DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 112 bercerita menahan sakit


__ADS_3

Setelah berkunjung ke makam sang mama Cherry melanjutkan ngadate bareng papanya. Mereka makan di Restaurant Favorite mereka.


Cherry memesan semua makanan favorite nya. Dia sangat lahap makan di depan papanya. Sambil menahan sakit di dadanya. Cherry terus mengoceh kepada papanya. Bercerita kepada papanya.


Layaknya seperti ciri-ciri orang yang mau pergi. Makan dengan banyak dan ada saja yang di ceritakan dan terkadang obrolan itu melantur.


Laskarta hanya mendengarkan putrinya yang bercerita sambil menahan sesak di dadanya. Dia harus tersenyum walau sangat sakit. Berpura-pura kuat itu adalah hal yang menyakitkan.


" Hmmm seandainya masih banyak waktu Cherry ingin makan di sini lagi," ucap Cherry membuang perlahan napasnya kedepan.


" Kita akan makan di sini lagi. Kamu masih banyak waktu," sahut Laskarta dengan yakin.


" Tidak pa," sahut Cherry.


" Cherry!" tegur Laskarta lembut.


" Cherry sudah punya pacar pa. Jadi maaf. Karena waktu Cherry akan habis untuk pacar Cherry," sahut Cherry dengan tawanya yang khas. Laskarta tersenyum mendengar alasan Cherry.


" Jadi Verro sudah jadi pacar kamu?" tanya Laskarta dengan wajahnya merenggut. Dengan cepat Cherry mengangguk.


" Pantesan kamu sering senyum-senyum. Ternyata Verro sudah merebut hati kamu," ucap Laskarta.


" Papa benar! papa mau tau tidak bagaimana dan di mana Verro nembak Cherry?" ucap Cherry yang seakan ingin pamer.


" Papa tidak mau tau, papa akan cemburu jika mendengarnya. Jadi jangan kasih tau," sahut Laskarta ngambek.


" Papa," ucap Cherry dengan nada di ayun.


" Baiklah sayang. Ceritakan papa ingin mendengarnya," ucap Laskarta dengan senyumnya. Cherry juga langsung tersenyum lebar.


" Verro nembak Cherry saat kegiatan Study tour


Sewaktu kita lagi satu team untuk mengambil bendera. Verro mengatakan cinta untuk Cherry dan dia sangat romantis," Cherry menjelaskan dengan wajah yang penuh berbunga-bunga sampai rasa sakit yang di tahannya tidak terlihat.


Laskarta menyimak semua curahan hati putrinya yang benar-benar bahagia dengan hubungannya dengan Verro.


" Dari dulu aku percaya. Jika cuma kamu yang bisa membuat Cherry bahagia. Maaf Verro kamu harus seperti om. Akan merasakan sakit kehilangan orang yang kita cintai dengan waktu yang sangat cepat. Om tau kamu sangat mencintai Cherry. Dia begitu bahagia bisa bersama kamu," batin Laskarta tersenyum menyimpan kesedihan. Melihat Cherry yang terus bercerita mengenai Verro.


Cherry dan Laskarta melanjutkan makan mereka. Setelah selesai makan. Ayah dan anak itu melanjutkan jalan-jalan berduaan dengan tangan bergandengan.


Jalan-jalan ke mall, bermain game, menonton bioskop. Makan lagi, membeli beberapa barang-barang unik. Laskarta memang menghabiskan semua waktunya untuk Cherry.


***********


Jam 7 malam Raquel baru selesai latihan berenang. Ekskul berenang memang sampai malam hari. Raquel yang masih berpakaian berenang ke luar dari kolam renang dengan menggoyang-goyangkan kepalanya.


Setelah selesai dari kolam renang Raquel langsung pergi keruang ganti pakaian untuk mengganti pakaiannya.


Ternyata Selina dan Mitha juga ada di sana dan melakukan hal yang sama mengganti pakaian. Selina dan Mitha juga mengikuti ekskul yang sama.


Raquel hanya melihat 2 temannya itu. Tampaknya Raquel tidak peduli dan langsung menuju lokernya mengambil pakaiannya.

__ADS_1


" Kenapa lo berubah?" tanya Mitha.


" Aku tidak berubah," jawab Raquel santai.


" Tapi kenapa lo belain Azizi kemarin juga lo nggak jadi nuntut dia?" tanya Mitha


" Aku tidak membelanya. Aku hanya tidak suka ribut dan mendengar kericuhan. Lagi pula dia sudah di keluarkan kan. Jadi untuk apa membahasnya dan apa yang aku lakukan tidak berpengaruh," ucap Raquel.


" Dulu lo suka kericuhan kenapa sekarang berubah," sahut Selina.


" Itu dulu," jawab Raquel santai.


" Ya itu berati sama saja lo sudah berubah dan tidak ikut kita," ucap Mitha.


" Benar Raquel lo sekarang nggak kayak dulu lagi," sambung Selina membenarkan.


" Baguslah jika seperti itu. Bukankah itu hal bagus untukku walau tidak bagus untuk kalian ber-2," ucap Raquel melihat temannya secara bergantian.


