
Akhirnya Cherry selesai berbelanja buah-buahan. Yang di belinya tidak banyak suaminya saja yang lebay, takut Cherry keberatan atau apalah. Padahal hanya 2 kantung plastik saja dan itu pun tidak banyak dan dia juga hanya sebentar saja.
" Huhhhh, akhirnya selesai juga," gumam Cherry yang keluar dari Supermarket yang ingin menuju mobilnya.
Namun tiba-tiba mobil Toby berhenti di supermarket dan kebetulan Cherry belum memasuki mobilnya. Toby juga langsung keluar dari mobilnya dan melihat Cherry yang ingin memasuki mobil.
" Cherry!" sapa Toby tersenyum di depan Cherry.
" Hay Toby, mau ngapain?" tanya Cherry.
" Hanya beli cemilan saja. kamu sendiri ngapain di sini?" tanya Toby.
" Nih lagi beli buah-buahan," jawab Cherry menunjukkan kantung yang di bawanya.
" Hmmm, begitu rupanya," sahut Toby. Cherry mengangguk.
" Kamu tidak apa-apa kan Toby?" tanya Cherry tiba-tiba yang membuat Toby heran dengan pertanyaan Cherry.
" Aku, memang aku kenapa. Aku tidak apa-apa lah," sahut Toby terlihat santai. Dia selalu berpura-pura jika dia tidak apa-apa.
" Kamu terlihat pucat. Apa kamu tidak enak badan?" tanya Cherry yang mengamati wajah Toby.
" Tidak Cherry mungkin aku kelelahan saja. Aku tidak apa-apa yang pastinya," sahut Toby yang meyakinkan Cherry.
" Kenapa aku merasa kamu seperti ada sesuatu. Tidak kamu tidak Sasy. Kalian berdua seakan menutupi banyak hal," batin Cherry yang perasaannya tidak enak.
" Cherry sebenarnya kamu sangat mudah peka dengan ala yang terjadi padaku. Tapi maaf Cherry aku belum bisa memberitahumu. Aku tidak mau kamu kepikiran," batin Toby.
" Cherry!" tegur Toby yang melihat Cherry bengong.
" iya," sahut Cherry.
" Kamu kenapa bengong?" tanya Toby.
" Tidak apa-apa. Aku hanya..." tiba-tiba mata Cherry melihat kesebrang jalan yang mana di sana Cherry melihat Bagas.
" Bukannya itu cowok yang di bawa Sasy di ulang tahun Iqbal ya," sahut Cherry yang melihat dengan serius. Toby pun membalikkan tubuhnya dan melihat siapa yang di lihat Cherry.
Ternyata benar Bagas dengan seorang wanita yang makan ber-2 dan terlihat romantis yang mereka saling suap-suapan. Apa yang di lihat Toby membuatnya benar-benar kaget.
" Brengsek!" kecam Toby terlihat kesal dengan Bagas yang seolah bermain di belakang Sasy.
" Dia dengan wanita, padahal punya hubungan dengan Sasy apa dia mempermainkan Sasy," ucap Toby dengan kemarahannya Toby mengepal tangannya. Toby melangkah ingin menghampiri Pria itu. Cherry kaget melihat Toby dan mencoba menghentikan Toby.
" Toby kamu mau kemana?" tanya Cherry yang menahan tangan Toby.
" Aku ingin memberinya pelajaran, berani sekali dia bermain di belakang Sasy," ucap Toby dengan kesal yang menahan emosinya.
" Toby jangan gegabah, kita tidak tau apa yang terjadi," cegah Cherry.
" Tidak Cherry aku harus memberinya pelajaran dia benar-benar sungguh berani berselingkuh di belakang Sasy dan jelas dia berselingkuh. Kamu lihat sendiri dia bersama wanita lain," ucap Toby yang melepas tangan Cherry dan langsung pergi menyebrang jalan untuk menghampiri Bagas.
" Toby!" panggil Cherry. Namun tidak di pedulikan Toby. " Argggghhh, Toby cari masalah saja," ucap Cherry gelisah. Cherry yang panik pun akhirnya mengejar Toby yang penuh dengan emosi.
Begitu sampai di dekat Bagas. Dengan cepat Toby menarik kerah baju Bagas dan langsung memukul wajah Bagas. Hal itu membuat Bagas dan wanita itu kaget dengan pukulan Toby yang membuat Bagas terjatuh kelantai.
