DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 64 mengungkap isi hati


__ADS_3

Cherry terus berlindung di pelukan Verro dengan guling-guling secara bergantian, Cherry kadang di bawah kadang Verro dan akhirnya mereka sampai di dataran di mana Cherry berada di atas tubuh Verro dengan Verro menahan sakit.


Cherry masih gemetaran dengan wajahnya berlindung di dada bidang Verro. Cherry mengangkat kepalanya dan melihat Verro yang keringat dingin dengan wajah pucat dan menahan rasa sakit.


" Verro," lirih Cherry panik. Cherry bahkan memegang pipi Verro dengan suhu tubuh Verro yang panas.


Uhuk-uhuk-uhuk-uhuk.


Verro terbatuk dan menyemburkan darah dari mulutnya, kesamping kirinya. Hal itu Membuat Cherry kaget dan semakin panik melihat darah kental yang keluar dari dalam mulut Verro.


Mungkin Verro mendapat luka dalam dari Vandy dan ditambah jatuh dan sepertinya terbentur sesuatu. Dan Cherry masih menindihnya sehingga membuatnya kesulitan bernapas karena dadanya yang berat.


" Verro apa yang terjadi," ucap Cherry panik memegang pipi Verro dengan ke-2 tangannya dengan matanya yang bergenang.


Verro membuka matanya dan melihat wajah Cherry yang dekat dengannya bahkan tidak ada jarak.


" Kenapa kau begitu keras kepala," lirih Verro menahan sakit.


" Kenapa kau seperti ini, kenapa apa yang terjadi," Cherry terus gemetaran melihat Verro yang begitu lemah.


" Aku minta maaf, kamu kenapa sampai seperti ini, maaf kan aku, ini salahku, maaf, jika aku mendengarmu kita tidak akan jatuh maaf," ucap Cherry yang menangis melihat ke adaan Verro. Dalam menahan sakit Verro masih sempat tersenyum.


" Kenapa, kau mudah sekali minta maaf, kenapa sangat mudah mengatakan itu salahmu?" sahut Verro memegang pipi Cherry.


" Jika aku mendengarmu mungkin kau tidak akan terluka seperti ini. Maafkan aku, aku selalu membuatmu terluka, maafkan aku, aku memang ceroboh, aku selalu menentang apa katamu, maaf," ucap Cherry terus mengakui kesalahannya.


" Kau tidak salah Cherry, aku yang salah, aku membiarkan mu mengalami semua ini. Aku selalu menuduhmu hal yang tidak pernah kau lakukan, aku yang sudah melukaimu, aku mengingkari janjiku," ucap Verro mengusap pipi Cherry.


" Cherry maafkan aku, maaf sudah menyakitimu," ucap Verro membuat Cherry kaget. Pertama kali dia mendengar Verro mengeluarkan kata-kata maaf kepadanya.


" Kau bilang apa?" tanya Cherry takut salah dengar. Karena dia tidak pernah mendengar hal itu dari Verro.


" Maaf, maaf aku melukaimu, aku minta maaf sudah menyakitimu dan membuatmu menangis," jelas Verro mengulang kembali kata-katanya.


" Apa aku tidak salah dengar?" tanya Cherry masih tidak percaya. Verro menggeleng.


Mendengarnya air mata Cherry jatuh di mata Verro membuat Verro memejamkan matanya sebentar.


Verro membuka matanya dan menatap Cherry dalam. Begitu juga dengan Cherry yang menangis. Verro menghapus air mata Cherry yang membasahi pipinya.


" Cherry," lirih Verro.


" Kau sangat jahat Verro," Cherry memukul dada Verro dengan ke-2 tangannya.


" Kau tau aku sangat membencimu, kau selalu membuatku merasa bersalah, kau memarahiku sesukamu, kau mempermalukan ku di depan anak-anak. Sehingga mereka berpikir aku mengejar-ngejarmu, kau membentakku dan membuatku selalu kesal. Aku marah karena tidak bisa melawanmu, dan kau hanya meminta maaf sekali, setelah banyak dosa yang kau lakukan kepadaku," lanjut Cherry mengumpat di depan wajah Verro dengan terus memukul-mukul Verro dengan menangis terisak-isak.


" Kau sangat jahat, orang yang menyukaimu tetapi aku harus menjadi imbasnya, aku bingung dengan semuanya aku bingung," lanjut Cherry lagi. Verro dengan setia mendengarkan keluhan Cherry atas dirinya.


