mereka.
Cherry, Nadya dan Sasy semakin heran dan akhirnya menghampiri murid-murid yang sudah membuat lingkaran dan melempari kertas.
Betapa kagetnya Cherry, Nadya dan Sasy yang ternyata lemparan kertas itu di lempar kepada Azizi yang sudah terduduk di atas rumput dengan menunduk dan murid-murid melempari kertas. Mereka sampai menutup mulut menganga dengan kejadian itu.
" Polos tapi ternyata sangat menyedihkan," sahut salah satu murid sambil melempari.
" Dasar murahan,"
" Jangan-jangan datang Ke sekolah ini karena tidak ada yang menerimanya lagi,"
" Bikin malu sekolah dasar farasit," suara gunjingan murid-murid yang begitu jelas juga terdengar di telinga mereka. Cherry pun langsung menghampiri Azizi yang masih dilempari.
" Apa yang kalian lakukan hentikan," teriak Cherry melindungi temannya. Nadya dan Azizi pun ikut-ikutan.
" Berhenti tidak! teriak Sasy yang juga pasang badan.
" Eh, kalian nggak usah ikut campur. Kalian mau saja di bodohi dengan wanita murahan seperti dia," sahut Selina yang ternyata menjadi dalang Dali kericuhan.
" Eh, Selina lo nggak ada kapok-kapoknya, ngebully orang mulu," sahut Sasy geram dengan Selina.
" Lo belain aja teman lo yang sudah mempermalukan sekolah," sahut Mitha.
Tunjuk Mitha pada Azizi yang menunduk. Azizi bahkan berpenampilan tidak biasanya tanpa kacamata dan juga dengan rambut di gerai.
" Apa maksud kalian," tanya Cherry yang masih memeluk pundak Azizi menghindari dari lemparan.
Memang semenjak Cherry melindungi Azizi tidak ada yang berani melemparinya lagi. Karena memang orang-orang sangat segan dengan Cherry.
" Dia pantas seperti itu. Hanya mempermalukan sekolah. Seorang wanita malam berani mendaftar di sekolah kita," sahut salah satu seorang murid membuat Cherry, Sasy dan Nadya kaget.
" Eh, kalau bicara pake otak, seenaknya saja ngomongin orang," sahut Sasy tidak terima dengan kata-kata murid tersebut.
" Kalian bertiga sudah di tipu dengan tampang cupunya. Yang ternyata selama ini berpenampilan cupu hanya menutupi identitasnya sebagai wanita malam," sahut Mitha dengan tegas. Menjelaskan sejelas-jelasnya.
__ADS_1
Saat Mitha mengatakan hal itu, Verro, Vandy, Varell dan bukan hanya mereka Toby, Sasy, dan Raquel juga sudah tiba dan melihat kekacauan tersebut. Bahkan perkataan Mitha membuat mereka kaget.
" Mitha jangan sembarangan kamu kalau bicara. Kamu tidak boleh menuduh tanpa bukti," sahut Cherry.
" Aku juga tidak akan berbicara jika bukan tanpa bukti, apa kalian tidak membuka ponsel kalian," sahut Mitha dengan tersenyum miring menatap hina Azizi yang menunduk.
Karena penasaran dengan kata-kata Mitha. Sasy dan yang lain juga membuka ponsel dan membuka grup sekolah mereka hal yang sama juga di lakukan. Varell, Aldo, Raquel yang juga penasaran dan memang mereka belum mengecek ponsel.
Wajah mereka langsung berubah schok. Saat melihat banyak-banyak foto-foto Azizi dengan penampilan yang berbeda. Tanpa kacamata dengan pakaian yang terbuka.
Beberapa foto-foto berada di Club malam seperti seorang psk. Sasy sampai menutup mulutnya dengan telapak tangannya. Ketika melihat foto-foto itu dan memperlihatkan pada Cherry. Karena Sasy sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Cherry sangat shock melihat foto-foto itu. Apa yang di katakan Mitha benar. Bahkan bukan hanya foto-foto ada Vidio yang memperlihatkan Azizi sedang bermesraan dengan pria-pria hidung belang.
