
Sasy, Raquel, Toby, Varell sedang menikmati makam siang di depan sebrang rumah sakit. Mereka memang memiliki waktu dan makan bersama.
Di restorannya paling dekat. Berhubung Sasy dan Raquel sibuk dan seharusnya Vandy dan Verro bergabung
Tetapi mereka belum datang sama sekali.
" Aldo mana Raquel. Nggak ikut makan? tumben amat," tanya Varell.
" Lagi sibuk. Kasus yang di tanganinya tidak selesai-selesai. Kayaknya ini kasus paling Tebet. Sampai-sampai aku juga jadi korban karena kasus itu," jawab Raquel mengeluhkan keadaanya.
" Kok jadi korban. Memang kamu kenapa sampai harus jadi korban segala?" tanya Toby heran.
" Ya waktunya habis hanya buat nemuin kliennya. Mungkin karena kliennya cantik. Jadi dia betah bertemu terus menerus, sampai aku terlupakan," ucap Raquel.
" Ohhhh jadi ceritanya. Sudah mulai takut nih. Aldo bakalan kecantol cewek lain. Makanya jadi cewek jangan terlalu ngekang Aldo," goda Sasy mengambil kesempatan untuk menakut-nakuti Raquel.
" Issshhh, kenapa juga harus takut. Mau dia selingkuh atau kecantol cewek lain masa bodo. Gue nggak peduli," sahut Raquel yang tampak murung dengan mengaduk-aduk minumannya.
Ternyata tiba-tiba saja Aldo datang dan Toby dan Varell menyadari hal itu. Melihat Aldo yang berdiri di belakang Raquel. Dan Raquel sama sekali tidak menyadarinya.
" Jadi tidak akan apa-apa nih. Kalau nanti kamu benaran putus sama Aldo?" tanya Sasy sengaja bertanya. Karena sudah menyadari keberadaan Aldo. Aldo juga sengaja diam. Ingin mengetahui apa jawaban pacarnya.
" Apapaan sih Sasy kayaknya senang banget kalau aku putus dari Aldo," ucap Raquel dengan wajah merengutnya.
" Jadi tidak. Kamu tidak akan marah. Kalau aku sama orang lain," tiba-tiba terdengar suara Pria yang khas yang membuat Raquel kaget dan langsung menoleh kebelakang dan melihat pacarnya sudah ada di sana.
" Sayang," rengek manja Raquel. Aldo langsung mengusap pucuk kepala Raquel.
" Maafkan aku sudah membuat kamu resah," ucap Aldo merasa bersalah pada kekasihnya. Karena kesibukannya dia terlalu cuek pada Raquel dan membuat Raquel mengeluh.
" Kamu sih," ucap Raquel dengan manja dan memeluk pinggang Raquel membuat yang lainnya membuang napas serentak dengan pasangan bucin di depan mereka.
" Katanya terserah, mau Aldo dekat dengan siapa," sahut Sasy yang langsung sewot.
Padahal dia sudah senang melihat Raquel yang galau. Tetapi secepat kilat Raquel berhenti galau dan kembali memamerkan kemesraannya dengan Aldo.
" Seandainya hubunganku masih terjalin dengan Nadya. Pasti aku akan dan Nadya akan seperti mereka. Sama-sama bahagia," batin Varell yang masih menyayangkan hubungannya dengan Nadya kekasihnya yang putus karena terhalang restu dari orang tuanya.
__ADS_1
" Aku bahkan belum menemuinya sama sekali. Nadya apa kita bisa seperti dulu lagi," batin Varell yang ternyata masih berharap hubungannya dengan Nadya seperti dulu.
" Katanya kamu mau menemui klien hari ini," ucap Raquel mengingat Aldo tidak bisa ikut makan siang karena bertemu dengan Tari. Aldo langsung mengambil posisi duduk di samping Raquel.
" Tidak jadi. Dia sedang menemani sahabatnya," jawab Aldo. " Aku dengar Clara mengalami kecelakaan parah," ucap Aldo yang ingin memastikan.
" Clara yang mirip dengan Cherry," sahut Toby kaget dan memang belum mendapat informasi tentang berita besar itu.
" Iya dia mengalami kecelakaan kemarin dan juga sempat mengalami kritis. Tetapi aku lihat dia sudah siuman," sahut Sasy yang memang langsung menangani Clara.
