
Mereka kembali melanjutkan makan mereka dan membicarakan hal-hal yang positif.
" Kasus yang kamu tangani bagaimana Aldo, apa sudah ada perkembangan?" tanya Varell tiba-tiba. Mentang sudah lega. Jadi Varell banyak bertanya pada teman-temannya.
" Makin banyak teka-teki dan kali ini malah menyangkut Bayu," jawab Aldo mendengar nama Bayu membuat mereka kaget seketika.
" Bayu. Kenapa Bayu?" tanya Sasy heran.
" Dia punya hubungan dekat dengan Laudya dan aku coba minta keterangan dari Bayu. Tetapi dia menolak. Dia seperti menghindar dan membuatku kesulitan," jawab Aldo sedikit penjelasan.
" Memang ada sesuatu apa yang sampai dia harus di interogasi. Bukannya temannya mendiang Laudya itu banyak? tanya Vandy.
" Karena Bayu bersamanya 20 menit sebelum dia tewas. Aku mendapatkan rekaman cctv Bayu mengunjungi Apartemennya dan juga ada pesan janjian dengan Laudya," jelas Aldo.
" Wau itu masalah besar dong," sahut Sasy yang benar-benar terkejut.
" Iya. Dan dia seperti menghindariku," ucap Aldo.
" Dia memang orangnya seperti itu. Sangat sombong. Padahal hanya memberi keterangan saja. Apa susahnya. Lagian kalau tidak ada apa-apa kan tidak perlu. Pakai acara menghindar segala," ucap Sasy sewot.
" Ya berarti ada apa-apa," celetuk Varell. Semua terdiam dan memikirkan celetukan Vandy.
" Memang mereka dekat seperti apa sih sayang?" tanya Raquel.
" Aku juga tidak tau. Aku belum membahas masalah ini dengan Tari," jawab Aldo.
" Kasusnya semakin merembet dan sekarang si cowok tengil itu ikut terlibat. Ya semoga saja semuanya cepat beres," sahut Sasy.
" Hmmm, iya. Aku memang berharap kasusnya cepat beres," sahut Aldo yang juga mendoakan hal itu.
" Bayu pernah dekat dengan Laudya lalu hubungannya yang sebenarnya dengan Clara seperti apa," batin Verro yang tiba-tiba kepikiran Clara.
" Aneh sekali jika Bayu terlibat dalam hal itu. Apalagi. Aldo bilang mendiang Laudya bersama dengan Bayu terakhir. Dan hasil otopsi juga sudah jelas. Apa mungkin Bayu juga terlibat dengan kematian Laudya," batin Vandy penuh sara curiga pada Bayu.
**************
Setelah merasa tenang dan memikirkan hal itu semalaman akhirnya. Selina menemui Clara. Dia ingin memastikan Clara adalah Cherry atau tidak.
Kali ini Selina menemuinya di ruang perawatan Clara dan sedari tadi Selina terus melihat wajah Clara dengan intens. Seperti menelusuri wajah itu. Meneliti baik-baik dengan membandingkan yang ada di layar ponselnya.
Hal itu tidak di sadari Clara karena Clara memang sedang makan. Memakan makanan yang di bawakan Selina.
" Tidak ada bedanya," batin Selina yang terus meneliti perbedaan itu.
__ADS_1
" Makasih ya Selina makanannya sangat enak," ucap Clara. Membuat Selina tersentak kaget dan dengan cepat mengalihkan pandangannya dari ponselnya.
" Hmmm sama-sama," sahut Selina tersenyum.
" Bagaimana cara aku memulainya. Apa juga tidak tau siapa 2 orang itu dan bagaimana aku menanyakan Clara tentang 2 orang itu. Siapa tau itu tidak di kenalnya dan apa yang aku dengar tadi malam bukan tentang Clara," batin Selina yang kebingungan.
Karena dia memang tidak pernah bertemu dengan Bayu dan Karina. Jadi dia juga tidak bisa berpikir jernih.
Selina terlihat mengeluarkan sesuatu dari tanya yang ternyata botol kecil yang berupa minuman susu strawberry.
" Aku punya ini," ucap Selina menunjukkan pada Clara. " Kamu mau?" tanya Selina.
" Maulah, ini enak sekali," sahut Clara dengan wajah gembiranya langsung mengambilnya dan bahkan langsung menikmati susu strawberry pemberian Selina.
" Dia menyukainya. Itu kan minuman kesukaan Cherry. Memang benar-benar dia Cherry," batin Selina yang langsung mengambil kesimpulan.
" Sejak kapan kamu suka itu?" tanya Selina kepo.
" Ini," sahut Clara. Selina mengangguk.
" Aku tidak tau. Aku suka saja minumannya sangat nikmat dan buat nagih," jawab Clara yang benar-benar menikmati minuman itu.
