DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
episode 94 Memberikan hadiah.


__ADS_3

Azizi keluar dari kamarnya ingin mencari keberadaan Vandy semenjak kejadian itu. Vandy seperti menghindari dirinya. Dia bahkan tidak mendapat balasan pesan membuat Azizi bingung kenapa Vandy seperti itu.


Saat Azizi menuruni anak tangga. Azizi berpapasan dengan Fiona yang ingin menaiki anak tangga. Langkah ke-2 nya saling berhenti dengan jarak 2 anak tangga.


Fiona yang melihat Azizi menyimpan senyum miring. Seakan ingin menertawakan atau apapun.


" Dia sangat berbahaya, aku sebaiknya tidak mencari gara-gara dengannya," batin Azizi melanjutkan langkahnya.


" Percuma di tutupi akan ketahuan juga," ucap Fiona membuat langkah Azizi terhenti. Kata-kata itu memang sangat menakutkan. Mang pasti ada sesuatu sehingga dia begitu takut.


" Kau yang memberitahu mereka?" tanya Azizi melirik Fiona yang berada di sampingnya.


" Aku hanya memberi petunjuk. Karena aku tidak terbiasa menyediakan hal yang instan," sahut Fiona sinis.


" Apa yang kau inginkan sebenarnya. Kenapa kau mencampuri urusanku. Apa aku berbuat salah padamu?" tanya Azizi membuat Fiona mendengus.


" Kesalahanmu hanya 1 kau memulai semuanya," jawab Fiona.


" Apa yang aku lakukan?" tanya Azizi yang memang tidak tau apa yang di lakukannya sehingga Fiona seperti itu kepadanya.


" Pikirkan saja sendiri! dan iya berhati-hati lah. Karena mereka tidak akan melepasmu. Sebaiknya pergi sebelum terlambat," ucap Fiona memberi ingat dan kembali melanjutkan langkahnya.


Azizi hanya melihat Fiona yang menaiki tangga tanpa menoleh ke arahnya.


" Apa lagi yang akan di lakukannya dan apa maksud dari perkataannya," batin Azizi yang dipenuhi ketakutan.


Ternyata di balik tangga, Raquel ada di sana. Dia ingin naik. Tetapi mengundurkan niatnya dan mendengar pembicaraan itu.


" Jadi Fiona sudah tau dari awal. Jika semua itu adalah perbuatan Azizi dan dia sengaja mengatakan kepadaku jika Aldo pelakunya agar hubunganku dan dia retak. Tunggu dulu bukankah itu berarti Fiona juga mengetahui aku dekat dengan Aldo dan dia sengaja melakukan itu agar......" Raquel bisa menyimpulkan setelah berpikir dengan tenang.


" Wanita itu benar-benar gila. Siapa dia sebenarnya. Kenapa dia suka sekali mencampuri urusan orang. Jika dia menyukai Verro. Apa tidak bisa fokus pada Verro saja. Lalu kenapa harus melibatkan yang lain. Termasuk aku,"


" Sepertinya dia mengetahui banyak hal. Aku harus cari tau. Siapa wanita itu sebenarnya," Raquel yang semakin penasaran dengan Fiona yang belakangan memang berperan penting dari setiap kejadian yang ada.


Fiona yang memang di kenal diam, cuek dan tidak memiliki teman. Belakangan ini sangat suka mencari masalah. Bahkan mulutnya bicara semakin berani membuat Raquel memang penasaran harus turun tangan untuk menyelidiki wanita itu.


Sementara Azizi yang benar-benar tidak tenang melanjutkan langkahnya sampai akhirnya di bertemu dengan Vandy yang berjalan ingin memasuki Villa bersama dengan Varell yang mengobrol serius.


Langkah Varell dan Vandy terhenti ketika melihat Azizi di depan mereka.


" Nadya mana?" tanya Varell.


" Ada di kamar," jawab Azizi yang melihat kearah Vandy.


Tetapi Vandy yang tadi serius mengobrol sekarang malah menyibukkan dirinya dengan bermain ponsel. Sangat terlihat benar-benar menghindari Azizi.


" Ya sudah aku masuk duluan," ucap Varell.

__ADS_1


Bukannya Vandy menghentikan langkahnya malah melanjutkan langkahnya meletakkan tangannya di pundak Varell seakan ingin melanjutkan pembicaraan mereka.


Azizi dilewati begitu saja tanpa di sapa dilirik dan tidak di pedulikan. Sampai Azizi menelan salavinanya yang bingung dengan sikaf Vandy.


" Vandy bisa bicara sebentar," ucap Azizi saat ke-2 Pria itu sudah 5 meter darinya.


Tetapi Azizi yakin Vandy mendengarnya tetapi pura-pura tidak dengar. Karena Varell tadi menoleh kebelakang dia bicara.


" Kenapa dia seperti itu," batin Azizi.


" Bukannya Azizi memanggilmu?" tanya Varell melihat ke arah Vandy.


" Perasaanmu saja, ayo jalan," sahut Vandy yang benar-benar menghindari Azizi.


Kepergian Vandy membuat Azizi mendengus kasar. Tidak tau kenapa. Tetapi jelas Vandy menghindarinya.


