DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 169 Kau yang jahat.


__ADS_3

Lama saling menatap dengan perasaan mereka masing-masing. Wajah yang saling berdekatan sehingga napas mereka saling menerpa satu sama lain.


Sampai Akhirnya Verro kembali tersadar dan langsung melepas tangannya dari pinggang Clara dengan cepat.


" Maaf," ucap Verro dengan suara seraknya dan terlihat menunjukkan kegugupannya. Sementara Clara hanya melihatnya dengan mengatur napasnya juga yang sedari tadi tertahan.


" Kenapa kau di luar, kembali lah kekamarmu. Kau masih dalam perawatan," ucap Verro tampak canggung dan bahkan berbicara tanpa melihat Clara.


Sangat jelas terlihat dia menghindari Clara. Pasti sangat berhubungan dengan kejadian di antara sia dan Clara.


" Aku ingin menemui seseorang. Makanya aku di luar," jawab Clara yang memang benar apa adanya.


" Jika ingin menemui orang lain. Suruh dia kekamarmu. Kau tidak perlu keluar," ucap Verro.


" Jika kamu bicara. Alangkah baiknya kamu melihatku, jangan berbicara tanpa melihatku," sahut Clara. Membuat Verro menelan salavinanya.


" Kenapa aku merasa. Jika kamu menghindariku," ucap Clara.


" Aku tidak pernah menghindarimu," sahut Verro membantah.


" Lalu kenapa bukan kau yang menanganiku lagi. Kenapa harus Dokter lain," ucap Cherry


" Aku seorang Dokter dan pasienku banyak. Bukan cuma kau. Jika aku tidak memeriksamu. Bukan berarti aku menghindarimu. Aku sedang menangani pasien lain. Jadi berpikiran yang aneh-aneh," ucap Verro yang sekarang sudah melihat Clara.


Tetapi tetap saja pandangan Aditya terlihat gelisah. Tidak berani menatap Clara. Tetapi Clara berbicara terus melihat Verro dan menatap matanya.


" Kembalilah kekamarmu. Jika masih ingin di rawat. Jangan membuat sulit para Dokter yang ada di sini. Bukan cuma kau pasien di rumah sakit ini," ucap Verro menegaskan.


" Satu lagi. Aku minta maaf atas yang terjadi tadi malam. Itu hanya kesalahan. Aku terbawa suasana. Jadi itu tidak berarti apa-apa untukku. Jadi lupakan kejadian itu," ucap Verro.


Clara bak di sambar petir saat mendengar kata-kata Verro yang sangat enteng keluar dari mulutnya. Membuat Clara benar-benar terluka. Bahkan matanya berkaca-kaca.


" Apa katanya melupakan. Apa dia sadar mengatakannya," batin Clara yang merasa sakit dengan perkataan itu.

__ADS_1


" Kau melakukannya tiba-tiba dan menghindariku setelah kejadian itu. Lalu menyuruhku melupakannya. Dengan alasan itu adalah kesalahan," ucap Clara yang seakan tidak terima dengan apa yang di katakan Verro yang melukai hatinya.


" Karena memang itu kesalahannya. Jadi jangan menggap itu hal lain. Tidak ada yang perlu di perpanjang. Kau dan aku hanya sebatas Dokter dan pasien dan yang terjadi malam itu hanya Kesalahan," ucap Verro menegaskan lagi kepada Clara.


" Jadi lupakan semuanya," lanjut Verro lagi yang membalikkan tubuhnya dan melangkah pergi.


" Kau melakukan itu. Karena kau menganggap aku istrimu," sahut Clara yang membuat langkah Verro terhenti.


Mendengar ucapan Clara membuat Verro kaget. Tidak percaya jika Clara akan mengatakan itu.


" Aku memang bukan Cherry istrimu dan aku sadar itu. Jika aku tidak mungkin menggantikan posisinya. Kau pikir aku suka dengan apa yang kau lakukan kepadaku. Kau melakukannya karena menganggapku orang lain. Apa kau tidak sadar jika kau sudah mempermainkan perasaanku. Kau melampiaskan kerinduanku pada istrimu kepadaku," ucap Clara.


Verro membalikkan tubuhnya dan melihat Clara yang sedari tadi berbicara.


" Apa yang kau katakan?" Tanya Verro yang terlihat menekan suaranya.


" Kau berciuman denganku. Seakan-akan kau merasa ciuman itu di dasari cinta. Kau melakukannya dengan tulus tanpa terlihat seperti kesalahn. Karena kau menganggap aku sebagai istrimu. Kau melakukan semua itu karena wajahku yang mirip dengan Cherry. Kau menatapku dengan tatapan yang penuh arti karena aku hanya mirip dengan Cherry. Kau selalu merasa bersalah kepada dia ketika kau tidak bisa mengendalikan perasaanmu perasaanmu kepadaku," ucap Clara.


Verro terdiam kata-kata Clara memang benar apa adanya. Dia menganggap Clara adalah istrinya dan Dia memang tidak pernah mengendalikan perasaan itu. Saat bersama Clara.


" Cukup! Hentikan bicaramu. Jangan membicarakannya. Kau tidak tidak punya hak untuk membicarakannya dan kau juga tidak punya hak untuk ikut campur urusanku," ucap Verro menekankan pada Clara.


