DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 354 Perdebatan Varell dan Helena.


__ADS_3

Sasy harus mengasingkan dirinya. Karena menyadari posisinya yang lain dari teman-temannya. Di mana teman-temannya sudah memiliki pasangan. Selain merenungi di dalam rumah sakit. Sasy juga harus membawa kesedihannya sampai di rumah sakit.


Urusannya tidak ada di rumah sakit dia memang sangat lempang hari ini. Bahkan dia sangat semangat ingin makan siang bersama. Karena memang dia yang biasanya yang selalu heboh soal makan-makan. Tapi sayang dia mengundurkan niatnya karena tidak mau hatinya semakin cemburu nantinya.


Sasy duduk di salah satu bangku di halaman rumah sakit dengan memegang handphone di mana Sasy melihat handphonenya. Sudah 2 hari Toby pergi. Tetapi tidak sekalipun Toby mengabarinya.


Tidak ada pesan atau panggilan masuk. Bagaimana Sasy semakin tidak pusing, dia seolah menjadi sendirian karena Toby yang terlalu cuek. Antara tidak mengerti apa yang di pikirkan Sasy atau pura-pura tidak tau.


Sasy membuang napasnya panjang kedepan. Hembusan napas yang menggambarkan jika dia benar-benar begitu lelah dengan semuanya.


" Toby apa kamu tau bagaimana posisi ku sekarang. Aku kesepian. Apa kamu sengaja ingin membuat posisi ku seperti ini. Apa masih butuh waktu lama untuk hubungan kita langsung pada pernikahan. Bukannya kita sudah saling mengenal. Lalu untuk apa lagi waktu begitu lama untuk membuat kita saling mengenal.


" Toby, aku juga ingin seperti mereka. Ada kepastian dalam hubungan kita. Aku juga ingin hubungan kita sampai kepelaminan. Bukannya kamu mencintaiku dan aku sebaliknya. Lalu untuk apa kita mengundur- mengundur lagi. Kenapa membuatku menunggu Toby," Sasy terus bergerutu di dalam hatinya, dia bertanya dan menjawab sendiri.


Rasa dilema semakin besar di rasakannya. Dia benar-benar menjadi wanita yang berbeda yang penuh dengan kegalauan.


**********


Helena mama Varell duduk di sofa dengan wajahnya yang penuh kemarahan di mana 1 orang Pria yang berdiri di hadapannya yang sepertinya pria itu yang membuatnya sampai semarah itu dengan wajahnya yang memerah dan matanya yang tajam yang melotot.


" Apa kamu bilang, jadi Varell akan menikahi wanita itu besok," geram Helena dengan mengeratkan giginya yang mendengar informasi yang membuat emosinya meledak-ledak di dalam sana.


" Benar nyonya," sahut Pria itu dengan menundukkan kepalanya.


" Kurang ajar!" teriak Helena menyapu isi meja yang ada di depannya sehingga vas bunga dan gelas pecah berserakan di lantai.


" Anak kurang ajar, pembangkang beraninya dia menikahi wanita miskin itu. Apa dia memang tidak mempedulikanku lagi," teriak Helena dengan penuh emosi. Helena berdiri dengan mengacak rambutnya frustasi dia sudah seperti orang yang benar-benar kesetanan dengan berita pernikahan itu.


" Sekarang di mana anak itu?" tanya Helena pada bodyguardnya.


" Maksud nyonya siapa?" tanya Pria itu dengan menunduk.


" Siapa lagi jika bukan Varell," sahut Helena dengan suaranya yang mengelegar. Pria itu tersentak yang mendapat bentakan dari Helena.


" Aku di sini mah," sahut suara lantang tiba-tiba yang membuat Helena langsung melihat ke arah suara itu yang ternyata Varell berdiri di depan pintu. Bukan hanya Varell ada Verro juga, ada Aldo dan ada Vandy yang seakan orang-orang itu ingin berperang. Karena ke-4 pria itu begitu gagah menghadapai wanita yang di landa dengan kemarahan itu.

__ADS_1


" Kamu berani sekali kamu menunjukkan diri kamu!" teriak Helena dengan penuh kemarahan. Varell dan yang lainnya menghampiri mamanya sehingga mereka sudah berhadapan.


" Bukannya mama mencariku?" tanya Varell dengan santai.


" Iya aku memang mencarimu, aku ingin mematahkan kaki anak tidak tau diri sepertimu yang sudah berani pergi dari rumah ini bersama wanita miskin itu!" teriak Helena penuh marah-marah.


" Mama yang mengusirku, mama yang sudah tidak menginginkan ku lagi, aku pergi karena aku mencintai Nadya," sahut Varell dengan suara rendah.


" Busitttt, kata-kata cinta itu. Jangan berani-beraninya kamu mengatakan cinta di depanku," teriak Helena.


