
" Raquel," teriak Sasy yang melihat kepergian Raquel.
" Kamu benar-benar keterlaluan ya Aldo. Bisa-bisanya kamu sampai seperti itu kepada Raquel. Kamu sudah menghiyanatinya dan malah memilih dia dan kamu yang akan menyesal dengan perbuatan kamu," tegas Raquel menunjuk tepat di wajah Aldo yang juga penuh kemarahan dan pasti geram dengan Aldo.
" Dan kamu wanita tidak tau diri. Mau kamu suka atau tidak dengan Aldo. Tetapi pada intinya kamu adalah seorang pelakor. Kamu sudah merusak hubungan orang yang saling mencintai dan jika kamu juga menjalin hubungan. Kamu juga akan mengalami hal yang sama. Karena karma akan berjalan dengan cepat. Kamu tidak akan pernah bahagia, karena perbuatan kamu," ucap Sasy yang mengutuk Tari tanpa ampunan.
" Jaga bicara kamu," sahut Tari seakan tidak terima.
" Kenapa. Kamu takut. Tetapi ketakutan mu akan terus kau jalani. Dasar wanita tidak beres," ucap Sasy dengan penuh emosi.
" Awas saja kamu nanti," ucap Sasy dan langsung pergi.
" Sasy," panggil Cherry yang ikutan pusing.
" Gue nggak tau mau bilang apa. Tapi aku berharap persahabatan kita tidak berantakan. Hanya karena masalah lo sama Raquel," ucap Vandy yang pasti netral-netral saja. Vandy menepuk bahu Aldo dan juga pergi meninggalkan tempat itu.
Dan Tari langsung melihat ke arah Cherry yang padahal Cherry tidak berbicara apa-apa.
" Kamu juga ingin menyumpahiku," sahut Tari yang langsung berpikiran buruk pada Cherry. Cherry dan Verro saling melihat.
" Kenapa kamu bicara seperti itu pada Cherry?" sahut Verro.
" Lalu apa yang harus aku bicarakan. Karena pada dasarnya kamu akan berpihak padanya kan Cherry," sahut Tari.
" Cukup Tari. Aku tidak ingin ribut denganmu. Tetapi aku jelas kecewa dengan kamu. Kamu benar-benar keterlaluan. Kamu bisa-bisanya melakukan hal itu. Hal yang tidak seharusnya kamu lakukan," ucap Cherry yang menunjukkan kemarahannya.
" Aku sudah menduga kamu benar-benar pasti akan berpihak pada mereka. Cherry apa kamu lupa. Aku yang membuatmu seperti ini. Aku yang sudah mengembalikan hidupmu dan kamu bertemu dengan orang-orang itu. Aku yang mengembalikan statusmu. Tetapi kamu tidak mengingatnya dan berpihak pada mereka," ucap Tari yang mengungkit hasil kerja kerasnya.
__ADS_1
" Apa maksud kamu tari?" tanya Cherry heran.
" Sudah jelas. Kamu tidak tau terima kasih. Jika bukan karena aku kamu masih menjadi Clara dan tidak mungkin bisa bersama suamimu dan hanya karena aku. Kamu bisa bersama suamimu," ucap Tari yang mengingatkan Cherry agar berterima kasih.
Dan jelas Cherry sangat kaget mendengar pernyataan Tari yang juga banyak kekecewaan di dalam diri Cherry dengan sahabatnya yang tiba-tiba seperti orang asing dan bahkan tidak di kenalnya sama sekali.
" Cukup Tari," sahut Verro, " Kau tidak perlu bicara panjang lebar. Jangan menyalahkan Cherry jika semua orang juga menyalahkanmu. Cherry jelas tidak ada hubungannya dengan masalahmu dan berhentilah untuk menyalahkan Cherry," ucap Verro yang pasti membela istrinya karena Tari seakan-akan menyalahkan Cherry. Tari mendengus mendengarnya
" Kalian ber-2 sama saja. Kamu juga Verro langsung lupa dengan semuanya. Aku yang membantumu mempersatukanmu dengan istrimu. Aku melakukannya. Dan kamu sudah benar-benar lupa," sahut Tari yang juga mengingatkan Verro mungkin kata kasarnya Verro dan Cherry agar tau diri.
" Tari sudah cukup," sahut Aldo dengan nada pelan.
