DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 213 Perasaan yang bergejolak.


__ADS_3

Setelah berbincang-bincang akhirnya mereka sudah berkumpul kembali dan perasaan Cherry juga sudah sedikit tenang dan pasti pelan-pelan akan membaik lagi.


" Ya sudah, sekarang kita pulang ayo!" ajak Verro pada Cherry. Cherry mengangguk-angguk.


" Hmmm, Sasy mana?" tanya Cherry yang tidak melihat temannya di sekelompok itu. Yang lain juga melihat tidak ada Sasy di antara mereka.


" Benar, Vandy juga tidak ada," sahut Varell. Sementara Toby yang ada di sana. Hanya diam saja dengan wajahnya yang tidak bersemangat. Karena dia sangat kecewa dengan apa yang di lihatnya.


" Mungkin mereka sudah pulang duluan," sahut Nadya menebak-nebak.


" Sasy dan Vandy pulang bersama, mereka memang sangat dekat," batin Azizi seakan tidak menyukai hal itu.


" Iya mungkin mereka sudah pulang," sahut Toby dengan suara berat. Raquel melihat ke arah Toby yang melihat wajah Toby sangat sendu. Seakan tau. Jika Toby sedang tidak baik-baik saja.


" Itu mereka!" tunjuk Aldo yang semua kepala mengarah arah tunjukan Aldo dan melihat Vandy dan Sasy berjalan dengan tertawa-tawa seperti ada yang lucu bahkan Sasy beberapa kali memukul lengan Vandy yang mereka merasa sangat bahagia.


Toby yang melihat hal itu jelas tidak suka, wajahnya seakan di penuhi kecemburuan. Ternyata bukan hanya Toby. Azizi juga seketika gelisah dan bahkan seakan tidak ingin melihat pemandangan itu.


" Ya ampun Sasy, apa-apaan sih. Apa dia tidak bisa jaga jarak dengan Vandy. Ini sama saja membuat langkah Toby mundur," batin Raquel yang terus memperhatikan mimik wajah Toby yang menahan kecemburuan.


Akhirnya Vandy dan Sasy pun sampai di antara kerumunan itu dan tawa lepas mereka sama sekali belum hilang.


" Lucu amat kayaknya," ucap Varell.


" Nggak sih biasa aja," sahut Sasy.


" Ya sudah aku duluan dulu. Aku ada urusan lain," sahut Toby dengan Datar.


" Cherry, aku pamit," ucap Toby yang langsung pergi dan hanya berpamitan pada Cherry.


" Iya hati-hati," sahut Cherry sedikit berteriak. Karena Toby sudah pergi jauh.


" Kenapa dia buru-buru sekali," ucap Vandy.


" Nggak tau, mungkin sibuk," sahut Verro. Sementara Sasy masih melihat kebelakang, melihat punggung Toby yang berjalan cepat yang sama sekali tidak menengok kebelakang lagi yang membuat Sasy merasa ada yang tidak beres. Seketika Toby yang tiba-tiba menjadi dingin.


" Hmmm, kalau begitu kami juga harus pulang," sahut Verro yang juga berpamitan. Yang lainnya mengangguk-angguk.


" Sekali lagi. Terima kasih untuk bantuan dan juga kehadiran kalian," ucap Cherry dengan tersenyum tipis.


" Sama-sama Cherry," sahut mereka.


" Ya sudah kami duluan," ucap Verro kembali pamitan. Yang lainnya mengangguk.


" Ayo Cherry!" ajak Verro merangkul istrinya dan membawanya pergi.


" Azizi, kamu pulang sama aku ya," sahut Sasy. Azizi mengangguk tanpa menolak.


Sasy tersenyum melihat tanggapan Azizi yang tidak menolak. Mungkin awal yang bagus menurutnya untuk membujuk Azizi tinggal bersamanya dan masalah Azizi akan terpecahkan satu persatu.

__ADS_1


***********


Beberapa hari kemudian.


Toby berada di kamarnya dengan menyusun pakaiannya ke dalam koper. Seharunya Toby berangkat 2 hari lagi. Tetapi Toby mempercepat jadwalnya. Karena merasa tidak ada yang di tunggunya lagi.