" Lo pengen jadi orang baik," sahut Mitha sinis.


" Apa selama ini aku jahat." tanya Raquel dengan santai.


" Iya. Aku menyadari jika selama ini aku memang jahat. Aku melakukan banyak kesalahan. Ini, itu dan membuat keonaran yang pasti membuat orang-orang membenciku. Tetapi apa salahnya jika aku mengurangi hal itu. Supaya mendapat kenyamanan," ucap Raquel mengatakan dengan terus terang.


" Lo nggak nyaman berteman dengan kita," sahut Selina.


" Tidak," jawab Raquel jujur.


" Raquel," ucap Mitha menekan suaranya.


" Iya kita memang bukan teman," sahut Mitha menegaskan membuat Raquel tersenyum tipis.


" Lo temanan aja sama orang-orang itu. Dan juga cowok yang lo taksir," ucap Mitha dengan sinis membuat Raquel melihat Mitha.


" Apa maksud kamu?" tanya Raquel kaget.


" Lo berubah karena lo suka kan sama Aldo dan lo melakukan hal-hal yang tidak pernah lo lakuin karena rasa suka lo sama Aldo. Lo pengen di cap baik sama dia," ucap Mitha dengan sinis.


" Bahkan saat Fiona mengatakan Aldo dalang semuanya. Lo sengaja nutupi dari kita. Lo juga melindungi dia. Tetapi untung sih bukan dia dalangnya jika memang dia mungkin akan lebih parah dari Azizi," lanjut Mitha dengan sinis. Raquel hanya terdiam.


" Fiona. Apa dia lagi yang membuat ulah," batin Raquel.


" Jadi benar lo suka sama Aldo dan berubah hanya karena dia? tanya Selina memastikan


" Aku rasa itu bukan urasan kalian," jawab Raquel mengambil pakaiannya dari dalam loker dan langsung pergi kekamar mandi.


" Dia benar-benar berubah dan tidak mau berteman dengan kita karena Aldo," gumam Mitha menyayangkan hal itu.


" Biarkan saja. Dia selalu ingin menjadi orang baik," sahut Mitha dengan kesal.


Ternyata di sisi lain Aldo mendengar percakapan itu. Aldo yang tidak sengaja lewat mendengar suara Raquel. Langkahnya terhenti karena hal itu.

__ADS_1


Aldo juga dapat mendengar semuanya. Aldo tersenyum tipis dengan apa yang di dengarnya.


*********


Verro, Vandy dan Varell sama-sama keluar dari ruangan V3. Mereka sepertinya ingin pulang setelah melakukan banyak kegiatan di luar jam pelajaran sekolah.


" Bagaiman bokap lo apa pernah nyariin lo?" tanya Vandy sambil berjalan.


" Mana mungkin dia nyariin. Lagian dia juga tidak peduli," jawab Verro yang sudah yakin.


" Jadi lo nggak akan pulang lagi?" tanya Varell.


" Kenapa lo bosan kalau gue lama-lama di rumah lo," sahut Verro.


" Iya gue bosan," ucap Varell dengan wajah serius. Tetapi serius pasti bercandaan kok.


" Sialan lo," sahut Verro kesal.


" Terus apa rencana lo?" tanya Vandy.


" Nggak ada rencana. Lagi pula ngapain juga punya rencana. Varell masih sanggup nanggung hidup gue," sahut Verro santai.


" Sialan...lo," sahut Varell kesal. Membuat Vandy tertawa.


" Sudah lah ayo kita balik," ujar Vandy. Mereka pun berjalan menuju parkiran. Mereka mendekati mobil mereka masing-masing


Dratt Dratt Dratt ponsel Verro tiba-tiba berdering saat ingin memasuki mobilnya. Verro langsung mengambil dari saku celananya. Verro melihat panggilan masuk dari Laskarta.


" Tumben banget," lirih Verro.


" Siapa Verro?" tanya Vandy.


" Papa Cherry," jawab Verro langsung mengangkat.


" Hallo Om," sapa Verro.


Saat Laskarta bicara wajah Verro berubah menjadi terkejut. Bahkan matanya memerah dan tangannya bergetar saat memegang ponsel itu membuat Varell dan Vandy saling melihat.


" Apah," lirih Verro membuat ponsel itu jatuh.


" Verro ada apa?' tanya Varell langsung mendekati temannya. Melihat Verro yang panik.


" Verro kenapa?" tanya Vandy yang tidak kalah khawatirnya.


" Cherry masuk rumah sakit," lirih Verro.


" Aku harus kesana," Verro yang sudah panik langsung memasuki mobilnya. Tetapi di cegah Varell.


" Aku yang nyetir. Nggak bagus. Kau menyetir dalam keadaan seperti ini," ucap Varell mengambil keputusan. Verro mengangguk dan cepat-cepat masuk mobil.


" Aku akan nyusul," sahut Vandy yang juga masuk mobilnya.

__ADS_1


Mereka pun akhirnya langsung pergi. Kerumah sakit di mana Cherry di larikan. Verro jelas sangat panik dengan berita yang menimpa Cherry.


Bersambung......


__ADS_2