" Aku mengatakan cinta karena memang aku jatuh cinta padanya. Dia wanita yang baik dan aku benar-benar jatuh cinta padanya. Mama tidak akan mengerti kata cinta karena mama tidak pernah jatuh cinta mama menikahi papa karena hanya ingin kekuasaan dan mama tidak pernah mencintai papa sampai papa meninggal. Jadi jelas mama tidak akan tau apa itu cinta," ucap Varell yang menggurui Helena membuat mata Helena melotot dengan kata-kata kurang ajarnya Varell.


Aldo, Vandy, dan Verro saling melihat. Pasti kisah hidup Varell yang mungkin memprihatinkan yang membuat mereka tidak tau sama sekali.


" Anak kurang ajar," sahut Helena bertambah emosi dan ingin melayangkan tangannya pada Varell namun di cegah Verro.


" Cukup Tante!" sahut Varell memegang tangan Helena yang menghalangi menampar Varell.


" Jangan ikut campur Verro, lepaskan tangan kamu!" geram Helena dengan merapatkan giginya.


" Tante, tolong tujuan kami datang kemari hanya ingin meminta Tante untuk hadir dalam pernikahan Verro dan Nadya. Kami tidak ingin apa-apa Tante, bukan keributan," ucap Verro dengan pelan menyampaikan tujuannya. Membuat Helena mendengus kasar dan tersenyum sinis.


" Cih," Helena langsung meludah kesamping, " kamu bilang apa. Kalian datang untuk mengundangku. Siapa yang menyuruhmu menikah! kau pikir aku sudi memberi restu kepadamu!" teriak Helena pada Varell.


" Aku akan tetap menikah dengan Nadya, walau mama tidak memberi restu," sahut Varell menegaskan.


" Kau ingin menentangku?" tanya Helena.


" Maaf mah, aku tidak punya pilihan. Dan aku siap kehilangan semuanya," sahut Varell dengan yakin.


" Kehilangan katamu, apa kau juga siap akan kehilangan aku sebagai ibumu," sahut Helena dengan mengancam. Varell, Aldo, Vandy dan Verro kaget mendengar omongan Helena.


" Apa maksud Tante," sahut Vandy bertanya.


" Silahkan kamu pergi, menikah dengan wanita itu. Tapi sebelum itu kamu harus melihat mayatku dulu," sahut Helena membuat Varell semakin terkejut.

__ADS_1


" Apa yang mama katakan?" tanya Verrel yang seketika panik.


" Apa yang aku katakan sudah jelas. Aku sudah mengatakan Varell aku tidak Sudi melihatmu menikah dengan wanita itu dan lebih baik aku mati dari pada melihatmu menikah dengan dia," tegas Helena penuh ancaman.


Jelas Varell kaget mendengarnya. Walau ancaman tetapi dia tau mamanya seperti apa dan mungkin memang benar Helena akan melakukan hal itu.


" Tante jangan seperti itu, Tante tidak boleh bicara seperti itu," sahut Aldo.


" Aku yang punya tubuh. Jadi apapun itu aku yang melakukannya," sahut Helena menegaskan.


" Varell anak bodoh. Kamu bisa memilih melanjutkan pernikahan kamu dengan wanita itu atau kamu lebih ingin melihat ibumu yang melahirkan mu mati," ucap Helena membuat pilihan.


Varrel menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan dan menatap sendu mamanya.


" Mama sudah melahirkan mu, membesarkanku. Terimakasih untuk semuanya. Aku telah jatuh cinta mah, dan aku tau mama akan bahagia jika melihatku bahagia dan kebahagianku adalah Nadya. Maaf aku tidak bisa kali ini menuruti mama. Aku benar-benar sangat mencintai Nadya dan aku akan tetap menikahinya. Aku tau mama tidak melakukan apa yang merugikan mama. Karena aku tau mama sangat menyayangiku," ucap Varell yang mengambil keputusan yang tetap memilih untuk bersama Nadya.


" Kau akan tetap bersamanya?" tanya kembali Helena memastikan.


" Benar mah," jawab Varell yakin. Helena mengepal tangannya menatap tajam Varell.


" Kami pergi dulu mah, aku sudah menyampaikan pernikahan ku kepada mama. Dan aku yakin mama tidak akan melakukan apa-apa," ucap Varell dengan lembut bicara.


" Ayo kita pergi!" ajak Varell pada teman-temannya. Verro, Vandy dan Aldo mengangguk.


" Kami permisi Tante," sahut Vandy. Helena hanya diam yang tidak bisa bicara apa-apa. Dan mereka pun akhirnya pergi dari rumah itu.


" Kamu keterlaluan Varell!" teriak Helena pada Varell. Namun Varell tidak mendengarnya sama sekali dan tetap melanjutkan langkahnya.


" Aku ibumu Varell beraninya kamu lebih memilih wanita itu. Kamu anak durhaka," Helena berteriak-teriak frustasi dengan mengacak-acak rambutnya karena kemarahannya kepada Varell yang tidak memperdulikan ancamannya sama sekali.


...Jangan lupa mampir ya kak ke novel terbaru aku ya kak. Di tunggu like, koment, vote, ya para readers ku....



Bersambung

__ADS_1


__ADS_2