DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 336. Persiapan untuk Raquel.


__ADS_3

Aldo keluar dari kamar mandi dengan handuk di lilit di tubuhnya. Dengan tangannya yang melap rambutnya yang masih basah. Aldo berjalan menuju cermin untuk mengeringkan handphonenya.


Aldo meraih ponselnya dan melihat kalender yang di layar ponselnya.


" 29Agustus, Raquel berulang tahun besok," lirihnya yang mengingat ke lahiran Raquel mantan kekasihnya.


" Raquel sudah banyak membantuku. Aku harus memberinya sesuatu. Apa lagi ini adalah momen specialnya. Dia sangat menyukai Supraise jadi aku harus memberinya hal yang tidak pernah aku berikan," ucap Aldo yang tampak begitu semangat. Namun seketika wajahnya berubah menjadi sendu.


" Tapi aku bukan kekasihnya lagi. Apa aku pantas memberinya hadiah. Aldo apa yang kamu pikirkan. Kamu sangat berharap banyak dari Raquel. Padahal kamu dan dia sudah putus dan Raquel juga sudah memiliki Dokter Arif yang mungkin Raquel akan menunggu-nunggu Supraise dari Dokter Arif," ucap Aldo yang tiba-tiba tidak semangat lagi.


Aldo benar-benar dilema dengan posisinya sekarang. Dia takut melakukan kesalahan yang membuat Raquel malah tidak nyaman. Namun.


" Aldo, tidak kamu hanya memberinya apa adanya saja. Tidak berlebihan. Kamu melakukan ini. Karena kamu dan Raquel masih sahabatan. Jadi jelas tidak masalah jika kamu memberinya ucapan ulang tahun," Aldo berbicara sendiri di depan cermin.


" Sebaiknya aku pergi. Aku harus sampai sebelum pukul 12 malam. Aku hanya datang sebagai sahabatnya. Bukan bermaksud atau menginginkan apapun," ucap Aldo yang akhirnya memutuskan sendiri tindakan apa yang harus di ambilnya.


Aldo buru-buru menuju lemarinya membuka lemari untuk mengganti pakaiannya. Tanpa ingin membuang waktu. Aldo yang sangat terburu-buru bersiap langsung keluar dari kamar.


Jam sekarang sudah menunjukkan pukul 10 malam. Ada 2 jam lagi Aldo untuk datang kerumah Raquel yang pasti tidak hanya akan datang dengan tangan kosong. Jadi makanya dia harus buru-buru pergi dengan waktu yang singkat untuk menyiapkan hal yang simpel tapi sangat berkesan untuk Raquel nantinya.


*******


Mobil Aldo terparkir di depan toko kue. Di mana Aldo sudah memasuki tempat itu dan membeli kue. Dia juga pasti tau kue favorite Raquel yang apa lagi. Kalau bukan kue coklat. Jadi tidak akan susah untuk dalam permasalahan cake.


" Terima kasih mbak," ucap Aldo saat pelayan tokoh memberikannya paper bag yang berisi kue.


" Sama-sama," sahut pelayan tokoh dengan ramah. Lalu langsung pergi.


" Aku tidak mungkin hanya membawakan cake saja. Bunga. Iya Raquel sangat menyukai bunga, aku belikan dia bunga dulu. Baru setelah itu kerumahnya. Masih ada waktu untuk melakukannya," ucap Aldo yang buru-buru bergegas.


Dia memanfaatkan sedikit waktu itu untuk membelikan bunga. Raquel memang menyukai bunga dan ketika mereka pacaran, Aldo selalu menyempatkan diri untuk memberi Raquel bunga di moment-moment tertentu.


*************

__ADS_1


Raquel berada di kamarnya yang tampak sibuk dengan tumpukan kertas di mejanya sudah hampir jam 12 tetapi wanita itu masih sibuk dengan pekerjaannya. Bahkan mulutnya sudah beberapa kali menguap menahan kantuk.


" Ahhhhh, kenapa banyak sekali yang harus di kerjakan. Ya Raquel kamu harus berjuang. Lagian ini kan untuk ujian mu praktekmu," ucap Raquel yang ternyata sedang belajar mati-matian untuk masalah pendidikannya di dunia Dokter.


" Ayolah mata, kita harus bekerja sama. Aku harus bisa menjadi Dokter specialis. Aku harus seperti Verro yang begitu keren dalam karir Dokternya. Masa iya aku mau kayak gini-gini aja kan nggak mungkin," ucap Raquel yang berbicara sendiri.


Tingnong.