Verro menangkap tangan Cherry yang terus memukulnya.


" Cherry jangan memukulku lagi, sakit," keluh Verro yang sedari tadi menahan. Membuat Cherry berhenti menangis.


" Benarkah?" tanya Cherry dengan wajah tanpa berdosa. Verro mengangguk pelan.

__ADS_1


" Lalu kenapa, tidak bicara?" tanya Cherry dengan bibir mengerucutkan.


" Bagaimana bisa bicara, jika kau terus mengoceh tanpa rem," ucap Verro bicara dengan sakit.


" Seharusnya mengatakannya," ucap Cherry pelan.


" Cherry satu lagi, tolong bangkitlah, dadaku semakin sesak, kau sangat berat," protes Verro lagi


" Kenapa tidak bicara," desis Cherry langsung duduk. Karena sudah mendengar keluhan Verro. Verro pun akhirnya bisa bernapas lega. Setelah Cherry sudah tidak menimpanya.


Cherry juga menghapus kasar air matanya. Sepertinya keluhannya tadi tidak di dengar Verro. Karena Verro sibuk dengan menahan sakitnya


**********


Verro sudah duduk bersandar di bawah pohon. Karena lemas mereka tidak bisa naik ke atas. Sementara Cherry berada di pinggir sungai yang dekat dengan posisi jatuh mereka. Cherry menampung air dengan tangannya dan buru-buru menghampiri Verro.


" Minumlah!" Cherry memberikan Verro minum dari air yang di tampung di tangannya. Verro pun meminumnya.


" Aku akan mengambilnya lagi," ujar Cherry ingin pergi. Tetapi Verro menahan tangannya.


" Aku tidak haus," sahut Verro dengan suara serak.


" Kau yakin?" tanya Cherry memastikan.


Verro menganggukkan matanya. Cherry melihat darah di bibir Verro, Berlutut di depan Verro dan merobek bagian bawah dress yang di pakainya. Verro hanya melihat apa yang di lakukan Cherry.


Cherry langsung melap darah di bibir dan di luka Verro


" Kenapa wajahmu sampai seperti ini?" tanya Cherry dengan wajah penuh kekhawatiran.


" Apa!" pekik Cherry kaget, " kenapa dia melakukan itu?" tanya Cherry kesal.


" Karena aku memarahimu," jawab Verro.


" Tetapi dia tidak perlu melakukannya, bagaimana jika kau mati di tangannya, apa dia tidak tau akibat perbuatannya," oceh Cherry kesal dengan Vandy sambil terus melap darah Verro. Tetapi Verro malah tersenyum.


" Kau sangat mengkhawatirkanku?" tanya Verro membuat Cherry menghentikan pekerjaannya.


" Tidak," sahut Cherry beralih dari hadapan Verro dan duduk di samping Verro.


" Ya itu memang pantas untukmu, kau memang sekali-kali harus di hajar, agar kau tau kesalahanmu," ucap Cherry kembali mengoceh. Verro kembali tersenyum.


" Kenapa kau tersenyum, atau jangan-jangan kau sudah ketempelan setan, makanya beberapa kali tersenyum," ucap Cherry yang memang jarang melihat Verro tersenyum.


" Iya aku sudah ketempelan," jawab Verro santai.


Setelah melap luka di bibir Verro, Cherry duduk di samping Verro dengan memeluk ke-2 lututnya.


" Bagaimana kita bisa naik Kesana?" tanya Cherry melihat jurang tingginya jurang.


" Aku juga tidak tau," jawab Verro.


" Seandainya aku tidak mundur-mundur, pasti tidak akan jatuh," lirih Cherry pelan yang terus merasa bersalah.

__ADS_1


" Kau tidak apa-apa, apa yang terluka?" tanya Verro.


" Tidak, aku baik-baik saja, hanya tubuhku sedikit sakit," jawab Cherry. Verro menoleh kesamping melihat ke arah Cherry.


" Sejak kapan kau mengetahuinya?" tanya Verro. Cherry melihat Verro sebentar, seakan tau apa yang di maksud Verro.


" Beberapa bulan yang lalu," jawab Cherry sudah tau dari pertanyaan Verro.


" Awalnya aku hanya heran, kenapa ada pria yang sama terus mengikuti kita, dia terus mengambil foto kita. Dan akhirnya aku menemukan pria itu berbicara pada Om Hariyanto dan saat kerumahmu aku melihat beberapa foto di kamar ibumu, Di mana kau memarahiku, aku juga mendengar alasan pembicaraan mu dengan papamu," lanjut Cherry.