Semenjak dari pemakaman melihat Sasy dan Vandy, sebenarnya Toby masih berusaha untuk bicara dengan Sasy tapi lagi-lagi Toby harus menelan pil pahit yang bertemu Sasy dan pasti bersama Vandy yang membuatnya benar-benar mundur dan meyakini jika memang Sasy dan Vandy memiliki hubungan yang special.


Toby menutup kopernya dan me res koper tersebut dan menurunkan dari atas tempat tidur. Tiba-tiba matanya melihat ke atas nakas dan melihat bingkai foto di mana ada Sasy yang memakai pakaian seragam sekolah yang dulu di fotonya saat Sasy marah dan bayangkan wajah Sasy di foto itu terihat mengoceh.


Tetapi untung Sasy cantik dan wajah yang marah-marah itu terlihat menggemaskan. Dengan perlahan tangan Toby mengambil foto. Itu meski ada sesak di dadanya dia tetap tersenyum melihat foto itu.


" Semuanya bisa berubah. Pola pikiran dan juga tentang kedewasaan bisa berubah. Tetapi perasaanku kepadamu tidak pernah berubah dan perasaanku yang dulu yang mungkin kamu anggap becandaan tidak berubah sampai detik ini. Tetapi mungkin memang benar kamu katakan dulu. Kamu tidak akan mungkin menyukaiku meski sampai abad keberapa," ucap Toby yang mengusap-usap foto itu.


Yang mana kali ini dia mengalah lagi. Memendam perasaannya yang sangat dalam kepada sahabatnya dulu. Mungkin dulu sewaktu SMA Toby yang sengaja mencari gara-gara dengan Sasy dan sering mengutarakan perasaannya. Hanya dia anggap becandaan dan Sasy sering memberinya balasan dengan geplakan.


Tetapi sekarang mereka sudah semakin dewasa dan pasti Toby yang dulu berbeda dengan sekarang. Sekarang dia menjadi idola semua wanita. Tetapi tetap perasaannya tidak berubah pada Sasy.


Dan Toby yang sekarang lebih pengecut. Karena dia tidak seperti dulu yang selalu mengungkap perasaan dan sekarang dia bahkan tidak berani mengungkap perasaannya kepada Sasy.


" Kamu pantas bahagia untuk orang yang kamu pilih dan semoga saja aku bisa melupakanmu," ucap Toby kembali meletakkan foto itu di tempatnya semula.


Toby membuang napasnya panjang dengan perasaannya yang benar-benar tidak bisa di kendalikannya. Di sisi lain dia ingin melepaskan dan melupakan Sasy tetapi di sisi lain dia tidak akan bisa melakukan hal itu.


*********


Sasy sedang menikmati sarapan di rumah sakit bersama Raquel. Dia tidak sempat sarapan di rumah jadi harus sarapan di rumah sakit.


" Apa an sih, kayaknya biasa aja," sahut Sasy menginjak makanannya yang memang menganggap biasa saja.


" Bisa dari mana, belakangan ini aku melihat kalian itu dekat banget, kaya magnet apa-apa selalu bersama, kayak orang pacaran tau," ucap Raquel.


uhuk-uhuk--uhuk- mendengarnya Sasy langsung tersedak dan langsung batuk-batuk dan Sasy langsung minum.


" Pacaran dari mana ada-ada aja," sahut Sasy menahan sakit di lehernya.


" Lalu kenapa kalian tampak dekat, kayak berlebihan?" tanya Raquel.


" Ihhh, Raquel berlebihan gimana. Mungkin kita memang sering ngobrol. Karena ada sesuatu yang ingin kita selesaikan," sahut Sasy menyeruput kembali minumannya.


" Memang ada apaan?" tanya Raquel heran.


" Nanti aja, aku ceritain," sahut Sasy melanjutkan makannya.


" Bagus deh kalau kalian memang nggak ada apa-apa," sahut Raquel.


