
Cherry yang di dalam kamar sedang asik menelpon dengan Azizi. Sementara Verro baru keluar dari kamar mandi yang pastinya tadi habis selesai mandi dan langsung menuju cermin. Verro hanya melihat sebentar saja istrinya tersebut.
📞" Kamu serius, Selina dan Dokter Arif pacaran," pekik Cherry yang begitu kaget. Mendengar kagetnya istrinya membuat Verro melihat ke arah Cherry. Apa yang di katakan Cherry juga membuatnya kaget.
Verro langsung menghampiri ranjang dan duduk di samping istrinya.
" Siapa?" tanya Verro pelan
" Azizi," jawab Cherry pelan juga, "kak Arif dan Selina pacaran," bisik Cherry. Wajah Verro begitu kagetnya mendengarnya dan mendekatkan telinganya pada handphone tersebut dan Cherry langsung louspeker handphone tersebut memegangnya agar suaminya juga mendengar penjelasan dari Azizi.
📞" Iya Cherry, aku juga baru tau dari Vandy. Vandy tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka di dalam mobil. Vandy juga kaget sama seperti ku dan ternyata hal itu langsung di klarifikasi oleh kak Arif sendiri di depan mama dan papa juga kami. Padahal kamu tidak mengungkit hal itu," jelas Azizi.
📞" Ya ampun serius, aku sampai tidak percaya jika mereka pacaran. Memang sudah berapa lama mereka pacaran?" tanya Cherry.
📞" 4 tahun," jawab Azizi.
📞" Hah!" pekik Cherry yang bertambah kaget mendengar hubungan Arif dan Selina sudah 4 tahun berlalu. Cherry dan Verro sampai lihat-lihatan yang tidak percaya dengan hubungan itu.
📞" Kamu serius?" tanya Cherry yang begitu schok.
📞" Iya Cherry jangankan kamu aku juga kaget," sahut Azizi.
📞" Berarti waktu pertama kali aku bertemu dengan Selina saat itu dia sudah pacaran dengan Dokter Arif," sahut Cherry yang benar-benar masih tidak percaya.
📞" Ya pasti iya. 4 tahun ya itu sudah sangat lama," sahut Azizi.
📞" Lalu kenapa Dokter Arif menyembunyikan hal itu dan terlebih lagi pada keluarganya?" tanya Cherry heran.
📞" Menurut penjelasan kak Arif hanya karena kurang percaya dirinya Selina. Dan terlebih lagi karena status sosial dan masa lalu saat sekolah dan takut jika Vandy dan teman-temannya tidak akan menerima dia," jawab Azizi.
📞" Hanya karena itu," sahut Cherry
📞" Iya Cherry, Vandy juga mendengar hal itu dari mulut Selina sendiri yang menjadi alasannya menyembunyikan hubungan itu untuk sementara sampai pada akhirnya Selina siap," jelas Azizi.
📞" Selina kok bisa sih mikir sependek itu. Vandy tidak menerimanya dan apa lagi kita. Dia sampai sembunyi-sembunyi selama 4 tahun," ucap Cherry yang kelihatan kecewa dengan Selina.
" Ya begitulah Cherry. Aku sangat mengerti dengan apa yang di pikirkan Selina," sahut Azizi.
📞" Ya tetap saja seharunya dia tidak memikirkan sejauh itu. Lalu bagaimana kelanjutan apa yang di lakukan Dokter Arif?" tanya Cherry.
📞" Dokter Arif masih akan bicara dengan Selina dan dia akan berusaha untuk membujuknya dan aku memberitahumu juga anak-anak ahar kita bisa menyakinkan Selina untuk hubungannya dengan Dokter Arif," jelas Azizi.
📞" Iya sih kamu benar. Kita memang harus bicara dengan Selina. Dia harus menjauhkan sifat-sifat minder itu. Karena bagaimana pun dua sahabat kita dan sudah kewajiban kita memberinya keyakinan dan juga dukungan," ucap Cherry yang setuju dengan Azizi.
📞" Iya Cherry. Ya sudah ya aku hanya mau memberitahu itu pada kamu," ucap Azizi.
📞" Ya sudah Azizi makasih ya sudah memberitahu aku. Dengan begitu kita bisa berpikir apa yang harus kita lakukan untuk Selina," ucap Cherry.
