DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode. 146


__ADS_3

Verro dan Bayu sama-sama menatap dengan pikiran mereka masing-masing. Bayu sangat penasaran dengan Verro. Begitu juga Verro yang entah mengapa harus sepenasaran itu sama Bayu. Mereka memang saling penasaran.


" Mari," ucap Verro menundukkan kepalanya. Lalu pergi. Bayu membalikkan badannya dan terus melihat punggung Verro.


" Aku tidak bisa membiarkan dia terus mempunyai banyak kesempatan untuk bersama Clara. Ini terlalu bahaya untuk Clara," batin Bayu yang terus mencemaskan sesuatu.


Bayu pun langsung memasuki kamar perawatan untuk mengecek kondisi mamanya. Bayu memasuki ruangan itu dan langsung menghampiri Clara yang saat itu Clara sedang menarik selimut untuk mamanya.


" Mas Bayu," ucap Clara.


" Hmmm, bagaimana mama?" tanya Bayu.


" Dokter bilang operasinya akan secepatnya di mulai. Clara akan mengurus beberapa prosedur operasinya," ucap Clara menjelaskan.


" Biar mas aja yang urus. Kamu jagain mama saja," ucap Bayu yang sepertinya tidak ingin Clara dekat-dekat dengan Verro.


" Iya mas," jawab Clara yang tidak berpikiran apa-apa. Dia hanya menanggapi dengan biasa saja.


" Lalu kamu sendiri bagaimana?" tanya Bayu.


" Aku. Memang aku kenapa?" sahut Clara bingung. Tidak mengerti maksud dari Bayu.


" Kapan kamu mengurus keberangkatan kamu?" tanya Bayu.


" Keberangkatan kemana?" tanya Clara heran.


" Kembali ke Jerman," jawab Bayu.


" Mas kenapa harus mengurus kepulangan ku. Mama lagi sakit bahkan belom siuman sampai sekarang. Soal kepulangan ku ke Jerman. Sungguh aku tidak punya pikiran ke sana. Aku masih ingin merawat mama di sini," ucap Clara benar-benar tidak mengerti dengan pikiran Bayu.


Bisa-bisanya Bayu berpikiran untuk menyuruhnya pulang. Di saat mamanya sedang tidak baik-baik saja. Bahkan dia saja belum bicara dengan mamanya.


" Setelah mama Operasi kamu langsung pulang," ucap Bayu menegaskan.


" Tidak kak. Clara tidak akan pulang. Sebelum mama benar-benar pulih," sahut Clara menegaskan.


" Clara," ucap Bayu.


" Sudahlah kak. Jangan membahas masalah itu lagi. Mending kita fokus dengan kondisi mama itu yang paling penting," ucap Clara menegaskan pada Bayu.


" Ya sudah. Clara mau cari makan dulu," ucap Clara langsung pergi.


" Aku tidak mungkin membiarkan Clara tetap di sini. Semuanya akan bahaya. Baru saja bertemu dengan pria itu. Dia sudah mulai membangkang," batin Bayu dengan penuh kekhawatiran.


***********


Toby, Varell, Raquel, Aldo, Vandy. Berkumpul untuk makan malam karena adanya Varell yang mengadakan pertemuan. Maklum saja Varell baru datang. Jadi ingin sekalian reunian dengan teman-temannya yang sudah bertahun-tahun tidak di temuinya.

__ADS_1


Pelayan baru saja menghidangkan makanan untuk mereka. Berbagai makanan yang mereka pesan. Seperti biasa kalau gratisan pasti tidak tau dirinya akan muncul.


Mereka memang belum lengkap. Karena Sasy dan Verro belum tiba.


" Sasy sama Verro belum datang?" tanya Varell.


" Sasy tadi ada keperluan di rumah sakit. Aku juga tidak tau apa. Kalau Verro kayaknya masih di jalan," jawab Vandy.


" Oh begitu. Oh iya. Bagaimana cewek yang namanya Clara itu. Apa dia benar-benar mirip dengan Cherry?" tanya Varell yang baru mendapat cerita dari Vandy sebelumnya.


" Mirip dan sangat mirip. Bahkan tidak ada bedanya sama sekali," jawab Raquel sambil meneguk minuman yang di pesannya.


" Aku sangat penasaran dengannya," sahut Varell.


" Mungkin kalau kau bertemu dengannya. Kau akan pingsan melihat dirinya," ucap Raquel.


