DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 247. Cherry dan Tari.


__ADS_3

" Sorry, bukannya aku tidak ingin memberi tahu kalian masalah pernikahanku. Tetapi memang ada hal yang tidak harus aku ceritakan," ucap Vandy berbicara dengan serius. Dia mengerti temannya akan kecewa dengan keputusannya tiba-tiba menikah.


" Jadi jangan salah paham. Aku juga harus menjaga privasi Azizi dan makanya hubungan kami tidak terlalu kami perlihatkan dan pasti kalian juga tau kondisi Azizi yang seperti apa. Ekonomi dan yang lainnya sedang berantakan. Aku hanya ingin ada di sisinya dan berharap bisa meringankan bebannya dan sama-sama bisa membantu Iqbal," jelas Vandy dengan panjang lebar.


" Jadi aku mohon mengertilah," ucapnya dengan wajah lesunya. Verro dan Varell saling melihat dengan menaikkan 1 alis mereka. Dan tersenyum. Lalu dengan cepat memeluk Vandy yang ada di tengah mereka.


" Santai, serius amat jadi orang," ucap Verro tertawa memeluk erat Vandy.


" Tauh nih, kayak sudah bikin kesalahan apa aja sampai wajahnya sesedih itu," ejek Varell yang juga ikutan memeluk Vandy. Vandy pun yang tadinya sendu sekarang bisa tersenyum.


" Kita becanda kali. Santai aja. Jelas kita bahagia. Akhirnya kau menikah juga," ucap Verro.


" Benar, nggak usah di bawah pusing. Kita berdua hanya menguji. Kamu masih menganggap kita atau tidak," sahut Varell lagi.


" Makasih. Jika kalian ber-2 mengerti," sahut Vandy lega. Dan juga memeluk ke-2 sahabatnya itu. Setelah berpelukan mereka akhirnya saling melepas dengan wajah mereka yang sama- sama bahagia.


" Selamat ya, semoga semuanya lancar," ucap Verro mengulurkan tangannya. Vandy tersenyum dan menyambut uluran tangan itu.


" Thanks," sahut Vandy sebentar memeluk Verro.


" Selamat juga. Semoga dengan ini. Azizi bisa sedikit hilang bebannya," sahut Varell yang tidak kalah memberikan ucapan selamat juga.


" Iya pasti," sahut Vandy. Mereka pun tertawa dengan bahagia dan bahkan kembali saling menggoda.


" Akhirnya semua orang tau dengan pernikahan ku. Tanpa harus mempertanyakan ini dan itu yang tidak perlu di tanyakan," batin Vandy yang kembali merasa lega.

__ADS_1


Memang itulah keberuntungan untuknya memiliki teman yang bisa di bilang cukup kepo. Tetapi masih tau batasan dan tidak pernah mau tau dan mencampuri privasi orang lain. Dan itu juga yang membuat persahabatan mereka menjadi awet sampai sekarang.


Selalu ada untuk satu sama lain dan saling mengerti dan pastinya selalu saling memahami keadaan masing-masing. Geng V3 yang dulu idola para murid-murid SMA Internasional Haigh School sekarang 2 dari 3 pria tampan itu sudah punya kehidupan yang berbeda.


Verry yang sudah sejak 7 tahun lalu menikah dan sekarang baru bisa merasakan bersama istrinya layaknya pengantin baru dan istrinya juga sedang mengandung. Sementara Vandy juga dengan wanita 7 tahun lalu yang dulu anak mereka ada dan baru sekarang memulai pernikahan.


Sementara Varell masih di awang-awang dengan rumitnya hubungannya pada Nadya yang pasti tidak ada kejelasan karena hambatan yang banyak. Terutama hambatan dari restu orang tua dari Varell yang tidak tau kapan sang mama akan menerima Nadya. Wanita yang masih di cintainya sampai detik ini.


*******


Cherry pun akhirnya bertemu dengan Tari di Restauran di depan kantor Varell. Mereka sudah duduk di salah satu meja dengan minuman yang sudah mereka pesan.


" Tari kenapa kamu bisa bersama Aldo di Mall?" tanya Cherry langsung pada intinya. Karena tujuannya pasti ingin meluruskan kesalah pahaman agar temannya tidak cekcok.