📞" Iya Cherry. Ya sudah aku tutup dulu ya telponnya. Iqbal mau tidur soalnya," ucap Selina pamit.
📞" Iya," sahut Cherry.
📞" Selamat malam," ucap Azizi
📞" Selamat malam," sahut Cherry yang mematikan telpon itu.
" Dokter Arif pacaran dengan Selina," sahut Verro yang masih schock.
" Ya seperti yang kamu dengar tadi penjelasan Azizi," sahut Cherry.
" Tidak ada yang tau jika selama ini Dokter Arif punya belahan jiwa dan itu Selina lagi," sahut Verro yang tiba-tiba tertawa seakan ada yang lucu. Cherry sampai mengkerutkan dahinya melihat suaminya yang tertawa.
" Apa yang lucu sayang," sahut Cherry heran.
" Ya lucu aja. Dokter Arif yang terlihat cuek, dingin. Ternyata tipenya kayak Selina," sahut Verro.
__ADS_1
" Kamu ini ya jahat sekali memang Selina kenapa. Jika Dokter Arif pacaran dengannya ya pasti ada sesuatu yang unik di dalam diri Selina. Makanya Dokter Arif menerimanya," ucap Cherry dengan penjelasan.
" Iya sayang aku tau. Lagian aku tidak bicara apa-apa. Aku hanya tidak menyangka saja," sahut Verro.
" Alasan aja. Bilang aja kamu itu lagi ngejek Selina," sahut Cherry.
" Ya nggak dong sayang. Kamu ini ya main tiduh-tuduh suaminya aja," sahut Verro.
" Sudahlah mending kita mikirin gimana caranya supaya Selina itu percaya diri dengan hubungannya dengan Dokter Arif. Meyakinkan dia kalau keluarga Dokter Arif itu welcome kepadanya," ucap Cherry.
" Iya Bu ratu siap," sahut Verro yang langsung memeluk istrinya dengan erat.
*********
Nadya juga mendapatkan pemberitahuan itu dari Azizi. Namun Nadya terlihat murung ketika mendapatkan telpon itu. Varell yang memasuki kamar melihat kemurungan istrinya yang bersandar di kepala ranjang. Varell langsung menghampiri Nadya dan duduk di samping Nadya dengan merangkul istrinya.
" Kamu kenapa wajahnya sampai di tekuk seperti itu?" tanya Varell heran.
" Aku hanya kepikiran dengan cerita Sasy tadi yang membicarakan masalah Selina dan Dokter Arif," sahut Nadya.
" Apa yang membuat kamu kepikiran?" tanya Varell.
" Aku mengerti dengan perasaan Selina yang harus menutupi hubungannya dan itu pasti hanya karena status sosial yang tidak sama. Sama denganku yang gadis biasa yang bermimpi menjadi seorang pendamping dari Pria yang luar biasa," ucap Nadya.
" Lalu apa hubungannya Nadya?" tanya Varell.
" Jelas yang di khawatirkan Selina adalah. Takut tidak mendapat restu dari orang tua Dokter Arif," sahut Nadya.
" Bukannya Azizi sendiri bilang. Kalau keluarga Dokter Arif justru ingin bertemu dengannya. Padahal Dokter Arif sudah menceritakan semuanya," sahut Varell.
" Iya kamu benar. Tetapi tetap itu akan menjadi kekhawatiran untuk Selina. Tapi dia seharusnya bersyukur keluarga Dokter Arif yang baru mendengar cerita saja sudah menerimanya. Yang itu artinya Selina mengantungi banyak restu dan tidak seperti aku yang sampai detik ini belum di terima oleh mama kamu," ucap Nadya yang mendadak sedih. Varell langsung mengusap-usap pundak istrinya itu.
" Sayang kita harus lebih bersabar lagi ya. Semoga saja mama akan secepatnya di kukuhkan hatinya dan menerima pernikahan kita," ucap Varell. Nadya tersenyum mengangguk.
" Aku tidak pernah berhenti berdoa untuk hal itu. Dan semoga saja Selina juga bisa bersatu dengan Dokter Arif," ucap Nadya dengan doa dan penuh harapannya.