" Ada apa ini, hey apa yang kau lakukan!" teriak wanita itu panik dengan menutup mulutnya.
" Kurang ajar, kau!" sahut Bagas dengan memegang pipinya yang sakit. Bagas menepis tangan Toby dari kerah bajunya. Namun Toby memukul Bagas kembali.
" Kau yang sudah kurang ajar!" ucap Toby menekan suaranya memukul Bagas sampai sudah berada di lantai.
" Laki-laki bajingan. Kurang ajar, beraninya kamu berselingkuh di belakang Sasy, bajingan kamu!" gertak Toby dengan penuh emosi dan kembali memukul wajah Bagas. Bagas bahkan tidak mampu membalas pukulan itu atau menjawab tuduhan dari Toby.
" He, cukup hentikan ada apa ini! hentikan heh!" teriak wanita itu yang kepanikan dengan Bagas yang mendapat pukulan dari Toby.
__ADS_1
Dan Cherry pun sudah tiba di lokasi kaget dengan Toby yang menghajar anak orang sembarangan. Dan orang-orang di sana tidak ada yang melerai sama sekali
" Toby cukup!" bentak Cherry yang langsung menahan Toby yang di penuhi kesetanan.
" Toby hentikan! kamu ini apa-apaan sih. Hentikan Toby! kamu jangan gila Toby," teriak Cherry menarik tangan Toby.
" Siapa kalian, beraninya kalian memukulnya," sahut wanita itu yang mencoba membantu Bagas yang ujung bibirnya sudah berdarah. Namun terlihat banyaknya orang di sana yang hanya menonton dan melihat-lihat apa yang terjadi dengan rasa penasaran yang kuat.
" Brengsek siapa Lo!" teriak Bagas yang tidak terima di pukul oleh Toby dan mendekati Toby yang ingin membalas. Namun Cherry langsung menghadang di depan Toby.
" Lo yang brengsek beraninya bermain di belakang Sasy," sahut Toby yang semakin emosian.
" Itu bukan urusan Lo, bangsat!" sahut Bagas dengan penuh emosi.
" Cukup hentikan!" teriak Cherry, " Toby sudahlah," ucap Cherry mencoba mencegahnya.
" Siapa kalian kenapa memukulnya?" tanya wanita itu dengan penuh kebingungan.
" pria yang kau bela itu adalah penipu dia itu sudah punya pacar dan sekarang berani mendekatimu," sahut Toby menunjuk-nunjuk Bagas.
" Jangan ikut campur masalah orang. Aku tidak ada urusan dengan mu. Siapa kau," sahut bagas. " Oh ya aku baru mengenalmu kau mantannya Sasy kan. Berani sekali kau memukulku dan ikut campur urusanku. Kau adalah mantan yang sudah di buang seharusnya kau tau diri dan berhenti mencampuri urusanku," ucap Bagas menekankan pada Toby.
Apa yang di dengar Toby semakin membuatnya panas yang ingin kembali menghajar Bagas. Namun Cherry menghentikannya.
" Toby sudah cukup. Kamu jangan terpancing kata-katanya. Sebaiknya kita pergi dari sini," ucap Cherry mengingatkan.
" Sana pergi. Jangan mencampuri urusan orang! dasar sampah!" usir Bagas dengan memaki Toby.
" Eh, cowok berengsek. Kau lah yang sampah. Kau merasa paling hebat sudah berselingkuh di belakang Sasy. Aku akan beritahukan semua ini kepadanya," tegas Toby memberikan ancaman.
" Silahkan beritahu dia, aku tidak peduli. Dia juga tidak akan percaya dengan laki-laki pengecut sepertimu!" ucap Bagas yang menantang yang membuat Toby semakin panas dan ingin memukul lagi Pria itu.
" Toby sudah, sebaiknya kita pergi. Tidak ada gunanya kita meladeni orang sepertinya. Ayo kita pergi!" ajak Cherry yang menarik tangan Toby yang membawanya pergi dari Bagas. Cherry memang harus memaksa Toby untuk pergi. Jika tidak masalah akan semakin banyak.
Toby dan Cherry kembali kedepan Mall dan Cherry berusaha menenangkan Toby yang masih penuh dengan emosi dan bahkan masih melihat kesebrang jalan yang mana Bagas sudah pergi bersama wanita itu.