Semenjak malam itu dia dan Vandy sama sekali tidak pernah bicara bahkan ini pertama kali mereka bertemu dan sangat jelas Vandy tidak ingin bicara dengannya. Membuat hati Azizi seakan ada goresan luka.


*******


Vandy dan Varell memasuki kamar. Vandy langsung menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang. Melentangkan ke-2 tangannya yang memenuhi ranjang. Menatap langit-langit kamar dengan pemikirannya yang belakangan ini kurang fokus.


" Kau ada masalah?" tanya Varell merasa Vandy sangat aneh belakangan ini. Lebih sering melamun dan seperti banyak pikiran.


" Tidak apa-apa," jawab Vandy yang memang tidak ingin membagi masalahnya dengan siapapun.


" Oh iya apa Verro akan sampai pagi di sana?" tanya Vandy mengalihkan pembicaraan.


" Kita doakan saja, semoga hubungan mereka tetap baik-baik saja," ucap Vandy. Varell mengangguk-angguk.


********


Cherry dan Verro masih menikmati makan malam mereka. Setelah sedih-sedihan berpelukan dan bahkan berciuman. Mereka melanjutkan makan malam dengan saling menatap.


" Kamu kenyang?" tanya Verro melihat makanan Cherry habis semua.


" Hmmm, makanannya enak sekali," jawab Cherry.


" Kamu masih mau?" tanya Verro.


" Sudah tidak! aku sudah sangat kenyang bajuku sampai sempit," jawab Cherry.


" Kamu sangat cantik malam ini," puji Verro terlambat memuji penampilan Cherry.


" Kenapa baru memuji sekarang. Bukannya dari tadi," sahut Cherry pelan.


" Kau menunggu pujian ku?" tanya Verro. Cherry mengangguk.

__ADS_1


" Aku sudah bersusah payah mendapatkan pakaian ini. Aku sampai pusing dan baru selesai hampir jam 8 dan kau tidak mendapat pujian. Aku mengira penampilanku pasti sangat buruk," sahut Cherry dengan wajah merengutnya.


" Cherry seharusnya kau tidak perlu melakukan banyak hal dalam penampilan. Karena kau sudah sangat cantik tanpa dengan pakaian yang bagus atau dengan riasan," ucap Verro.


" Masa sih?" tanya Cherry tidak percaya.


Verro mengangguk dan bangkit dari duduknya. Cherry rada panik dengan Verro yang bangkit dari duduknya. Dia gelisah takut jika Verro menciumnya lagi. Kepanikan di wajahnya tidak dapat di bohongi.


Verro berjongkok di samping Cherry. Cherry kaget dan menggeser tubuhnya kehadapan Verro. Verro mengeluarkan sesuatu dari kantungnya yang terdapat kotak kecil yang berbentuk love.


Verro membukakan isinya memperlihatkan pada Cherry. Mata Cherry berbinar melihat indahnya kalung dengan bulan sabit dengan 1 bintang kecil.


" Apa ini?" tanya Cherry.


" Aku ingin memberinya padamu," ucap Verro dengan lembut.


" Untukku?" tanya Cherry tidak percaya. Verro menganggukan matanya.


" Tapi kenapa? aku tidak berulang tahun hari ini?" tanya Cherry.


" Aku hanya ingin memberikannya saja. Karena moment nya tepat," jawab Verro.


" Boleh aku memakaikannya? tanya Verro. Cherry mengangguk.


Verro tersenyum mengeluarkan kalung itu dari kotaknya. Berdiri sedikit dan memakaikannya ke leher Cherry.


Saat berhasil memakaikannya Verro menyinggirkan rambut Cherry yang menutupi kalungnya. Cherry menundukkan kepalanya memegang indahnya mainan kalung dari Verro.


" Kau menyukainya?" tanya Verro. Cherry mengangkat kepalanya melihat kearah Verro menganggukkan matanya.


Terima kasih," ucap Cherry.


" Sama-sama," jawab Verro.


" Apa artinya simbol bulan dan bintang?" tanya Cherry.


" Supaya aku bisa selalu melihatmu. Walau kau tidak bersamaku. Karena tidak akan ada malam tanpa 2 keindahan langit itu. Sama sepertimu. Aku tidak akan berarti apa-apa tanpa dirimu," jelas Verro memberikan alasan kenapa memilih kalung seperti itu.


" Kamu semakin lama semakin manis. Aku belum melakukan apa-apa untukmu," ucap Cherry.


" Kau tidak perlu melakukan apa-apa. Ada di sisiku itu sudah hal berharga dalam hidupku," sahut Verro. Cherry tersenyum dan memeluk Verro.


" Terima kasih untuk semuanya," ucap Cherry.


Bersambung...


Jangan lupa mampir ke sini ya. Ditunggu like Coment, Vote nya. Terima kasih.

__ADS_1


Hay para readers yang baru bergabung. Bantu support ya novel aku yang baru.


Tinggalkan jejak. Komentar, like, dan jangan lupa vote sebanyak-banyaknya. Agar aku semakin semangat melanjutkan ceritanya.


__ADS_2