DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 144 Varell kembali


__ADS_3

Mobil hitam berhenti di depan sebuah rumah yang sederhana. Pria tampan yang mengendarai mobil itu menurunkan kaca mobilnya dan melihat ke arah rumah sederhana tersebut.


Yang tak lain adalah Varell yang berhenti di depan Rumah Nadya. Varell baru pulang dari Amerika dan rumah yang pertama di kunjunginya. Adalah Rumah Nadya.


Tetapi Varell hanya berada di dalam saja dan sama sekali tidak berani untuk keluar.


" Kamu selesaikan hubungan kamu dengan wanita itu. Atau mama akan turun tangan sendiri. Kamu dengar ya Varell. Wanita itu bukan level keluarga kita. Kamu jangan mempermalukan keluarga dengan berhubungan dengan wanita miskin seperti dia,"


" Tapi aku mencintainya ma,"


" Cinta katamu. Cinta itu tidak ada. Jangan katakan cinta di depanku. Aku tidak akan memberimu toleran lagi. Jika kau masih membangkang perkataanku. Jadi kau putuskan hubunganmu dengan wanita miskin itu dan lanjutkan kuliah di Amerika. Aku tidak akan membiarkan mu. Menjadi laki-laki bodoh," tegas mama Varell.


" Sebaiknya kita putus saja. Hubungan ini tidak ada gunanya. Untuk apa melanjutkan. Jika mama kamu sama sekali tidak merestui," ucap Nadya dengan serius.


" Mari menikah. Aku memilihmu. Aku tidak peduli dengan semuanya. Aku tidak peduli dengan kata-kata mama. Aku mencintai mu dan tidak akan meninggalkanmu," ajak Varell dengan yakin.


" Jangan bodoh Varell. Kita baru lulus sekolah. Kamu masih punya masa depan. Kamu harus melanjutkan pendidikan kamu. Begitu juga dengan aku yang masih mengejar beasiswa. Jika kita menikah. Kita hanya menghancurkan masa depan kita. Kita juga menikah tanpa restu dan aku tidak mau hal itu terjadi. Jalan terbaik kita mengakhiri semuanya. Kamu kembali ke dunia kamu. Begitu juga dengan aku," jelas Nadya dengan yakin.


" Tidak Nadya, aku tidak mau putus dari mu. Aku ingin bersamamu," sahut Varell.


" Varell kamu dan aku sangat berbeda. Kita bagaikan langit dan bumi. Cinta kita pun hanya cinta anak-anak remaja. Yang pasti itu bukan serius. Kita belum sedewasa itu untuk mengatakan itu adalah cinta. Cinta kita masih di katakan hanya main-main saja," jelas Nadya.


" Tidak Nadya. Aku sangat serius mencintaimu dan itu sama sekali tidak main-main. Aku benar-benar serius Nadya," ucap Varell.


" Maaf. Tetapi lebih baik kita berpisah. Semoga kamu sukses di kemudian hari. Kamu menemukan wanita yang lebih baik di bandingkan aku dan kamu akan menyadari. Jika cinta kita memang cinta main-main, aku permisi. Selamat tinggal," ucap Nadya dengan yakin tersenyum tipis lalu pergi meninggalkan Verro.


" Nadya!" panggil Varell. Tetapi Nadya tidak merespon dan tetap pergi. Meski berteriak. Tetapi Nadya tetap kekeh untuk mengakhiri semua hubungan itu. Karena dia tau diri siapa dia sesungguhnya.


" Ini bukan cinta main-main Nadya. Meski sudah 5 tahun. Aku masih mencintaimu dan tidak bisa melupakanmu sedetikpun. Aku masih sama Nadya. Aku tidak bisa mencintai wanita lain yang seperti kamu katakan dulu. Aku Maafkan aku yang sudah membuatmu kesulitan. Maafkan aku," batin Varell dengan matanya berkaca-kaca. Berharap wanita yang dirindukannya keluar dari rumah itu.


Varell yang berasal dari keluarga kolong merat harus jatuh cinta dengan gadis biasa seperti Nadya. Hubungan mereka awalnya terjalin baik-baik saja. Sampai akhirnya sang mama mengetahui hubungan mereka dan pasti akan menentangnya.


Varell sempat tidak peduli mamanya tau apa tidak. Dia juga membangkang semua yang di katakan mamanya. Ketika menyuruhnya untuk berpisah dari Nadya.


