DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 193 membawanya pulang.


__ADS_3

Verro membawa Cherry pulang kerumahnya dan sekarang sudah berada di dalam rumahnya. Verro membawanya masuk kekamarnya. Kamar yang pernah di datangi Cherry sebelumnya.


Meski sudah pernah ada di dalam kamar itu. Tetapi Cherry benar-benar masih canggung. Dan bahkan terlihat gelisah. Verro yang sedari tadi menggenggam tangannya membawanya ke sisi ranjang dan Cherry duduk di sana.


Verro berdiri dan terlihat berjalan menuju nakas dan membuka nakas. Dan mengambil sesuatu dari dalam laci yang tak lain adalah kotak obat. Verro kembali mendekati Cherry dan duduk di samping Cherry.


Memegang bahu Cherry untuk menghadapkan kearahnya. Agar dia mudah mengobati luka di wajah istrinya itu. Cherry masih terlihat diam-diam saja. Sementara Verro sudah mulai mengambil salah satu botol kecil yang kemungkinan alkohol memberikan pada kapas dan langsung membuat pada luka Cherry.


" Auhhh," lirih Cherry merasa perih saat kapas itu menyentuh ujungnya.


" Maaf, jika aku tidak pelan-pelan," ucap Verro dengan lembut merasa bersalah pada Cherry.


" Tidak apa-apa," jawab Cherry menahan sakit.


" Aku akan lebih pelan lagi, aku tidak akan membuatmu kesakitan," ucap Verro lembut. Cherry menganggukan kepalanya. Verro tersenyum tipis. Lalu kembali melanjutkan pekerjaannya mengobati Cherry dengan lembut.


Cherry melihat Verro dengan dalam. Dia merasakan debaran jantungnya yang tidak biasa. Menatap dalam-dalam Pria itu. Pria yang selalu muncul dalam ingatannya dan ternyata adalah suaminya.


Tangan Cherry bergerak memegang pipi Verro mengusap lembut sampai membuat Verro menoleh ke arahnya dan menghentikan pekerjaannya. Sekarang sudah ke-2 tangan Cherry yang berada di wajah Verro. Meraba-raba layaknya dia seperti orang buta tanpa melepas pandangannya dari Verro.


" Kamu adalah Verro ku, sahabatku, kekasihku. Yang juga suamiku," ucap Cherry meneteskan air matanya.


" Iya kamu benar, aku adalah suamimu, kita menikah 7 tahun lalu, apa kamu mengingatnya?" tanya Verro.


" Aku melihat diriku memakai gaun pengantin dan aku melihatmu berjas putih datang menghampiriku dan kita duduk berdampingan. Lalu kau berjabat tangan dengan seseorang. Apa itu pernikahannya?" tanya Cherry. Verro tersenyum mendengarnya.


" Kamu benar, itu pernikahannya. Kamu dan aku yang menikah," jawab Verro.


" Verro, kenapa aku bisa melupakan semuanya. Kenapa aku tidak bisa mengingat semuanya. Kenapa semuanya harus muncul sepotong-sepotong. Kenapa tidak sempurna," ucap Cherry yang ingin mengingat semuanya. Sampai dia menahan sakit di kepalanya. Agar kembali mengingat semuanya.


" Cherry, aku akan membuatmu, mengingat semuanya. Aku tidak akan membiarkan kamu melupakan kenangan kita. Walau sekecil apapun. Kamu harus bersabar dan memaksakan diri. Karena aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu. Aku tidak ingin kamu sampai kenapa-kenapa," ucap Verro memegang pipi Cherry berusaha meyakinkan Cherry. Bahwa Cherry pasti mengingat semuanya.


" Tapi aku ingin Ingat secepatnya. Aku tidak mau tidak mengingat apapun. Aku ingin Ingat semuanya," ucap Cherry yang terus memaksakan diri.


" Pasti akan secepatnya. Kamu harus sabar ya," ucap Verro. Cherry mengangguk.


" Ya sudah, sekarang kamu istirahat," ucap Verro memebelai rambut Cherry.

__ADS_1


Cherry mengangguk. Verro membantu Cherry untuk merebahkan dirinya di atas tempat tidur. Setelah Cherry berbaring lurus. Verro menarik selimut sampai kedada Cherry.


" Kamu istirahatlah, aku keluar dulu," ucap Verro lalu melangkah pergi. Tetapi Cherry langsung menahan tangannya.


" Kamu mau kemana?" tanya Cherry.


" Aku mandi dulu," jawab Verro.


" Lalu apa kamu akan kembali kemari lagi?" tanya Cherry yang tampaknya tidak ingin Verro pergi darinya.


" Iya aku akan kembali lagi," jawab Verro dengan tersenyum tipis.


" Kalau begitu. Aku keluar dulu ya, kamu istirahatlah," ucap Verro. Cherry mengangguk. Verro pun melangkah berat, tangan Cherry tampak susah lepas dari Verro. Tetapi dia tidak mungkin menahan Verro.