" Kau juga mengetahui hal itu. Jika papa hanya memperalat kita berdua?" tanya Verro memastikan. Cherry menganggukkan kepalanya pelan.


" Iya. Dari situ aku tau, kenapa kau sangat membenciku, kenapa sikapmu berubah, selalu marah kepadaku," ucap Cherry lagi.


" Lalu kenapa diam saja dan tidak mengatakannya kepada papamu?" tanya Verro dengan suara seraknya.


" Aku tidak memang tidak pernah mengatakannya. Tetapi pernah menyakannya pada papa. Papa mengatakan walaupun aku musuhan dengan mu. Tetapi Om Hariyanto baik dalam berbisnis itu tidak berpengaruh dengan kita dan sebaliknya walaupun kita dekat atau pacaran tetapi Bisnis tidak cocok itu juga tidak berpengaruh. Karena papa tidak pernah mengaitkan masalah pekerjaan dengan masalah kita," jawab Cherry dengan penjelasan.


" Dan sekarang kau sudah tau, apa yang akan kau lakukan?" tanya Verro.


" Aku tidak tau, aku tidak ingin persahabatan kita di kaitkan dengan urusan ini," jawab Cherry.


" Tetapi papa sangat serakah Cherry," sahut Verro melihat Cherry. Verro memutar tubuhnya dan menghadap Cherry. Verro memegang pipi Cherry.


" Maaf jika papa ku, membuatmu tambah menderita, maaf jika aku keegoisanku membuatmu terus menangis. Cherry aku sangat sangat menyayangimu, aku takut kehilanganmu dari dulu sampai detik ini. Aku tidak tau apa yang aku rasakan kepadamu. Yang aku tau aku selalu mengkhawatirkan mu," ucap Verro dengan tulus mengungkap isi hatinya.


Sebenarnya tanpa Verro katakan Cherry juga tau. Jika Verro salah satu orang yang peduli dan menyayanginya dengan cara Verro sendiri.


" Kita sudah dewasa bukan anak kecil yang lari-lari an, saling mengadu dan saling memukul. Rasa sayang dari sahabat pun bisa berubah untuk rasa lebih dari itu," lanjut Verro membuat Cherry bingung.


" Apa yang kau katakan?" tanya Cherry pelan.


" Semenjak papa menyuruhku terus mendekatimu. Aku tidak ingin melukaimu, makanya aku menghindar dari mu dan membuatmu jauh dariku. Tetapi aku salah aku tidak bisa melakukannya, aku selalu merasa bersalah ketika membuatmu menangis," jawab Verro.


" Bukannya kau melakukan itu karena di suruh papamu, kau akan datang kerumahku dan memberiku bunga dan hadiah lainnya yang di suruh papamu," ucap Cherry.


" Iya kau benar aku memang melakukan itu karena papa dan pasti membuatku kesal. Tetapi tidak semua apa yang aku berikan karena papaku," jelas Verro.


" Cherry semenjak semuanya berubah. Aku tidak tau bagaimana perasaanku kepadamu, apakah aku memang tulus kepadamu atau hanya melakukan semuanya karena papa. Aku tidak tau apa kah aku menyukaimu bukan sebagai sahabat," lanjut Verro membuat Cherry kaget mendengar kata menyukai.


" Apa maksudnya?" tanya Cherry pelan.


" Kasih aku kesempatan untuk memahami perasaanku. Bagaimana sebenarnya aku kepadamu. Aku ingin mengetahui isi hatiku yang sebenarnya tanpa campur tangan papaku," jelas Verro yang benar-benar mengungkap isi hatinya.


" Apa Verro sedang menembak ku, tapi masa iya seperti itu, batin Cherry kebingungan dengan maksud Verro.


" Cherry kenapa kamu diam?" tanya Verro.


" Aku hanya bingung, aku tidak mengerti apa yang kau katakan," sahut Cherry polos. Verro tersenyum dan meraih Cherry kedalam pelukannya.


" Kau hanya pura-pura tidak mengerti," ucap Verro. Membuat Cherry menelan salavinanya. Iya dia tau maksud Verro tetapi pura-pura tidak tau.


💝💝Bersambung

__ADS_1


Hay para readers yang baru bergabung. Bantu support ya novel aku yang baru.


Tinggalkan jejak. Komentar, like, dan jangan lupa vote sebanyak-banyaknya. Agar aku semakin semangat melanjutkan ceritanya.


__ADS_2