Tetapi lama kelamaan mamanya mengambil tindakan sendiri dan menemui Nadya langsung dan mengatakan terus terang kepada wanita itu. Untuk menjauhi putranya. Hubungan mereka semakin runyam. Sampai akhirnya Nadya memutuskan hubungan itu.

__ADS_1


Varell pun akhirnya kuliah dan memimpin perusahaan di sana. Berusaha untuk melupakan Nadya. Karena sang mama yang terus mengancam. Dan sekarang setelah 5 tahun barulah Varell kembali dan langsung mengunjungi wanita yang masih di cintainya.


Lama berada di sana dan Nadya tidak kunjung datang. Akhirnya Varell menaikkan kaca mobilnya dan langsung pergi dari depan rumah itu.


Baru kepergian Varell sebentar. Nadya si pemilik rumah akhirnya keluar dari rumahnya dengan stelan rapi yang ingin bekerja.


" Semoga aku belum terlambat," gumam Nadya melihat jam tangannya dan langsung pergi. Karena memang harus buru-buru. Karena takut terlambat.


**********


Di sisi lain mobil Aldo berhenti di depan rumah sakit tempat pacarnya bekerja. Aldo membakar makan siang untuk pacarnya. Karena pacarnya tadi mengeluh banyak pasien dan belum sempat untuk makan.


Jadi Aldo yang sangat perhatian kepada pacarnya. Langsung kerumah sakit dan mampir membeli makanan untuk pacarnya agar tidak kelaparan.


Aldo langsung mencari Raquel di sekitar rumah sakit. Saat Aldo berjalan. Tari juga yang keluar dari ruangan perawatan mamanya Clara yang akhirnya membuat mereka berpapasan.


" Pak Aldo," tegur Tari.


" Bu Tari," sahut Aldo menyapa dengan menundukkan kepala. Tari juga melakukan hal yang sama.


" Ohhh, lagi jengukin mama teman," jawab Tari, " Kalau pak Aldo sendiri?" tanya Tari.


" Lagi antar makanan," jawab Aldo menunjukkan apa yang di bawanya.


" Oh, begitu," sahut Aldo.


" Tari ponsel kamu ketinggalan," ucap Clara keluar dari ruangan membawa ponsel temannya. Aldo yang melihat Clara langsung kaget.


Brukk. Sampai makanan yang di pegangnya jatuh melihat Clara seperti melihat Aldo.


" Oh makasih," sahut Tari mengambil dari Clara. Tetapi Clara heran dengan Aldo yang bengong dan makanan yang di pegangnya sampai jatuh.


" Pak Aldo," tegur Tari. Also diam dengan melotot melihat ke arah Clara. Tari dan Clara saling melihat heran dengan exsperesi Aldo yang tampak kaget.


" Pak Aldo," tegur Tari menggoyang lengan Aldo sampai Aldo terkejut.

__ADS_1


" Ha iya. Cherry," ucap Aldo yang langsung menyebutkan nama Cherry.


" Cherry," lirih Clara bingung. 2 kali dia melihat orang lain memanggilnya dengan Cherry. Tari bingung dan langsung mengambil makanan yang jatuh dan memberikan pada Aldo.


" Ini punya kamu," ucap Tari memberikan. Tetapi Aldo tetap bengong.


Di sisi lain Raquel yang kebetulan lewat melihat hal itu. Dia melihat wanita yang mirip Clara dan melihat wanita yang berdiri di hadapan Aldo yang memberikan bungkusan pada Aldo. Tetapi Aldo diam. Hal itu membuat Raquel langsung menghampiri Aldo.


" Sayang," tegur Raquel memegang lengan Aldo.


" Ha iya," Aldo sadar kembali.


" Ayo pergi!" ajak Raquel. Aldo mengangguk-angguk seperti orang linglung.


" Pak Aldo!" panggil Tari.


" Ada apa?" tanya Raquel.


" Ini punya Pak Aldo yang jatuh," jawab Tari.


" Oke," sahut Raquel mengambil kasar lalu pergi membawa pacarnya pergi.


" Kamu mengenalnya?" tanya Clara.


" Dia pengacaraku yang menangani kasus Laudya," jawab Tari.


" Ohhh, ya ampun aku belum sempat kenalan," sahut Clara.


" Entar saja. Kayaknya dia lagi sibuk sama pacarnya," ucap Tari.


" Kayaknya sih," sahut Clara.


" Ya sudah aku balik dulu. Besok aku kemari lagi," ucap Tari.


" Iya. Makasih ya," sahut Clara. Tari mengangguk dan langsung pergi.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2