DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 228 Permintaan maaf.


__ADS_3

Kediaman Vandy.


Arif sang kakak dengan papa dan mamanya ada di ruang tamu dan Vandy yang bersujud di kaki sang mama dengan tangisannya yang terisak-isak. Wajah sang mama yang tampak kecewa dengan Vandy.


Mungkin saja Vandy sudah menceritakan semuanya kepada mamanya sehingga mamanya sampai meneteskan air mata dengan ulah Vandy yang begitu keterlaluan.


" Maafin Vandy ma, maaf ma, maaf, karena Vandy, sudah membuat mama terluka, maafin Vandy," ucap Vandy dengan menangis senggugukan yang terus meminta maaf pada sang mama dengan kesalahannya yang sudah dia lakukan.


" Kamu benar-benar keterlaluan Vandy. Kenapa kamu bisa menjadi pria seperti ini. Kenapa kamu melakukan semua ini," ucap mamanya dengan suara menekan, suara penuh dengan kekecewaan dengan aliran air mata yang menunjukkan rasa kecewanya kepada putra ke-2nya.


" Papa benar-benar kecewa sama kamu Vandy," sahut papanya yang juga tidak habis pikir dengan putranya itu.


Sementara sang kakak, Arif hanya diam saja. Walau dia juga tidak bisa bohong. Jika dia benar-benar sangat kecewa dengan dengan adiknya yang benar-benar kelewatan.


" Mah, maaf, atas semua yang aku lakukan, aku tau perbuatan ku tidak bisa di maafkan, aku ingin menebusnya, aku ingin menebus semuanya. Beri aku kesempatan ma, untuk menebus semua kesalahan ku," ucap Vandy dengan wajahnya yang penuh penyesalan.


Beberapa hari belakangan ini dia benar-benar hanya penuh dengan tangisan dan rasa bersalah dengan apa yang terjadi.


Sang mama menepis tangan Vandy. Lalu berdiri.


" Mama benar-benar, kecewa sama kamu," ucap mamanya mengusap air matanya kasar dan langsung pergi.


" Ma!" panggil Vandy yang sang mama tidak merespon sama sekali. Karena benar-benar sangat marah dengan Vandy sang papa pun akhirnya menyusul untuk berdiri.


" Papa tidak menyangka jika kamu bisa melakukan hal yang sangat hina itu. Lihat perbuatan kamu, berapa wanita yang kamu sakit hati. Kamu benar-benar," ucap sang papa yang tidak bisa berkata apa-apa lagi dan langsung pergi.


" Pa!" panggil Vandy. Sama sang papa juga tidak menoleh. Vandy mengusap wajahnya kasar dengan ke-2 tangannya bersujud dengan merenungi kesalahannya.


Arif bangkit dari tempat duduknya dan mengusap pundak adiknya.


" Masih banyak kesempatan. Gunakan sebaik-baiknya, jangan sampai kamu menyesal untuk yang ke-2 kalinya," ucap Arif yang memberikan semangat pada adiknya.

__ADS_1


Vandy langsung memeluk kaki kakaknya.


" Bantu aku kak. Aku ingin bertanggung jawab dengan apa yang aku lakukan, aku mohon bantu aku," ucap Vandy dengan tulus meminta bantuan kakaknya.


" Iya pasti, kakak tidak mungkin membiarkan adik kakak, sendirian menghadapi semuanya. Vandy kakak harus mengakui keberanian kamu yang sudah mengakui perbuatan kamu pada mama dan papa. Kakak laki-laki yang gentelment dan dulu kamu tidak terlalu dewasa dan belum bisa menghadapi masalah dengan bijak. Kakak bangga sama kamu yang sudah mengakui dan menyesal dengan semuanya," ucap Arif yang pasti akan membantu adiknya untuk menyelesaikan masalahnya.


Sasy yang melihat hal itu langsung meneteskan air mata. Memang Sasy ikut kerumahnya. Vandy meminta bantuan pada Sasy untuk menceritakan pada mamanya dan Sasy pun dengan keberanian membantu Vandy menceritakan masalah Azizi.


Tetapi ketika sang mama marah. Sasy memilih pergi dari ruang tamu. Karena tidak ingin ikut campur. Tetapi ternyata dia mengintip dan melihat apa yang terjadi dan hatinya tersentuh melihat Vandy yang benar-benar sangat menyesal melihat hal itu.


