DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 357 Toby dan Sasy.


__ADS_3

Akhirnya pernikahan Nadya dan Varell berjalan dengan lancar dari akad nikah resepsi atau bisa di katakan hanya makan malam saja akhirnya terselesaikan dengan sukses tanpa ada masalah sama sekali.


Teman-teman Varell dan Nadya juga sudah berpulangan kerumah masing-masing. Begitu juga Sasy yang di antarkan oleh Toby kerumahnya di mana mereka masih di dalam mobil dengan Toby yang menyetir sesekali melihat ke arah Sasy dengan memberi senyuman manis.


Sasy melihat kearah Toby seakan ingin menanyakan sesuatu kepada Toby.


" Hmmm, Toby ini bukannya memang orangnya sejak dulu tidak pernah peka, apa mungkin sama dengan apa yang aku rasakan. Mungkin saja Toby juga tidak peka. Makanya dia terlihat begitu santai padahal jelas anak- beberapa kali memberi dia kode, mungkin memang iya dia tidak peka sama sekali,"


" Aku juga tidak bisa mendiamkan hal ini. Jika aku diam dan hanya memberi kode Toby tidak akan pernah tau apa yang aku rasakan, dia tidak akan tau apa yang aku inginkan, aku memang seharusnya membicarakan masalah ini kepada Toby,"


" Aku dan dia sudah kenal begitu lama, kita juga pacaran dan saling mencintai. Aku rasa tidak mungkin Toby tidak memikirkan masalah itu, Hmmm aku akan bicarakan kepadanya biar dia tau dan aku lega, mungkin saja dia juga memikirkan hal itu hanya saja mungkin belum mengatakan hal itu," batin Sasy yang terus melihat kearah Toby yang menyetir.


" Ada apa?" tanya Toby melihat kearah Sasy.


" Aku ingin membicarakan sesuatu," ucap Sasy.


" Oh, iya memang ada apa?" tanya Toby masih terlihat tenang.


" Hmmm, menurut kamu bagaimana pernikahan Varell dan juga Nadya?" tanya Sasy.


" Hmmm, ya bagus, mereka saling mencintai, mereka juga dulu pernah pacaran dan memutuskan menikah setelah berjuang. Ya jelas itu sangat bagus, Raquel sama Aldo, juga pernah seperti itu. Ya memang menikah jalan yang terbaik," jawab Toby yang sesekali melihat Sasy dan sesekali menyetir kedepan.


" Hmmm, lalu bagaimana dengan kita?" tanya Sasy tiba-tiba. Toby langsung menatap serius kearah Toby.


" Maksudnya?" tanya Toby.


" Ya bagaimana dengan kita, bukannya kita sudah cukup untuk saling mengenal, kita juga pacaran dan kita bukannya harus menikah," ucap Sasy yang berterus terang bicara pada Toby. Hal itu membuat Toby sedikit kaget dan malah fokus menatap Sasy.

__ADS_1


" Toby lihat jalan," tegur Sasy dengan pelan dan Toby langsung melihat kembali fokus kedepan. Mendengar kata-kata Sasy membuat Toby kaget.


" Apa kamu ingin kita menikah?" tanya Toby dengan matanya fokus kedepan yang memastikan maksud dari kata-kata Sasy.


" Ya bukannya memang seharusnya kita menikah, kita kan sudah pacaran dan jika tidak menikah hubungan kita mau di bawa kemana, kita tidak mungkin seperti-seperti ini terus," sahut Sasy yang menuntut kepastian.


" Toby menikah bukankah menjadi salah satunya keharusan. Orang yang pacaran pasti ujung-ujungnya ke pernikahan," sahut Sasy.


" Sasy kita memang saling mengenal dan juga pacaran. Tetapi bukan berarti kita harus menuju kepelaminan, pernikahan itu tidak mudah, kamu bisa lihat di Amerika, pasangan tidak harus menikah walau mereka berpacaran," ucap Toby dengan mengeluarkan pendapatnya yang membuat Sasy kaget mendengarnya.


" Maksud kamu apa?" tanya Sasy dengan menekan suaranya.


" Hmmmm, Sasy untuk usia seperti kita, belum seharusnya membicarakan pernikahan," ucap Toby.