" Toby sudah jangan di lihati lagi," ucap Cherry, " kamu tenangkan diri kamu. Aku tau kamu kesal dengannya. Sudahlah," ucap Cherry terus menangkan Toby yang masih di penuhi emosi.
" Kamu lihat sendiri Cherry. Siapa laki-laki yang menjadi pacar baru Sasy. Dia tidak beres dan aku mana mungkin diam saja. Kita harus kasih tau Sasy," ucap Toby yang mencemaskan Sasy.
" Toby, tenanglah dulu. Aku tau perasaan kamu. Aku tau. Tapi kamu harus tenang. Kamu jangan seperti ini. Kamu masih emosi. Kamu harus tenang dulu," ucap Cherry mengusap-usap bahu Toby agar tenang.
" Jika kamu masih khawatir pada Sasy. Itu artinya kamu masih mencintainya. Lalu kenapa kamu harus putus dan tidak mempertahankan hubungan kalian yang mungkin jika kamu mempertahankan hubungan itu. Tidak akan seperti ini jadinya dan Sasy tidak akan pernah mengenal Pria itu," ucap Cherry dengan suara rendahnya. Toby melihat Cherry dengan serius.
" Aku sudah memberikan alasannya Cherry. Jadi jangan membahas masalah lain. Yang terpenting kita harus memberitahu Sasy siapa Pria itu sebenarnya," ucap Toby yang hanya berusaha menenangkan dirinya.
" Baiklah kita akan beritahu dia. Tapi apa dia percaya. Kamu tau sendiri hubungan kita dan sedang berantakan dan ini tidak ada gunanya," sahut Cherry yang sudah bisa menebak ke arah sana.
" Lalu apa kita akan biarkan semuanya seperti ini. Apa kita akan biarkan dia menipu Sasy," sahut Toby.
" Toby. Walau Sasy marah dengan kita dan sudah memutus hubungan persahabatan dengan kita. Bukan berarti kita akan membiarkan dia di perlakukan seperti itu. Tapi kita tidak boleh gegabah dan iya aku bisa melihat orang seperti apa Bagas. Dia sangat tidak baik dan pasti dia memang bukan orang baik. Jadi kita harus berpikiran tenang agar mendapat jalan yang terbaik," ucap Cherry menjelaskan dengan lembut.
" Baiklah Cherry yang jelas kamu tau siapa laki-laki itu. Aku berharap kamu bisa memberitahu Sasy," ucap Toby yang terlihat pasrah.
" Iya. Ya sudah sekarang aku pulang dulu. Kamu juga pulang ya. Kamu terlihat semakin pucat. Aku ras kamu memang sedang sakit," ucap Cherry yang terus mengamati wajah Toby.
" Baiklah, aku akan pulang," sahut Toby. Cherry tersenyum dan Toby pun langsung memasuki mobilnya dan Cherry masih menunggu Toby pergi.
" Toby kamu jelas masih mencintai Sasy dan aku yakin pernikahan bukan alasan kamu untuk mengakhiri hubungan itu. Aku hanya berharap kamu jujur kepadaku," batin Cherry yang benar- benar merasa ada yang tidak beres dengan Toby.
**********
Toby berada di kamarnya yang terlihat begitu lemas dengan keringat di dahinya yang bercucuran. Napasnya tiba-tiba tidak beraturan dan Toby meremas dadanya yang terasa sakit. Suara napas itu terdengar kuat.
Toby membuka kantong obat yang tadi di belinya dan mengambil obat dan langsung menelan beberapa pil itu yang mungkin obat untuk jantungnya yang merasa bersalah.
__ADS_1
" Ha,ha,ha,ha,ha,ha, suara hembusan napas berat itu terdengar begitu kuat.
" Ya Allah tolong berikan aku kesembuhan. Ini sungguh sakit," ucap Toby dengan meremas dadanya yang terasa begitu sakit
" Emosi ku tidak terkontrol karena Pria brengsek itu. Untung ada Cherry. Jika tidak aku tidak tau apa yang terjadi tadi dan semoga saja Cherry sudah memberitahu Sasy semuanya," ucap Toby dengan suara beratnya.
Dratttt Dratttt Dratttt Dratttt
Tiba-tiba handphone Toby berdering dan Toby langsung mengambilnya yang ternyata adalah Sasy yang menelpon.
" Kenapa dia menelpon?" tanyanya bingung dan langsung mengangkat panggilan telpon itu.
