
Wajah ke-2nya masih sama-sama kaget dengan apa yang terjadi dan dengan posisi mereka yang membuat debaran jantung di dalam sana semakin tidak menentu. Seperti bendara mau perang.
Azizi dan Vandy saling beradu pandang dengan mata mereka yang saling berkeliling dengan perasaan mereka yang tidak menentu. Suara napas yang naik turun itu pun terdengar tidak beraturan. Wajah ke-2 pasangan itu juga sangat terlihat begitu gugup.
" Bagaimana ini, bukannya tadi dia mau ke kamar mandi, lalu kenapa tidak pergi juga," batin Azizi yang tampaknya gelisah. Tadi sok-sokan mau mengajak. Ketika momennya sudah pas malah ketakutan.
" Apa mungkin memang ini waktunya. Vandy Azizi itu istrimu. Jadi jelas tidak ada
yang salah dan memang kamu harus melakukan hal ini. Lagian Azizi yang memberi kode," batin Vandy yang bergerutu sendiri di dalam hatinya.
" Ka_ ka_ kamu tidak jadi ke kamar mandi?" tanya Azizi dengan gagap dan Vandy langsung tersadar.
" Hah! iya aku akan ke kamar mandi," jawab Vandy yang juga kegugupan. Vandy mencoba untuk berdiri tetapi dia malah kesulitan dan Azizi juga mencoba mengangkat tubuhnya. Azizi tidak sabaran untuk bangkit padahal Vandy masih saja di atas tubuhnya. Mereka berdua sama-sama ingin bergerak dengan kesulitan.
Al hasil saat Azizi mengangkat kepalanya malah bibirnya mengecup bibir Vandy dan membuatnya melotot dengan kebodohan yang dia lakukan dan Vandy juga kaget dan sama-sama melotot.
" Astaga Azizi apa yang kamu lakukan, dasar bodoh," batin Azizi menahan malu dengan menutup mulutnya.
Vandy menatap Azizi dalam-dalam. Dia jelas bergetar dengan apa yang terjadi di antara mereka ber-2. Sebagai laki-laki normal jelas dia tidak bisa menahan dirinya pada Azizi. Dia dan Azizi kembali saling menatap dengan tatapan mata mereka yang tidak bisa di jelaskan.
" Aku akan menunggumu untuk siap!" ucap Vandy tiba-tiba membuat Azizi sedikit terkejut.
" Jika menungguku siap. Kenapa kita menikah secepatnya. Bukannya pernikahan kita untuk tujuan itu. Untuk Iqbal siap tidak siapa itu tidak penting," sahut Azizi yang membuat Vandy tampak sedikit kaget.
__ADS_1
" Aku tau Azizi kita menikah untuk hal itu. Tetapi jelas bukan hanya itu saja. Aku juga ingin memiliki pernikahan dan melakukan hubungan itu. Ketika aku sama kamu sama-sama menginginkannya bukan karena keterpaksaan," tegas Vandy membuat Azizi mendengus.
" Jadi kamu masih mengharapkan hal itu. Bukannya aku sudah mengatakan berkali-kali Vandy. Aku menikah dengan mu. Bukan berarti aku memaafkanmu, bukan berarti aku sebagai istri yang mencintaimu. Dulu iya. Tetapi sekarang itu tidak mungkin. Karena cinta yang dulu pernah ada sudah benar-benar tidak ada dan tidak mungkin itu akan kembali. Karena kamu yang sudah menghilangkannya," tegas Azizi yang bicara to the point dan jelas membuat Vandy sedikit sakit hati.
" Perkataan Dokter adalah alasanku untuk menerima pernikahan itu. Dan jika aku dan kamu melakukan hubungan itu. Itu karena juga perkataan Dokter. Jadi bukan karena sebuah cinta. Mungkin lebih kebencian karena aku harus melakukan hubungan itu dengan Pria yang sangat kubenci," tegas Azizi.
Vandy hanya diam mendengar kata-kata Azizi dan memang terlihat dari mata Azizi yang masih membencinya.