Apa yang di katakan Toby benar-benar membuat jantung Sasy berdenyut tidak beraturan dia tidak percaya dengan pendapat Toby hal yang tidak pernah di pikirkannya jika Toby akan punya pikiran seperti itu.


" Apa maksud kamu?" tanya Sasy dengan menekan suaranya.


" Kamu bilang pikiran menikah itu pendek, Toby kamu sadar tidak apa yang kamu katakan. Usia kita bukan anak remaja, 25 itu sudah cukup matang untuk menikah dan bukan kita yang pertama kamu lihat di teman-teman kita. Kita baru saja dari pernikahan Nadya dan Varell, sebelum itu kita juga baru dari pernikahan Aldo dan Raquel, Azizi dan Vandy dan bahkan Cherry yang menikah dengan Verro saat masih sekolah. Apa kamu mengatakan pikiran mereka pendek!" ucap Raquel yang langsung marah-marah dengan Toby.


" Sasy, aku tau mereka semua sudah menikah. Tapi kamu jangan samakan pemikiran ku dengan mereka. Kita itu berbeda jalan pikiran orang berbeda-beda," sahut Toby yang juga terpancing emosi dengan Sasy yang membanding-bandingkannya dirinya dengan yang lainnya.


" Jadi maksud kamu. Kita hanya akan terus pacaran tanpa tau kita kapan menikah iya. Kita hanya akan pacaran, pacaran tanpa ada kepastian," sahut Sasy dengan penuh emosi yang matanya sudah berkaca-kaca.


" Aku sudah mengatakan kepadamu pacaran tidak harus menikah dan menikah itu tidak gampang," sahut Toby dengan suara rendah. Sasy sampai tersenyum mendengarnya.


" Hmmm, kamu benar-benar ya Toby keterlaluan. Kamu tidak tau apa yang aku rasakan, aku sampai menghindari yang lainnya karena statusku yang masih single. Kamu sibuk dengan pekerjaan kamu, aku harus berada di tengah-tengah orang yang sudah menikah, apa yang mereka bicarakan seakan tidak menyambung denganku. Karena aku tidak menikah sama sekali. Kamu tidak tau rasanya itu. Karena kamu tidak ada di sana," ucap Sasy yang menuntut segala sesuatunya pada Toby yang benar-benar mengeluarkan isi hatinya kepada Toby.

__ADS_1


" Sasy aku sudah menegaskan kepadamu. Tidak mungkin jalan pikiranku sama dengan mereka," sahut Sasy.


" Cukup! kamu jangan bicara lagi, aku capek mendengarnya. Sekarang aku ingin tanya sama kamu. Kamu ada niat untuk menikah denganku atau tidak?" tanya Sasy sekali lagi.


" Tidak sekarang Sasy," jawab Toby.


" Lalu kapan?" tanya Sasy butuh kepastian.


" Aku tidak tau," jawab Toby.


Sasy meneteskan air matanya dengan menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan. Perasaannya sudah bercampur aduk dengan amarah dan segalanya. Hatinya belum sembuh kemarin dan sekarang kata-kata Toby seakan menamparnya untuk menghapus impian dalam pernikahan. Sasy pun langsung mengusap air mata itu.


" Turunkan aku!" titah Sasy dengan suaranya serak.


" Saya apa maksud kamu?" tanya Toby.


" Jika kamu tidak punya komitmen untuk hubungan kita, aku rasa sebaiknya kita akhiri semuanya," sahut Sasy dengan keputusannya yang membuat Toby kaget mendengarnya.


" Sasy!" lirih Toby.


" Turunkan aku! aku tidak bisa menjalin hubungan dengan pria yang sama sekali tidak memiliki komitmen. Jadi turunkan aku!" tegas Sasy.


" Kamu jangan seperti anak kecil Sasy," ucap Toby.


" Bukan aku yang seperti anak kecil, tapi kamu!" sahut Sasy.


" Turunkan aku atau aku akan keluar sendiri!" ucap Sasy memberi ancaman. Toby seakan tidak punya pilihan dengan Sasy yang berniat ingin membuka pintu yang akhirnya membuat Toby menghentikan mobil. Begitu berhenti Sasy langsung keluar dari mobil.

__ADS_1


" Sasy!" panggil Toby yang melihat kepergian Sasy.


Bersambung


__ADS_2