DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 272 Sampai di Jepang.


__ADS_3

Akhirnya Cherry dan rombongan sudah sampai di Jepang. Mereka sampai pada malam hari dan sekarang mereka sedang berada di Bandara. 3 mobil yang sudah terparkir di sana yang sepertinya memang untuk menjemput Verro dan rombongan.


Supir-supir mobil sudah memasukkan koper-koper kedalam bagasi mobil.


" Ya sudah sekarang, ayo kita lanjut ke penginapan. Ini sudah malam," sahut Toby yang memberikan arahan. Yang lainnya mengangguk dan mulai memasuki mobil.


Di mobil pertama. Ada Cherry, Verro yang duduk di belakang. Sementara di depan di samping supir ada ada Nadya.


Dan untuk mobil Ke-2 ada Toby dan Sasy yang di bagian belakang dan untuk di bagian depan ada Raquel yang duduk di samping supir.


Dan mobil ke tiga. Pasti ada Azizi dan Vandy yang duduk di bagian belakang dan untuk di depan ada Varell yang pasti jadi obor nyamuk. Ada 3 yang menjadi pasangan dan 3 menjadi obat nyamuk.


Mobil yang mereka masuki. Sudah mulai melaju dengan kecepatan santai yang akan menuju penginapan mereka.


Azizi yang duduk di samping Vandy tampak gelisah dengan memegang-megang perutnya. Vandy menyadari kegelisahan Azizi dan menoleh kesampingnya.


" Kamu kenapa?" tanya Vandy. Azizi langsung menggeleng seakan tidak ada yang terjadi.


Rrrrrrr


Ternyata suara gemuruh di perut Azizi terdengar. Azizi menyadarinya langsung membulatkan matanya dengan lebar yang ketahuan jika dia sedang kelaparan dan apa yang di dengar Vandy membuat Vandy menahan senyum.


" Astaga, Azizi kenapa nggak bisa di ajak kompromi sih," batin Azizi yang merasa dirinya bodoh.


" Jadi kamu lapar?" tanya Vandy. Azizi langsung menggeleng. Masih saja berbohong. Walau sudah ketahuan lapar.


" Aku sudah mengatakan. Kamu harus makan di pesawat. Kalau malam seperti ini mana ada makanan," sahut Vandy yang merasa jika Azizi keras kepala. Azizi jadi malu sendiri dan terlihat kesal. Dengan wajahnya cemberut lalu melihat ke depan dan tidak ingin melihat Vandy. Vandy tersenyum miring melihatnya.


" Kamu mau makan?" tanya Vandy lembutnya.


" Bukannya kamu bilang tidak ada makanan malam-malam begini," sahut Azizi tampak kesal.


" Aku akan mencarinya," jawab Vandy yang sepertinya rela melakukan apapun untuk Azizi.


" Mau cari kemana?" tanya Azizi heran. Vandy hanya tersenyum tanpa menjawab apa-apa.


Sementara Varell yang di depan yang mendengar obrolan itu hanya menarik napas panjang saja dan membuang perlahan yang harus menjadi kambing congek.


*************

__ADS_1


Tidak terasa akhirnya mereka sampai ke penginapan. Di mana. Verro dan Cherry satu kamar. Azizi dan Vandy sekamar. Untuk Nadya, Sasy dan Raquel satu kamar dan Varell dan Toby satu kamar.


Di dalam kamar Verro dan Cherry terihat Cherry yang sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian tidurnya. Kimono sepahanya lengan pendek yang menyusun pakaian yang ada di dalam koper.


Tidak berapa lama Verro juga yang sudah bersih-bersih keluar dari kamar mandi dan melihat istrinya yang tampak sibuk.


" Sayang, sudah dong, jangan di kerjakan lagi. Kamu sebaiknya istirahat, ini sudah malam," ucap Verro yang langsung menghampiri istrinya untuk menghentikan pekerjaan itu.


" Tidak apa-apa sayang, tanggung sebentar lagi," sahut Cherry masih tetap melakukannya. Verro kembali menghentikannya.


" Ini sudah malam jangan melakukannya lagi. Kamu sebaiknya istirahat, kamu pasti capek," ucap Verro menegaskan.


" Tapi sayang, ini tanggung sekali," sahut Cherry yang tetap ngotot untuk membereskan pakaian itu. Verro pun langsung mengambil tindakan dengan menggendong Istri ala bridal style yang membuat Cherry kaget.


" Sayang, apa yang kamu lakukan?" tanya Cherry yang benar-benar kaget.


" Kita harus tidur. Kita datang kemari untuk bersantai-santai. Bukan untuk kerja rodi. Jadi kita harus tidur," tegas Aditya.


