DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 148


__ADS_3

Pada akhirnya mereka malah saling beradu pandang dengan jarak 3 meter.


" Aneh sekali. Kenapa dia memperhatikan ku dengan tatapan seperti itu. Aku tidak mengerti mengapa Dokter itu membuat perasaanku menjadi sangat aneh saat aku bertemu dengannya," batin Clara merasakan ada sesuatu di dalam hatinya yang sama sekali tidak terpecahkan.


" Bukannya banyak orang menyukai minuman itu. Bukan hanya Cherry. Ini hanya kebetulan saja," batin Verro yang benar-benar bimbang dengan perasaannya.


" Dokter!" sapa Clara yang akhirnya menegur Verro. Suara Clara membuat Verro kaget dan akhirnya sadar dari lamunannya.


" Iya," sahut Verro berusaha tenang. Walau dia tidak bisa mengendalikan dirinya.


" Dokter ingin mengatakan sesuatu?" tanya Clara yang sangat gugup.


" Tidak?" jawab Verro. Memang tidak tau apa yang ingin di katakannya pada wanita itu.


" Kalau begitu saya permisi dulu," ucap Clara. Verro diam tidak merespon. Clara menundukkan kepalanya lalu membalikkan tubuhnya meninggalkan Verro.


" Cherry!" panggil Verro dengan pelan. Tetapi suara itu berhasil membuat langkah Clara terhenti.


" Apa dia memanggilku dengan Cherry. Bukankah nama itu sering kudengar. Bukankah itu nama yang sama dengan orang-orang yang memanggilku belakangan ini," batin Clara bingung.


Kerena bukan namanya dan dia bukan Cherry. Clara melanjutkan langkahnya tanpa membalikkan tubuhnya untuk melihat Verro.


" Apa yang kau pikirkan Verro. Kenapa kau menganggap dia adalah Cherry. Apa kau gila. Apa karena wajahnya mirip dengan Cherry dan sama-sama menyukai susu stauberry. Kau langsung ingin menggantikan posisi Cherry. Kau benar-benar gila," gerutu Verro yang mengutuk dirinya sendiri.


Dia merasa bersalah pada Cherry. Karena dengan pemikirannya pada Clara membuat dia seakan-akan menghiyanati istrinya sendiri.


" Kau tidak bisa seperti ini terus. Jangan bodoh Verro," batinnya langsung pergi ingin menenagkan dirinya.


*********


Aldo hari ini sedang melakukan pertemuan dengan kliennya Tari yang tak lain adalah sahabat dari Clara. Mereka bertemu di tempat biasa Restaurant dekat dengan kantor Aldo.


" Ini yang kamu minta," ucap tari memberikan Aldo beberapa foto-foto sahabat sepupunya. Aldo langsung melihat foto-foto itu dan satu Foto mencuri perhatiannya.


Ketika melihat foto-foto itu. Wanita yang mirip dengan Clara ikut ada di sana berfoto bertiga. Clara dan Laudya dan ditengah 2 wanita itu adalah seorang Pria yang tak lain adalah Bayu yang memengang kue ulang tahun.


" Siapa Pria ini?" tanya Aldo. Tari langsung melihat siapa yang di maksud Aldo.


" Oh ini. Dia adalah Bayu. Saudaranya Clara," jawab Tari. " Dia sangat satu-satunya teman Pria Laudya mereka bahkan sangat dekat," lanjut Tari.


" Lalu apa Clara sendiri juga sahabatnya Laudya ?" tanya Aldo.


" Tidak sahabat hanya kenal saja. Dan itu hanya foto kebetulan. Di mana Laudya terbang ke Jerman untuk memberi supraise party untuk Bayu," jelas Tari.

__ADS_1


Mendengar kata Jerman membuat Aldo kaget dan wajahnya semakin serius melihat Tari.


" Jerman?" sahut Aldo.


" Iya Jerman. Clara dan Bayu kan tinggal di Jerman," sahut Tari membenarkan.


" Bukannya operasi Cherry dulu juga di Jerman. Apa ini kebetulan. Atau apa yang di katakan Toby justru benar," batin Aldo mulai bimbang dengan teori yang bermunculan.


" Apa kamu sangat mengenal mereka?" tanya Aldo yang mengorek-ngorek sedikit informasi.


" Hmmm, tidak lama. Aku mengenal Bayu cukup lama. Tetapi dengan Clara sendiri. 6/ 5 tahunan gitu," jawab Tari.


" Dia bahkan bersahabat tidak dari lama," batin Aldo.


" Lalu kenapa mereka ada di Indonesia?" tanya Aldo.


" Aku kurang mengerti. Setau aku Bayu 1 tahun lalu menetap di Indonesia karena memang ada pekerjaan dan Clara sendiri karena mamanya sakit makanya dia ke Indonesia," jawab Tari.


" Mamanya orang Indonesia?" tanya Aldo.


" Hmmmm, mamanya asli Indonesia dan sering bolak-balik Jerman untuk melihat Bayu. Dan beberapa tahun lalu mamanya ingin menetap di Indonesia dan Bayu menyusul tahun kemarin. Sementara Clara baru datang minggu lalu," jelas Tari.