" Hmmm, apa lagi ya yang harus aku lakukan untuk membuktikannya," batin Selina yang masih kurang bukti.
" Ehmmm, oh iya Clara. Kenapa kamu ingin tau tentang Cherry?" tanya Selina berusaha mengorek-ngorek. Clara mendadak diam dan tidak langsung menjawab. Sementara Selina benar-benar sangat penasaran dengan jawaban Clara.
" Apa karena wajah kalian mirip?" tanya Selina.
" Mungkin," jawab Clara dengan senyum tipis.
" Lalu bagaimana dengan Verro. Apa kamu pernah bertemu dengannya?" tanya Selina kagum Clara kembali menoleh kearahnya.
" Hmmm, dia Dokter yang menangani ku?" jawab Clara.
" Kamu juga kenal dong dengan teman-temannya?" tanya Selina lagi.
" Ya 2Dokter wanita yang mungkin dekat dengannya dan ada juga Dokter pria," jawab Clara singkat.
" Lalu bagaimana perasaan kamu bertemu dengan mereka?" tanya Selina yang benar-benar penasaran. Clara sampai melihat Selina dengan serius.
" Ya maksud aku. Kan seperti aku bertemu dengan kamu langsung takut dan kamu bagaimana saat bertemu dengan mereka?" tanya Sasy setelah menjelaskan.
" Aku merasa ada yang aneh. Aku tidak tau apa itu. Tetapi aneh saja," jawab Clara jujur.
__ADS_1
" Kamu pernah bertemu dengan mereka sebelumnya?" tanya Selina. Clara menggeleng.
" Jika tidak pernah bertemu dan tiba-tiba merasa ada yang aneh. Memang pasti ada sesuatu. Karena dia memang sudah bertemu beberapa kali dan dulu dekat," batin Selina yang menambah poinnya jika Clara adalah Cherry.
" Dan Verro, aku tidak tau saja perasaan ku sangat aneh bertemu dengannya. Seperti ada yang tersimpan dan ingin di keluarkan. Padahal aku tidak pernah bertemu dengannya. Tetapi seakan-akan merindukan. Aneh bukan," ucap Clara mendengus yang nyaman bercerita pada Selina.
" Bukan aneh. Tapi memang kamu merindukannya. Karena kamu jelas Cherry," batin Selina.
" Hmmm, kamu sudah lama tinggal di Jerman?" tanya Azizi terus mengkorek-korek tentang Clara.
" Hmmm sudah," jawab Clara.
" Sejak kapan?" tanya Selina. Clara terdiam dan terlihat berpikir. Dia sepertinya tidak punya jawaban untuk hal itu.
" Mungkin dari dulu," jawab Clara yang tidak tau menjawab apa. Karena pertanyaan itu baru di dengarnya.
" Begitu rupanya. Kamu lulusan sekolah di mana di Jerman?" tanya Selina lagi. Lagi-lagi Clara terdiam. Dia tidak tau haru menjawab apa untuk pertanyaan itu.
" Ahhhhh, aku lupa," jawab Clara singkat.
" Aneh jika lupa. Aku aja TK masih ingat. Bagaimana tidak lupa. Karena dia bukan Clara," batin Selina.
" Kenapa pertanyaan sesimpel itu. Aku malah bingung dan tidak tau menjawab apa," batin Clara yang baru memikirkan hal itu sekarang. Setelah mendapat pertanyaan dari Selina.
" Hmmmm, oh iya. Kamu sejak kapan sakit kepala?" tanya Selina yang mungkin bisa mengumpulkan poin-poin tebakannya.
" Semenjak aku kecelakaan," jawab Clara jujur.
" Jadi sejak itu. Lukanya juga di kepalanya," batin Sasy.
" Apa kamu baru merasakan sakit kepala. Karena ada sesuatu melintas di pikiran kamu?" tanya Selina memastikan.
" Kamu kok tau," sahut Clara heran.
" Jadi benar. Dia sakit kepala karena mengingat sesuatu dan karena kecelakaan dia baru merasakan hal itu. Karena lukanya di bagian kepalanya," batin Selina yang jelas dengan tebakannya.
" Selina. Kamu kenapa diam?" tanya Clara.
" Oh tidak. Aku hanya sering membaca buku dan mengetahui efeknya. Makanya aku bisa menebak seperti itu," ucap Clara.
" Ohhhh, begitu rupanya," sahut Clara masuk akal.
" Dan biasanya itu karena sebelumnya pernah juga mengalami hal itu. Apa kamu juga sebum ini pernah mengalami benturan di kepala?" tanya Sasy. Clara menggeleng.
__ADS_1
" Benar ternyata. Dia amnesia dan tidak tau apa sebabnya dan dia mulai merasa ada yang aneh. Karena ada luka di kepalanya. Ke-2 orang pasti sangat berhubungan," batin Selina dengan keyakinannya yang penuh.
Bersambung