" Apa yang terjadi kepadaku. Kenapa aku tidak bisa mengingat semuanya. Kenapa kenangan bersama Verro hilang begitu saja, aku tidak ingin melupakan kenangan itu. Aku ingin mengingatnya," batin Cherry yang terus berusaha untuk mengingat kebersamaannya bersama Verro.


*********


Verro keluar dari kamar dan langsung menuruni anak tangga. Di bawah. Ternyata di ruang tamu sudah ada, Varell, Vandy, Raquel, Sasy, Nadya, Aldo dan Toby. Karena penasaran dengan kondisi Cherry. Akhirnya merekapun menyusul Kerumah Verro.


" Kalian," ucap Verro terkejut melihat ke kedatangan teman-temannya. Mereka pun langsung berdiri dengan cepat.


" Dia sedang istirahat," jawab Verro.


" Lalu apa kepalanya masih sakit?" tanya Sasy.


" Duduklah kembali!" ucap Verro dengan serius yang tampaknya ingin mengobrol dengan teman-temannya.


Teman-temannya pun akhirnya duduk dan kembali di tempat mereka masing-masing.


" Apa yang terjadi dengan Cherry sebenarnya. Kenapa dia bisa sampai lupa ingatan paramanen seperti itu?" tanya Vandy.


" Selama ini dia mengkonsumsi obat yang katanya vitamin yang bisa membuat salah satu sarafnya tidak berfungsi dan membuatnya lupa dengan masa lalunya," jelas Verro.


" Bayu benar-benar keterlaluan. Dia bisa-bisanya melakukan itu pada Cherry, sampai-sampai Cherry tidak mengingat siapapun," sahut Sasy yang tampak kesal.


" Lalu apa Cherry bisa sembuh total?" tanya Nadya.

__ADS_1


" Dia akan sembuh pelan-pelan. Karena beberapa ingatannya sudah kembali. Tetapi dia yang memaksakan dirinya untuk mengingat semuanya. Justru sangat membahayakan pada kepalanya. Dia mengalami pendarahan otak dan justru kondisinya bisa semakin parah," jawab Verro.


" Apa itu juga yang di lakukan Selina, makanya dia sampai separah itu," sahut Raquel.


" Salah satunya. Selina terlalu memaksakan dirinya sampai saraf Cherry tidak mampu menerimanya dan akhirnya mengalami pendarahan. Ini bukan hanya sekali terjadi pada Cherry. Tetapi sebelum ini dia juga mengalaminya dan seperti yang aku katakan jika terus seperti lama kelamaan saraf nya. benar-benar akan mati dan bahkan bisa membahayakan nyawanya," jelas Verro.


" Ya ampun. Kasihan sekali Cherry, mengalami hal seperti itu," sahut Nadya iku prihatin sedih dengan nasib temannya.


" Apa itu artinya, kita tidak boleh memaksakan Cherry untuk mengingat semuanya?" tanya Toby.


" Iya, kita harus pelan-pelan melakukannya. Jangan memaksanya. Kita harus banyak bersabar. Cherry akan mendapat pengobatan dari medis dan pastinya pengobatan dari kita semua yang selalu bersamanya yang mengingatkannya dengan secara perlahan dan dia akan sembuh secepatnya," ucap Verro dengan yakin.


" Iya benar, cara itu memang yang akan bisa menyembuhkannya. Kita hanya perlu bersabar dan ada di sisinya," sahut Varell yang setuju.


" Lalu bagaimana dengan om Laskarta?" sahut Sasy bertanya. Semua tampak diam.


" Cherry lupa ingatan dan Cherry belum mengingat om Laskarta. Bagaimana jika menanyakan itu nanti?" ucap Sasy lagi.


" Itu yang aku takutkan. Jika ingatannya sudah kembali sempurna. Dia akan tau jika papanya sudah tidak ada dan mungkin dia akan sangat hancur," sahut Toby yang sudah memikirkan hal itu sejak lama.


" Hhhhhh. Kalian jangan khawatir. Aku tidak akan membiarkan Cherry terluka, aku menjelaskan kepadanya tanpa membuatnya merasa bersalah," ucap Verro yang juga kepikiran dengan masalah itu.


" Iya semoga saja dia bisa menerimanya dengan lapang dada," sahut Vandy.


" Amin," jawab semuanya dengan serentak.


" Lalu bagaimana dengan Bayu apa dia sudah di proses?" tanya Verro


" Kamu tenang saja Verro, polisi sedang mengintrogasi Bayu. Jadi jangan khawatir semua akan baik-baik saja," sahut Aldo.


" Semoga saja dia mendapat hukuman yang berat," sahut Sasy yang mempunyai dendam pada Bayu.


" Pasti," sahut Aldo.


" Sudahlah, biarkan Bayu di urus sama polisi. Fokus kita adalah Cherry bukan siapa-siapa," sahut Verro.


" Iya setuju," sahut Raquel.

__ADS_1


" Aku sangat berharap Cherry bisa sembuh kembali," batin Sasy penuh dengan harapan.


Bersambung....


__ADS_2