DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 239 Rencana liburan.


__ADS_3

Kondisi Cherry sudah semakin membaik siapa dulu Dokter yang merawatnya. Dokternya berbeda yang kali ini Dokternya yang merawatnya adalah suami tercintanya jadi wajar dia sembuhnya juga cepat.


Walau tubuhnya masih hangat-hangatnya dan belum stabil. Tetapi tetap dia jauh merasa jauh lebih baik dan sekarang dia bermanja dengan suaminya di atas tempat tidur.


Di mana Verro yang menyandarkan punggungnya di kepala ranjang dan Cherry yang memeluknya yang sangat nyaman berada di dada bidang suaminya itu.


" Kamu masih butuh sesuatu?" tanya Verro menundukkan kepalanya untuk melihat istrinya. Cherry mengangkat kepalanya dan melihat sang suami dan langsung menggeleng.


" Aku tidak butuh apa-apa," sahut Cherry.


" Benar?" tanya Verro tidak percaya.


" Iya sayang, aku dan anak kita sudah kenyang dengan banyak makanan yang papanya beli dan sekarang aku dan anak kita sudah sangat kenyang," jawab Cherry.


" Baiklah! kalau kamu butuh apa-apa katakan saja, jangan memendamnya," sahut Verro.


" Hmmm, pasti sayang," sahut Cherry yang tersenyum dan memeluk lebih erat suaminya. Verro mengusap-usap rambut Cherry. Lalu mencium pucuk kepala Cherry.


Dratttt Dratttt Dratttt Dratttt


Ponsel Verro berdering di atas nakas. Verro langsung menoleh ke atas nakas dan langsung mengambil ponselnya melihat panggilan masuk.


" Siapa?" tanya Cherry penasaran.


" Toby," jawab Verro. Cherry mengangguk dan Toby langsung mengangkatnya.


" Iya Toby kenapa?" tanya Verro. Cherry penasaran menaikkan sedikit tubuhnya ke dekat telinga suaminya yang terdapat ponsel karena penasaran dengan Toby yang menelpon tiba-tiba.


📞" Begini Verro, kamu kira-kira lusa sibuk tidak?" tanya Toby yang jauh di sana.


📞" Sepertinya, seminggu kedepan aku agak longgar," jawab Verro, " Memang ada apa?" tanya Verro heran.


📞" Hmmm, begini, aku ada rencana ingin terbang ke Bali. Jadi aku ingin kita liburan di Bali beberapa hari ini," sahut Toby menjelaskan maksudnya dan Verro dan Cherry saling melihat yang pasti Cherry juga mendengar perkataan Cherry.


📞" Dalam rangka apa, kok tumben ngajak liburan?" tanya Verro.


📞" Ya anggap saja traktiran dari ku. Kebetulan ada sesuatu yang membuatku bahagia. Hanya tinggal pergi pesawat, dan penginapan sudah aku siapkan," jelas Toby.

__ADS_1


📞" Lalu anak-anak yang lain bagaimana?" tanya Verro.


📞" Aku sudah mengabari beberapa dan sudah setuju, ya mungkin waktunya memang tepat makanya langsung setuju dan aku juga berharap kamu juga akhirnya setuju," sahut Toby menjelaskan lagi.


📞" Bagaimana apa kamu bisa ikut?" tanya Toby yang ingin memastikan. Verro pun melihat istrinya seakan meminta persetujuan dan tampaknya Cherry memang ingin liburan jadi dia langsung mengangguk cepat.


📞" Verro," kamu masih di sana?" tanya Toby.


📞" Hmmm, baiklah, jika memang begitu dan sepertinya gratis. Aku dan Cherry kalau tidak ada halangan akan itu," sahut Verro dengan bercandaan sedikit.


📞" Baiklah, kalau begitu. Terima kasih, aku akan mengabari yang belum di kabari dan semoga juga bisa ikut," sahut Toby.


📞" Iya," sahut Verro dan langsung menutup telponnya dan kembali meletakkan di tempatnya.


" Kita akan liburan kembali?" tanya Cherry. Verro menganggukkan matanya. Cherry langsung tersenyum lebar.


" Serius?" tanya Cherry tidak percaya.


" iya. Kita akan jalan-jalan. Karena kita ber-2 juga tidak pernah berduaan," ucap Verro.


