
SMA Haigh Internasional
Sesampai di sekolah. Cherry dan Verro tetap bergandengan tangan. Membuat murid-murid sekolah iri dengan Cherry dan Verro yang memang merasa dunia milik berdua. Maklumlah yang lain pada ngontrak jadi lara jomblo harap tenang.
Tidak jarang-jarang murid-murid wanita yang berpapasan dengan mereka harus tersenyum, bergunjing sedikit. Ketika melihat pemandangan yang indah itu. Study tour memang membuat keduanya resmi berpacaran.
" Apa mereka sedang membicarakan kita?" tanya Cherry berbisik pada Verro.
" Kayaknya," sahut Verro.
" Kenapa mereka harus membicarakan kita?" tanya Cherry.
" Entahlah mungkin mereka penasaran. Apa perlu aku umumkan kepada 1 sekolah jika kamu pacarku, supaya mereka tidak kepo lagi?" tanya Verro.
" Tidak perlu. Aku bisa malu," sahut Cherry yang tidak mau hal itu terjadi. Nanti yang ada dia akan di goda sana-sini.
" Baiklah!" sahut Verro tersenyum.
" Verro, nanti pulang sekolah temani aku ya," ucap Cherry.
" Mau kemana?" tanya Verro.
" Kerumah sakit, aku ingin menemui Siska. Soalnya aku ingin bicara banyak kepadanya," jawab Cherry.
" Baiklah! Tapi dengan 1 syarat," ucap Verro.
" Apa?" tanya Cherry.
" Jangan lama-lama dan jangan berbicara yang lain-lain dengannya, apa lagi membicarakan ku," jelas Verro menegaskan pada kekasihnya membuat Cherry tersenyum dengan mengkerutkan dahinya.
" Memang kapan aku membicarakanmu dengannya," sahut Cherry.
" Masih tidak mengaku. Aku pernah menangkap kalian berdua sedang bergosip mengenai aku," sahut Verro.
" Itu hanya perasaanmu saja. Aku tidak seperti itu," sahut Cherry membantah tuduhan Verro.
" Kamu mulai berbohong," sahut Verro menghentikan langkahnya menghadap Cherry.
" Aku memang tidak berbohong," ucap Cherry dengan tegas. Dengan gemes Verro menarik hidung Cherry.
" Verro sakit," keluh Cherry menepis tangan Verro.
" Sangat jelas kau berbohong, hidungmu semakin panjang," ucap Verro.
" Memang aku Pinokio. Ya sudah iya aku minta maaf," sahut Cherry mengusap-usap hidungnya yang memerah akibat ulah Verro. Verro hanya tersenyum dan mengacak-acak pucuk kepala Cherry.
" Jangan berbohong lagi," ucap Verro. Cherry hanya mengangguk.
" Cherry," teriak Sasy yang melihat Cherry. Sasy dan Toby langsung berlari menghampiri Cherry.
__ADS_1
" Hay Cherry," sapa Sasy dengan wajah cerianya.
" Hay," sahut Cherry.
" Nih Cherry," ujar Toby memberikan lembaran Foto.
" Foto siapa ini?" tanya Cherry bingung belum melihatnya.
" Kau dan Verro," jawab Toby.
" Dengan semangat. Cherry melihat foto-foto itu.
" Ya ampun kok bisa ada," sahut Cherry dengan matanya yang berbinar. Tidak menyangka banyak sekali foto-fotonya bersama Verro yang memang di ambil tidak sengaja oleh Toby.
" Ya adalah siapa dulu," sahut Toby.
" Ini lucu sekali," ucap Cherry yang takjub melihat foto-fotonya dan Verro.
" Punya ku mana?" tanya Sasy mengadahkan telapak tangannya.
" Ada," sahut Toby.
" Ya sudah mana sini," ucap Sasy meminta.
" Wanipiro," sahut Toby tersenyum puas.
" Karena tidak ada yang gratisan," sahut Toby menegaskan.
" Cherry, kok gratis?" tanya Sasy meminta keadilan.
" Dia temanku, kau tidak," sahut Toby dengan entengnya.
" Kau benar-benar," Sasy langsung kesal dan seperti biasa akan menggeplak kepala Toby.
Verro yang ada disitu benar-benar kesal. Semetara Cherry tidak peduli dan malah senyum-senyum melihat foto-foto itu.
" Woy," bentak Verro, " kalian berdua kayak anak TK, ribut terus," ucap Verro kesal.
" Berisik," sahut Toby dan Sasy dengan serentak.
" di kasih tau malah ngeyel," sahut Verro kesal.
