DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 142 Tidak percaya


__ADS_3

Verro dan Clara masih saling melihat. Wajah Verro jelas memperlihatkan betapa kagetnya dia dengan wanita yang ada di hadapannya. Cherry istrinya sangat mirip dengan Clara. Benar-benar sama sekali tidak ada bedanya


" Bukannya dia Pria yang kemarin malam. Jadi dia seorang Dokter," batin Clara yang masih mengingat Pria yang menolong wanita yang bunuh diri. Pria yang bisa di katakan telah berhasil mencuri perhatiannya.


" Apa aku sedang bermimpi apa dia Cherry. Aku hanya berkhayal. Tidak aku tidak berkhayal dia memang Cherry," batin Verro dengan wajahnya yang shock.


" Kenapa dia malah diam dan tidak bicara sama sekali. Malah Bengong melihatku seperti hantu," batin Clara bingung.


" Dokter!" tegur Clara yang menyadarkan diri terlebih dahulu.


Verro masih Bengong dan bahkan kesulitan bernapas. Pasti sama dengan Sasy, Raquel, Vandy dan Toby saat pertama kali bertemu Clara. Wajah yang sangat mirip dengan teman mereka.


" Kenapa dia masih diam. Apa ada yang salah?" batin Clara yang bertanya-tanya dengan Dokter tampan di depannya.


" Clara," tiba-tiba terdengar suara panggilan. Yang ternyata seorang Pria yang berlari menghampiri Clara.


" Mas Bayu," lirih Clara dan Clara langsung memeluk Pria itu begitu sudah berada di depannya.


" Mas, Bayu mama. Mama tadi jatuh," ucap Clara yang panik di pelukan Bayu. Melihat Clara yang berpelukan membuat Verro seakan terluka.


Dada itu semakin sesak. Mulut yang tidak bisa bicara dan kaki yang terlem sampai tidak bisa bergerak sama sekali.


" Bagaimana keadaan mama?" tanya Bayu yang memeluk Clara erat dengan mengusap-usap pundaknya untuk menenangkan Clara.


Clara hanya menggeleng menangis di pelukan Bayu. Karena dia memang tidak mendapat berita apa-apa dari Dokter yang sampai sekarang masih bengong.


" Dok bagaimana keadaan mama saya?" tanya Bayu akhirnya bertanya pada Verro. Verro masih diam. Sampai akhirnya Raquel keluar dari ruangan UGD dan melihat Verro yang begitu kaget.


" Dia sudah melewati masa kritisnya," ucap Raquel yang langsung mengambil alih pertanyaan Bayu. Karena tau Verro pasti schok dan mungkin tidak mampu bicara.


" Lalu apa yang terjadi dengan mama saya?" tanya Clara.


" Mari silahkan keruangan Dokter Verro. Kalian silahkan tunggu di sana saja. Semuanya akan di jelaskan dengan rinci," ucap Raquel. " Suster!" panggil Raquel.


" Iya Dok," jawab Suster.

__ADS_1


" Bawa mereka keruangan Dokter Verro," suruh Raquel.


" Baik. Mari silahkan," ucap Suster yang mempersilahkan jalan.


Bayu dan Clara pun akhirnya mengikuti suster. Raquel menarik napasnya panjang dan melihat temannya yang masih saja bengong.


" Verro!" tegur Raquel menggoyang kan lengan Verro.


" Apa dia Cherry?" tanya Verro yang baru bisa bicara setelah wanita itu tidak ada di depannya lagi.


" Aku tidak tau. Aku juga tidak percaya. Bisa melihat wanita semirip itu. Tetapi itu tidak mungkin. Mana mungkin orang yang sudah mati hidup kembali," ucap Raquel yang sama sekali tidak bisa berpikir jernih.


" Verro. Aku tau kamu sangat schok dengan semua ini. Aku juga kaget saat melihat wanita itu yang sangat mirip dengan Cherry. Tapi kamu Dokter dan mereka sedang menunggu kamu. profesional lah. Dan dia bukan Cherry. Namanya Clara. Kalau dia Cherry pasti dia mengenalimu," ucap Raquel yang mengingatkan temannya. Agar tidak bertindak terlalu jauh.


" Tapi kenapa perasaanku sangat aneh," gumam Verro


" Sudahlah, sana kamu temui mereka," ucap Raquel. Verro mengangguk menarik napasnya panjang dan menurunkan perlahan. Setelah cukup tenang akhirinya dia pergi.