" Aku memang hanya menginginkan 1 dalam hidupku yaitu restu dari Tante Helena," batin Nadya yang akan sedih. Jika mengingat pernikahannya yang belum di berikan Restu dan itu terasa hambar. Walau dia dan Varell saling mencintai. Tetapi kesempurnaan pernikahan itu adalah restu yang di inginkannya selama ini.
************
Setelah memberi tahu keluarganya Dokter Arif pun menemui Selina di taman. Di mana mereka ber-2 duduk di salah satu kursi yang ada di sana.
" Seharunya kamu tidak mengambil keputusan secepat itu," ucap Selina yang menunduk dengan menutup wajahnya dengan ke-2 tangannya.
Dia bertambah pusing ketika kekasihnya sudah memberitahukan hubungan mereka.
" Aku minta maaf Selina. Tetapi aku rasa itu jalan yang terbaik," sahut Arif.
" Aku tidak tau apanya yang terbaik untuk hal itu," sahut Selina.
" Selina Vandy sudah mengetahui hubungan kita. Dia juga mengetahui semua semuanya dan aku juga tidak mungkin menutupi apa-apa lagi. Kecuali hubungan kita baru hitungan bulan, aku masih bisa mengelak ini sudah hitungan tahun dan mana mungkin aku menyembunyikannya terus," jelas Arif yang memberikan alasannya.
" Ya kamu kan bisa bicara sama Vandy, bagaimana caranya agar hubungan kita tetap menjadi rahasia. Bukan malah melebarkan masalah dengan memberitahu pada orang tua kamu dan aku yakin teman-teman Vandy pasti sudah tau masalah ini dan mereka pasti akan menertawakanku," ucap Selina yang mencemaskan hal itu.
" Selina, kenapa kamu berpikiran seperti itu. Tidak ada yang menertawakanmu dan lagian apa urusannya orang lain untuk hubungan kita. Yang menjalani itu kita bukan orang lain. Selagi keluargaku memberikan restu. Jelas tidak ada yang perlu di khawatirkan," jelas Arif.
" Itu menurut pikiran kamu, menurut pikiranku tidak seperti itu. Kamu tidak mengerti apa yang aku rasakan," sahut Selina yang terlihat begitu kesal.
Vandy meraih tangannya dan menggenggamnya dengan erat.
" Selina, sudahlah jangan berpikiran yang lain-lain lagi. Kamu harus percaya kepadaku. Jika hubungan kita pasti akan baik-baik saja dan keluarga ku akan menerima kamu apa adanya," ucap Arif meyakinkan Selina. Selina hanya diam saja seolah tidak yakin dengan apa yang di katakan Arif. Dia sudah pusing dengan semuanya dan tidak bisa bicara apa-apa lagi.
Arif mendekatkan dirinya dan langsung memeluk Selina dengan erat.
" Aku mencintaimu Selina aku hanya berusaha untuk memberikan yang terbaik pada hubungan kita," ucap Dokter Arif yang terus menyakinkan Selina.
__ADS_1
" Aku tidak tau itu sebuah keyakinan atau tidak," batin Selina yang penuh dengan keraguan. Dia bahkan sekarang berpikir bagaimana caranya agar dia bisa menghadapi Vandy dan juga yang lainnya.
*************
Sasy selalu menemani Toby di rumah sakit. Sama dengan seperti yang sekarang ini. Malam ini Sasy menginap di rumah sakit hanya untuk menemani Toby. Di mana mereka sama-sama berada di atas ranjang dengan kepala Sasy yang berada di bidang dada Toby dengan memeluk pinggang Toby dengan erat.
" Kok bisa ya Selina menyembunyikan hubungannya dengan Dokter Arif?" tanya Sasy yang kepikiran dengan hal itu.
" Hmmmm, aku juga tidak percaya. Jika ternyata Dokter Arif dan Selina pacaran dan mereka bahkan pacaran selama 4 tahun," sahut Toby.
" Ya ampun jodoh tidak ada yang tau ya. Mereka itu pacaran diam. Jangan-jangan selama ini aku tiba-tiba saja bertemu dengan Selina di rumah sakit dia ada janji dengan Dokter Arif," ucap Sasy.
" Ya pastilah. Kalau tidak ngapain juga Kerumah sakit," sahut Toby.
