DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 205 surat dari papa.


__ADS_3

Pagi hari kembali tiba. Cherry masih tertidur lelap. Sementara Verro sudah bangun dan masih berada di samping Cherry dengan berbaring miring menghadap Cherry.


Dengan mengusap-ngusap rambut Cherry yang tertidur lelap. Sesekali Cherry bergeser dan menenggelamkan wajahnya di dada suaminya. Dia semakin nyenyak tidur dengan rangkulan sang suami.


Sementara Verro pasti tidak tenang tidur tadi malam. Karena pikirannya yang tidak tenang dan apa lagi kalau bukan masalah Cherry yang bertanya masalah papanya. Jelas pertanyaan itu membuatnya kepikiran dan pasti lebih kepikiran masalah perasaan Cherry.


Verro mencium lembut kening Cherry dengan matanya yang berkaca-kaca. Belum menceritakan yang sebenarnya pada istrinya. Dia sudah sedih dan takut istrinya kenapa-kenapa. Apa lagi menceritakannya. Dia tidak dapat membayangkan apa lagi yang akan terjadi.


Tiba-tiba Cherry terbangun dan membuka matanya perlahan dan langsung melihat wajah suaminya. Verro langsung tersenyum untuk menutup kesedihannya. Cherry juga tersenyum. Ketika bangun melihat wajah tampan suaminya.


" Morning," ucap Cherry dengan suaranya yang serak khasnya bangun tidur.


" Morning," sahut Verro mencium bibir Cherry lembut.


" Kamu tidak siap-siap. Bukannya kamu bilang hari ini ada operasi pagi?" tanya Cherry yang mengingat kata-kata suaminya tadi malam.


" Hmmm, kamu benar. Tapi aku ingin menunggumu bangun, baru aku akan kerumah sakit," ucap Verro.


" Aku sudah bangun jadi mandilah. Kamu harus siap-siap untuk kerumah sakit. Nanti kamu telat," ucap Cherry.


Verro mengangguk-angguk dan kembali mencium lembut kening istrinya.


" Lalu bagaimana dengan kamu. Kamu ikut denganku Kerumah sakit. Atau di rumah saja?" tanya Verro.


" Boleh tidak kamu mengantarku ketempat mama Karina dan juga menemui Tari. Aku ingin bicara dengan mereka dan menanyakan kenapa aku bisa bersama mereka. Aku ingin mengetahui semuanya dengan jelas," ucap Cherry.


Permintaan Cherry. Jelas membuat Verro kaget. Dia sangat berharap apa yang di bicarakan Cherry tadi malam benar-benar terlupakan. Tetapi malah makin parah dan sekarang Cherry malah ingin menemui Karina dan juga Tari.


" Apa ini sudah waktunya, apa Cherry akan kuat dengan semua ini. Apa dia tidak akan apa-apa," " batin Verro yang merasa tidak akan bisa menyembunyikan apa-apa lagi dari istrinya. Dia juga masih ragu apakah harus memberitahukan sekarang atau masih harus menunda lagi.


" Verro kamu mau kan mengantarku menemui mama Karina dan juga Tari?" tanya Cherry memastikan suaminya. Verro melihat wajah istrinya yang terlihat sangat penuh harapan.


" Aku juga ingin tau di mana papa. Aku heran saja kenapa papa tidak menemuiku. Apa papa tidak menyayangiku lagi," ucap Cherry lagi. Verro semakin tidak bisa menahan kesedihannya dengan kata-kata Cherry.

__ADS_1


" Kamu taukan di mana papa?" tanya Cherry. Verro tersenyum mengangguk. Cherry juga tersenyum mendengarnya. Karena suaminya yang mengetahui keberadaan sang papa yang sangat di rindukannya.


" Kalau gitu bawa aku menemuinya. Kita kasih papa kejutan. Dia juga pasti berpikiran jika aku melupakannya. Jadi kita temui dia diam-diam dan kasih papa kejutan," ucap Cherry dengan semangat. Sementara Verro tersenyum menahan dirinya agar tidak menangis.


Tetapi karena tidak tahan akhirnya dia memeluk Cherry dan meneteskan air matanya. Sementara Cherry yang berada di dalam dekapan itu heran dengan pelukan Verro yang terlihat bergetar.


" Ada apa Verro?" tanya Cherry yang merasakan ada yang aneh dengan Verro.


" Tidak apa-apa, aku hanya ingin memelukmu," jawab Verro dengan memeluk erat tubuh Cherry.


" Aku juga ingin memelukmu," ucap Cherry yang juga memeluk erat suaminya.


" Kita akan menemui papa, setelah itu. Kita akan menemui ibu Karina dan juga Tari. Kita akan menemui mereka, agar apa yang kamu pikirkan semuanya selesai," ucap Verro yang sepertinya sangat yakin akan mengungkap kebenaran pada Cherry.


" Makasih," sahut Cherry dengan semangatnya dengan wajahnya yang sangat bahagia.


" Tapi kita harus Kerumah sakit dulu. Aku akan memeriksa kesehatanmu terlebih dahulu," ucap Verro yang ingin tau perkembangan istrinya.