" Aku juga tidak tau siapa wanita itu dan kenapa dia begitu mirip dengan Cherry," batin Raquel yang semakin bingung dengan kehadiran wanita yang bernama Clara itu.


Vandy, Raquel dan Sasy duduk berjejer dengan wajah berpikir mereka. Mereka masih memikirkan apa yang membuat mereka benar-benar tidak percaya.


" Memang di dunia ini serba 7. 7 keajaiban dunia. 7 warna pelangi. 7 lapis langit. 7 Neraka. 7 surga. Dan tuju kemiripan manusia," gumam Raquel


" Memang kemiripan ada 7. Tapi tidak semirip ini juga. Ini sudah seperti kembar," sahut Sasy yang benar-benar pusing dengan wanita yang membingungkan itu.


" Tidak mungkinkan Cherry punya kembaran," sahut Raquel.


" Ya nggaklah. Aku sangat tau keluarganya," sahut Sasy yakin.


" Lalu wanita itu kenapa benar-benar mirip dengan Cherry. Apa itu masuk akal," sahut Raquel yang benar-benar bingung.


" Aku juga tidak tau. Mana mungkin orang yang sudah tiada hidup kembali. Itu sangat tidak masuk akal," ucap Vandy.


" Benar, mungkin memang mirip. Jika itu Cherry. Kenapa tidak mengenali kita sama sekali. Namanya Clara bukan Cherry," ucap Sasy.

__ADS_1


" Kasian Verro dia pasti benar-benar shock dengan hal ini. Tadi saja dia benar-benar bengong sampai tidak bisa fokus," ucap Raquel.


" Benar. Aku sama Vandy juga melihat wajah Verro yang benar-benar schok. Dia pasti kebingungan dengan semua ini. Makanya dia terlihat linglung," sahut Sasy yang tadi melihat wajah temannya yang tidak bisa di gambarkan seperti apa.


" Berarti ini yang di pikirkan Toby. Apa wanita yang di lihat Toby. Sama dengan wanita yang kita lihat?" tanya Vandy.


" Kayaknya iya," jawab Sasy.


Mereka sekarang baru tau apa di rasakan Toby. Toby sangat galau dengan apa yang di lihatnya. Dan bahkan pikirannya terus mengarah pada Clara. Saat ingin meluapkan isi hatinya kepada teman-temannya. Malah tidak ada satupun yang percaya. Dan sekarang mereka merasakan semua itu.


" Huhhhh apa ini jalan Tuhan. Agar kita tidak terlalu merindukan Cherry," sahut Raquel.


" Maksud kamu. Kita menganggap wanita itu adalah Cherry. Kalau kita merindukannya. Kita melihat dia. Raquel. Wajahnya memang mirip dengan Cherry. Tetapi bukan berarti kita menganggap dia sebagai Cherry. Karena Cherry tidak akan tergantikan oleh siapa pun," sahut Sasy yang menanggapi masalah Raquel dengan serius.


" Sasy bukan itu maksud ku. Aku hanya tidak mau. Kita memikirkan masalah wanita itu. Apa lagi kita sampai membahasnya sampai pada akhirnya hanya akan menambah kesedihan Verro," ucap Raquel menjelaskan alasannya.


" Tetapi sama saja. Kamu sudah punya keinginan untuk menggantikan posisinya," sahut Sasy.


" Tidak Sasy," sahut Raquel membantah.


" Sudahlah. Kalian apa-apa an sih malah ribut," sahut Vandy yang menjadi penengah.


" Dia yang duluan," sahut Sasy.


" Kamu yang salah tanggap," ucap Raquel.


" Sudahlah. Apaan sih kalian. Jangan berantam. Masa iya gara-gara ini harus ribut sendiri. Yang kita pikirkan itu. Sekarang Verro. Bagaimana keadaannya setelah melihat wanita itu tadi. Jangan sampai dia tidak bisa mengendalikan diri. Atau Justru Drop," ucap Vandy dengan penuh penegasan menjelaskan ke pada 2 temannya yang malah bertengkar.


" Iya maaf," sahut Sasy.


" Aku juga," sahut Raquel.


" Ya sudah. Jangan ribut lagi. Fokus pada Verro.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2