" Hmmm, aku jadi merasa bersalah pada Selina. Setiap ketemu Selina aku selalu mengungkit-ungkit masa sekolah, yang bilang dia kualat lah, kenak karma dan sebagainya. Apa jangan-jangan hal itu kali ya yang membuatnya tidak pede untuk mempublis kan hubungannya dengan Dokter Arif," ucap Sasy.
" Bisa jadi. Hal itu juga membuatnya minder," sahut Toby.
" Sayang apa aku sejahat itu," sahut Sasy yang bertanya pada kekasihnya itu.
" Jahat di mananya. Menurutku tidak sama sekali," sahut Toby.
" Kayaknya aku memang jahat deh pada selina. Aku juga jadi ingat dulu pernah menjodoh-jodohkan Raquel dengan Dokter Arif. Terlihat Dokter Arif begitu terbuka pada Raquel. Eh ternyata dia ada kekasih saat itu. Ya ampun entah ala yang aku pikirkan sampai-sampai bisa-bisanya menjodohkan Pria yang sudah mempunyai pacar," sahut Sasy.
" Jangan kan kamu. Aku juga sama bukannya aku juga menyuruh Dokter Arif untuk mendekatimu. Patesan dia menolak eh ternyata dia sudah punya kekasih. Aku juga merasa bersalah pada Dokter Arif. Dia pasti tertekan dengan permintaanku. Mengatakan punya kekasih tidak mungkin. Karena Bungan mereka bersifat rahasia," ucap Toby.
" Itu sih kamu yang kelewatan. Kamu menganggap perasaan aku mainan apa," sahut Sasy sedikit kesal.
" Iya sayang maaf. Aku tidak akan pernah menyuruh orang lagi untuk mendekati kamu. Karena aku sendiri tidak akan bisa melihat kamu dengan orang lain," ucap Toby.
" Iya aku tau. Kamu juga sebenarnya sangat cemburu. Jika aku dekat-dekat dengan Pria lain," sahut Cherry.
" Kamu benar, aku memang sangat cemburu," sahut Toby.
" Ya sudah sebaiknya kita tidur untuk Selina nanti saja kita pikirkan," sahut Sasy memeluk erat Toby.
" Iya," jawab Toby.
Sasy menarik selimut untuknya dan Toby. Namun tiba-tiba Sasy melihat dari jendela pintu kamar perawatan Toby jika ada Fiona dan Fiona langsung pergi ketika menyadari Sasy melihatnya.
" Apa itu Fiona. Ngapain dia," batin Sasy heran.
" Sayang sebentar ya," sahut Sasy yang langsung memilih untuk turun dari ranjang.
" Kamu mau kemana?" tanya Toby.
" Ada urusan sebentar," ucap Sasy yang langsung pergi. Toby hanya mengangguk saja dan membiarkan kekasihnya itu keluar dari kamarnya.
Sasy yang keluar masih melihat Fiona yang berjalan dan Sasy langsung mengejarnya.
" Fiona tunggu?" panggil Sasy.
" Sasy, iya ada apa?" tanya Fiona membalikkan tubuhnya berhadapan dengan Sasy.
" Aku yang bertanya sama kamu. Ngapain kamu mengintip di depan kamar Toby?" tanya Sasy.
" Aku hanya kebetulan lewat Sasy. Kamu jangan berpikiran yang lain. Sungguh aku tidak ada niat apa-apa sama sekali," jawab Fiona.
" Benar?" tanya Sasy tidak yakin. Fiona mengangguk.
" Sasy semoga Toby cepat sembuh ya," ucap Fiona yang memberikan doanya.
" Kamu tau dia sakit?" tanya Sasy. Fiona mengangguk.
" Hmmm, ya sudah makasih doanya. Aku masuk kembali kekamar Toby. Lain kali jangan mengintip-ngintip," ucap Sasy mengingatkan. Fiona hanya mengangguk dan Sasy pun akhirnya pergi begitu saja.
__ADS_1
" Kamu dan Toby saling mencintai dan memang seharusnya orang yang saling mencintai akan bersama terus. Aku yakin kamu dan Toby akan terus bersama Sasy," batin Fiona yang terlihat tulus mendoakan Sasy dan Toby.
Bersambung