DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 178 ingin memberitahu


__ADS_3

Setelah Karina di pindahkan kedalam ruang perawatan. Bayu dan Clara pun langsung memasuki ruangan itu untuk bertemu sang mama yang bisa di katakan sudah 1 bulan di rumah sakit. Dan Karina sudah sadar. Itu suatu mukjizat seperti kata Dokter.


Clara duduk di kursi di samping mamanya. Sementara Bayu berdiri di sampingnya. Melihat Karina yang perlahan membuka matanya. Clara langsung tersenyum bahagia. Bisa melihat mamanya benar-benar sudah bangun.


" Ma," ucap Clara memegang tangan Karina. Karina menoleh kesamping kirinya dan melihat gadis yang memanggilnya.


..." Kembalikan putriku, kembalikan putriku, kembali putriku,"...


Karina langsung mengingat mimpinya. Dia telah didatangi temannya ALM Laskarta yang sudah meninggal. Laskarta memintanya untuk mengembalikan putrinya yang siapa lagi. Jika bukan Clara yang sudah di cirinya kehidupannya.


" Clara. Bukan dia bukan Clara dia adalah Cherry. Anak Laskarta. Dia bukan Clara," batin Karina yang terlihat sangat gelisah saat melihat wajah Clara.


" Mah, mama kenapa?" tegur Clara lagi.


Saat sang mama hanya diam dan tidak meresponya. Tetapi malah menatapnya dengan aneh. Bahkan wajah Karina sedikit ketakutan. Clara yang heran menoleh ke arah Bayu. Bayu juga bingung kenapa sang mama tiba-tiba seperti itu.


" Kenapa mama diam saja. Apa yang mama pikirkan. Dan kenapa melihat Clara seperti itu," batin Bayu heran dengan mamanya yang sadar-sadar. Tetapi langsung aneh. Membuat hatinya tidak tenang saja.


" Apa yang harus aku lakukan. Kenapa aku membiarkan semuanya seperti ini, aku mengatakan yang sebenarnya kepadanya. Dia harus tau siapa dia. Dia adalah Cherry anak Laskarta. Aku sudah mengubah identitasnya. Aku tidak menepati janjiku pada Laskarta. Aku telah menghiyanatinya. Aku harus mengatakan yang sebenarnya," batin Karina yang baru menyadari jika apa yang di lakukannya selama ini adalah salah.


Dia telah menghancurkan hidup seorang gadis. Mengubah identitas Cherry dan semua itu berjalan sampai 7 tahun.


" Mama kenapa malah diam. Apa yang terjadi pada mama, apa itu efek dari koma mama," batin Clara yang bingung dengan kondisi sang mama yang terus melihatnya tanpa bicara sama sekali.


" Ma. Mama kenapa, apa yang terjadi sama mama. Apa yang mama rasakan?" tanya Clara memegang tangan mamanya.


" Tangan mama sangat bergetar, kenapa mama?" Clara bertanya-tanya di dalam hatinya. Heran dengan sang mama. Dia juga bisa merasakan getaran tangan mamanya.


" Mama baik-baik saja?" tanya Bayu yang baru bersuara. Mendengar Bayu berbicara membuat Karina melihatnya.


" Bayu. Kamu yang sudah memulai semua ini. Kenapa dulu aku harus menurutimu. Ini tidak bisa di lanjutkan. Semuanya harus di hentikan," batin Karina.


" Mah!" tegur Clara lagi.


" Cher...." Bayu kaget melihat mulut mamanya yang bergerak seperti akan melanjutkan nama yang tidak harus di sebutkan.


" Mungkin mama kurang beristirahat Clara," sahut Bayu yang langsung bicara.


Sehingga sang mama tidak jadi bicara. Karina melihat ke arah Bayu dan Bayu menggeleng dengan wajah memohon.


" Hmmm, Clara sebaiknya kita keluar saja. Biarkan mama istirahat dulu. Mama harus istirahat. Kondisi mama belum pulih, ayo kita keluar," ucap Bayu memegang pundak Clara, mendirikan wanita itu sedikit memaksa agar bangkit dari tempat duduknya.

