
Raquel yang mencium Aldo langsung memasuki rumah menutup pintu rumah dengan cepat dan menyandarkan punggungnya di pintu.
" Ahhhh, Raquel kamu apa-apaan sih. Bisa-bisanya kamu cium-cium Aldo segala. Kamu gatel banget sih jadi cewek," ucap Raquel yang gilai sendiri dengan tingkahnya sendiri yang menurutnya sangat berlebihan. Namun seketika Raquel malah tersenyum. Raquel sudah seperti bocah yang jatuh cinta saja.
*************
Cherry dan Verro berada di atas ranjang rumah sakit. Tadi mereka kembali melakukan terapi rutinitas dan sekarang terapi mereka sudah selesai, waktunya untuk beristirahat.
" Kapan kita pulang?" tanya Cherry yang berada di dada bidang Verro.
" Kamu sudah tidak sabar pulang?" tanya Verro kembali.
" Aku bosan di rumah sakit. Aku merindukan rumah kita," ucap Cherry.
" Bersabarlah sayang. Kita akan pulang sebentar lagi. Dokter mengatakan tangan ku sudah sudah mulai banyak perkembangan yang artinya tanganku akan sembuh," ucap Verro mengusap-usap pucuk kepala Cherry.
" Lalu bagaimana dengan kondisi ku. Dokter tidak mengatakan apa-apa untuk kesembuhanku. Kapan aku bisa berjalan lagi?" tanya Cherry dengan suara pelannya.
" Sayang, kamu juga akan sembuh. Kamu jangan khawatir kita berdua akan kembali seperti awal lagi," ucap Verro menyakinkan istrinya.
" Tapi perkembangan untuk kakiku belum ada Verro. Aku tidak tau aku bisa sembuh atau tidak lagi," ucap Cherry yang mulai mengeluh.
" Aku juga seorang Dokter Cherry. Untuk kesembuhan kamu. Aku yang akan menahannya. Aku menjadi Dokter mu dan kakimu bukan lumpuh permanen. Tidak ada masalah untuk hal itu," ucap Verro memberikan istrinya semangat. Cherry mengangkat kepalanya dan melihat suaminya itu.
" Itu artinya aku akan merepotkanmu," sahut Cherry.
" Mana ada merepotkan dalam suami istri. Jadi jangan menganggap. Aku tidak merasa repot sama sekali," ucap Verro mencium lembut kening Cherry.
" Kamu jangan memikirkan apa-apa ya. Karena kesembuhan kamu juga berdasarkan pemikiran kamu. Jika kamu tenang maka kesembuhan kamu akan semakin cepat. Kamu mengertikan," ucap Verro menegaskan pada istrinya.
" Iya, aku mengerti," sahut Cherry.
" Ya sudah sekarang kita istirahat, ini sudah malam," ucap Verro. Cherry mengangguk. Verro kembali mencium keningnya dengan lembut dan Cherry perlahan memejamkan matanya dengan mempererat pelukannya.
**********
Raquel dan Sasy berjalan melewati koridor-koridor rumah sakit.
" Raquel ulang tahun kamu nggak di rayain?" tanya Sasy.
" Males, udah besar juga," sahut Raquel yang kelihatan cuek dengan perayaan ulang tahunnya.
" Ya ampun Raquel paling tidak teraktir makan-makan gitu," ucap Sasy.
" Iya makan-makan aja. Tapi nanti kalau Verro sama Cherry sudah sembuh," ucap Raquel.
__ADS_1
" Apa hubungannya mereka sudah sembuh kok," sahut Sasy.
" Itu namanya belum sembuh," sahut Raquel.
" Alasan Lo, bilang aja Lo nggak mau keluar duit," ucap Sasy.
" Terserah Lo deh," sahut Raquel.
" Nanti sore temani gw jalan ya," ucap Sasy.
" Aku nggak bisa. Soalnya ada janji sama Aldo. Aldo minta temani buat acara kondangan ke salah temannya," jawab Raquel.
" Alah, macam pacaran aja minta teman-temani," sahut Sasy mengejek.
" Ishhhhh, sirik banget sih lo," sahut Raquel kesal.
" Bukan sirik, kenapa sih kalian berdua itu nggak jadian aja," ucap Sasy memberi saran. Raquel hanya menggedikkan bahunya yang tidak memberi jawaban apa-apa. Karena masalah jadian mungkin ada waktu yang menjawabnya.
**********
Raquel sudah siap-siap malam hari menggunakan dress merah selututnya dengan rambutnya yang di gerai, namun di beri gelombang sedikit. Aldo juga sudah menjemputnya dan mereka sama-sama sudah berada di dalam mobil.
" Memang teman kamu menikah di mana?" tanya Raquel.
" Sebentar lagi juga sampai," sahut Aldo.