" Lalu sekarang bagaimana kondisinya?" tanya Toby yang sangat terlihat panik. Padahal Clara bukanlah siapa-siapa.
" Dia mengalami pendarahan otak cukup parah. Tetapi dia tidak apa-apa dan akan pulih secepatnya," jawab Sasy.
" Dia memang bernasib malang, sampai mengalami kecelakaan seperti itu di saat mamanya juga sakit parah dan saudaranya yang menyebalkan dan sok tau itu malah ingin memindahkan mamanya dari rumah sakit," sahut Raquel yang kesal dengan Bayu.
" Kenapa sampai pindah?" tanya Varell bingung.
" Entahlah, namanya juga Pria stres," sahut Raquel.
" Jadi benar. Jika Verro juga bertengkar dengan Bayu?" tanya Toby yang juga mendengar selintingan berita itu.
" Siapa lagi kalau bukan saudaranya Clara yang menyebalkan itu," sahut Sasy yang juga ikut kesal. Jika berhubungan dengan Bayu.
" Lalu kenapa Verro dan yang namanya Bayu itu bertengkar?" tanya Varell penasaran.
" Dia menuduh Verro berbuat yang tidak-tidak pada Clara," jawab Sasy.
" Padahal tidak. Tetapi di lihat dari cctv Verro hanya membantu Clara dengan menyelimuti Clara dan tidak seperti yang di dutuhkan Bayu pada Verro," ucap Sasy menjelaskan kebenarannya.
" Apa Verro reflex melakukan hal itu. Karena Clara mirip Cherry atau bagaimana?" tanya Varell penasaran.
" Entahlah. Aku juga tidak tau. Tetapi aku dan Raquel berpikiran. Jika Clara menyukai Verro," ucap Sasy.
" Ahhhhh, semakin kita memikirkan Clara. Kita semakin pusing. Aku juga belum bisa mendapatkan informasi apa-apa dari Tari," sahut Aldo.
" Tetapi masa iya sih. Clara bersaudara dengan Bayu. Darahnya saja berbeda. Bahkan darah nya juga berbeda dengan mamanya," sahut Sasy yang baru kepikiran masalah itu.
__ADS_1
" Maksud kamu?" tanya Aldo.
" Clara kekurangan darah. Stok rumah sakit habis dan aku memeriksa Mamanya dan juga Bayu darah mereka berbeda. Jadi terpaksa deh Verro yang mendonorkan darahnya. Untung sama," jelas Sasy.
" Verro," pekik Varell, Toby, dan Aldo dengan serentak. Sasy mengangguk.
" Verro melakukan itu," sahut Aldo tidak percaya dengan Verro.
" Iya dia melakukannya," jawab Sasy.
" Kenapa dia harus mendonorkan darahnya segala," sahut Aldo penuh kebingungan.
" Entahlah, refleks kali," sahut Sasy menggedikkan bahunya.
" Bukannya itu Fiona," ucap Varell tiba-tiba melihat ke sebrang jalan melihat Fiona yang berada di rumah sakit. Aldo, Sasy, dan Raquel langsung berbalik badan dan melihat apa yang di lihat Aldo.
" Benar! itu Fiona. Sudah lama aku tidak melihatnya," ucap Raquel.
" Aku pernah bertemu di Bandara," sahut Toby masih mengingat pertemuannya dengan Fiona.
" Ngapain dia sini?" tanya Raquel bingung.
" Ngapain lagi kalau bukan nyamperin Verro," sahut Sasy.
" Dia masih menyukai Verro?" tanya Raquel tidak percaya.
" Ya iyalah. Dia menyukai Verro. Memang kamu nggak pernah liat. Dia itu sering datang kerumah sakit. Hanya untuk menemui Verro," sahut Sasy yang memang sering melihat Fiona.
" Lalu Verro nya bagaimana?" tanya Aldo.
" Ya dia nggak maulah nemuin Fiona. Meski Fiona main pelet sekali pun. Verro tidak akan kecantol, sama sekali," sahut Sasy dengan yakin.
" Dia benar-benar tidak berubah," sahut Toby.
" Namanya juga cewek aneh," sahut Raquel yang masih menyimpan kekesalan dengan Fiona meski sudah bertahun-tahun tidak bersahabat.
" Apa dia memang masih seperti dulu suka diam?" tanya Varell penasaran.
__ADS_1
" Kayaknya sih," sahut Sasy yang memang tidak pernah bicara langsung dengan Fiona.
Bersambung......