__ADS_1


Bayu merasakan ada yang aneh dan melihat mamanya yang sepertinya ingin mengatakan sesuatu dan firasatnya mengatakan untuk Clara dan dia tidak mungkin membiarkan hal itu terjadi.


" Ayo Clara," ajak Bayu lagi. Clara malah bingung dengan apa yang harus di lakukannya.


" Tapi mas," ucap Clara yang masih melihat mamanya.


" Sudah ayo. Mama harus istirahat," Bayu memaksa Clara keluar dari ruangan perawatan. Clara bahkan tidak sempat berpamitan pada mamanya, karena Bayu sudah mendesaknya sampai mereka sudah di luar dan Bayu langsung menutup pintu.


" Mama harus istirahat. Dan kamu sebaiknya kembali kekamar kamu," ucap Bayu. Clara malah resa dan ingin masuk.


" Mama sepertinya ingin menyampaikan sesuatu. Tapi apa ya," batin Clara yang bisa mengetahui. Jika sang mama benar-benar ingin menyampaikan sesuatu kepadanya.


" Clara sudah sana kembali kekamar kamu," ucap Bayu lagi yang terus mendesak Clara.


" Tapi mas. Bukannya mama ingin bicara dengan kita," ucap Clara.


" Besok saja. Kita tidak boleh memaksakan mama. Mama harus beristirahat. Jadi sana kamu kekamar kamu," ucap Bayu dengan tegas.


" Iya," jawab Clara yang dengan keraguan pergi. Mungkin dia berpikir jika sang mama memang lebih baik beristirahat agar kondisi mamanya lebih baik.


" Apa yang ingin di bicarakan mama. Kenapa dia seperti ingin menyebut nama Cherry," batin Bayu yang mulai gelisah.


Setelah Clara pergi dan tidak terlihat lagi oleh Bayu. Bayu langsung memasuki ruangan perawatan sang mama.


" Mama kenapa. Apa yang mama ingin bicarakan tadi?" tanya Bayu yang sudah berdiri disamping Karina.


" Kita hentikan semuanya!" ucap Karina. Mendengarnya Bayu kaget.


" Apa maksud mama?" tanya Bayu sampai melotot.


" Cukup Bayu. Clara bukan siapa-siapa kita. Dia adalah Cherry dan kita sudah mencuri identitasnya. Jadi kita harus menghentikannya. Dia harus kembali kepada keluarnya," ucap Karina dengan tegas pada Bayu.


Mimpi buruknya membuatnya merasa bersalah dan memang harus menyelesaikan masalah itu. Apa lagi dia sakit-sakitan dan mungkin saja dia di berikan waktu untuk bangun untuk menyelesaikan masalah itu.


" Apa yang mama pikirkan. Kenapa tiba-tiba mama bicara seperti ini. Ini tidak mungkin ma. Jangan membicarakan sesuatu yang tidak penting ma," ucap Bayu yang mulai emosi. Wajahnya memerah mendengar ucapan mamanya.


Dia bahkan ingin membawa Clara pergi. Agar identitas tetap bisa tersembunyi. Tetapi sang mama malah ingin memberitahunya. Bagaimana dia tidak marah.


" Tidak penting kata kamu. Ini sangat penting dan kita tidak bisa terus menyembunyikan semua ini dari Clara," tegas Karina. Meski masih lemah. Tetapi dia bicara cukup tegas dan seperti orang yang tidak sakit.


" Mama semuanya sudah terlanjur. Untuk apa lagi. Kita harus mengungkap siapa Clara. Dia juga tidak mengingat apa-apa dan bagaimana caranya kita berbicara kepadanya," ucap Bayu.

__ADS_1


" Mama tau. Clara sudah tidak mengingat apa-apa. Tapi kita bisa bicara pelan-pelan kepadanya dan mama yakin pelan-pelan juga dia akan mengingatnya. Dia harus tau Bayu siapa dirinya. Hidupnya masih panjang dan kita tidak bisa menghentikan kehidupannya yang masih berjalan," ucap Karina.


