
Aldo masih tidak percaya dengan apa yang di katakan Raquel padanya. Dia masih bergetar dan bahkan kesulitan untuk bicara. Karena tidak sanggup untuk bicara.
" Aldo, kamu kenapa diam. Ayo kita harus pergi," ucap Raquel.
" Iya, Raquel. Aku hanya tidak percaya dengan apa yang terjadi," sahut Aldo.
" Ini adalah kenyataan. Ayo kita pergi," ucap Raquel dengan lembut menghapus air mata Aldo. Aldo memegang tangan Raquel yang ada di pipinya.
" Terima kasih ya. Kamu sudah banyak membantuku. Kamu orang yang mempercayaiku. Terima kasih," ucap Aldo. Raquel tersenyum mengangguk.
" Nanti saja. Kalau semuanya sudah selesai. Baru kamu berterima kasih. Sekarang kita pergi ya. Anak-anak yang lain sudah menunggu!" ucap Raquel dengan lembut. Aldo mengangguk.
***********
Tidak lama akhirnya merekapun sampai di kantor Polisi. Aldo pun masuk kedalam ruangan penyidik untuk memberikan keterangan dan pemerikasaan kembali.
Sementara, Vandy, Azizi, Raquel, Toby, Sasy dan Varell menunggu di luar yang menunggu Aldo yang ada di dalam sana. Tidak lama Tari pun datang yang ingin menghadiri panggilan polisi.
" Ngapain mereka di sini!" batin Tari yang tampaknya tidak mengetahui apa-apa.
" Wah, datang juga tukang fitnahnya," sahut Sasy yang langsung berdiri dengan ke-2 tangannya di lipat di dadanya.
" Apa maksud kamu?" tanya Tari.
" Nggak punya malu banget sih kamu," sahut Raquel yang juga ikut berdiri, " apa kamu tidak kebagian malu. Menyebar vidio sendiri dan bahkan merekayasa vidio itu dasar murahan!" kecam Raquel dengan sinis.
" Apa maksud kalian?" tanya Tari.
" Udah deh, nggak usah sok Drama. Episodenya sudah berakhir sekarang," sahut Sasy.
" Eh, Tari nggak nyangka banget ya kamu bisa selicik itu. Kamu sudah menghancurkan karir Aldo dengan fitnah kejam mu itu," geram Toby yang juga tidak bisa jika tidak ikut bicara.
" Jaga bicara kalian. Kalian menyerangku. Kalian merasa hebat karena ramai-ramai di sini," ucap Tari.
" Nih, anak benar-benar," geram Sasy.
" Sudah," sahut Vandy, " biarkan dia masuk kedalam. Polisi sedang menunggunya dan mungkin dia tidak akan bisa keluar lagi," ucap Vandy.
" Apa maksudnya," batin Tari yang tampak panik.
Tari tidak ingin menanggapi apa-apa dan akhirnya pergi dari orang-orang itu setelah dia menatap tajam satu persatu.
__ADS_1
" Huuuuuuu," sewot Sasy yang ingin melabrak lagi.
" Sasy sudahlah biarkan hukum yang memberinya pelajaran," sahut Azizi.
" Iya benar kita tunggu saja dia memakai pakaian orens," sahut Varell.
*********
Tidak lama akhirnya Aldo keluar dari ruangan penyidik cukup lama sebenarnya hampir 2 jam.
" Itu Aldo!" tunjuk Raquel yang langsung berdiri. Namun Raquel dan yang lainnya melihat Tari mengejar-ngejar Aldo.
" Aldo tunggu!" panggil Tari.
" Mau ngapain lagi sih tuh anak," desis Raquel kesal.
" Ayo kita kesana?" ajak Sasy, Raquel dan yang lainnya mengangguk.
" Aldo tunggu, dengarkan aku dulu," ucap Tari menahan tangan Aldo dan Aldo langsung menepis kasar tangan itu.
" Lepaskan aku. Jangan menyentuhku!" bentak Aldo menghadap Tari dengan mata Aldo yang memerah.
" Aku tidak percaya ya Tari kamu bisa melakukan semua ini. Aku membantumu untuk menyelesaikan kasus Laudya. Sampai akhirnya pembunuhnya dapat. Dan kau malah bekerja sama dengan Bayu untuk menghancurkanku!" teriak Aldo yang tidak bisa mengendalikan dirinya.