" Ayo Cherry kita pergi dari sini. Tidak ada gunanya kita di sini," sahut Verro memegang tangan istrinya. Cherry pun mengangguk. Dia juga sudah tidak bisa menghadapi Tari yang benar-benar sangat egois.
" Kami duluan Aldo," ucap Verro. Aldo mengangguk dan Cherry yang penuh kekecewaan pun pergi dengan Cherry yang membuang napas perlahan yang benar-benar lelah dengan Tari.
" Aldo aku tau kamu benar-benar bingung dengan semua ini. Tetapi sudahlah mungkin ini sudah jalan yang terbaik dan sebaiknya kita pergi dari sini. Kamu harus menenangkan diri kamu dulu," ucap Tari memegang tangan Aldo.
" Ayo kita pulang," ajak Tari dengan lembut. Aldo menarik napasnya panjang membuangnya perlahan dan mengangguk. Lalu mengikuti Tari untuk kembali memasuki mobil.
Ternyata dari atas lantai 3 Raquel melihat hal itu. Melihat Aldo yang dia ajak Tari jelas membuat air matanya menetes. Tetapi langsung di hapusnya karena merasa tidak pantas untuk menangis.
" Ternyata hubungan selama 7 tahun tidak memastikan apa-apa. Semuanya benar-benar bisa berakhir jika orang di cintai sudah mulai membagi hati," batinnya dengan tersenyum untuk menutup lukanya yang dalam.
Sebuah tangan hinggap di bahunya dan Raquel menoleh tangan hangat yang merangkulnya adalah Sasy yang berdiri di sampingnya. Walau Sasy temannya ribut dan sering saling sewot-sewotan tetapi pada kenyataannya Sasy yang ada di sisinya dan pasti selalu ada untuknya.
" Are you oke?" tanya Sasy. Raquel mengangguk dengan tersenyum lebar.
__ADS_1
" Aku jelas baik-baik saja. Karena semuanya benar-benar selesai dan aku sudah benar-benar terbebas," sahut Raquel dengan tersenyum ceria yang menutupi kesedihannya dan Sasy langsung memeluknya dengan erat sembari mengusap-ngusap punggung Raquel.
" Aku yakin. Kamu akan secepatnya punya pacar baru yang lebih-lebih dari Aldo," ucap Raquel dengan yakin.
" Hmmm, pasti pasti akan seperti itu," sahut Raquel dengan semangatnya yang seakan Raquel melupakan kesedihannya. Karena memang harus dia semangat. Karena rugi kalau harus sedih-sedihan hanya karena putus cinta. Apalagi penyebabnya karena seorang pelakor.
*************
Sementara Cherry berada di ruangan suaminya dan duduk dengan lesu dan Verro langsung mendekati istrinya dan duduk di samping istrinya.
" Sayang, kenapa wajah cantik ini harus di tekuk, ada apa sayang?" tanya Verro dengan mengusap pipi istrinya dan Cherry langsung memeluk suaminya, memeluk erat pinggang itu dengan dan Verro mencium pucuk kepala Cherry yang tepat di bawah lehernya.
" Aku bingung, aku tidak tau harus berbuat apa. Aku Tidak percaya. Kalau tari akan bicara seperti itu, kenapa dia minta balasan seperti itu. Kenapa dia mengungkit hal itu. Aku tidak tau kenapa dia bisa sampai seperti itu," ucap Cherry dengan kekecewaannya pada Tari
" Sayang, biarkan saja seperti itu. Kita tidak bisa memaksakan Tari untuk seperti awal. Jadi kita juga tidak bisa melakukan apa-apa," ucap Verro. Cherry mengangkat kepalanya dan melihat suaminya.
" Lalu aku harus bagaimana. Aku jadi tidak enak sama Raquel," ucap Cherry. Verro mencium kening Cherry dan tersenyum.
" Kamu tidak harus bagaimana-bagaimana. Karena jelas tidak ada urusannya denganmu. Sayang yang jelas kamu hanya berpihak pada siapa yang benar dan masalah Tari, jelas kamu sendiri juga bisa menilai dia seperti apa," ucap Verro.
" Hmmm, tapi tetap saja aku bingung," sahut Cherry dengan suara manjanya.
" Jangan bingung dan jangan memikirkan apapun. Karena jelas tidak ada yang perlu di pikirkan. Oke," ucap Verro menegaskan. Cherry mengangguk.
" Bagus kalau begitu," sahut Verro memeluk istrinya kembali dengan erat.
Bersambung
__ADS_1