" Aku tidak mencampuri urusanmu. Aku juga tidak tau apa-apa. Tetapi kau yang memulai semuanya. Dengan seenaknya kau mempermainkan perasaanku. Aku bisa melihat dari matamu. Jika kau sangat takut jika pada akhirnya kau menyukaiku," ucap Clara dengan menekan suaranya.


Verro mengepal tangannya saat mendengar itu dan langsung mendorong Clara sampai Clara terhimpit ketembok. Dengan tangan Verro yang memegang bahunya dan menundukkan pandangan menatap mata Clara dengan tajam.


" Jangan berpikir terlalu banyak. Aku sama sekali tidak punya perasaan apa-apa kepadamu. Meski kau mirip dengannya. Aku sama sekali tidak tertarik kepadamu. Karena kau tidak akan bisa menggantikan posisinya," tegas Verro pada Clara.


" Kau benar. Aku memang tidak bisa menggantikan posisinya. Tetapi kau sudah berusaha untuk menggantikan posisinya di hatimu," ucap Clara dengan yakin. Yang seakan menantang Verro.


" kau," geram Verro.


" Kasih aku alasan kenapa kau ingin mendonorkan darahmu kepadaku. Kau tidak ingin aku mati? atau kau takut jika akan kehilangan untuk yang ke-2 kalinya," tanya Clara. Verro terdiam tidak bisa menjawab pertanyaan Clara.

__ADS_1


" Asal kau tau Verro tanpa kau sadari. Jika kau sudah perlahan-lahan ingin menggantikan posisi istrimu. Kau tidak sadar semua yang kau lakukan kepadaku. Sangat berlebihan," ucap Clara mengingatkan Verro.


" Kau hanya berpikiran terlalu jauh. Aku tidak pernah mempunyai perasaan apa-apa kepadamu," ucap Verro menegaskan.


" Kau dengar Clara. Aku sudah mengatakan kepadamu. Lupakan semuanya. Baiklah jika kau tidak bisa melupakannya. Itu bukan salahku karena ciuman itu hal yang biasa. Dan bukannya kau mengatakan. Jika aku Dokter yang berbeda. Aku sangat memproritaskan kenyamanan pasien. Jika ciuman itu membuatmu nyaman. Maka itu adalah tugas Dokter dan jika ada pasien sepertimu lagi yang meminta hal itu mungkin akan aku lakukan," ucap Verro menegaskan membuat air mata Clara jauh-jauh.


" Verro," lirih Clara tidak habis pikir mendengar kata-kata itu.


Bisa-bisanya Verro mengatakan itu sebagai kenyamanan pasien. Clara seperti tidak punya harga diri. Verro melihat air mata itu dan langsung menurunkan tangannya dari bahu Clara.


" Kau sama seperti yang lainnya. Seorang pasien yang harus di beri kenyamanan. Jika pasien meminta hal yang lebih termasuk ciuman seperti yang aku lakukan itu adalah untuk menyamananmu," tegas Verro yang benar-benar menyakiti perasaan Clara.


Plakkkk.


Clara tidak bisa menahan dirinya. Melayangkan tangannya ke pipi Verro. Tamparan panas itu membuat wajah Verro miring kesamping dan kembali melihat Clara dengan matanya memerah.


" Kau sungguh kurang ajar. Kau anggap aku seperti apa. Apa aku ada memintanya padamu. Kau benar-benar benar-benar laki-laki yang paling kejam yang pernah ku temui," ucap Clara yang menekan suaranya.


" Baguslah jika kau sadar itu," sahut Verro dengan santai.


Lalu melangkah pergi meninggalkan Clara. Yang dada sesak dengan perkataan Verro yang sangat menyakitkan untuknya. Napasnya bahkan naik turun dengan perkataan itu.


" Verro kau benar-benar keterlaluan," batin Clara dengan kesulitan berucap dengan perkataan Verro yang sangat menyakitkan.


Ternyata di sisi lain di balik tembok. Sasy mendengarkan apa yang di katakan Verro dan Clara. Sasy yang menyandarkan tubuhnya di tembok sangat terkejut dengan obrolan itu.


" Clara sampai menampar Verro," gumam Sasy yang menutup mulutnya


" Mereka juga berciuman," ucap Sasy yang tidak habis pikir dengan hal itu.


" Clara juga tau mengenai Cherry. Dia bahkan menyadari. Jika Verro menganggapnya Cherry. Lalu ada apa dengan Verro. Kenapa dia sampai melewati batasnya. Dia tidak bisa mengandalkan dirinya,"


" Kata-kata Verro juga sangat berlebihan. Kenapa bisa berbicara seperti itu. Apa dia tidak sadar kata-kata itu pasti sangat melukai Clara.

__ADS_1


" Tetapi kenapa dari cara mereka berbicara. Mereka seperti sering berbicara mereka dan terlihat dekat. Dan tadi sangat jelas menunjukkan jika Ada sesuatu pada Verro. Dia memang terlihat sangat menghindari Clara," batin Sasy yang kebingungan melihat pertengkaran temannya dengan wanita yang mirip dengan Cherry.


Bersambung...


__ADS_2