DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Epiosede 308 Seketika Berantakan.


__ADS_3

Cherry benar-benar sudah sampai kerumahnya dan bahkan sudah di dalam kamarnya dan sudah mengganti pakaiannya dengan baju tidurnya. Cherry melihat jam yang menggantung di dingding sudah pukul 12. Namun Verro tidak kembali juga.


Tadinya Cherry berpikir suaminya itu akan menyusulnya. Tetapi nyatanya tidak sama sekali jangankan menyusulnya bahkan tidak pulang sama sekali.


" Kamu benar-benar keterlaluan Verro, kamu bahkan tidak peduli denganku. Kamu lebih memilih Fiona di banding kan aku, kamu membiarkan ku sendirian di sini," batin Cherry yang merasa sesak di dadanya dengan perlakukan suaminya kepadanya. Air matanya pun menetes dengan sakit yang di terimanya.


Tiba-tiba Cherry mendengar suara mesin mobil dan melihat dari jendela. Barulah Verro pulang setelah dia menunggu lama dengan cepat Cherry mengusap air matanya dan langsung keluar dari kamarnya dengan kemarahan yang tertahan dalam dirinya.


Verro menaiki anak tangga dengan buru-buru untuk menemui istrinya yang dia tau akan banyak masalah setelah ini.


" Ngapain kamu pulang?" tanya Cherry yang sudah berdiri di depan pintu kamar.


" Cherry aku mohon, tolong kita jangan bahas masalah ini. Aku capek," sahut Verro dengan suara lelahnya.


" Kamu capek, apa yang kamu capek kan. Bukannya kesenangan kamu menenangkan dia," sahut Cherry yang menekan suaranya yang berusaha menjaga air matanya agar tidak jatuh.


" Cherry apa maksud kamu. Aku mohon kamu mengerti. Jangan mengaitkan masalah dengan Fiona. Semua ini juga terjadi gara-gara kamu," ucap Verro dengan suaranya yang keras membuat Cherry kaget.


" Kamu benar-benar menyalahkan ku Verro. Kamu pikir aku sengaja melakukannya. Kamu pikir aku tidak punya hati sampai memberikannya dokter seperti itu," teriak Cherry.


" Tapi kamu tidak mengatakan dulu kepadaku. Siapa Dokternya," sahut Verro.


" Apa aku harus mengatakannya kepadamu. Apa segitu pentingnya Fiona untukmu sampai kamu harus mengetahui bibit bobot Dokter yang menanganinya," teriak Cherry.


" Cukup Cherry. Kamu jangan terus salah paham. Aku sudah mengatakan dari awal aku tidak ada apa-apa dengan Fiona. Aku hanya melakukan tugasmu sebagai seorang Dokter dan kamu hanya cemburu buta yang tidak jelas," sahut Verro.


" Apa katamu tugas, kamu sadar tidak Verro kamu sangat berlebihan kepadanya. Banyak Dokter Verro tapi tidak seperti kamu," teriak Cherry.


" Tidak seperti aku apa maksudmu?" tanya Verro.

__ADS_1


" Sasy, juga Dokter, Raquel juga Dokter, Vandy juga Dokter, tapi tidak seperti mu yang apa-apa mengatakan profesional kamu sadar apa yang kamu lakukan melebihi seorang Dokter," tegas Cherry.


" Tapi kamu bisa dengar sendiri kan apa yang di katakan suster tadi. Buka aku yang memaksakan diri untuk memeriksa keadaannya. Tapi Fiona tidak mau di pegang oleh siapapun kecuali aku dan kamu tau untuk hal seperti itu bisa mempengaruhi kesehatannya," sahut Verro.


" Oh, jadi maksud kamu. Kamu akan melakukan apa saja untuk dia begitu. Untuk kenyamanan pasien yang pernah kamu ucapkan kepadaku. Kamu memang Dokter berbeda. Dokter yang melakukan apapun hanya untuk kesenangan pasien kamu," bentak Cherry dengan menunjuk tepat di wajah Verro.


" Cukup Cherry!" bentak Verro, " Jangan melebarkan masalah kemana-mana," sahut Verro.


" Kenapa apa yang aku katakan salah. Itu adalah kenyataan Verro. Jika kamu melakukan semuanya hanya untuk kenyamanan pasien. Kamu hanya menghabiskan waktu kamu hanya untuknya. Kamu mengabaikan ku hanya karena dia. Pertama kamu mendirikan Yayasan itu memang untukku. Tetapi dia orang pertama yang kamu bawa kesana dan ke-2 kamu membiarkan ku untuk USG sendirian hanya karena sibuk memberikan kenyamanan dengan Fiona dan tadi kamu menyalahkan ku memarahiku di depan semua orang, membentak-bentak sampai sekarang. Hanya karena Fiona yang ingin di perkosa dan itu belum tentu benar," teriak Cherry yang sudah berlinang air mata.


" Hentikan Cherry!" bentak Verro.