" Awas kau Toby. Nanti akan ku balas," ucap Sasy memberi ancaman sembari mengepal tangannya mengarahkan tepat di wajah Toby.
" Tidak takut," sahut Toby menjulurkan lidahnya. Membuat Sasy semakin geram.
" Ayo Cherry kita masuk, malas liat mereka ber-2 sama saja," sahut Sasy menggandeng lengan Cherry dengan ke-2 tangannya.
" Nggak usah dekat-dekat Cherry. Apalagi sok romantisan," ucap Sasy ketus kepada Verro dengan wajahnya yang kesal. Verro mengerutkan dahinya dengan larangan Sasy.
__ADS_1
" Siapa lo," sahut Verro.
" Ayo," Sasy tidak peduli dan membawa temannya dari 2 pria yang membuat paginya berantakan.
" Aneh banget. Emang dia pikir dia siapa pakai larang-larang segala," ucap Verro kesal.
" Tau memang dia pikir dia siap," sahut Toby ikut-ikutan. Verro melihat kearah Toby. Lalu pergi. Jika dia bersama Toby. Yang ada dia akan semakin kesal.
" Verro tunggu ikut!" teriak Toby yang mengejar Verro.
********
Di dalam kelas seperti biasa para murid-murid akan ricuh dengan kesibukan mereka masing-masing sebelum guru yang mengajar di pelajaran awal datang.
Selina dan Mitha yang sibuk pamer dengan barang-barang yang mereka beli saat waktu lenggang di daerah Study tour dan pasti tidak akan puas. Jika tidak pakai embel-embel menyindir Nadya.
Tetapi kali ini Raquel tidak ikut-ikutan. Raquel malah fokus melihat ke arah Aldo yang Fokus belajar. Dengan menopang satu tangannya di pipi sebelah kirinya. Raquel terus memperhatikan Aldo.
" Apa aku minta maaf saja ya kepadanya," batin Raquel yang punya keinginan untuk meminta maaf. Karena sudah menuduh Aldo sembarangan.
" Tetapi kan aku gengsi. Tapi kalau tidak minta maaf. Apa aku tidak kelewatan. Aku sudah membuatnya di marahi guru, kehilangan nilai, dan mendapat hukuman. Jika tidak minta maaf. Berarti aku tidak mengakui kesalahanku," Raquel terus bergerutu di dalam hatinya. Dia ingin meminta maaf tetapi gengsi.
Di terus merasakan dilema antara melakukan atau tidak. Sampai Raquel tidak sadar Aldo yang tiba-tiba menoleh kearahnya.
Membuat Raquel kaget dan langsung mengalihkan pandangannya dengan cepat ke buku yang terbuka di atas mejanya. Raquel langsung salah tingkah dan mencari kesibukan sendiri agar tidak ketahuan.
Tetapi sepertinya Aldo tau. Jika sedari tadi Raquel terus memperhatikannya. Aldo mendengus senyum. Lalu kembali fokus pada bacaannya.
" Issssh, dasar Raquel bodoh," gerutu Raquel di dalam hatinya mengatai dirinya sendiri.
Sementara Cherry sedari tadi terus melihat foto-foto yang di berikan Toby. Wajahnya begitu ceria melihat lembaran foto-foto yang terbuka di mejanya.
" Kenapa selucu ini, aku harus menempelkannya di album ku," gumam Cherry sudah tidak sabar pulang dan menempeli Foto itu.
Supaya dia memiliki banyak kenangan bersama Verro. Memang Cherry punya 1 album foto-fotonua bersama Verro dari kecil.
Verro yang duduk di tempatnya hanya melihat Cherry yang tampak bahagia. Jangan tanya hatinya. Hatinya tidak bahagia. Beberapa hari ini karena pasti Cherry yang membuatnya sedih.
Dia hanya berusaha terus membuat wajah cantik Cherry terus tersenyum lebar seperti sekarang ini. Seperti tidak ada masalah sama sekali.
Lain dengan pemikiran Verro terhadap Cherry. Sedari tadi Azizi terus melihat ke arah Vandy yang sibuk bermain ponsel. Sudah beberapa hari tetapi Azizi tidak mendapatkan alasan kenapa Vandy menghindarinya.
" Apa dia menghindariku karena hal itu," batin Azizi yang merasa sesak di dadanya.
Bagaimana tidak sesak manis yang menjadi pahit. Bahkan terlihat seperti bunga yang indah dipetik karena ingin menghirup aromanya lebih dekat. Tetapi akan dibuang ketika sudah merasa puas mencium aroma bunga itu.
" Apa kesalahanku?" tanyanya dalam hatinya.
Bersambung....
__ADS_1