Tiba-tiba bel rumahnya berbunyi membuat Raquel menoleh kearah pintu kamarnya.


" Jam berapa ini. Gila siapa yang bertamu jam segini," ucapnya yang heran. Dan malah terlihat panik.


Tingnong. Bel itu kembali berbunyi. Raquel yang penuh pertanyaan akhirnya berdiri untuk membuka pintu rumahnya. Dia juga penasaran siapa yang bertamu kerumahnya larut malam.


" Iya sebentar," sahut Raquel berjalan menuju pintu yang mendengar bek terus di tekan dan akhirnya Raquel berdiri di depan pintu dan membuka pintu rumahnya.


" Dokter Arif," ucap Raquel terkejut sedikit melihat kehadiran Arif di rumahnya.


" Maaf Raquel mengganggu malam-malam. Soalnya tidak ada waktu untuk besok," sahut Arif merasa tidak enak.


" Ini," Aldo memberikan Raquel paper bag besar berwarna coklat. Raquel yang bingung akhirnya mengambilnya saja.


" Apa ini?" tanya Raquel heran dengan mengintip isinya.


" Yang kamu minta," sahut Arif.


" Astag, aku lupa mengambilnya dari Dokter," sahut Raquel menepuk jidatnya.


" Iya, makanya aku mengantarkan alat- alat dan beberapa buku yang membantu kamu untuk ujian nanti. Kebetulan besok aku ada ke Luar Negri. Aku takut tidak sempat memberikannya padamu. Makanya aku sempatkan untuk datang kemari," ucap Arif.


" Astaga Dok, ya ampun maaf banget, aku lupa. Jadi merepotkan kak Dokter," sahut Raquel merasa bersalah.


" Tidak apa-apa Raquel santai saja," sahut Arif tersenyum dengan memegang bahu Raquel.

__ADS_1


" Makasih ya Dok kalau begitu," ucap Raquel yang masih merasa tidak enak.


" Sama-sama," sahut Arif tersenyum lebar dan Raquel juga tersenyum lebar. Ternyata Pria dan wanita yang saling berhadapan itu yang sama-sama tersenyum itu pun di lihat oleh Aldo yang berada di dalam mobil. Dia melihat Raquel dan Arif kelihatan begitu bahagia.


" Aldo. Raquel bukan kekasihmu lagi dan sekarang sudah jelas. Dokter Arif adalah pilihannya dan Dokter Arif datang untuk memberinya hadiah dan ucapan ulang tahun," batin Aldo yang merasa begitu kecewa.


" Ya sudah Raquel. Kalau begitu saya pergi dulu, ini sudah malam," sahut Arif pamit.


" Iya Dok, sekali lagi terima kasih ya," ucap Raquel dengan wajah tersenyum nya.


" Sama-sama, mari Raquel," ucap Arif yang akhirnya berpamitan. Raquel mengangguk dan Arif pun akhirnya pergi. Raquel menunggu Arif pergi. Namun tiba-tiba Raquel melihat mobil yang tidak jauh dari depan pagar rumahnya yang membuatnya menatap serius ke arah mobil itu.


" Bukannya itu mobil Aldo," ucapnya yang jelas hafal dengan mobil itu.


" Iya benar itu mobil Aldo. Ngapain dia dan kenapa tidak masuk," batinnya dengan penuh penasaran.


Raquel melihat mesin mobil itu menyala dan Raquel yang terlihat panik. Langsung berlari menghampiri mobil Aldo.


" Aldo tunggu!" teriak Raquel berusaha menghentikan Aldo untuk tidak menjalankan mobilnya.


" Aldo buka pintunya!" ucap Raquel menggedor kaca mobil Aldo. Sampai Aldo akhirnya menurunkan kaca mobilnya.


" Raquel!" lirih Aldo.


" Kamu ngapain malam-malam di sini?" tanya Raquel heran.


" Tidak apa-apa. Aku hanya lewat saja," sahut Aldo bohong. Wajah Raquel terlihat jelas tidak percaya.


" Apa itu?" tanya Raquel melihat kotak Cake dan juga bunga mawar di samping Aldo.


" Itu untukku ya?" tebak Raquel, " kamu datang untuk memberiku ucapan ulang tahun!" ucap Raquel yang bisa menebak pikiran Aldo.


" Lalu kenapa pergi. Ayo masuk. Bukannya itu semua untukku," ucap Raquel yang terlihat bahagia. Ya dia tau saja Aldo memberikan itu untuknya. Namun Aldo masih diam. Mungkin sudah tidak bersemangat karena kehadiran Arif tadi.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2