" Tetap saja ma Bayu tidak setuju. Ini hanya akan menyakiti Clara. Jadi Bayu mohon mama jangan mengambil tindakan itu. Bayu mohon ma. Ini sudah terlanjur dan biarkan seperti ini terus," ucap Bayu.


" Sampai kapan. Sampai kapan Bayu. Sampai kapan. Kita harus menyembunyikan masalah ini hah. Sampai kapan," ucap Karina.


" Tidak ada batas waktunya. Tidak akan ada ma," ucap Bayu yang benar-benar tidak akan menuruti permintaan sang mama.


**********


Di sisi lain Selina sedang mendatangi rumah sakit dan sepertinya tujuannya ingin bertemu dengan Clara. Selina berjalan sambil melihat layar ponselnya dengan serius.


Sampai dia tidak menyadari jika ada wanita yang berjalan di depannya dan alhasil bahu mereka bertabrakan.


" Auhhhhh," lirih keduanya memegang bahu masing-masing.


" Pelan-pelan dong," ucap ke-2nya dengan serentak dan saling melihat. Ke-2nya malah kaget saat saling mengetahui yang ternyata di tabrak Selina adalah Sasy. Sampai mata 2 wanita itupun melotot.


" Kau," ucap ke-2 nya dengan serentak sambil menunjuk 1 sama lain.


" Kau kok bisa ada di sini?" tanya Sasy yang tampak sewot. Selina menurunkan jarinya yang menunjuk Sasy.


" Ishhhhh, sial kenapa juga aku harus bertemu dengan dia. Jadi dia bekerja di rumah sakit ini. Ahhhhh bisa-bisa dia akan mengejekku lagi," batin Selina yang sangat menyesal bertemu Sasy.


Dia pasti tau Sasy seorang Dokter. Karena memang dia suka kepo dengan Instagram milik teman-teman 1 kelasnya untuk melihat nasib mereka. Dan dia tidak percaya jika akan berpapasan dengan Sasy.


" Bukannya kemarin Selina menemui Clara. Apa dia mengenal Clara. Tapi di mana. Dan kenapa mereka kembali dekat," batin Sasy yang baru mengingat Selina yang menemui Clara. Dia ingin menanyakan hal itu. Tetapi Verro menghentikannya.


" Ngapain lo di sini?" tanya Sasy ketus.


" Bukan urusan lo. Lagian gue juga nggak perlu lapor-lapor sama lo. Emang lo yang punya rumah sakit ini," jawab Selina yang tidak kalah ketuanya. Sasy tersenyum mendengarnya.


" Hmmmm, yang penting gue Dokter di rumah sakit ini. Dan lo tau sendirikan kalau Dokter itu. Suatu profesi kelas atas dan uangnya juga banyak," ucap Sasy yang tampak menyombongkan diri.


" Ishhhhh, dasar tukang pamer dia pasti sedang mengejekku, nasibnya memang jauh lebih baik dari padaku," batin Selina yang tampak sewot. Dengan Sasy.


" Ya itulah gunanya sering berbuat baik. Karena apa yang kita tanam itu yang kita tuai. Walau susah-susah jaman dulu yang penting hasilnya sekarang. Bisa liburan kemana-mana. Beli barang-barang branded. Dari pada dulu senang-senang eh sekarang malah....," ucap Sasy lagi yang tampak menyindir Selina.


" Dasar tukang pamer. Tapi memang benar sih apa yang di katakannya." batin Selina


" Terserah kamu. Mau kamu Dokter atau tidak. Itu tidak ada urusannya denganku," ucap Selina yang tidak mau lama-lama di depan Sasy dan memilih pergi. Dari pada mendengar Sasy banyak pamer.

__ADS_1


" Selina tunggu!" panggil Sasy membalikkan badannya. " Kemarin kamu kenapa menemui Clara?" tanya Sasy membuat langkah Selina terhenti.


Bersambung....


__ADS_2