" Azizi," lirih Cherry yang juga tidak tau harus berkata apa.
Sementara Varell langsung mengoper ponselnya pada Verro. Vandy yang melihat sendiri di ponselnya langsung melihat Azizi. Azizi tiba-tiba juga melihat kearah Vandy.
Vandy menatapnya sangat dingin dan bahkan memilih pergi dari tempat itu.
" Kok bisa sih," gumam Raquel tidak percaya jika Azizi yang terkenal cupu ternyata suhu.
" Minggir kamu Cherry, wanita ini harus di beri pelajaran," sahut salah seorang murid wanita dengan kemarahannya yang sudah membawa telor ingin di lempar kewajah Azizi.
Sasy yang tadinya menjadi garda terdepan menjadi diam. Dia tidak tau harus bertindak seperti apa. Semetara Cherry masih tetap dengan rangkulannya begitu juga dengan Nadya.
" Apa yang terjadi sebenarnya," batin Cherry yang juga bingung dengan kondisi itu.
" Minggir, sana pelacur harus di musnahkan," teriak salah satu murid yang tidak sabaran.
" Minggir,"
" Minggir,"
" Minggir,"
Sorakan murid-murid menyuruh 3 wanita yang masih ada di tengah-tengah itu untuk minggir karena masih ingin meluapkan emosi pada pencemar nama sekolah mereka.
Cherry tidak mau dan tetap memegang kuat erat Azizi. Apapun itu dia tidak mungkin melihat sahabatnya di hakimi. Verro bisa melihat kepanikan di wajah Cherry.
__ADS_1
" Bubar," teriak Verro tiba-tiba yang sudah masuk ke tengah-tengah.
" Nggak usah ikut campur lo Verro," sambar Selina.
" Benar, huuuuuuuuu," sorak murid-murid.
" Diam!" bentak Verro, " bubar kalian semua," teriak Verro.
" Selina Mitha kalian berdua tidak punya hak untuk menghakimi orang lain. Dari pada kalian berdua nanti kenal masalah sama gue. Mending lo bawa rombongan lo pergi dari sini," tegas Verro.
" Benar, kalian semua bubar. Urusan Azizi kita serahin ke kepala sekolah. Kalian tidak punya hak untuk menghakiminya," sambung Varell yang juga sudah masuk kelapangan.
" Sekarang semua sudah jelas. Kalian juga sudah melemparinya. Jadi jangan bikin kekacauan di sini dan pergi dari tempat ini sebelum kalian juga akan dalam masalah," sahut Aldo yang juga melerai kegaduhan.
" Tunggu apa lagi cepat bubar," bentak Varell.
" Sok pahlawan lo semua," ketus Mitha langsung pergi.
" Dasar wanita murahan," sambung Selina yang juga pergi dengan kemarahan.
" Tuh, ketua kalian sudah pergi. Masih mau di sini," sahut Aldo.
" Huuuuuuuu," sorak murid-murid mulai berbubaran dengan rasa kecewa. Mereka terpaksa melempari kertas mereka ditempat mereka masing-masing.
Mereka bernapas lega. Akhirnya semua murid-murid pergi dan mengosongkan tempat itu.
" Kalian bawa dia," ucap Varell. Cherry mengangguk.
" Ayo Azizi," ajak Cherry.
Nadya dan Cherry membantu Azizi berdiri yang terus menunduk dan diam. Tidak berani menunjukkan wajahnya pada teman-temannya.
Varell, Verro, Aldo, dan Toby pun menyusul. Raquel yang ingin pergi tiba-tiba matanya melihat ke arah ujung dan melihat Fiona dengan kedua tangan di lipat di dadanya dan Fiona bahkan tersenyum.
" Apa dia dalangnya," batin Raquel langsung menebak.
Ketika melihat Fiona yang santai dan bahkan tersenyum. Membuatnya mempunyai firasat jika Fiona pasti ada kaitannya.
Karena Fiona sangat tau semua kehidupan orang lain. Tidak ingin mencari masalah Raquel pun pergi menyusul yang lainnya.
__ADS_1
Bersambung...