" Minggirlah! sudah larut malam. Mungkin memang bukan waktunya untuk malam ini," ucap Azizi yang ingin bergerak namun Vandy menahannya dan malah menekankan tubuh Azizi.
" Aku tidak tau apa perkataanmu benar atau tidak. Tetapi aku rasa aku melakukannya dulu. Supaya aku atau apakah ucapanmu benar atau tidak," ucap Vandy membuat Azizi sedikit panik dengan napasnya semakin tidak teratur.
" Kau hanya akan sakit hati jika memaksakannya," sahut Azizi mengingatkan.
" Apa maksud kamu?" tanya Azizi heran dengan dahinya yang mengerut.
Vandy mendekatkan wajahnya kepada Azizi dan langsung meraih bibir Azizi. Menciumnya dengan lembut dan Azizi kaget saat menerima ciuman itu.
Ciuman Vandy yang terkesan lembut itu semakin dalam dan membuat Azizi memejamkan matanya dengan perlahan. Dia tidak bisa menerima ciuman itu yang mungkin itu memang yang harus terjadi.
" Aku ingin membuktikan Azizi. Apakah kamu sebenci itu kepadaku," batin Vandy yang terus mencium Azizi dalam.
" Apa Vandy memang akan menyentuhku malam ini," batin Azizi dengan perasaannya yang tidak bisa di jelaskan dek-dekan, takut, juga sangat gugup.
__ADS_1
Ciuman panas itu semakin dalam dan Azizi bahkan tidak membalasnya dan hanya mengikuti permainan Vandy saja. Vandy bahkan mengangkat kepala Azizi agar wajah Azizi lebih dekat dengannya dan bisa memperdalam ciumannya lagi.
Tidak sampai di situ ciuman Vandy juga sudah turun ke leher Azizi dan Azizi hanya memejamkan matanya saat Vandy benar-benar menyentuh dirinya.
Azizi tidak melakukan apa-apa hanya Vandy yang terus menguasai dirinya dengan emosi, gairah, dan rasa penasaran dengan perasaan Azizi bercampur menjadi satu.
Suara napas yang tersenggal-senggal sudah terdengar di kamar yang kedap suara itu. Tangan Vandy juga sudah berhasil melepas pakaian Azizi yang memang sangat mudah untuk di lepas.
Vandy melepas ciuman itu sebenar yang ternyata Vandy sedang menarik kaosnya. Vandy yang sudah ber telanjang dada membuat Azizi menoleh kesamping. Seakan tidak ingin melihat keadaan Vandy yang tanpa pakaian.
Napas ke-2nya masih naik turun dengan perasaan mereka yang bercampur aduk. Setelah selesai membuka pakaiannya. Vandy kembali meraih bibir Azizi dan kembali melanjutkan untuk menyentuh tubuh Azizi tanpa ada satupun yang terlewatkan.
Sampai pada akhirnya Vandy melakukan penyatuan kepada istrinya yang membencinya itu. Tetap Azizi tidak menolak atau apapun. Karena memang itu harus di lakuaknnnya.
Vandy melihat air mata keluar dari kelopak mata Azizi saat Azizi merasakan sakit di area tertentu dan pasti ada luka di hatinya yang harus melakukan hubungan percintaan dengan pria yang melukainya dan terasa itu juga menyakitkan.
Percintaan itu terus berlanjut yang di penuhi gairah dan perasaan mereka yang bercampur aduk yang tidak bisa di jelaskan seperti apa.
Di mana Vandy telah merasakan sakit hati karena menyetubuhi wanita yang sama sekali membencinya. Dia bisa jelas bisa merasakan jika ada keterpaksaan di dalam diri Azizi. Sangat berbeda dengan dulu harus di akuinya ada cinta yang mendampingi hubungan yang sama yang di lakukannya malam ini.
Vandy mungkin sekarang baru mendapat karma atas apa yang terjadi pada Azizi bagaimana bercinta pada wanita yang membencinya.
Bersambung
__ADS_1