" Kamu bukan hanya jahat kepada Cherry. Tapi kamu tidak tau diri. Kamu lah yang sudah menghiyanati sepupu Laudya dan tidur dengan Bayu dan dengan liciknya kamu sudah memfitnahku dengan mengarang semua Drama," lanjut Aldo.
" Aldo maafkan aku. Aku tidak punya pilihan lain. Bayu mengancamku. Aku tidak bisa melakukan apa-apa," sahut Tari.
" Cukup! aku sudah tidak peduli dengan apa yang kau katakan. Aku hanya ingin mengatakan 1 hal kepadamu. Jika aku sangat menyesal bertemu denganmu. Aku menyesal membantumu. Kau menghancurkan. Hubunganku dan semuanya. Kau sangat tidak tau diri!" tegas Aldo menekankan pada Tari.
" Aldo, aku..."
" Eh Tari," sahut Raquel yang langsung menyambar yang tampaknya sudah sangat geram.
" Jadi Bayu Pria itu. Benar-benar ya kamu wanita murahan. Kamu itu benar-benar tidak tau diri. Kamu itu sama seperti sampah," hina Raquel tanpa ampunan.
" Sekarang kamu terima akibat dari perbuatan kamu. Hukuman kamu bukan hanya masalah penyebaran video, menyembunyikan buronan. Tetapi hukuman kamu akan bertambah. Pencemaran nama baik. Kamu akan kenak pasal berlapis-lapis," sahut Sasy menegaskan membuat Tari kaget.
" Tidak, kalian tidak bisa melakukan ini kepadaku," sahut Tari yang sudah menagis.
" Sudah, sebaiknya kita pergi dari sini. Urusan kita sudah selesai di sini. Aldo dinyatakan tidak bersalah dan wanita ini akan menerima akibatnya," ucap Vandy menegaskan.
__ADS_1
" Iya, ayo kita pergi dari sini!" ajak Azizi.
Raquel pun meraih tangan Aldo dan membawanya pergi dari hadapan Tari.
" Bye," ucap Raquel dengan lambaian tangannya di depan Tari.
" Selamat menikmati kehidupan baru," ucap Sasy tersenyum mengejek sebelum pergi dan satu persatu mereka pun akhirnya pergi.
" Aldo tunggu! Aldo, aku tidak mau di sini. Tunggu Aldo. Tunggu!" teriak Tari yang sama sekali tidak di pedulikan Aldo.
Aldo memang akhirnya terbebas dari tuduhan dan Tari yang akan menerima hukumannya. Tari akan mendapatkan hukuman yang sesuai dengan perbuatannya.
***********
^^^" Pemirsa Aldo Kendra Hafsari di nyatakan tidak bersalah dalam kasus vodio asusila yang sudah menyebar itu. Pria itu dinyatakan bebas dari hukum. Aldo Kendra Hafsari ternyata selama ini adalah korban fitnah,"^^^
Pembawa berita hari ini begitu lancar menyampaikan informasi bahagia itu. Dan Raquel yang berdiri di depan layar televisi yang ada di rumah sakit tersenyum melihat berita itu.
Terlihat juga Aldo yang melakukan konferensi pers yang membersihkan nama baiknya dan Tari sudah di masukkan kedalam sel. Yang harus bertanggung jawab atas perbuatannya.
" Alhamdulillah, akhirnya masalah selesai. Aku sangat bahagia bisa melihat Aldo tersenyum lagi. Dia seperti Aldo yang dulu," batin Raquel yang merasa lega.
Tiba-tiba Sasy datang dan melihat temannya itu senyum-senyum membuatnya juga senyum.
" Ehem," Sasy berdehem membuat Raquel tersentak kaget.
" Sasy," ucap Raquel.
" Ya ampun senyum-senyum mulu. Udah tau nanti di kirain gila," ejek Sasy.
" Apaan sih," sahut Raquel malu-malu.
" Hmmm, kayaknya akan tercium bau-bau CLBK nih," ucap Sasy menerka-nerka.
" Udah deh, nggak usah mulai," sahut Raquel.
" Ya, ampun wajahnya sampai memerah kayak gitu, biasa aja dong," ucap Sasy yang terus menggoda Raquel.
" Udah deh Sasy kamu ini ya benar-benar," geram Raquel semakin malu yang di goda Sasy.
Namun Sasy terus menggoda temannya itu. Yang membuat Raquel semakin kesal dan sekarang mengejar Sasy ya rumah sakit di jadikan mereka sebagai taman bermain
__ADS_1
Bersambung