" Aneh! Apa ini hanya kebetulan saja," batin Aldo merasa ada yang tidak beres.


" Tidak apa-apa," jawab Aldo yang memang tidak mungkin menceritakannya.


" Hmmm. Apa Pak Aldo masih membutuhkan hal lain?" tanya Tari.


" Tidak. Ini saja sudah cukup," jawab Aldo.


" Oh oke kalau begitu. Kalau memang sudah tidak ada. Aku pergi dulu," ucap Tari pamit.


" Iya. Makasih ya," sahut Aldo.


" Hmmm, sama-sama. Sampai ketemu nanti," ucap Tari sebelum pergi. Aldo mengangguk.


" Apa mungkin benar kata Toby. Cherry adalah Clara. Tetapi masa iya," batin Aldo semakin bingung. Semakin banyak. Info yang di dapatkannya. Aldo semakin bimbang.


*********


Azizi mendatangi rumah sakit untuk memeriksakan putranya. Beberapa hari ini dia memang rutin membawa Iqbal untuk berobat sesuai saran dari Verro. Dokter yang memang menangani putra semata wayangnya.


Setelah Verro memeriksa anaknya. Verro langsung mengajak Azizi untuk bicara di ruangannya. Azizi dan Verro sudah berada di ruangannya dengan duduk berhadapan dan wajah Verro yang begitu serius.

__ADS_1


Sementara Azizi setiap kali di ajak bicara mengenai kondisi putranya. Pasti sudah mulai panik, dek-dekan, tamu sesuatu semua bercampur aduk sehingga tangan wanita itu sudah saling mengatup di atas meja. Karena gemetaran dengan berita apa lagi yang akan di sampaikan Verro kepadanya.


" Ada apa Verro. Apa kondisi Iqbal semakin memburuk?" tanya Azizi langsung to the point. Dia butuh kepastian untuk kondisi putranya. Verro terlihat menarik napas panjang dan menurunkan perlahan.


Dari gerak-gerik dan exsperesi wajahnya. Memang sangat terlihat ada sesuatu yang mengkhawatirkan.


" Azizi kamu yang tenang ya," ucap Verro memberikan dukungan untuk sahabatnya.


" Katakan ada apa. Bagaimana aku bisa tenang. Kalau kamu hanya diam saja," sahut Azizi malah semakin cemas.


" Azizi. Kita harus segera melakukan operasi tulang sumsum belakang untuk Iqbal," ucap Verro yang akhirnya menyampaikan kondisi anak dari sahabatnya.


" Operasi," sahut Azizi terkejut mendengar kata operasi. Dia langsung lemas dengan kata-kata operasi tersebut.


" Iya. Agar kondisinya tidak semakin parah," jawab Azizi.


" Apa setelah operasi Iqbal akan sembuh?" tanya Azizi langsung pada resikonya.


" Kesembuhan hanya milik yang kuasa. Kami tim Dokter hanya berusaha," jawab Verro yang tidak bisa memastikan apa-apa.


Dan jawaban itu selalu di berikannya pada orang-orang yang bertanya saat sanak saudara mereka yang sedang berjuang untuk hidup. Memang Verro selalu berhasil dalam setiap operasinya.


Tetapi tetap saja dia akan memberikan jawaban itu pada itu pada keluarga pasiennya.


" Lalu kapan operasinya akan di laksanakan?" tanya Azizi yang percaya pada Verro jika anaknya pasti akan sembuh.


" Dalam waktu dekat ini. Kami pihak rumah sakit akan menyiapkan Donor tulang sumsum belakang untuk Iqbal. Setelah semua prosedur nya lengkap kita akan secepatnya menjalankan operasinya," jelas Verro.


" Andini tenanglah, Iqbal akan baik-baik saja. Kamu harus kuat. Karena kekuatan kamu. Juga akan memberikan energi positif untuknya," ucap Verro menenagkan sahabatnya.


" Tetapi aku takut Verro, aku takut dengan anakku," sahut Azizi merasa khawatir.


" Aku mengerti. Kita sama-sama berdoa. Semoga Iqbal akan sembuh," ucap Verro terus memberikan semangat.


Azizi yang sudah meneteskan air mata hanya mengangguk saja. Memang benar kata Verro dia harus kuat. Agar anaknya juga kuat.


Setelah berdiskusi dengan Verro. Azizi langsung keluar dari ruangan Verro. Azizi berjalan dengan lemas menuju ruangan perawatan putranya.


Wajahnya sangat sendu. Pasti dia ketakutan saat putranya yang masih 6 tahun harus menderita kenker dan harus di operasi. Ketika sudah mendapat donor tulang sumsum belakang.


Azizi mengusap air matanya. Ketika sudah berada di depan pintu ruangan putra kecilnya. Dia tidak ingin putranya melihatnya menangis. 1 tangannya memegang kenopi pintu. Baru membuka sedikit Azizi harus kaget melihat putranya yang sudah bangun dan malah bersama Vandy.


Iqbal duduk di atas ranjang dan Vandy duduk di sampingnya dengan memberinya makanan yang Azizi tidak tau apa itu. Yang jelas Vandy menyapunya sambil bercanda dan Iqbal yang mengunyah makanannya tertawa-tawa terbahak-bahak.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2