" Oke, tidak masalah. Aku yakin jika aku pasti sudah sembuh," jawab Cherry dengan senang hati.


" Ya Allah. Aki mohon berikan istriku kekuatan untuk menghadapi semua ini. Aku tidak tau apa dia akan kuat untuk hal ini. Aku berserah diri padamu. Aku hanya ingin memberinya kebahagian. Bertanggung jawab atas dirinya," batin Verro yang merasa tidak tenang.


Tetapi dia yakin akan mengungkap kebenarannya. Karena tidak mungkin semuanya terus di sembunyikan.


*********


Cherry sedang siap-siap di kamar. Sementara Verro yang sudah siap menunggu di ruang tamu Verro duduk di sofa dan mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya yang seperti amplop putih.


Flashback


" Maafkan saya dengan semua yang saya lakukan kepada Cherry. Saya sudah memisahkan kalian berdua, saya menyadari kesalahan saya dan tidak seharusnya saya melakukan hal itu," ucap Karina dengan penuh penyesalan dengan semua tindakannya.


" Tidak ada gunanya meminta maaf, semuanya sudah terlanjur. Apa yang terjadi tidak akan mengubah apapun, jadi percuma saja meminta maaf," sahut Verro.

__ADS_1


" Ini," Karina memberikan Verro amplop putih, " seharusnya 7 tahun lalu saya memberikan ini. Ini adalah surat dari Laskarta untuk kamu," lanjut Karina menjelaskan apa yang di berikannya. Dengan perlahan Verro pun mengambilnya.


Flass on.


Verro memegang surat pemberian dari Laskarta yang di titip kan pada Karina. Verro menoleh kebelakang melihat kearah tangga yang sama sekali tidak memperlihatkan Cherry yang sepertinya Cherry masih siap-siap.


Dengan perlahan Verro membuka surat itu. Surat yang memang belum sempat di bacanya.


..." Verro, Om tau kamu sangat mencintai Cherry. Om titip Cherry pada kamu. Cherry selalu mengatakan jika kamu adalah Pria yang di cintainya. Dia mengatakan ingin hidup lebih lama. Agar bisa membalas kebaikan kamu. On tidak bisa melakukan hal banyak kepada Cherry. Dia selalu menderita sakit. Dan kamu selalu ada bersamanya. Kamu lebih sering melihatnya kesakitan. Kamu lebih tau apa yang di rasakannya. Kamu lebih tau tentang dia. Karena memang kamu sangat begitu tulus kepada Cherry. Hati kamu yang benar-benar sepenuhnya untuk Cherry....


...Operasinya di tunda, karena Cherry tidak mendapatkan Donor dan memutuskan untuk memberikan jantung Om padanya. Agar dia bisa tetap hidup dan bisa bersama kamu. Om melakukan itu jelas bukan tanpa alasan. Om melakukan itu. Karena Om percaya kamu akan terus menjaganya mencintainya dan Om yakin kamu tidak akan pernah meninggalkannya....


...Verro, titip Cherry, jangan biarkan dia menangis. Peluk dia seperti biasa. Karena dia akan tenang jika mendapat pelukan. Om serahkan semuanya kepada kamu. Kamu tau bagaimana cara membahagiakan Cherry. Jadi tolong terus ada di sisinya....


Mata Verro berkaca-kaca membaca surat dari Laskarta yang ternyata pesan untuk dirinya. Semua tanggung jawab Laskarta di serahkan kepada Verro dan sekarang Cherry benar-benar adalah tanggung jawabnya. Karena Cherry sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi.


" Aku pasti akan menjaganya. Aku tidak akan membuat om merasa sia-sia dengan apa yang Om lakukan. Pengorbanan Om tidak akan pernah sia-sia. Aku bisa memastikan hal itu," batin Verro yang berjanji pada dirinya. Jika tidak akan terus menjaga istrinya dan pasti selalu ada bersama Cherry.


Suara hentakan Heels membuat Verro tersentak kaget dan langsung buru-buru melipat surat itu dan memasukkannya kembali kedalam tasnya. Ketika mengetahui yang datang adalah Cherry.


Cherry yang tampak semangat, langsung menghampiri Verro dan duduk di samping Verro. Verro langsung memberikan senyuman yang paling manis.


" Aku sudah siap. Kita pergi sekarang?" tanya Cherry yang tampak semangat. Verro mengangguk-angguk.


" Kita sarapan dulu," ucap Verro yang sepertinya mengulur waktu.


" Baiklah," jawab Cherry yang tidak masalah. " Kita sarapan di mana?" tanya Cherry?"


" Kita sarapan di luar," jawab Verro.


" Oke. Kalau begitu tidak masalah," sahut Cherry dengan senyum cerianya.


" Ya sudah, ayo!" ajak Verro. Cherry mengangguk-angguk. Lalu mereka bergandengan tangan dan langsung pergi. Mungkin Cherry tampak semangat. Tetapi pasti berbeda dengan Verro yang terlihat tidak semangat.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2