" Sampai seperti itu aku semakin penasaran jadinya," ucap Varell. Sembari mengaduk makanannya.


" Ya begitu lah. Kita juga tidak tau kenapa ada orang bisa semirip itu," ucap Aldo.


" Tuh Sasy," tunjuk Toby yang melihat Sasy memasuki Restauran. Pandangan mereka pun mengarah kepada wanita itu. Ternyata Sasy tidak datang sendiri. Dia datang bersama Azizi.


" Itu Azizi," ucap Varell yang cukup terkejut. Karena memang baru melihat Azizi. Vandy yang tadi melihat ponselnya. Ketika mendengar nama Azizi langsung melihat kearah pintu.


" Kenapa Azizi harus ikut," batin Vandy yang selalu gelisah. Jika Azizi harus bergabung bersama mereka.


" Sasy," sahut Raquel melambaikan tangannya. Agar Azizi dan Sasy melihat. Mereka berdua melihat dan langsung menghampiri meja Varell dan yang lainnya.


" Sorry ya kita lama, soalnya tadi aku jemput Azizi dulu," ucap Sasy yang menarik kursi.


" Azizi, lama tidak bertemu," ucap Varell berdiri dan menyalam Azizi.


" Iya kamu benar," sahut Azizi dengan tersenyum.


" Kita juga sudah lama tidak bertemu," Toby ikut berdiri dan menyapa Azizi seperti Varell karena dia juga baru menemui Azizi.


" Iya. Aku dengar kamu sekarang seorang pilot," ucap Azizi.


" Iya benar. Aku memang menjadi pilot. Ayo duduk," jawab Toby mempersilahkan Azizi duduk. Azizi mengangguk dan duduk yang bertepatan di hadapan Vandy.


" Kalian pesan makanan aja. Sorry kita duluan tadi," sahut Aldo.


" Iya nanti aja," sahut Azizi.


" Aku dengar kamu sudah menikah?" tanya Varell.


" Hmmm, iya benar," jawab Azizi tersenyum.

__ADS_1


" Next Azizi akan bawa anaknya untuk bertemu dengan kita," sahut Sasy.


" Kamu sudah punya anak?" tanya Varell cukup kaget.


" Iya. Usianya menginjak 6 tahun," sahut Azizi.


" Ya ampun. Gila banget kamu sudah main nikah-nikah saja," sahut Varell yang masih tidak percaya dan pasti kaget dengan Azizi.


" Iya," sahut Azizi.


" Kalau bawa anak. Sekalian bawa suaminya. Biar sekalian kenalan," ucap Varell. Yang lain saling melihat.


" Suamiku sudah meninggal," sahut Azizi dengan tersenyum.


" Benarkah!" tanya Vandy merasa tidak enak.


" Iya," sahut Azizi.


" Hmmmm, sorry ya. Aku tidak bermaksud," ucap Varell.


" Tidak apa-apa," sahut Azizi dengan santai menanggapi.


" Hmmmm, sudahlah jangan membahas itu. Kamu sendiri bagaimana Varell kok balik ke Indonesia," sahut Sasy yang mengalihkan pembicaraan.


" Apa lagi. Jika dia pasti sudah bosan di sana," sahut Toby yang malah menjawab pertanyaan Sasy.


" Kau akan tinggal selamanya di sini?" tanya Aldo.


" Kayaknya," sahut Varell yang belum yakin.


" Lagi pula ada-ada aja. Ke Luar Negri hanya untuk melarikan diri. Ya pasti ujung-ujungnya akan kembali ke Indonesia," celetuk Sasy.


" Siapa yang melarikan diri," sahut Varell membantah.


" Ya iya kau melarikan diri. Karena masalahmu dengan Nadya. Makanya kau keluar Negri," sahut Sasy.


" Nadya, aku sampai lupa apa kabar dia?" tanya Azizi yang baru mengingat temannya itu.


" Tanyalah sama yang bersangkutan," sahut Sasy mengarahkan kepalanya ke arah Varell.


" Kok aku," sahut Varell.


" Ya kau lah. Kau kan pacarnya," celetuk Raquel.


" Kalian kan tau sendiri. Aku dan dia sudah berpisah sejak dulu," sahut Varell mengingatkan teman-temannya.


" Nggak kita nggak tau. Tiba-tiba aja lo menghilang tanpa ada kabar. Tau-tau sudah di Amerika dan ninggalin Nadya dengan tidak jelas," ucap Sasy.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2