" Ya nggaklah. Pikiran kamu tuh aneh-aneh," sahut Sasy menegaskan dan melanjutkan kembali makannya.


" Bye the way, Toby sudah berangkat belum ya," ucap Raquel Tiba-tiba melihat jam tangannya. Sasy mendengarnya langsung melihat ke arah Raquel.

__ADS_1


" Toby. Memang dia mau kemana?' tanya Sasy heran.


" Itali," jawab Raquel. " memang kamu nggak tau?" tanya Raquel. Sasy menggeleng yang memang tidak tau.


" Ada penerbangan ke Itali?" tanya Sasy.


" Masa sih kamu nggak tau. Kalau Toby menyusul orang tuanya ke Itali dan bahkan menetap di sana," jelas Raquel. Mendengar apa kata Raquel membuat Sasy kaget.


" Apa menetap di Itali," sahut Sasy dengan wajahnya yang terkejut.


" Kamu tidak tau?" tanya Raquel lagi.


" Aku tidak tau. Kenapa dia tidak memberitahuku," gumam Sasy heran.


" Aneh sih memang kalau dia tidak memberi tahu kamu. Karena yang lainnya di beri tahu dan bahkan jadwal Toby sebenarnya di percepat. Tapi wajar sih kalau Toby tidak kasih tau kami," ucap Raquel.


" Wajar, maksud kamu apa?" tanya Sasy heran.


" Ya kamu kan cuek banget sama dia apa lagi sekarang kamu sibuk dengan Vandy, jadi pasti dia tidak punya waktu untuk menemui kamu," ucap Raquel membuat Sasy semakin bingung.


" Raquel aku tidak mengerti apa yang kamu katakan. Lagian apa hubungannya coba sama Vandy," sahut Sasy dengan wajahnya penuh kebingungan.


" Jelas ada hubungannya kamu sadar tidak Sasy kalau gara-gara kedekatan kamu sama Vandy. Toby itu agak sedikit menjauhi kamu," ucap Raquel yang membuat teori baru yang membuat Sasy heran.


" Maksud kamu?" tanya Sasy semakin heran.


" Kamu tidak sadarkan Sasy. Kalau hubungankamu dan Vandy membuat Toby cemburu dan makanya dia tidak menjauhi kamu dan sampai tidak kasih tau kamu kalau dia mau pergi," jawab Raquel dengan penjelasannya.


" Apah. Apa maksud kamu, selama ini Toby menyukaiku Makanya dia sampai salah paham," tebak Sasy merasa tidak mungkin.


" Ya iyalah, memang kamu tidak sadar," ucap Raquel.


" Tapi itu tidak mungkin Raquel," sahut Sasy tidak percaya.


" Tidak mungkin gimana, jelas-jelas Toby suka sama kamu dari dulu dan aku bisa melihat kekecewaan di wajahnya saat kamu dekat dengan Vandy," jelas Raquel menegaskan.


" Ya kan itu dulu. Aku juga tau dia juga dulu hanya bercanda," sahut Sasy masih menyangkal kebenarannya.


" Eh, Sasy, aku heran ya sama kamu. Kamu itu sebenarnya pura-pura bodoh atau bagaimana sih. Masa iya kamu nggak peka-peka juga. Kalau Toby masih menyukai kamu, sama kayak dulu," tegas Raquel yang terus menyadarkan Sasy.


" Sadar Sasy, dia adalah laki-laki yang selalu menunggu kamu. Kamu nya aja yang tidak membuka hati untuknya. Tidak kamu juga sudah menyukainya. Tetapi kamu pura-pura menutup perasaan kamu," ucap Raquel. Sasy diam saja mendengar ocehan Raquel.


Wajah Sasy tampak berpikir dan tidak tau apa yang di pikirkannya.


" Tapi sudahlah, semua sudah terlambat. Dia juga sudah pergi dan kalian berdua hanya akan seperti- seperti itu saja," ucap Raquel terlihat pasrah.


Sasy langsung berdiri dengan mengambil kunci mobilnya.


" Mau kemana?" tanya Raquel heran. Sasy tidak menjawab dan berlari dengan cepat meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2