" Aku ada di bawah keluarlah!" ucap Sasy to the point dan Sasy langsung mematikan telpon itu.
" Ngapain dia datang," batin Toby heran dengan Sasy yang tiba-tiba datang ke rumahnya.
Toby berjalan ke arah jendela dan melihat benar Sasy memang ada di sana berdiri dengan gelisah di luar pagar rumahnya.
" Kenapa dia datang malam-malam begini," batin Toby dengan penuh kebingungan.
Tidak ingin berpikir yang lain-lain akhirnya Toby pun keluar dari kamarnya, menuruni anak tangga dan membuka pintu depan. Sasy ternyata di depan pagar.
Toby menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan lalu berjalan menuju pagar dan Toby langsung menggeser pintu pagar dan berhadapan dengan Sasy yang terlihat emosi.
" Ada apa?" tanya Toby.
Plakkkkkkk. Sasy langsung melayangkan tamparan pada pipi Toby. Hal itu sampai membuat Toby kaget yang tau-tau sudah di tampar aja.
" Brengsek!" teriak Sasy dengan penuh emosi.
" Apa-apaan kamu Sasy beraninya kamu menamparku," sahut Toby dengan heran.
" Seharunya aku yang bertanya padamu. Kamu yang apa-apaan," sahut Sasy dengan penuh kemarahan.
" Apa maksud kamu. Kamu yang datang kerumahku, marah-marah tidak jelas menamparku," sahut Toby yabg ikutan kesal penuh kemarahan.
" Itu belum seberapa dengan apa yang kamu lakukan pada Bagas," sahut Sasy menekankan.
" Apa maksud kamu. Bagas. Bagas siapa?" tanya Toby yang mungkin tidak tau siapa nama Pria yang tadi di pukulnya tadi.
" Nggak usah pura-pura bodoh, kamu sudah menghajarnya dengan tangan mu dan sekarang kamu pura-pura tidak tau. Apa kamu puas sudah memukulnya," sahut Sasy dengan penuh emosi.
" Oh, jadi dia. Pria brengsek itu," sahut Toby yang sudah mengerti siapa yang di maksud Sasy.
" Kamu yang brengsek apa maksud mu memukulnya?" tanya Sasy.
" Buka mata kamu Sasy. Dia itu berselingkuh di belakang kamu!" sahut Toby yang bicara dengan jujur. Namun mendengarnya Sasy menyunggingkan senyumnya.
" Kamu itu nggak usah main fitnah orang sembarangan. Aku tau kamu kagetkan melihatku langsung memiliki penggantiku. Kamu tidak terima dan memukulnya dan sekarang menuduhnya yang tidak-tidak," sahut Sasy yang benar kata Cherry Sasy tidak mungkin percaya begitu saja.
" Aku tidak menuduhnya. Tetapi aku melihat sendiri dan di sana juga ada....."
" Alah sudahlah, jangan banyak alsan. Aku tau apa yang ada di pikiran kamu. Kamu dengar ya Toby. Hubungan kita sudah selesai dan gara-gara kamu aku juga sudah mengakhiri semua hubunganku dengan tema-temamu itu. Jadi aku peringatkan kepadamu untuk tidak mencampuri urusanku dan terutama jangan ikut-ikutan masalah aku dengan Bagas. Karena hanya dia yang aku miliki di dalam hidupku," ucap Sasy dengan penuh penekanan dan penegasan.
Ada rasa sakit hati saat Toby mendengarnya. Bahkan matanya memerah dengan perkataan Sasy yang begitu mempercayai orang baru di bandingkan dia.
" Jadi berhenti mencampuri urusanku. Jika kau berani memukulnya lagi. Maka jangan salahkan aku. Jika aku akan membawa masalah ini pada hukum," sahut Sasy memberikan ancaman pada Toby.
Sasy menatap Toby dengan penuh kebencian. Lalu pergi.
" Kau sungguh berubah Sasy. Kau bahkan tidak menganggap teman-teman mu ada. Tapi iya aku yang membuatmu seperti ini. Kamu berubah dan bukan menjadi Sasy yang dulu. Karena perbuatan ku," batin Toby yang melihat kepergian Sasy begitu saja.
Toby bahkan tidak bisa berbicara banyak pada Sasy yang seperti orang gelap mata.
Bersambung
__ADS_1