
Mereka menikmati pesta yang meriah itu. Nadya dan ibunya juga menikmati makanan yang ada di pesta itu. Ibu Nadya memang menemani Nadya kepernikahan Raquel dan Aldo seperti apa yang di katakan Nadya pada Varell sebelumnya.
Raquel juga cukup dekat dengan ibu Nadya dan Raquel bahkan sedikit memaksa ibu Nadya untuk datang ke pernikahannya. Karena memang sudah menganggap ibu Nadya adalah orang tuanya sendiri.
Ibu dan anak itu menikmati makanan di meja bulat yang tidak jauh dari Verro dan yang lainnya. Di meja tadi ada Azizi dan Vandy. Namun Vandy sedang menemani istrinya untuk ketoilet. Sementara Arif yang juga duduk bersama mereka berada di pelaminan memberi ucapan selamat untuk Raquel dan Aldo yang sekalian berfoto bersama.
" Ibu mau mau sesuatu lagi?" tanya Nadya.
" Tidak Nadya, Ibu sudah kenyang. Bahkan perut ibu sudah mau meledak," ibu Nadya.
" Makanlah sepuasnya jarang-jarang makanan seperti ini kalian makan, mumpung di sini gratis," terdengar suara sinis seorang wanita yang membuat Nadya dan ibunya melihat ke belakang, di mana ternyata Helena yang berbicara seperti itu.
" Tante Helena!" lirih Nadya yang langsung berdiri bangkit dari duduknya.
" Benarkan apa yang saya katakan. Kalian makanlah sepuas kalian makanan enak mahal dan berkelas seperti ini. Walau ini tidak cocok untuk usus kampungan kalian. Tetapi nikmatailah atau perlu saya ambilkan kantung supaya kalian bisa membawanya pulang untuk stok kalian di rumah," sahut Helena lagi dengan sinis yang menghina Nadya dan ibunya yang tidak ada ampunan.
" Ya Allah kenapa Tante Helena setega itu bicara," batin Nadya yang berusaha sabar.
" Tidak perlu nyonya kebetulan di rumah kami masih ada makanan," sahut ibu Nadya dengan santai menanggapi kata-kata Helena.
" Makanan apa, makanan murahan atau makanan basi," sahut Helena. Nadya harus mengelus dada yang bersabar dengan kata-kata Helena yang begitu menyakitkan.
" Kamu kenapa diam Nadya. Apa kamu sudah menyadarinya atau memang tidak akan pernah sadar sama sekali. Lihatlah Nadya tempat ini. Kamu gunakan mata kamu dengan benar. Lihat-lihat orang yang ada di sini. Semua orang-orang yang punya uang, punya tahta dan yang paling utama dan yang penting derajatnya sama. Sementara kamu hanya sampah yang beruntung berada di tempat ini. Apa kamu tidak tau malu yang terus berusaha untuk mensejajarkan diri kamu dengan orang-orang yang kelasnya di atas kamu jauh," ucap Helena dengan hinaan yang keluar dari mulutnya yang membuat Nadya sudah berkaca-kaca.
" Cukup!" gertak ibu Nadya, " jangan menghina anak saya. Kami tidak mengganggu kehidupan nyonya sama sekali. Jadi jangan menghina anak saya dengan sesuka hati nyonya," sahut Ibu Nadya yang tidak terima dengan putrinya yang di hina.
" Ibu sudah, ayo kita pergi dari sini," ucap Nadya yang tidak mau menimbulkan keributan dan mengajak sang mama untuk pergi.
" Ya kalian memang pantas untuk pergi. Karena tempat ini tidak pantas untuk kalian di sini, kalian itu hanya sampah di sini yang merusak pesta ini," ucap Helena.
" Tolong nyonya jangan menghina kami lagi. Seperti yang sudah saya katakan di awal. Kami tidak mengganggu nyonya, jadi ucapan nyonya tidak pantas di perdengarkan," ucap ibu Nadya.
" Tidak mengganggu kamu bilang. Anak kamu yang tidak tau diri ini sudah berani mempengaruhi anak saya. Mencuci otak anak saya. Kamu bilang tidak mengganggu apa namanya kalau tidak mengganggu!" tegas Helena.
" Kalian ber-2 sadarlah. Kalian hanya kelas rendahan yang sudah merusak kehidupan anak saya bermimpi untuk menjadi nyonya di rumah saya!" tegas Helena.
" Maaf, Tante saya tidak pernah merusak otak Varell," sahut Nadya menekan suaranya.
" Munafik kamu. Kamu pikir saya tidak tau. Apa yang kamu lakukan belakangan ini hah! kamu pergi bersama Varell. Kamu kembalikan mencuci otaknya," ucap Helena.
" Jangan hanya menyalahkan anak saya. Tapi seharusnya anda juga mengamati anak anda," sahut Ibu Nadya yang kesabarannya sudah habis.
" Kamu berani mengatakan itu!" gertak Helena dengan suaranya yang kuat. Suara itu sampai terdengar ke meja Verro.
" Ada apa itu!" tanya Cherry heran.
__ADS_1
" Aku juga tidak tau sayang," sahut Verro yang juga heran.
" Tante Helena, pasti ada sesuatu yang tidak beres," ucap Sasy yang melihat Helena bicara dengan ibu Nadya dengan marah-marah.
" Kita lihat saja ke sana," sahut Toby. Yang lainnya mengangguk dan langsung menghampiri meja Nadya dan ibunya.
" Ada apa ini?" tanya Verro ketika sudah sampai di meja itu.
