DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 335 saling membutuhkan.


__ADS_3

Cherry dan Verro pun akhirnya melakukan pemeriksaan ulang. Verro dan Cherry sama-sama berada di atas kursi roda yang di dorong oleh 2 suster. Di mana pasangan suami istri itu melakukan pemeriksaan serius pada Cherry dan Verro.


Setelah melakukan pemeriksaan Cherry dan Verro masih duduk di atas kursi roda dan berhadapan dengan Dokter senior di rumah sakit itu.


" Bagaimana ke adaan istri saya?" tanya Verro yang lebih mementingkan kondisi sang istri.


" Bu Cherry masih terdapat masalah di bagian tulang kakinya. Sehingga membuat Bu Cherry tidak bisa berjalan," ucap Dokter yang membuat Cherry terkejut.


" Apa saya akan lumpuh?" tanya Cherry memastikan.


" Ini bukan lumpuh permanen Bu Cherry. Yang mana kondisi bu Cherry akan membaik. Setelah melakukan banyak tetapi. Jadi jangan khawatir. Bu Cherry bukan lumpuh. Kondisi ini tidak lama," jelas Dokter. Verro memegang tangan Cherry dengan erat.


" Aku akan merawatmu. Kamu jangan khawatir. Kamu tidak akan lumpuh," ucap Verro meyakinkan istrinya. Cherry mengangguk dan merasa lega. Karena ada Verro jelas dia sangat lega.


" Lalu suami saya bagaimana?" tanya Cherry yang juga khawatir dengan Verro karena tangan Verro masih menggunakan gif yang di kalungkan di lehernya untuk menahan tangannya.


" Dokter Verro mengalami pergesaran tulang di tangan kanannya. Tapi sama seperti Bu Cherry. Dokter Verro juga akan semakin membaik. Pemulihannya akan semakin cepat jika kalian rutin menjalankan terapi," ucap Dokter menjelaskan dengan detail.


" Terimah kasih Dokter?" sahut Verro.


" Sama-sama Dokter. Hmmm perawat akan memindahkan Dokter Verro dan Bu Cherry kedalam ruang perawatan," ucap Dokter.


" Beri kami satu kamar," sahut Verro yang tidak ingin berpisah dari istrinya.


" Hmmm, baiklah, siapkan kamar untuk Dokter Verro dan istrinya dengan ranjang dua," perintah Dokter pada perawat.


" Jangan ranjang dua," sahut Verro, " berikan satu untuk kami berdua," ucap Verro request. Bukan hanya tidak ingin berpisah dengan istrinya. Verro juga tidak mau berpisah tempat tidur dengan istrinya.


" Dokter mengangguk tersenyum. Tidak ada yang salah sih. Mereka suami istri dan sakit mereka juga bukan menular. Jadi d


tidak ada yang salah.


" Lalukan apa yang di katakan Dokter Verro!" perintah Dokter. Perawat mengangguk Cherry dan Verro saling melihat dengan tersenyum bahagia.


************

__ADS_1


Setelah melakukan pemeriksaan secara serius. Verro dan Cherry sudah berada di dalam kamar perawatan di atas tempat tidur di mana, mereka berdua saling berhadapan dengan makanan di tengah yang di beri meja kecil.


Tangan Verro yang tidak bisa di gerakkan bagian kananya membuat Cherry harus menyuapi suaminya itu dengan pelan.


" Enak?" tanya Cherry. Verro mengangguk dan mendekatkan diri pada istrinya mencium kening istrinya membuat Cherry tersenyum.


" Makasih, sudah menyuapiku," ucap Verro. Cherry mengangguk. Cherry melanjutkan menyuapi suaminya dan juga pasti makan untuk dirinya sendiri juga.


Istrinya yang menyuapinya tidak membuat Verro berhenti untuk menatap Cherry. Mereka sama-sama tertidur lama dan pasti sangat merindukan istrinya itu.


" Maafkan aku Cherry!" ucap Verro.


" Apa lagi yang harus di maafkan. Bukannya masalahnya sudah selesai. Bukannya kita sudah membahasnya," sahut Cherry yang tampak ingin melupakan semua kejadian itu.


" Apapun itu. Aku tetap meminta maaf padamu. Aku sudah menyakitimu dan membuat mu seperti ini," ucap Verro.