*********
Tidak lama akhirnya Aldo dan Raquel pun sampai ketempat salah satu hotel di mana teman Aldo menikah. Mereka memang terlihat seperti pasangan yang serasi yang menghadiri acara pernikahan temannya.
" Ayo kita kesana!" ajak Aldo pada Raquel untuk menuju pelaminan. Raquel mengangguk dan mengikuti Aldo.
" Hey, Aldo!" sapa teman Aldo begitu melihat Aldo datang.
" Selamat ya," ucap Aldo memberi ucapan selamat dengan tos dan memeluk temannya itu.
" Thanks banget, udah sempatin datang. Kalian ber-2 kapan nyusul," ucap temannya melihat ke arah Raquel. Raquel jadi salah tingkah mendengarnya.
" Doain aja yang terbaik," sahut Aldo.
" Pastilah di doain. Mana mungkin tidak," sahut temannya.
" Hmmm, sorry ya kita nggak bisa lama-lama. Soalnya masih ada acara," ucap Aldo merasa tidak enak. Raquel heran dengan Aldo. Perasaan mereka tidak mau kemana-mana.
" Oh, begitu. Oke santai aja, yang penting lo udah datang," sahut temannya pengertian.
__ADS_1
" Ya sudah kita langsung balik ya," ucap Aldo pamit. Pengantin itu mengangguk tersenyum dan Raquel yang masih terlihat bingung hanya tersenyum saja setelah memberikan ucapan selamat pada ke-2 mempelai wanita.
Raquel dan Aldo pun langsung keluar dari acara pesta dan memasuki lift.
" Aldo kenapa cepat sekali. Memang kamu ada acara?" tanya Raquel masih penuh kebingungan.
" Iya, aku ada acara yang lebih penting," jawab Aldo menekan tombol lift.
" Acara apa dan kenapa kita malah naik bukan turun?" tanya Raquel bertambah bingung ketika melihat Aldo menekan tombol lift yang lebih tinggi.
" Acaranya satu gedung juga?" tanya Raquel.
" Hmmm," sahut Aldo hanya tersenyum yang membuat Raquel semakin bingung. Namun dia tetap mengikuti Aldo kemanapun membawanya pergi.
***********
Ternyata Aldo membawa Raquel ke atas balkon yang membuat Raquel semakin bingung. Namun ketika berada di atas balkon. Raquel di kagetkan dengan atap gedung yang begitu indah.
Banyak lampu-lampu warna-warni yang cantik-cantik. Banyak bunga-bunga yang di tata dengan indah. Raquel semakin bingung dengan tempat yang di tunjukkan Aldo padanya.
" Apa ini Aldo. Ngapain kita kemari dan acara apa ini. Kenapa tidak ada orang sama sekali?" tanya Raquel kebingungan. Aldo meraih tangan Raquel dan mengajaknya ke tengah-tengah gedung yang mana Raquel lebih bisa merasakan ke indahannya itu.
Kepalanya berkeliling melihat di sekitar tempat yang memang hanya ada dia dan Aldo di sana dan Aldo yang berdiri di depannya hanya diam. Raquel seketika melihat ke udara.
Seketika Raquel langsung kaget melihat tulisan yang terukir di udara.
..." Raquel Will you marry me,"...
Tertulis indah tulisan itu yang berbentuk hati membuat Raquel benar-benar speechless dan melihat ke arah Aldo. Namun Aldo sudah tidak berdiri di depannya lagi.
Sudah berlutut dengan menunjukkan cincin yang masih di dalam kotaknya. Raquel semakin schok dengan menutup matanya. Namun matanya yang berkaca-kaca tidak bisa bohong jika dia terharu.
" Aldo!" lirih Raquel dengan napas beratnya.
" Aku tidak tau Raquel apa aku pantas untuk mengatakan ini kepadamu. Tapi aku mencintaimu perasaanku tidak pernah berkurang sedikit kan kepadamu bahkan sampai detik ini. Aku sangat takut. Jika ada orang lain yang tiba-tiba kamu cintai. Raquel aku ingin hidup bersamamu aku ingin menikah denganmu," ucap Aldo yang benar-benar maramal Raquel.
" Aldo!" lirih Raquel yang masih schock.
" Beri aku kesempatan Raquel untuk merubahnya semuanya," ucap Aldo yang benar-benar meyakinkan Raquel.
" Maukah kamu menikah denganku. Menjadi istriku menjadi ibu dari anak-anak ku," ucap Aldo yang menunggu jawaban Raquel. Raquel mengangguk dengan meneteskan air matanya.
Lamarannya yang di terima membuat Aldo juga terharu. Tangannya yang bergetar langsung memakaikan cincin pada jari manis Raquel. Namun dengan cepat Aldo berdiri dan langsung memeluk Raquel.
" Terima kasih Raquel," ucap Aldo memeluk erat Raquel. Raquel tidak mampu berkata-kata dia begitu bahagia yang telah di lamar orang yang di cintainya.
__ADS_1
Bersambung