" Kamu dan Raquel. Mengintai kami?" tanya Tari. Bukannya menjawab malah mempertanyakan hal yang membuat Cherry bingung.


" Kenapa kalian juga ada di Mall. Apa kamu membantu temanmu untuk mengawasiku?" tanya Tari lagi.


" Tari tidak sama sekali. Memang aku ada di sana berbelanja dengan Sasy dan juga Raquel. Kita juga tidak sengaja bertemu Vandy, Azizi dan ibu Vandy dan juga anak Azizi. Kita hanya makan bersama. Karena ibu Vandy menawarkan untuk makan. Jadi kami tidak berencana berada di tempat yang sama denganmu," jelas Cherry agar Tari tidak salah paham juga dengannya.


" Tapi aku tidak melihat ibu dan juga anak yang kamu ceritakan," sahut Tari tampak tidak percaya. Membuat Cherry bingung.


" Apa maksud Tari. Kenapa dia malah membahas masalah yang tidak penting," batin Cherry melihat sikap temannya yang aneh.


" Mama Vandy dan Iqbal sudah pulang duluan. Kalau kamu tidak percaya kamu bisa melihat cctv yang ada di Restauran itu," jelas Cherry secara detail dan Tari terdiam mendengarnya.

__ADS_1


" Tari. Kamu belum menjawab pertanyaanku. Kenapa kamu ada di sana?" tanya Cherry lagi.


" Aku sedang membicarakan masalah kasus Bayu dengan Aldo," jawab Tari.


" Kasus apa. Bukannya kasusnya sudah beres dan mas Bayu bukannya juga sudah di vonis hukuman. Lalu kasus apa?" tanya Cherry yang memang sudah tau jika masalah Bayu sudah selesai dan seharusnya Tari dan Aldo juga sudah berakhir masalah pekerjaan itu.


" Tari kamu kenapa diam?" tanya Cherry merasakan ada yang tidak beres dengan sahabatnya itu.


" Karena aku tidak tau harus menjawab apa lagi. Aku sudah menjawab apa yang kamu tanyakan," sahut Tari yang tampak dingin berbicara dengan Cherry. Tidka seperti biasanya.


" Oke. Jika memang hanya sebatas rekan bisnis. Lalu kenapa kalian begitu kelewatan. Bahkan kamu juga bicara dengan Aldo tidak formal tidak seperti biasanya yang kamu memanggilnya dengan bapak dan sekarang malah memanggilnya dengan sebutan nama dan kalian juga terlihat dekat bahkan sampai suap-suapan. Apa itu juga rekan bisnis," ucap Cherry yang bicara dengan hati-hati yang takut Tari tersinggung.


" Cherry. Apa kamu sekarang adalah mata-mata dari Raquel," sahut Tari. Lain di tanya malah bertanya yang membuat Cherry kaget.


" Apa maksud kamu?" tanya Cherry.


" Kamu mengintrogasiku. Seakan tidak mempercayaiku. Dan iya aku punya privasi dan tidak harus aku beritahu kepadamu dan masalah Aldo aku sudah mengatakan kepadamu. Terserah tanggapan kamu seperti apa. Mumpung kita bertemu aku sekalian memberi tahu padamu. Tolong sahabatmu Raquel harus menjaga sikapnya. Kemarin aku diam saat dia memperlakukanku seperti itu. Karena aku masih punya harga diri dan menjaga nama Aldo. Tetapi mungkin jika dia melakukan itu lagi kepadaku. Mungkin aku akan kehilangan kesabaran," ucap Tari panjang lebar.


Sepanjang Tari bicara. Cherry hanya diam saja. Dia malah schock mendengar omongan Tari yang tidak biasanya sehingga Cherry tidak bisa berkutik sama sekali.


" Jadi aku mohon. Mengertilah. Kalau begitu aku permisi dulu," ucap Tari berdiri dari tempat duduknya dan melangkah pergi.


" Apa kamu menyukai Aldo?" tanya Cherry to the point langsung menghentikan langkah tari. Tetapi Tari tidak menjawab dan tetap melanjutkan langkahnya meninggal Cherry yang tidak mendapatkan jawaban apa-apa.


" Ada apa ini. Tidak mungkin Tari menyukai Aldo," ucap Cherry yang seketika cemas.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2