" Jangan mengatakan yang itu-itu lagi. Aku capek Cherry. Kamu hanya cemburu yang tidak berarti dan lagian kamu yang menyuruhku untuk menjadi Dokternya. Lalu kenapa sekarang kamu berubah pikiran dan melakukan semua keanehan, marah-marah teriak-teriak dan apa-apa kamu selalu menyebut Fiona. Kamu sadar tidak Cherry semua ini kerena cemburu kamu yang berlebihan," ucap Verro menekan suaranya membuat Cherry terdiam dan bahkan tersenyum dengan menganggukkan kepalanya dan menyeka air matanya.


" Iya aku yang salah. Aku tidak mendengarkan apa kata teman-teman ku. Aku tidak sadar jika aku sudah berumah tangga yang seharusnya aku menjaga rumah tanggaku tanpa memberikan akses untuk wanita lain masuk. Aku yang memang bersalah. Semua ini kesalahan ku yang sudah menyuruh kamu menjadi Dokternya. Memang ini adalah kesalahanku," ucap Cherry yang merasakan sakit luar biasa saat rumah tangganya berada di ambang kehancuran.


Cherry memejamkan matanya memegang perutnya yang di rasanya sangat sakit. Napasnya juga tidak teratur.


" Kamu pergilah, jaga wanita itu. Jangan menggangguku," ucap Cherry yang memasuki kamar dengan membawa luka di hatinya.


" Cherry, Cherry!" panggil Verro membuka pintu kamar. Namun ternyata di kunci Cherry dari dalam.


" Cherry buka pintunya, kamu kenapa Cherry, Cherry ayo buka pintunya," teriak Verro mengetuk-ngetuk pintu kamar namun Cherry di dalam kamar tidak mau membukakanya.


Dia terduduk di depan pintu kamar dengan menangis senggugukan dengan memeluk tubuhnya. Dia juga menahan sakit di perutnya.


" Aku yang salah, aku yang sudah memberikan jalan untuk semua ini, aku yang salah Verro, aku yang salah dalam hal ini," ucapnya menyadari kebodohannya. Kebaikannya yang di salah gunakan yang apa kata temannya benar. Apa yang di lakukannya hanya akan menghancurkan rumah tangganya.


**********

__ADS_1


Sementara Fiona sedang menikmati kesangannya di dalam kamar. Dia benar-benar sangat bahagia menari-nari berputar-putar.


" Aku tidak menyangka jika Verro memilihku dan membiarkan Cherry pulang. Ahhhhh, sebentar lagi Verro akan menjadi milikku. Aku benar-benar sangat bahagia, dasar Cherry bodoh. Kamu benar-benar akan di tinggalkan Verro," batinnya dengan penuh kebahagian.


Dratt Dratttt Dratttt


ponsel Fiona tiba-tiba berdering dan Fiona langsung mengambilnya.


" Siapa sih mengganggu saja," gumamnya melihat panggilan masuk itu.


" Tari," lirihnya menyebutkan nama itu, " ngapain dia nelpon ganggu aja," gumamnya yang langsung mengangkat.


" Ada apa?" tanya Fiona.


" Also memutuskan ku. Kamu harus melakukan sesuatu. Aku tidak mau putus darinya," ucap Tari dengan suaranya teriak-teriak.


" Ya kamu ancam dia dengan Vidio itu," sahut Fiona


" Aku sudah melakukannya. Tetapi dia tidak peduli sama sekali," ucap Tari marah-marah.


" Ya sudah kamu sebar saja. Biar hidupnya juga hancur sekalian," sahut Fiona memberikan solusi.


" Tapi aku tidak mau putus sama dia," sahut Tari.


" Kamu dengar ya Tari. Aku mengajakmu bekerja sama untuk membuat hubungan Raquel dan Aldo berantakan dan kalau kamu tidak bisa mempertahankan hubungan mu itu salahmu dan sebaiknya kamu sebar Vidio itu biar Aldo hancur sekalian. Satu persatu orang-orang itu akan hancur," ucap Fiona menegaskan.


" Kamu dengarkan saja saranku. Jangan menggangguku aku sibuk," ucap Fiona yang langsung mematikan teleponnya.


" Mengganggu saja. Tapi tidak apa-apa. Mereka semua orang-orang sombong itu. Akhirnya hancur satu persatu. Tidak sia-sia bekerja sama dengan Tari. Berkat dia Raquel wanita gila itu akhirnya tersakiti dan hancur dan Aldo juga menyusul kehancurannya dan Verro dan Cherry juga menyusul. Ya mereka semua harus benar-benar merasakan sakit yang aku rasakan hancur perlahan-lahan menderita penuh air mata," batinnya dengan senyum kemenangan.

__ADS_1


Ternyata Tari dan Fiona selama ini bekerja sama dan apa yang terjadi pada hubungan Raquel dan Aldo juga adalah trik dari Fiona yang sengaja melakukannya. Niatnya yang ingin menghancurkan orang-orang yang mungkin membuatnya marah. Namanya juga sifat iri akan terus seperti itu.


Bersambung


__ADS_2