" Tapi tidak perlu seperti ini juga kali," sahut Cherry. Verro tidak mempedulikan istrinya dan Verro langsung melangkah dan membaringkan sang istri dengan lembut di atas ranjang.


" Harus seperti ini, kamu sedang hamil. Aku tidak ingin istriku ini sakit," sahut Verro yang sudah membaringkan istrinya dan mencium lembut kening istrinya.


Cherry melihat sang suami yang ternyata membereskan koper-koper mereka. Tetapi Verro hanya menurunkan dari ranjang dan tidak membereskan. Lalu Verro langsung menaiki ranjang dan mendekati sang istri,


Tangan Verro langsung berada di pundak Cherry dan menarik Cherry kedalam pelukannya. Sehingga kepala Cherry berada di dada bidang Verro dan Cherry juga memeluk suaminya.


" Sekarang kita tidur," ucap Verro mencium pucuk kepala Cherry.


" Iya," sahut Cherry mengangguk yang perlahan memejamkan matanya dan Verro mempereratkan pelukannya pada sang istri.


*******


Di kamar lain. Di mana tempat, Nadya, Sasy, dan Raquel. Masih membereskan pakaian-pakaian mereka.


" Ahhhh, padahal ngantuk banget, tetapi semuanya harus di beresin supaya besok bisa santai-santai," ucap Sasy mengeluh.


" Sasy, kalau kamu ngantuk kamu tidur aja. Biar aku yang beresin," sahut Nadya dengan baik hatinya.


" Itu mah maunya dia," sahut Raquel yang juga memeberes-bereskan pakaiannya dari dalam koper.

__ADS_1


" Apaan sih, pikirannya langsung buruk aja," sahut Sasy sewot, " Nggak usah Nadya. Aku bisa kok melakukannya sendiri lagian tinggal dikit lagi," ucap Sasy.


" Ya sudah," sahut Nadya yang tersenyum. Dia memang sangat baik kepada teman-temannya dan baiknya dia tidak pernah berubah sampai sekarang.


Raquel kembali membereskan pakaiannya dan saat tangannya memegang bleazer nya berwarna kuting tiba-tiba tangannya memegang sesuatu di saku bleazer nya itu.


" Apa ini," ucapnya penasaran lalu melihat isi saku dari bleazer tersebut dan ternyata terdapat kalung yang tak lain adalah miliknya


Wajahnya terlihat sangat sendu saat melihat kalung itu yang sepertinya kalung itu punya memori untuknya. Sehingga wajahnya sangat sedih.


Flashback.


Terlihat Aldo yang menuntun jalan Raquel yang mana mata Raquel di tutup matanya dengan sapu tangan.


" Aldo kita mau kemana sih?" tanya Raquel dengan manjanya.


" Sebentar lagi sampai, kamu sabar saja," sahut Aldo yang terus menuntun Raquel berjalan. Raquel hanya menurut saja sampai dia berada di tempat yang sangat indah. Di mana berada di taman yang banyak lilinnya dan bunga-bunga. Tempat itu begitu romantis.


" Sekarang mata kamu sudah bisa di buka," sahut Aldo yang langsung membantu Raquel membuka penutup matanya.


" Sekarang kamu buka mata kamu," perintah Aldo dan Raquel pun akhirnya membuka matanya dengan perlahan dan Raquel langsung kaget melihat di mana keberadaannya.


Matanya berbinar melihat Supraise yang di berikan Aldo. Wajah cantik itu langsung tersenyum dengan bahagia. Raquel langsung melihat ke arah Aldo dengan rasa haru.


" Kamu suka?" tanya Aldo. Raquel langsung mengangguk. Aldo berdiri di belakang Raquel dan belum siap kejutan untuk pacaranya. Aldo langsung memasangkan kalung di leher Raquel yang membuat Raquel terkejut dengan benda indah yang melekat di lehernya.


Raquel langsung berbalik badan menghadap Aldo dengan matanya yang sudah berkaca-kaca.


" Happy anniversary yang ke-4," ucap Aldo yang ternya suprais yang di berikannya pada kekasihnya karena mengingat hari penting baginya. Raquel semakin mewek dan langsung memeluk Aldo.


" Kamu selalu mendahului ku. Kamu so sweet sekali, I love you," ucap Raquel yang langsung memeluk Aldo


" I love you to," sahut Aldo yang mengusap-usap pundak Raquel.


Flassaon.


Air mata Raquel harus menetes ketika mengingat kenangan indahnya bersama Aldo. Meski berusaha untuk move on. Tetapi melihat kalung itu membuatnya sedih.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2