" Lalu bagaimana dengan janin ku. Apa tidak akan apa-apa?" tanya Cherry yang walau senang berjalan-jalan tetapi dia tetap sangat khawatir pada janinnya.


" Baiklah kalau begitu. Aku juga ingin liburan," sahut Cherry yang kesenangan.


" Hmm, aku juga, ingin liburan bersamamu," sahut Verro.


" Memang kapan berangkatnya?" tanya Cherry penasaran.


" Kata Toby, lusa ya mungkin 2 atau 3 hari lagi," jawab Verro.


" Kalau begitu aku akan mengajak Sasy untuk ke Mall mencari keperluan," sahut Cherry dengan semangat. Verro langsung mendengus tersenyum.


" Cherry, kita mau liburan bukan mau study tour. Jadi persiapannya jangan seperti mau Study tour selama 1 bulan," ucap Verro mengingat kejadian dulu di mana mereka heboh berbelanja untuk menyiapkan keperluan Study tour.


" Tetap saja semua harus sempurna," sahut Cherry dengan semangat. Verro hanya tersenyum.


" Baiklah! terserah kamu saja," sahut Verro. Cherry mengangguk dan semakin mempererat pelukannya.

__ADS_1


" Istirahatlah, ini sudah malam," ucap Verro.


" Hmmm, baiklah sayang," sahut Cherry yang langsung memejamkan matanya dan Verro mencium kembali kening istrinya dan mempererat pelukannya.


**********


Mobil Raquel berhenti di depan kantor pengacara yang mana lagi jika bukan kantor kekasihnya Aldo. Raquel jarang sekali menggunakan mobil. Karena terbiasa dengan Aldo yang sering mengantar jemputnya. Jika ingin kemana-mana.


Karena Aldo tidak mengangkat telponnya dan selama beberapa hari ini tampak tidak peduli dengannya akhirnya Raquel memutuskan untuk mendatangi kantor pacarnya itu. Di tanya curiga jelas.


Raquel curiga jika pacarnya itu selingkuh dengan Tari yang belakangan dekat dengan Aldo yang kasusnya tidak selesai-selesai.


" Semoga saja dia ada di dalam," ucap Raquel membuka seat beltnya dan ingin membuka pintu mobil. Belum sempat terbuka tiba-tiba saja Aldo keluar dari kantor itu bersama dengan Tari dan membuat Raquel kaget.


" Jadi dia bersama Tari," batin Raquel yang langsung kepanasan kesal dengan apa yang di lihatnya.


Kekesalannya bertambah saat melihat Aldo yang membukakan pintu mobil untuk Tari. Hal seromantis yang seharusnya tidak perlu di lakukan Aldo.


" Aldo kamu benar-benar berlebihan," batin Raquel dengan geram melihat pemandangan yang mengusik matanya itu.


Raquel langsung mengambik telponnya dan langsung menelpon Aldo. Masih di lihat Raquel di mana Aldo yang belum memasuki mobil dan melihat panggilan masuk yang pasti dari dirinya dan dengan mudahnya Aldo tidak menjawab telpon itu.


" Aldo, kamu benar-benar. Kamu sibuk bersamanya sampai tidak mengangkat telpon ku," desis Raquel yang benar-benar murka dengan Aldo yang seenaknya tidak mempedulikannya.


Raquel harus menyaksikan mobil itu melaju dan dia hanya bisa melihat saja.


" Sial," desis Raquel memukul stir mobilnya dengan apa yang di lihatnya. Pacarnya yang benar-benar sudah tidak mempedulikannya dan sibuk dengan pekerjaan atau yang di curigainya, sibuk dengan Tari.


" Aku tidak menyangka jika kamu akan seperti ini Aldo, kamu benar-benar sudah tidak mencintaiku. Wanita itu mampu membuatmu benar-benar merupakan ku," batin Raquel dengan matanya yang mulai berkaca-kaca.


Sementara Aldo dan Tari berada di dalam mobil dengan Aldo menyetir lumayan kencang.


" Kira-kira akan terkejar nggak yah?" tanya Tari.


" Aku tidak tau, semoga kita tidak telat," sahut Aldo yang menyetir dengan kecepatan tinggi.


" Ya semoga saja," sahut Tari yang tampak panik yang sepertinya mereka berdua memang buru-buru dan apa yang mereka kejar juga tidak ketahuan.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2