" Ternyata benar Vandy memang serius ingin menebus kesalahannya dengan Azizi. Dia benar-benar menyesal dengan perbuatannya," batin Sasy yang ikut mewek melihat suasana di ruang tamu itu.


" Sekarang tinggal Azizi, aku harus benar-benar meyakinkan Azizi untuk memberi kesempatan pada Vandy. Karena Vandy benar-benar sangat tulus kepadanya dan benar-benar menyesal," batin Sasy yang sekarang ingin fokus pada temannya itu.


" Semoga saja masalah tidak ada lagi. Semoga keluarga Vandy juga memberi dukungan pada Vandy untuk menebus kesalahannya. Agar Azizi bisa mendapatkan keadilan dan kedamaian hidup," batin Sasy dengan berdoa yang penuh harapan.


**********


Setelah dari rumah Vandy. Sasy pun kembali pulang, Sasy memasuki rumahnya dengan langkah yang pelan dan wajahnya yang masih penuh kesedihan.


" Kasian Iqbal, sedari kecil dia tidak tau siapa ayahnya," batin Sasy yang prihatin melihat bocah 6 tahun itu.


" Dan sekarang dia malah sakit. Seharusnya dia menikmati masa kecilnya dengan indah. Orang tuanya yang lengkap seharusnya menemaninya. Kenapa ya Allah. Anak sekecil itu harus menderita seperti itu," ucapnya lagi di dalam hatinya yang tidak tega melihat Ikbal yang masih kecil sudah menghadapi cobaan yang begitu berat.


" Sasy!" tegur Azizi yang melihat Sasy tampak bengong.


" Ha iya," sahut Sasy menjadi gugup.


" Tante Sasy, sudah pulang?" tanya Iqbal. Sasy menganggu dengan tersenyum dan melangkah mendekati Azizi dan Iqbal.


" Iya sayang," sahut Sasy mengusap pipi Iqbal.

__ADS_1


" Tante sudah makan?" tanya Iqbal.


" Hmmm, sudah. Kalau Iqbal bagaimana?" tanya Sasy tersenyum melihat manisnya anak sahabatnya itu.


" Sudah juga," sahut Iqbal.


" Baguslah kalau begitu. Iqbal memang haru makan dengan baik dan jangan sampai telat," ucap Sasy mengingatkan.


" Oke Tante," sahut Iqbal dengan mengajukan jempolnya.


" Hmmm, kalau begitu. Tante boleh tidak pinjam mamanya sebentar," ucap Sasy.


" Hmm, boleh Iqbal juga sudah mau tidur," sahut Iqbal.


" Memang ada apa Sasy?" tanya Azizi.


" Ada yang ingin aku bahas sama kamu," jawab Sasy. Membuat Azizi penasaran.


" Ya sudah ma, Iqbal kekamar dulu," ucap Iqbal pamit.


" Iya sayang," sahut Azizi.


" Sebelum tidur baca doa ya," sahut Sasy.


" Baik Tante," sahut Iqbal dengan semangat dan langsung berjalan cepat menuju kamarnya untuk tidur.


" Kamu mau bicara apa?" tanya Azizi penasaran. Sasy memegang tangan Azizi yang di letakkan Azizi di atas pahanya membuat Azizi heran dengan Sasy.


" Azizi, aku mengerti perasaan kamu dan juga penderitaan yang kamu alami selama ini. Tetapi ini semua demi Iqbal jadi aku mohon tolong beri Vandy kesempatan," ucap Sasy langsung to the point dengan apa yang di katakannya kepada Azizi dan hal itu membuat Azizi kaget yang tiba-tiba mendengarkan permintaan Sasy.


" Apa maksud kamu?" tanya Azizi yang sebenarnya sudah tau tujuan dari bicara Sasy.

__ADS_1


" Demi Iqbal, berilah Vandy kesempatan. Dia benar-benar sangat menyesal dengan semua yang terjadi. Beri dia kesempatan untuk bertanggung jawab kepada kamu dan juga Iqbal. Aku tau apa pun yang di lakukan Vandy tidak akan mungkin mengubah semuanya. Tetapi jelas tidak ada salahnya untuk memberikan dia kesempatan," ucap Sasy dengan tegas.


Bersambung


__ADS_2