" Aku sudah memaafkan mu Verro. Aku juga meminta maaf. Karena tidak mempercayaimu. Aku terlalu emosi. Aku tidak bisa mengendalikan diriku dan juga akhirnya membuatmu seperti ini," ucap Cherry yang juga merasa bersalah.


" Iya, sayang. Kita sudah saling memaafkan. Ini pelajaran untuk kita ber-2. Untuk saling mengerti kedepannya dan mari kita perkokoh lagi tembok rumah tangga kita berdua," ucap Verro.


" Iya. Jangan kita biarkan ada yang meruntuhkan tembok itu lagi," sahut Cherry.


" Kamu juga, berhati-hati jika mengejarku. Aku tidak ingin kamu di penuhi darah. Aku takut," ucap Cherry yang tidak kalah khawatirnya.


" Iya sayang," sahut Verro dan kembali mencium kening istrinya. Cherry tersenyum. Dan kembali menyuapi suaminya. Suami istri itu melanjutkan makan mereka setelah hati mereka sama-sama berdamai dengan baik.


Akhirnya mereka selesai makan. Tanpa bantuan suster. Setelah makan Verro yang membereskan piring-piring dari atas meja menggunakan tangan kirinya.


" Verro!" tegur Cherry.


" Ada apa?" tanya Verro yang berdiri di depan nakas.


" Aku mau ke toilet. Kamu panggilan suster ya," ucap Cherry. Karena dia memang tidak bisa berjalan dan butuh suster. Namun Verro berjongkok membelakangi Verro.


" Naiklah kepunggungku. Aku akan mengantarkan mu ke toilet," ucap Verro.

__ADS_1


" Mana mungkin kan kamu sakit. Bagaimana jika terjadi sesuatu," ucap Cherry dengan gelisah.


" Tidak akan terjadi sesuatu. Tanganku yang tidak bisa digerakkan bukan punggungku. Jadi naiklah," ucap Verro.


" Tetap saja itu akan bahaya. Aku tidak mau," ucap Cherry yang menolak.


" Sudah jangan membantah. Ayo cepat naik. Nanti kamu jadi pipis di ranjang," sahut Verro. Cherry yang ragu pun akhirnya mau tidak mau akhirnya naik ke punggung suaminya dan Verro memang kuat dan langsung berdiri membawa istrinya kekamar mandi.


Verro mendudukkan Cherry di atas closet dengan pelan. Cherry tersenyum yang mana suaminya ternyata mampu membawanya kekamar mandi.


" Aku bisakan?" tanya Verro.


" Iya kamu benar, kamu bisa di andalkan," ucap Cherry. Verro tersenyum mendengarnya.


" Lalu kamu ngapain masih di sini. Aku kan mau pipis," ucap Cherry.


" Ya lalu. Kenapa kalau aku ada di sini. Apa aku tidak boleh menemanimu?" tanya Verro.


" isssss, jangan kamu ini apa-apaan. Aku malu. Jadi sana kamu keluar, nanti kalau sudah siap aku akan memanggilmu," ucap Cherry.


" Baiklah, aku tunggu di luar," ucap Verro. Cherry mengangguk tersenyum


Pasangan itu menjadi satu kesatuan yang saling membutuhkan satu sama lain. Tangan Verro yang bermasalah membuat Cherry yang mengambil tindakan untuk menyuapi suaminya dan bagian Verro yang membereskan.


Karena Cherry yang tidak mampu untuk berjalan dan juga di bantu Verro untuk kekamar mandi. Mereka berdua tidak membutuhkan suster. Meski sama-sama memiliki kekurangan satu sama lain. Tapi nyatanya mereka mampu tanpa bantuan orang lain.


Dan sekarang pasangan suami istri itu sudah berada di atas ranjang. Di mana Cherry berada di dada bidang suaminya yang bermanja pada Verro yang pasti sudah lama mereka tidak tidur berpelukan seperti itu.


" Kita tidur," ucap Verro.


" Aku belum mau tidur," sahut Cherry.


" Lalu?" tanya Verro.


" Aku masih ingin bercerita banyak," sahut Cherry mengangkat kepalanya.

__ADS_1


" Kalau begitu katakan. Apa yang ingin kamu ceritakan?" tanya Verro yang ingin mendengarkan Cerita Cherry. Verro tersenyum dan ingin mendengarkan cerita istrinya itu.


Bersambung


__ADS_2