" Tidak apa-apa, kami sebaiknya pulang," sahut Nadya yang sudah menahan tangis sedari tadi. Dia tidak ingin masalah semakin besar di pesta sahabatnya.
" Kenapa buru-buru Nadya, kita pulang sama saja," sahut Cherry.
" Tidak, ayo Bu kita pulang," sahut Nadya yang mengajak mamanya. Namun seketika tangan Nadya di pengang seolah ada yang menahannya dan Nadya langsung berbalik melihat siapa yang menahan tangannya yang ternyata adalah Varell.
Hadirnya Varell membuat semua orang kaget. Termasuk Helena yang langsung melotot ketika melihat Varell.
" Jangan pergi!" ucap Varell memegang lengan Nadya seakan tidak ingin di lepasnya.
" Apa yang kamu lakukan Varell lepaskan tangan wanita ini," sahut Helena langsung kesetanan dan berusaha menarik tangan anaknya dari tangan Nadya. Namun Varell malah menjaukan tangan mamanya dari Nadya.
" Jangan menyentuhnya!" ucap Varell menegaskan dengan menatap mamanya tajam.
" Varell, berani sekali kamu melakukannya," sahut Helena dengan emosinya yang tinggi.
Sementara di pelaminan Raquel dan Aldo sudah mulai merasa ada yang tidak beres.
" Aku tidak tau," sahut Aldo.
" Kita lihat saja," sahut Arif. Aldo dan Raquel pun mengangguk dan langsung pergi.
" Mama cukup dengan semua ini. Jangan mengganggu Nadya lagi," ucap Varell menegaskan.
" Apa kamu bilang. Jangan mengganggu. Kurang ajar kamu Varell. Berani sekali kamu mengatakan ini," teriak Helena yang mengundang orang-orang untuk kepo dan mengkerumuni tempat itu.
" Varell sudahlah, aku sebaiknya pergi dengan ibu," sahut Nadya yang sudah menagis.
" Kamu akan pergi denganku," ucap Varell.
" Apa yang kamu katakan Varell?" tanya Helena dengan matanya yang melotot yang ingin keluar.
" Aku mencintai Nadya, dan aku tidak akan melepaskannya kali ini," ucap Varell. Helena sampai spot jantung mendengarnya.
" Varell, kamu," geram Helena.
" Mah, jangan ikut campur lagi untuk hubungan kami," tegas Varell.
__ADS_1
" Apa kamu bilang. Berani kamu mengatakan itu. Kamu masih mau bersama wanita itu. Kamu pikir kamu siapa, lepaskan tangan anak saya lepaskan," sahut Helena yang menarik tangan Nadya dari Varell. Bahkan sampai mendorong Nadya dan membuat Nadya terduduk di lantai.
" Mah," teriak Varell yang schock. Sama dengan yang lainnya yang schock melihatnya. Tidak sampai di situ. Ternyata Helena mengambil air yang ada di dalam gelas dan langsung menyiram ke wajah Nadya.
Byurrrr.
" Itu pantas untuk kamu," desis Helena.
" Mah!" teriak Varell.
" Tante cukup," ucap Vandy mencoba mencegah Helena yang mempermalukan Nadya.
" Hentikan," sahut ibu Nadya yang tidak terima dengan perlakuan Helena pada putrinya dan langsung melayangkan tangannya pada Helena.
Plakkkkkkk.
Orang-orang semakin kaget dengan ibu Nadya yang menampar Helena.
" Jika anda menyakiti anak saya. Saya akan lebih membalasnya," tegas ibu Nadya dengan menunjuk tepat di wajah Helena yang masih memegang pipinya yang memerah.
" Kamu berani kamu menamparku," sahut Helena yang tidak terima dan ingin membalas.
" Cukup Tante!" gertak Verro mencegah. Dan orang-orang sudah heboh di area pesta yang sudah berantakan. Raquel sudah pasrah dengan pestanya yang kacau.
" Varell, kamu bawa Nadya dari sini. Cherry, Sasy, tenangkan ibu Nadya," sahut Verro. Mereka langsung mengangguk.
" Ayo Nadya," ajak Varell yang membantu Nadya untuk berdiri dan melangkah untuk menjauhkan dari mamanya.
" Berani kamu pergi dengan dia. Kamu kehilangan semuanya," sahut Helena memberi ancaman membuat langkah Verro terhenti dan membalikkan tubuhnya melihat mamanya.
" Aku sudah kehilangan Nadya selama bertahun-tahun. Dan aku rasa aku lebih baik kehilangan apa yang mama berikan dari pada Nadya. Karena bagiku Nadya adalah segalanya," sahut Varell menegaskan yang memilih Nadya.
" Varell!" lirih Helena.
Varell tidak peduli dan membawa Nadya langsung pergi.
" Varell!" teriak Helena yang tidak di gubris Varell.
" Ayo Bu ikut kami," ucap Cherry dengan lembut mengajak ibu Nadya pergi. Untungnya ibu Nadya mau, Cherry dan Sasy pun membawa wanita paruh baya itu.
" Pestaku!" lirih Raquel yang melihat kekacauan itu.
" Raquel kamu sabar ya," ucap Azizi menenangkan sahabatnya. Aldo juga mengusap-usap bahu Raquel agar tenang. Sementara, Vandy, Toby, dan Verro mencoba untuk menenangkan Parra tamu yang lain. Agar pesta Raquel dan Aldo tidak terlalu berantakan.
Dan Helena harus frustasi dengan anak kesayangannya yang lebih memilih Nadya ketimbang dirinya.
__ADS_1
Bersambung